Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis

Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis
Bab 15- Terbunuh nya Quatro


__ADS_3

Tolong Like Dan Komen


Selamat Membaca :)


__________


"Kali ini kau tidak bisa berlari lagi dari ku Bryant" Ucap Quatro dengan suara yang keras.


Setelah Quatro berbicara seperti itu, kedua tubuh Titan yang berukuran sebesar 200 meter lebih berdiri bersebrangan.


Bryant tidak berbicara, dia sedang bergelut dengan pikiran nya.


"Apakah aku akan mencoba cara yang dibicarakan oleh suara misterius itu sambil bertarung dengan Quatro?" Batin Bryant sambil menggerakkan gigi nya.


Setelah itu mereka berdua maju secara bersamaan dengan tinjunya masing-masing.


"Haa" Teriakan mereka berdua menggelegar seisi tempat mereka bertarung.


Kedua tinju mereka masing masing mengenai kepala mereka, lalu tangan kiri Quatro melapisi tangan nya dengan sihir elemen tanah nya.


Pukulan dari Quatro berhasil melemparkan tubuh dari Bryant sampai gunung dibelakang Bryant.


BOMM*


WUSHH*


Quatro berlari menuju ke tempat Bryant terlempar oleh pukulan Quatro.


Bryant yang tergeletak di gunung, mencoba berdiri dengan seimbang.


"Huh, aku harus mencoba sebelum dia datang, karena aku seperti nya tidak bisa mengalahkannya dengan hanya sihir tanah saja" Lalu tangan Bryant membuat elemen api dan tanah, setelah itu Quatro menggabungkan sihir elemen api dan tanah.


Setelah itu ada sesuatu yang jatuh dari tanah, ya sesuatu yang jatuh dari tanah adalah api yang diciptakan oleh Bryant.


"Apakah aku berhasil?" Ucap Bryant, setelah itu ada getaran tanah, lalu Bryant melihat kearah asal getaran itu diciptakan.


Quatro yang berlari kearah Bryant melihat jika ditangan Bryant ada api ditangan nya.


"Apa yang dilakukan olehnya?" Setelah itu Quatro mempercepatkan larinya menuju Bryant.

__ADS_1


Setelah itu, Quatro melompat saat jaraknya dan Bryant sudah dekat dengan tinju yang bersiap meninju Bryant.


Bryant yang melihat jika Quatro yang melompat kearah nya, bersiap meninju Quatro juga dengan sihir magma yang masih Bryant pertahankan.


Saat kedua tinju itu bertemu, ada bunyi dentuman yang berasal dari kedua tinju dan ada percikan api juga.


BOMM*


Ada tubuh yang terpental ke atas, tetapi itu bukan lah tubuh Titan Bryant melainkan Tubuh dari Quatro.


"Jadi ini kekuatan magma yang dibicarakan oleh suara misterius itu? Jika begitu aku mungkin bisa mengalahkan Quatro" Ucap Bryant sambil menatap kearah tubuh Quatro yang masih terlempar oleh pukulannya, lalu Bryant melompat ke atas yang dimana tubuh Quatro yang masih terpental.


WUSHH*


Bryant berlari sampai ketempat tubuh Quatro yang terpental di atas langit lalu.


BOMM*


Tubuh Quatro terjatuh ketanah dengan keras.


BOMM*


BOMM*


Kedua tubuh Titan itu adalah Bryant dan Quatro, sekarang di tubuh Quatro ada bekas luka bakar yang besar di tangan dan perut nya itu.


"Uhuk uhuk" Quatro muntah darah, lalu dia melihat kearah 1 tubuh yang berdiri diseberang nya, Bryant yang melihat jika Quatro muntah darah tidak peduli dan berjalan kearahnya.


Lalu tangan kiri Bryant mencekik lehernya Quatro dengan keras, Quatro yang tercekik kembali terbatuk.


"Kali ini aku yang akan menghabisi mu" Ucap Bryant sambil mengangkat tangan kanan nya, lalu Bryant mengeluarkan elemen magma nya untuk langsung membunuh Bryant.


CRASH*


Setelah tangan kanan Bryant menusuk jantung dari Quatro, wajah Quatro yang tersenyum kepada Bryant seolah dia melihat orang berharga nya.


"Berhati-hatilah... dengan ayah..." Setelah Quatro berkata seperti itu, mata Quatro menutup dengan sempurna dan nafasnya yang berhenti dengan ada senyuman yang masih terukir di bibirnya yang berwana krem sama dengan kulit yang ada ditubuh nya itu.


"Apa maksudnya dengan sebutan ayah itu?" Ucap Bryant kepada Quatro dengan kepala yang tertunduk ke bawah dan setelah kepala nya melihat kearah wajah Quatro, Bryant tersadar jika mata Quatro sudah menutup dan masih ada senyuman yang terukir di wajah nya.

__ADS_1


"Apa maksud dari senyuman nya itu?" Ucap Bryant yang merasa jika di hati nya ada kehilangan sesuatu.


Bryant terdiam termenung di tempat, sedangkan di sisi lain Gilmer, Gilmer yang melihat dan mendengar suara dari Quatro, bibirnya terangkat.


"Hooh, jadi mereka itu sebenarnya kakak beradik ya? Seperti nya drama ras Titan boleh juga" Ucap Gilmer di atas langit dengan sihir Stealth nya.


"Baiklah, aku akan kembali ketempat pemukiman dan melihat Raja Titan" Ucap Gilmer sambil terbang dengan sayapnya menuju tempat pemukiman Raja Titan.


Saat sudah dekat dengan pemukiman, Gilmer menambahkan kecepatan terbang nya, hingga sekarang jarak nya dan Raja Titan tinggal sedikit lagi.


Saat itu juga, Gilmer berhenti dan mendengar gumaman dari Raja Titan itu.


"Hahaha, aku tidak menyangka drama ini sampai sedramatis itu" Ucap Gilmer dengan tertawa tetapi tawa nya itu tidak terdengar oleh Raja Titan dengan menggunakan sihir kedap suara disekitar tubuhnya itu.


"Baiklah, aku akan menunggu Bryant dan setelah itu aku akan melanjutkan melihat drama dari mereka" Ucap Gilmer yang menunggu di atas langit.


Di sisi lain, Bryant yang sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang menjanggal dihatinya, menguburkan tubuh tak bernyawa Quatro di sekitar tempat Bryant, setelah selesai menguburkan mayat Quatro, lalu Bryant berlari ke arah pemukiman Raja Titan.


"Jadi kau adalah saudara ku Quatro?" Ucap Bryant sambil berlari kearah pemukiman Raja Titan dengan pandangan matanya menuju keatas seolah melihat jiwa dari Quatro di atas langit yang masih cerah.


Saat diperjalanan, Bryant menemukan ada monster yang berkeliaran di perjalanan Bryant dan menghalangi jalan Bryant.


Saat sudah selesai dengan membunuh monster yang menghalangi jalannya, Bryant melanjutkan perjalanannya tanpa ada gangguan lagi dari monster yang menghalangi jalan nya saat perjalanan menuju ke tempat pemukiman Raja Titan.


"Tunggu aku ayah dan jawab dari pertanyaan ku" Ucap Bryant sambil berlari mendekati tempat pemukiman yang sudah dekat dengan nya.


Lalu Bryant yang sudah dekat dengan tempat pemukiman Raja Titan, melihat jika masih ada bercak darah yang bertebaran dimana-mana, saat Bryant memasuki gerbang dari tempat pemukiman itu, Bryant melihat jika bercak darah itu bertambah banyak, dan saat itu juga Bryant curiga.


"Dimana tubuh para Titan yang sudah aku bunuh?" Ucap Bryant yang berhenti berlari dan melihat disekitarnya.


Setelah Bryant berpikir dengan keras, Bryant tidak menemukan jawabannya itu dan melanjutkan lari nya ke arah tepat Raja titan atau ayah dari Bryant.


Di sisi lain Raja Titan.


"Jadi Bryant sudah ada ditempat ini?" Ucap Raja Titan sambil membuka matanya, Raja Titan masih duduk di singgasana nya sambil menopang pipi nya dengan tangan kanannya yang besar.


Di sisi lain Gilmer.


"Hooh, aku sudah tidak sabar dengan lanjutan dari drama ini" Ucap Gilmer sambil pandangan matanya melihat kearah tubuh yang besarnya mencapai 200 meter berlari kearah Raja Titan, saat Bryant sudah didepan Raja Titan, mereka berdua bertatapan sebelum pertarungan yang menyedihkan bagi mereka selanjutnya itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2