
LIKE DAN KOMEN AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK MELANJUTKAN NOVEL INI.
SELAMAT MEMBACA >:(
...****************...
Ditempat pertarungan Bryant dan Gagak Emas Berkaki Tiga.
Gilmer dan Feliks yang sudah berada ditempat Bryant, melihat jika keadaan disekitarnya sangat parah.
Banyak permukaan tanah yang hancur, lava api yang keluar dari gunung dan yang lebih parahnya lagi adalah gunung yang setengahnya sudah hancur parah oleh pertarungan mereka berdua.
Gunung yang ditempati Feliks dan istrinya sangat lah besar, bahkan besarnya bisa mencapai 100 km lebih!
"Yah, aku tidak akan terkejut dengan pertarungan mereka berdua" Ucap Gilmer mengangkat kedua bahunya, setelah melihat keadaan tempat Bryant bertarung.
"Tidak, yang lebih penting dimana istriku?" Ucap Feliks yang berjalan mencari Gagak Emas Berkaki Tiga.
"Emm anu, aku lupa menanyakan nama anda tuan" Lanjut Feliks yang kaku menyebutkan kalimat 'anda'.
"Huh, merepotkan saja" Gumam Gilmer malas.
"Nama ku adalah Gilmer Lan, kau bisa memanggilku Gilmer" Ucap Gilmer.
"Lebih baik kau cari istri mu itu" Ujar Gilmer mendongakkan kepala nya di atas langit.
"Tapi, anda belum mengeluarkan aku dari rantai ini" Ucap Feliks.
"Ohh, aku lupa" Ucap Gilmer tanpa rasa bersalah.
"Kau pasti sengaja kan?!" Batin Feliks kesal.
"Huh, tidak apa-apa Tuan Gilmer" Ucap Feliks dengan suara pelan.
Gilmer berjalan ke arah tubuh besar Feliks yang besar nya mencapai 450 meter lebih.
Saat Gilmer sudah dekat dengan tubuh Phoenix Feliks, tangan kanan Gilmer menyentuh rantai yang menusuk tubuh nya Feliks.
Dan saat itu juga rantai yang menusuk tubuh nya Feliks secara ajaib menghilang saat tangan kanan Gilmer menyentuh rantai.
"Sekarang kau sudah lepas dari rantai ku, dan karena aku sangat malas terbang dengan sayap ku, maka aku ingin bersantai di atas tubuh Phoenix mu!" Ucap Gilmer melayang terbang ke atas tubuh Phoenix Feliks tanpa menunggu jawaban dari Feliks.
"Tapi-" Sebelum ucapan Feliks selesai, suara Gilmer sudah terdengar di kepala nya Feliks.
"Terbang!" Ucap Gilmer yang sudah tiduran terlentang di atas tubuh besar Feliks.
Feliks yang tak berdaya dengan perilaku nya Gilmer, akhirnya memutuskan untuk menerima perintah dari Gilmer.
Feliks melasat ke atas langit dengan cepat untuk mencari keberadaan keduanya.
Sedangkan Gilmer yang berada di atas tubuh Feliks, tidak terganggu oleh kecepatan nya Feliks saat melasat ke atas langit.
"Hmm, ke arah barat" Ucap Gilmer kepada Feliks.
"Memangnya ada apa di arah barat Tuan Gilmer?" Tanya Feliks yang bingung dengan ucapan Gilmer.
"Sudah lah, ikuti perkataan ku dan terbang ke arah barat!" Ucap Gilmer memerintah.
"Baiklah"
Lalu Feliks merubah arah terbang nya ke kiri yang merupakan arah barat.
Saat Feliks sedang mencari sesuatu, tiba tiba ada suara Gilmer di atas punggungnya.
"Ke arah bawah" Ucap Gilmer yang masih tidak mengubah posisi tidurnya yang terlentang.
"Baiklah"
Feliks lalu mengubah arah lagi ke bawah yang merupakan pinggiran dari gunung berapi.
Saat Feliks menyipitkan mata nya ke arah bawah, Feliks melihat ke arah dua sosok masih bertarung.
Saat Feliks ingin memisahkan mereka berdua, suara Gilmer kembali berbunyi di atas punggungnya, posisi Gilmer sekarang sedang melihat ke arah dua sosok yang masih bertarung.
"Kita lihat terlebih dahulu kemampuan mereka berdua" Ucap Gilmer tak acuh.
Dua sosok itu adalah Bryant yang badan nya ada banyak luka bakar, dan satu nya lagi adalah Gagak Emas Berkaki Tiga yang merupakan istri dari Feliks, keadaan nya juga sama, tidak berbeda jauh dengan keadaan Bryant.
Ada banyak darah di tubuh burung Veranti, mungkin salah satu sayap nya ada yang patah dan kaki kiri nya juga patah oleh serangan Bryant.
__ADS_1
Feliks yang mendengar ucapan Gilmer hanya bisa berdiam diri di atas langit dan mata nya terlihat memancarkan kesedihan.
Gilmer yang merasakan perasaan Feliks hanya diam, tidak berbicara lagi dan menunggu pertarungan mereka berdua.
***
"Kita akhiri dengan satu serangan ini, kau mengerti?" Ucap Bryant yang kelelahan.
"Kwak" Seolah mengerti apa yang diucapkan oleh Bryant, Burung Gagak Emas Berkaki Tiga mempersiapkan serangan terakhir untuk mengakhiri pertarungan ini.
Bryant juga tidak kalah dengan Gagak yang ada dihadapannya, dia menyalurkan mana nya serta elemen elemen nya ke arah tombak.
Selang beberapa detik mereka berdua sudah selesai dengan serangan mereka selanjutnya.
"Kau siap?" Ucap Bryant yang tubuh nya sudah sempoyongan.
"Kwak" Suara Gagak itu dengan terbang nya yang sudah tidak beraturan.
"Magma Metal Spear Full Strike" Bryant melemparkan tombak nya ke arah Gagak itu.
Aura yang dipancarkan dari tombak yang dilemparkan oleh Bryant, berwarna merah kehitaman dan ada warna silver yang merupakan gabungan elemen magma dan logam, sehingga menghasilkan tekanan yang mengerikan dari tombak Bryant.
Sedangkan Gagak Emas Berkaki Tiga melepaskan api yang sangat besar ke arah serangan tombak Bryant.
Saat api Gagak itu melewati sesuatu, tanah dan batu yang dilewati oleh api nya gagak akan berubah menjadi abu.
"Huh, Teleport"
Saat kedua serangan itu hampir menabrak satu sama lain, ada siluet tubuh yang berada di tengah kedua serangan itu.
"Glutonny, Elements Hand"
Ada pusaran hitam yang cukup besar dari salah satu tangan siluet itu, sedangkan satu tangannya lagi berubah warna menjadi warna warni yang merupakan semua elemen dari siluet itu.
Pusaran hitam itu berada di jalur serangan api Gagak itu, sedangkan tangan warna warni yang merupakan semua elemen dari sosok siluet itu diarahkan ke jalur serangan tombak Bryant.
Saat api Gagak itu sudah dekat dengan pusaran hitam, api itu dengan cukup cepat terhisap oleh pusaran hitam di salah satu tangan siluet sosok itu.
WUSHH*
Sedangkan tombak yang diarahkan ke salah satu tangan dari sosok siluet itu, terus melasat sampai di salah satu tangan sosok itu.
Tombak itu berhasil ditangkap sempurna oleh salah satu tangan dari sosok itu.
Sosok itu merupakan Gilmer yang berteleport ke arah tengah dari kedua serangan Bryant dan Gagak Emas Berkaki Tiga atau bisa disebut juga Veranti.
"Gilmer?" Gumam Bryant lalu tubuh Bryant terjatuh ke tanah dengan terlentang dan pingsan.
"Kwak" Veranti juga terjatuh dari atas langit.
Feliks yang melihat Veranti terjatuh ke tanah, segera terbang dengan sangat cepat.
Saat tubuh Gagak Veranti hampir sampai di permukaan tanah, ada bayangan yang di dekat tubuh Veranti yang tak sadarkan diri.
Bayangan itu adalah Feliks yang mencengkram ke dua kaki Gagak Veranti dengan menggunakan kedua kaki nya.
Feliks turun ke bawah dengan hati-hati dan melepaskan cengkraman kaki nya dari kedua kaki Veranti.
"Huh, tadi hampir saja" Ucap Feliks setelah melepaskan cengkraman kaki nya.
"Terimakasih sudah menahan serangan mereka berdua Tuan Gilmer" Ucap Feliks dengan tulus.
"Yah, itu bukanlah masalah, akan gawat jika salah satu dari mereka ada yang terbunuh" Ucap Gilmer melirik ke arah tubuh Titan Bryant yang menyusut sampai 2 meter dan tubuh Gagak Veranti secara bergantian.
"Benar juga" Ucap Feliks penuh syukur.
"Jadi sekarang kau bisa mengucapkan sumpah mu terhadap ku" Ucap Gilmer tak acuh.
"Huh, sebenarnya aku ingin mengucapkan sumpah dengan istri ku secara bersamaan" Ucap Feliks sedikit menyesal.
"Huh, kau cukup merepotkan" Ucap Gilmer sambil berjalan ke arah tubuh Gagak Veranti yang berada dihadapannya.
Tangan kanan Gilmer menyentuh tubuh Gagak Veranti dan ada cahaya dari tangan kanan Gilmer.
"Apa yang anda lakukan, Tuan Gilmer?" Ucap Feliks mendekati Gilmer.
"Membantu istri mu" Ucap Gilmer tak acuh.
Paruh Feliks hanya terangkat, jika wujud Feliks seperti manusia, maka mulut nya akan berbentuk seperti 'O'.
__ADS_1
Feliks hanya diam dan menunggu Gilmer selesai menyembuhkan tubuh Gagak Veranti.
"Setelah istri mu sudah bangun, kau dan istri mu akan mengucapkan sumpah untukku secara bersamaan" Ucap gilmer yang sudah selesai menyembuhkan tubuh Gagak Veranti.
"Baiklah, Tuan Gilmer" Ucap Feliks.
Lalu tak lama kemudian mata Veranti bergerak sedikit dan sepenuh nya terbuka.
"Kwak"
Veranti melihat keadaan sekitar dengan pandangan linglung, dan saat pandangan nya melihat ke arah burung yang sekujur tubuhnya api semua.
Veranti berjalan ke arah Feliks dengan langkah pelan.
"Veranti" Gumam Feliks rindu.
"Kwak"
Lalu kedua burung itu saling berpelukan di depan Gilmer.
"Sial, jika saja aku tahu ini akan terjadi, lebih baik aku tidak sekarang saja untuk menyembuhkan Gagak itu" Kesal Gilmer.
"Huh, sampai kapan kalian akan saling berpelukan di hadapan ku?" Ucap Gilmer kesal.
Lalu kedua kepala burung itu mencari asal suara itu.
Pandangan mereka melihat ke arah Gilmer, Veranti yang melihat Gilmer bersiap bertarung.
"Kwak"
"Tidak apa-apa, Tuan Gilmer tidak akan menyerang kita" Ucap Feliks menceritakan pertarungan nya dengan Gilmer.
Gilmer yang melihat mereka berdua hanya menatap kesal, dia tidak menghentikan cerita dari Feliks dan membiarkan saja.
Hanya saja, apa yang membuat Gilmer kesal adalah mereka berdua terus terang saling berpelukan di depan mata Gilmer!
Setelah Feliks selesai menjelaskan cerita nya, Veranti menatap Gilmer dengan tatapan matanya yang sulit diartikan.
Veranti Berjalan ke arah Gilmer, dan menundukkan kepalanya ke arah Gilmer.
"Kwak"
Gilmer yang tidak mengerti bahasa Veranti, akhir berbicara ke Feliks.
"Hei Feliks, kenapa istri mu tidak bisa berbicara secara normal seperti diri mu?"
Lalu suasana disekitar menjadi suram saat Gilmer menyelesaikan ucapannya.
"Hmm, apakah aku berbicara tentang masa lalu kalian yang cukup sensitif?" Ucap Gilmer mengangkat salah satu alisnya.
"Ya, ini berkaitan dengan syarat yang aku ajukan kepada anda, yaitu membalaskan dendam kami" Ucap Feliks dengan suara yang mengandung kemarahan.
"Ohh, begitukah?" Ucap Gilmer berjalan ke arah tubuh Bryant yang tak sadarkan diri.
Lalu Gilmer membawa tubuh Bryant ke arah Feliks dan Veranti.
Gilmer tidak berbuat apapun kepada tubuh Bryant, hanya menjadikan tubuh Bryant sebagai bantal tiduran Gilmer.
"Kalau begitu, ceritakan lah masa lalu kalian, maka aku pasti akan membantu balas dendam kalian" Ucap Gilmer yang tiduran terlentang di tubuh Bryant.
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Karena Author masih punya hati nurani, Author update chapter novel ini yang seharusnya hari Rabu menjadi hari Senin.
Jadi jika kalian ingin Author kembali update ini novel setiap hari, LIKE DAN KOMEN DI NOVEL INI.
AUTHOR TIDAK KONTRAK INI NOVEL, JADI BUAT KALIAN PARA READERS, TOLONG LIKE DAN KOMEN, karena dengan cara like dan komen membuat Author semangat buat chapter baru untuk novel ini.
Buat kalian yang sudah like dan komen Author sangat berterima kasih kepada kalian yang sudah like dan komen di novel ini.
Dan Author juga berterima kasih kepada kalian yang sudah membaca note author.
Oh ya Author hampir lupa dengan ini, selamat hari raya Idul Adha bagi yang merayakan.
Sampai disini saja note author, untuk kalian semua para Readers.
Author Yan.
__ADS_1