
"Selamat datang di domain ku, wahai para pendatang"
Lalu para burung itu melihat ke arah asal suara tersebut, disaat itu juga mata para burung terbelalak kaget melihat ke asal suara tersebut.
Suara tadi adalah suara nya Feliks, besar tubuh Phoenix Feliks mencapai 1 kilometer dengan ada api yang berkobar ganas di seluruh tubuhnya.
"Kau jangan sombong terlebih dahulu Feliks" Ucap Phoenix yang berbicara dengan nya tadi.
"Humph, apa yang dikatakan Truzz benar, aku Nic Gagak Emas Berkaki Tiga, akan membuat mu merasakan apa yang dinamakan keputusasaan" Ucap Gagak Emas Berkaki Tiga tadi yang memperkenalkan dirinya dan Phoenix tadi.
"Domain Fire Phoenix: Red Fire"
"Domain Gold Crow: Fire Gold Crow"
Truzz dan Nic mengeluarkan domain mereka masing-masing, sampai domain nya Feliks menjadi tidak stabil.
"Sudah ku duga pertarungan ini tidak mudah, tetapi Aku harus memberikan waktu agar Veranti dan Valencia bisa kabur" Batin Feliks menatap tajam lawan nya.
"Kalian semua serang dia!" Ucap Truzz sang Phoenix.
"Bakar semuanya" Saat perkataan Feliks terucap, api yang ada di dalam domainnya bergejolak.
Api itu membakar semua nya kecuali Feliks sang pengguna domain, Truzz dan Nic yang berhasil menangkal api nya Feliks dengan menggunakan domain mereka masing-masing.
"Red Fire Phoenix"
"Golden Crow Fire"
Saat ucapan Truzz dan Nic selesai terbentuk api seperti burung Phoenix merah dan Gagak Emas.
Kedua serangan mereka menyerang ke arah Feliks yang berada dihadapan mereka.
"Blue Fire Phoenix"
Serangan Feliks melasat ke arah kedua serangan Truzz dan Nic.
BOM*
WUSH*
Feliks terbang dengan cepat dan mulai membunuh para Gagak Emas Berkaki Tiga yang lain.
"Aku harus cepat membunuh Para Gagak ini kecuali si Nic itu, dia sulit untuk aku bunuh" Batin Feliks yang membunuh para Gagak Emas sambil melihat ke arah Truzz dan Nic yang direpotkan oleh pasukan Phoenix dari api domainnya.
Api domainnya Feliks bisa berubah bentuk menjadi apa yang diinginkan oleh pengguna nya. Sebagai contoh, jika Feliks ingin pasukan Phoenix, maka api domainnya otomatis akan membentuk Phoenix dari api domainnya.
"Sialan, si Feliks itu, dia sengaja meninggalkan kita untuk membunuh bangsa ku" Teriak Nic yang melihat ke arah Feliks yang terus membunuh para Gagak Emas Berkaki Tiga dengan tatapan kebencian.
"Kita harus cepat menghilangkan api merepotkan ini" Lanjut Nic
"Tch, kita terobos saja, tidak usah menghilangkan api nya Feliks, itu tidak berguna" Ucap Truzz yang terbang menerobos dari api domain Feliks dan menghampiri Feliks yang hampir berhasil membunuh para Gagak Emas Berkaki Tiga itu.
Nic yang melihat itu hanya menatap Feliks dengan tatapan yang lebih benci dan mulai menerobos tanpa mempedulikan api domainnya Feliks.
Tentu api domain Feliks tidak membiarkan Nic kabur dari mereka termasuk Truzz yang kembali dihalangi oleh api domain Feliks.
"Jangan halangi aku!"
Feliks yang sudah berhasil membunuh semua Gagak Emas Berkaki Tiga kembali menatap ke arah Truzz, Nic dan para Phoenix.
"Kalian semua, selamat tinggal" Ucap Feliks lalu menghilang di tempat pertarungan tersebut.
Lalu mereka semua mencari asal suara Feliks, dan mereka mendapatkan kesimpulan.
__ADS_1
"Sialan kau Feliks, lihat saja saat aku keluar, aku akan terus mencari mu dan membunuh mu" Ucap Nic marah.
...****************...
Di sisi lain.
Veranti terus terbang menjauh dari pertarungan nya Feliks dan para burung itu, hingga suatu saat, sebuah sosok terjatuh di atas langit dan mengenai Veranti yang sedang terbang.
WUSH*
BOM*
Tubuh Veranti mengenai gunung dan membuat gunung itu retak sampai mengeluarkan lava nya.
"Jadi para burung itu belum berhasil menangkap anak itu yah?"
Saat Veranti mencari asal suara tersebut, dia melihat asap suara tersebut ada di balik debu.
Lalu saat debu itu menghilang, diperlihatkan seorang laki-laki manusia yang sedang menenteng senjata nya yang berbentuk tombak.
"Siapa?" Pikir Veranti yang melihat sosok tersebut.
"Kau mau tahu nama ku? Kau belum pantas untuk mendengarkan nama ku" Ucap laki-laki tersebut yang seperti mengetahui isi pikiran nya Veranti.
"Apakah laki-laki itu bisa membaca isi pikiran?" Batin Veranti yang tetap menjaga Valencia di paruh besar nya.
Laki-laki itu hanya diam ditempat, lalu tak lama kemudian, laki-laki tersebut melasat ke arah Veranti.
"Kemana orang itu? Apakah menyerang dari atas? Samping? Belakang? Depan?" Mata Veranti terus mencari laki-laki tersebut.
BUGH*
Laki-laki tersebut menyerang dari bawah dengan menggunakan tinjunya sampai Veranti terpental ke atas.
"Aku tidak bisa menyerang orang itu, karena Valencia ada di dalam paruh ku, satu satunya pilihan adalah kabur" Batin Veranti yang sudah menstabilkan posisinya dan mulai terbang dengan sangat cepat.
"Mau kemana kau?"
Saat itu juga Veranti mendengar suara dari samping kepala nya, lalu pandangan Veranti ke samping.
"Wings Fire"
Api yang berbentuk sayap menyerang laki-laki tersebut, tetapi laki-laki tersebut hanya menahan dengan tangan nya membuat serangan Veranti hancur.
BUGH*
Laki-laki tersebut memukul tubuh Veranti sampai terjatuh lagi ke permukaan.
BOM*
Laki-laki tersebut turun kebawah dan menghampiri Veranti, lalu membuka paruhnya.
Laki laki itu masuk ke dalam paruh nya Veranti, dan mulai mencari Valencia.
Veranti yang merasakan itu mencoba mengeluarkan laki-laki tersebut.
"Aku tidak akan membiarkan orang itu membawa Valencia" Batin Veranti dan mulai menyerang dengan api nya dengan hati hati agar api nya tidak mengenai Valencia.
"Burung ini tidak menyerah, sebaiknya aku potong lidah nya saja"
Laki-laki tersebut mengeluarkan senjata tombaknya dan mulai memotong lidahnya Veranti.
"Sakit" Batin Veranti mengeluarkan sedikit air matanya.
__ADS_1
"Humph, burung ini tetap tidak membuka paruhnya walau aku hampir memutuskan lidahnya, kalau begitu aku akan memutuskan lidahnya"
SLASH*
Lidah nya Veranti terputus dan membuat Veranti mengangkat paruhnya.
"Kwak"
"Akhir nya burung ini membuka mulut nya" Ucap laki-laki tersebut dan menemukan Valencia yang tidak sadarkan diri.
Laki-laki tersebut membawa Valencia dan keluar dari paruhnya Veranti yang terbuka akibat lidahnya terputus.
"Veranti"
Ada suara di belakang mereka berdua, mereka berdua melihat asal suara tersebut dan diperlihatkan Feliks yang terbang.
"Heh, akhir nya ayahnya muncul juga" Ucap laki-laki tersebut yang melihat Feliks.
Valencia yang berada ditangannya tiba-tiba menghilang ditangannya.
Laki-laki tersebut melompat dan menyerang Feliks yang sudah dekat dengannya dengan menggunakan tombaknya.
Feliks yang melihat Veranti tak sadarkan diri menatap laki-laki tersebut dengan sangat tajam.
"Blue Fire Phoenix"
Muncul api biru berbentuk Phoenix dan menyerang Laki-laki tersebut.
"Spear of destruction"
Laki-laki tersebut menusuk tombaknya sampai ada bayangan tombak besar dan serangan Feliks menjadi hancur.
Tombak bayangan laki-laki tersebut terus melasat sampai mengenai tubuh Feliks sampai Feliks terjatuh.
Laki-laki tersebut menusuk Feliks sampai mengenai jantung nya Feliks.
"Aku tidak mempunyai waktu, jadi sayang sekali aku tidak bisa bermain-main dengan kalian" Ucap laki-laki tersebut mengangkat tombak sampai ada sebuah organ berwarna merah tua.
Laki-laki tersebut pergi meninggalkan Feliks dan Veranti yang tak sadarkan diri.
Mata Feliks semakin lama semakin buram dan dia akhirnya pingsan.
TAP*
TAP*
"Aku akan menyelamatkan istri mu, tetapi sebagai gantinya kalian akan menjadi bagian dari perencanaan dungeon ku" Ucap sosok yang tiba-tiba muncul di dekat Feliks
Sosok tersebut memegang tubuh Feliks dengan tangan kanannya membuat tubuh Feliks menghilang.
Sosok itu berjalan menuju Veranti dan mulai memegang paruhnya Veranti.
"Reverse"
Tangan sosok tersebut bercahaya dan tubuh Veranti mulai menghilang begitu juga dengan sosok tersebut.
"Dimana Feliks?" Ucap Nic yang sudah berhasil keluar dari domainnya Feliks.
"Feliks tunggu saja, aku akan terus mencari mu dan akan menyiksa mu" Teriak Nic marah.
"Huh, aku lelah mendengar teriakan mu itu, jangan lupa dengan tujuan kita, yaitu mencari Valencia" Ucap Truzz dan pergi meninggalkan tempat tersebut bersama dengan Phoenix lain nya.
Nic terdiam dan mengikuti Truzz tanpa berbicara lagi.
__ADS_1
Bersambung...