
"Sial, monster itu belum menyadari, tapi itu bagus karena setelah aku membebaskan rantai yang mengikat Gilmer, aku akan menyiksa mu, bersenang-senanglah terlebih dahulu, setelah itu kau akan merasakan siksaan ku" Geram Bryant kesal.
***
Lalu Bryant berenang ke arah Godzilla dan Gilmer.
Bryant mengecilkan tubuhnya dan mengayunkan tombaknya untuk menghancurkan rantai yang mengikat tubuh Gilmer.
TANG*
Setelah mengayunkan tombak nya beberapa kali, rantai tidak juga hancur sehingga membuat Bryant berpikir dengan otak kecil nya itu.
"Ahh, menjengkelkan sekali rantai ini" Kekesalan Bryant bertambah besar dan mulai mencari kunci yang mengikat rantai nya Gilmer.
Setelah Bryant mencari kunci yang mengikat tubuh Gilmer dan Godzilla selama 5 menit lebih, Bryant menyadari sesuatu.
"Aku tidak perlu mencari kunci yang mengikat Gilmer, aku hanya perlu membuat sebuah kunci yang mengikat rantai itu dengan elemen logam ku sendiri" Ucap Bryant sedikit membanggakan kemampuannya sendiri yang terlupakan.
"Metal Key"
Muncul sebuah kunci di tangan kanan nya Bryant, lalu Bryant memasukkan kunci itu di lobang tempat kunci tersebut.
Setelah itu, rantai yang mengikat tubuh Gilmer terputus dan tubuh Gilmer terjatuh.
Bryant dengan sigap menangkap tubuhnya Gilmer dan mulai menaruh tubuhnya Gilmer di tiang altar tersebut.
"Gilmer bangun, jangan mati" Ucap Bryant panik karena lubang Lika di tubuhnya Gilmer tidak juga menutup.
"Ugh... Apa yang terjadi? Dimana aku?" Lalu Gilmer memegang kepalanya dan mulai mengingat.
"Jadi begitu, Recovery" tangan kanan Gilmer menyentuh perut nya yang berlubang.
Tetapi tidak ada yang terjadi, luka itu masih belum menutup.
"Tidak sembuh?" Gumam Gilmer.
"Oi, Gilmer kau tidak apa-apa?" Tanya Bryant.
"Khuagh... Aku harus berpikir lagi" Gumam Gilmer.
Setelah berpikir kurang dari satu menit, Gilmer menemukan cara agar luka yang ada di tubuhnya bisa menutup.
"Aku hanya perlu memberikan mana ku agar regenerasi iblis ku lebih cepat" Ucap Gilmer percaya diri.
Lalu Gilmer memberikan mana yang cukup besar untuk regenerasi iblis nya dan luka yang ada di perutnya menutup dengan cukup cepat.
"Huft, syukur lah kukira kau akan mati" Ucap Bryant.
"Memangnya aku ini mudah untuk mati?" Ucap Gilmer.
"Walaupun aku pernah mati sih ditembak jantungku oleh seseorang di dunia ku sebelumnya" Batin Gilmer yang membenci seseorang yang menembak jantung nya.
"Huft..." Lalu Gilmer mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah Godzilla yang dirantai.
"Kenapa dia bisa dirantai?" Tanya Gilmer sambil menunjuk Godzilla.
"Aku tidak tahu, tetapi monster itu menyuruh para monster laut untuk menyiksa dia" Ucap Bryant menunjuk ke arah monster itu yang masih asik dengan kegiatannya bersama kedua Siren.
"Hmm..." Gilmer berdiri dan menghampiri tubuh yang dirantai yaitu Godzilla.
"Gilmer?" Gumam Bryant bingung dan mengikuti Gilmer di belakang nya.
"Oi, aku tahu kau sudah sadar, apakah kau mau membuat kesepakatan dengan ku?" Tanya Gilmer dengan ada senyuman di wajahnya.
Lalu mata Godzilla terbuka dan diperlihatkan pupil mata nya yang vertikal menatap ke arah ke-dua mata nya Gilmer.
"Kesepakatan? Heh, jangan bercanda dengan ku, aku terikat budak oleh tuan b-jingan ku itu" Ucap Godzilla penuh kebencian.
"Terikat budak? Siapa yang bisa membuat mu terikat budak?" Tanya Gilmer penasaran sekaligus merasakan kebencian yang besar dari perkataan nya Godzilla.
"Heh, kau tidak akan tahu siapa yang bisa membuat ku terikat budak" Jawab Godzilla.
"Hmm, mungkin kau bisa membunuh tuan b-jingan mu itu, dan aku akan meredakan rasa sakit mu saat melawan kontrak budak, dan juga, lihat lah luka yang kau berikan di perut ku ini!" Ucap Gilmer tersenyum licik sambil menunjuk perutnya.
__ADS_1
"Apa, bagaimana bisa?" Ucap Godzilla tak percaya.
"Tapi aku tetap tidak percaya" Lanjut Godzilla masih bersikukuh
"Heh~, kalau begitu ya sudah, kau akan kehilangan kesempatan emas mu" Ucap Gilmer berbalik pergi.
Godzilla yang mulai ragu akhirnya kembali membuka mulutnya dan berkata.
"Huft, baiklah aku akan menerimanya" Ucap Godzilla menghela nafas.
"Heh, kukira kau akan menolak tawaran ku, aku akan memberitahukan tawaran ku setelah kau sudah membunuh tuan b-jingan mu itu, Bryant cepat lepaskan rantai yang mengikat Godzilla" Ucap Gilmer.
"Tapi-"
"Cepatlah!"
"Huft, baiklah" Bryant hanya menghela nafas dan mulai melepaskan rantai yang mengikat tubuh Godzilla.
"Huft, baiklah aku terima tawaran mu Gilmer" Ucap Godzilla dan berdiri dari posisi nya yang berjongkok.
Godzilla lalu berenang ke arah monster yang sedang bersama dengan ke dua Siren diikuti oleh Gilmer dan Bryant.
"Bersiaplah mati b-jingan" Gumam Godzilla.
***
Di sisi lain monster laut yang sedang bersama dengan ke dua Siren.
"Yang Mulia... sedikit lagi saya akan keluar, ahh~" Desah salah satu Siren yang berambut hijau.
"Keluarkan!" Ucap Monster itu.
"Yang Mulia... Saya juga, ahh~" Ucap Siren satunya lagi yang memiliki rambut berwarna biru.
"Keluarkan!" Ucap Monster itu lagi.
Tapi di atas mereka bertiga, ada cahaya laser berwarna biru terang melasat ke arah mereka bertiga.
Laser berwarna biru itu mengenai kepala ke dua Siren itu dan tubuh dari ke-dua Siren itu jatuh ke alas balkon.
"Apa?!" Gumam Monster itu tak percaya.
"Terimalah kematian mu b-jingan Craos" Di atas kepala nya Monster tersebut, ada teriakan suara dari Godzilla.
Craos, nama dari monster yang tadi sedang melakukan sesuatu dengan ke-dua Siren tadi, menengadahkan kepalanya ke atas.
"Godzilla? Bagaimana monster hina itu bisa terlepas? Hei kalian dasar sampah, kalian sedang melakukan apa?" Ucap Craos marah sambil mengalihkan perhatian nya ke arah bawah yang merupakan tempat Gilmer dan Godzilla yang dirantai.
Tetapi saat Craos melihat ke bawah, dia hanya melihat potongan potongan tubuh yang berserakan di dasar air laut yang bercampur dengan warna merah akibat darah dari para monster laut itu.
"Ck, sampah tetaplah sampah, pada akhirnya para sampah itu akan terbuang (terbunuh)" Ucap Craos.
Godzilla yang sudah di depan Craos mulai menghajar dengan brutal. Tetapi, Craos dengan lihai dia bisa menghindar dari serangannya Godzilla.
"B-jingan seperti diri mu ternyata masih bisa menghindar ya" Ejek Godzilla.
Craos yang terbawa emosi mulai menyerang dengan membabi buta, sehingga Godzilla menemukan celah untuk menyerang Craos.
Godzilla memanjangkan kukunya dan mulai menusuk ke arah perutnya Craos.
Craos yang tidak bisa menghindar, perutnya tertusuk dan muntah darah.
"Khuagh... Sialan kau, Godzilla" Ucap Craos penuh kebencian.
"Sebaiknya kau diam saja, B-jingan" Ucap Godzilla tidak kalah benci dengan Craos.
"Kau ingin dia langsung mati? Godzilla" Lalu ada suara di belakang nya Godzilla, suara itu tidak lain dan tidak bukan adalah suaranya Gilmer.
"Langsung mati? aku tidak akan membiarkan dia mati dengan mudah" Ucap Godzilla.
"Heh~"
Gilmer lalu berjalan mendekati mereka berdua.
__ADS_1
"Ini pasti ulah mu kan, iblis kotor" Teriak Craos kepada Gilmer.
"Ck, telinga ku sakit saat mendengar ocehan ocehan mu" Ucap Gilmer sambil mengorek telinga nya dengan tangan kanan.
"Selesaikan dengan cepat Godzilla, aku tidak akan menunggu, Aku sudah meredakan rasa sakit dari akibat melawan kontrak budak"
bisik Gilmer dan berjalan menjauh dari mereka berdua diikuti oleh Bryant.
"Apakah tidak apa-apa membiarkan mereka berdua?" Tanya Bryant heran.
"Membiarkan mereka berdua? Sebaliknya, aku tidak akan membiarkan Godzilla lepas dari genggaman ku" Jawab Gilmer sambil tersenyum jahat.
"Lalu, Craos kau akan melepaskan nya?" Tanya Bryant lagi.
"Ck, kau ini seperti biasanya ya, selalu bertanya. Aku tidak peduli dengan Craos, dia hanya kroco yang bisa dibunuh kapanpun oleh ku maupun dengan Godzilla, jadi aku membiarkan Godzilla melakukan sesuka hatinya terhadap Craos... Kenapa aku harus menyebutkan nama kroco itu? itu membuat ku jijik" Ucap Gilmer dengan wajah yang seperti memperlihatkan jijik terhadap sesuatu.
Sedangkan Bryant yang mendengar ucapan Gilmer hanya bisa terdiam dan menghela nafas.
Setelah menunggu selama 30 menit, akhirnya Godzilla berenang ke arah Gilmer dan Bryant.
Tangan kanan Godzilla membawa sebuah kepala, kepala itu adalah kepalanya Craos.
"Kau sudah selesai dengan kroco itu?" Tanya Gilmer yang melihat jika Godzilla datang ke arah mereka berdua.
"Ya, aku sudah selesai" Jawab Godzilla.
"Untuk apa kau membawa kepala kroco itu?" Tanya Gilmer lagi.
"Kepala B-jingan ini akan ku bawa ke tempat yang paling menjijikkan" Jawab Godzilla.
"Heh~"
"Kalau begitu, perlihatkanlah aku ke tempat yang kau sebutkan!" Ucap Gilmer.
"Baiklah, aku tidak keberatan" Jawab Godzilla.
Lalu mereka bertiga berjalan ke sebuah altar, tempat mereka berdua yang dirantai.
"Di sini?" Tanya Gilmer heran.
"Ya, tempat ini" Ucap Godzilla.
Lalu Godzilla meletakkan kepalanya Craos di tengah altar tersebut.
Godzilla melukai jari telunjuk nya dan membuat sebuah lingkaran simbol.
Lingkaran simbol darah itu bercahaya berwarna merah.
Lalu disaat itu juga, muncul tangan panjang berwarna hitam yang mengoyak kepalanya Craos dan tangan itu juga membawa kepala nya ke bawah sampai menghilang, seolah tidak ada alas di altar tersebut.
"Hmm, begitu saja?" Ucap Gilmer dengan datar.
"Sebaiknya kita ke permukaan saja, tapi tunggu dulu" Ucap Gilmer dan berteleport.
Gilmer yang ada di atas istana kristal, merentangkan salah satu tangan nya dan bergumam.
"Sihir ruang: simpan!" Lalu istana kristal itu tiba-tiba menghilang.
Setelah menyimpan istana kristal tersebut ke dalam sihir ruang nya, Gilmer kembali ke tempat Bryant dan Godzilla.
Gilmer yang sudah ada di belakang mereka berdua, memegang pundak mereka, kemudian bergumam.
"Teleport"
Saat itu juga, mereka bertiga menghilang di dalam laut, dengan ada bukti sebuah bekas tempat dari istana kristal yang telah Gilmer simpan, sebuah altar, dan potongan potongan mayat para monster laut yang berserakan dimana-mana.
Bersambung...
***
Selamat HUT Indonesia yang ke-77, semoga pemerintah Indonesia lebih baik lagi dari yang sebelumnya, dan terima kasih juga, yang sampai sekarang bagi kalian para readers yang masih baca novel author yang satu ini, padahal novel yang satu ini author jarang update karena males, hehe. sampai jumpa lagi.
Author Yan.
__ADS_1