Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis

Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis
Bab 43-


__ADS_3

Di suatu tempat, tepat nya berada di dalam ruangan dengan ada sebuah pintu yang tertutup.


Ada beberapa sosok siluet, mereka tidak lain adalah Gilmer dan yang lain nya.


Saat ini Gilmer sedang melihat-lihat pintu itu dengan seksama.


"Ada apa Gilmer?" Tanya Godzilla.


"Tidak, tidak ada apa-apa" Ucap Gilmer acuh.


"Mari kita masuk!" Ucap Gilmer.


"Oke" Ujar Bryant lalu membuka pintu tersebut.


"Khekhekhe, Otak Otot kau tahu juga bagaimana cara membuka pintu, yah?" Ejek Feliks sambil terkekeh.


"Berisik, kau banci. Kau kira aku itu bodoh nya sampai mana, ha? Seluas alam semesta, ha?" Ucap Bryant kesal.


"Banci kata nya" Gumam Serpent berusaha menahan tawa nya dengan menggunakan lengan.


"Diamlah! Nanti kau ketahuan bagaimana?" Gumam Krak menahan tawa nya juga.


"Kalian, siapa yang kalian tertawakan, ha?" Feliks yang merasa ditertawakan, menolehkan kepalanya kepada mereka berdua dengan ada urat di dahi nya.


Krak dan Serpent yang merasa ditatap memalingkan wajah mereka dari tatapannya Feliks.


Veranti dan Godzilla yang melihat itu, hanya menggelengkan kepalanya, sampai akhirnya Gilmer berbicara.

__ADS_1


"Berhentilah bercanda! Kita akan masuk ke pintu itu" Ucap Gilmer.


"Baik Tuan Gilmer" Ucap Feliks.


Kemudian Gilmer dan yang lainnya masuk ke dalam pintu itu, dan hanya menyisakan kesunyian di tempat tersebut.


***


Di sisi Gilmer dan yang lainnya.


"Gelap, apakah ada yang punya senter?" Gumam Gilmer dengan suara kecil dan bercanda yang hanya bisa di dengar oleh nya.


"Hanya bercanda" Gumam Gilmer dengan wajah datar.


Lalu tiba-tiba tempat itu sedikit menjadi terang, membuat Gilmer menolehkan kepalanya dan melihat jika Feliks menghidupkan api nya di atas telapak tangan kanannya.


"Err, tempat apa ini? Semacam lorong goa?" Tanya Bryant dengan kebingungan.


"Jika kau bertanya, kepada siapa lagi aku bertanya" Jawab Feliks.


"Aku tidak bertanya kepada mu. Tapi, aku bertanya kepada Gilmer. Huh, kau tahu? Terlalu percaya diri itu, bisa membuat kau malu" Ejek Bryant dengan nada sarkas.


"Ucap pria bodoh kepada seorang pria fanatik keindahan" Ucap dalam hati mereka yang ada di sana, kecuali Veranti.


"Berisik" Ucap Feliks dengan wajah merah. Ya, tentu saja, Feliks merasa malu.


Tempat itu seperti sebuah lorong goa, tetapi disitu juga ada sebuah daging yang menempel di permukaan lorong tersebut.

__ADS_1


"Jika kita ingin mengetahui lebih, kenapa tidak jalan saja?" Celetuk Leviathan menyindir Bryant juga.


"Ya, kau benar" Ucap Kraken dan Serpent secara bersamaan.


"Sudahlah, kita harus jalan. Kita sudah cukup membuang-buang waktu di sini" Ucap Gilmer kemudian berjalan ke depan.


Di tengah-tengah jalan, mereka banyak menemui potongan-potongan anggota tubuh yang berserakan di sana. Bahkan, ada tulang yang menempel di dinding.


"Tempat ini agak unik?" Gumam Leviathan.


"Kita tidak tahu, kenapa mereka bisa seperti itu, padahal tidak ada tanda-tanda pertarungan di sini" Jawab Godzilla.


"Benar, tempat ini aneh sekali" Lanjut Gilmer membenarkan.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Bryant.


"Apa yang harus kita lakukan, tentu saja. Kita harus terus berjalan" Jawab Gilmer.


"Ohh, Oke" Ucap Bryant dengan bibir yang berbentuk O.


Lalu tidak ada suara lagi, mereka kemudian berjalan dengan langkah lebih cepat. Sampai akhirnya, mereka menemukan cahaya selain dari api nya Feliks.


"Cahaya itu ya, seperti nya kita harus ke sana. Aku cukup penasaran dengan cahaya itu" Gumam Gilmer penasaran.


Gilmer lalu berlari ke depan, membuat yang lainnya kebingungan. Sampai Bryant juga menyusul Gilmer ke depan. Tentu saja, diikuti oleh yang lain nya juga.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2