
Sementara itu di jurang, tubuh tak bernyawa Gilmer secara mengejutkan bercahaya lalu tubuh itu menghilang dari muka bumi itu, seolah-olah tubuh Gilmer itu memang tidak ada di muka bumi itu.
......................
Di ruang hampa yang kosong dan gelap, ada jiwa yang terjebak di ruang itu, dia adalah Gilmer.
"Dimana aku? Apakah aku ada di neraka? Tapi kenapa disini sangat dingin dan panas sekali?" Ujar Gilmer sambil menggigil kedinginan dan kepanasan.
"Yo, seperti nya kau sudah bangun"
Tiba tiba ada suara yang sangat berat dan penuh dengan wibawa.
"Siapa kamu? Tunjukan dirimu!" Ujar Gilmer sambil mencari dimana asal suara nya.
Setelah itu tiba-tiba ada cahaya yang sangat terang hingga ruang hampa yang tadi nya gelap menjadi terang benderang.
"Siapa kamu? Bagaimana kamu ada disini?" Ucap Gilmer sambil tangan nya menutupi matanya.
"Perkenalkan nama ku adalah Dewa Ruang, aku adalah orang yang menemukan jiwa mu di ruang hampa ini" Ucap Dewa Ruang penuh dengan wibawa.
"Aku terjebak di ruang hampa? bagaimana bisa" batin Gilmer tak percaya.
"Apa? bukankah seharusnya jiwa ku dikirim ke neraka, karena aku sudah banyak membunuh orang-orang" Kaget Gilmer.
__ADS_1
"hooh, seperti nya kau orang yang menarik, orang orang sangat ingin tidak masuk neraka tapi kau mau masuk neraka" Ucap Dewa Ruang yang tertarik.
"Tidak, aku tidak ingin ke neraka" Ucap Gilmer yang dengan keringat dingin nya.
"Hahaha, aku kira kau ingin masuk neraka"
Gilmer tidak bisa berkata kata, Gilmer ingin menanyakan kenapa di ruang hampa ini ada rasa panas dan dingin secara bersamaan.
"Dewa Ruang, mengapa di ruang hampa ini bisa ada panas dan dingin secara bersamaan?"
"Ya, karena disini adalah tempat yang dilarang dimasuki oleh makhluk lain termasuk Dewa itu sendiri, jika ada makhluk yang memaksa memasuki ruang hampa ini, maka tubuh serta jiwa nya akan dipanaskan dan dibekukan secara bersamaan, dan seharusnya masih ada petir kekacauan, tetapi aku adalah Dewa Ruang yang bisa menangkal serta memasuki dan keluar dengan mudah dari ruang hampa ini dan ada beberapa makhluk dan Dewa yang bisa memasuki dan keluar dari ruang hampa ini dengan bebas" Jelas Dewa Ruang dengan panjang lebar.
"Dan kau seperti nya keturunan dari 'Dewa itu', dan juga sepertinya kau bisa menyerap ruang hampa ini karena kau memiliki itu" Ucap misterius Dewa Ruang.
"Apa maksudnya itu? aku keturunan dari dewa itu? Siapa Dewa yang dimaksud Dewa Ruang?" Batin Gilmer yang penuh dengan pertanyaan di dalam benak nya.
"Baiklah sudah cukup sesi jawab tanya nya, kamu harus menyerap ruang hampa ini dan setelah itu aku akan mengirimkan jiwa mu di dunia sihir dan pedang" Ucap Dewa Ruang.
"Tunggu aku belum selesai bertanya-" sebelum ucapan Gilmer selesai, cahaya yang di pancarkan oleh Dewa Ruang menghilang dan tempat itu kembali menjadi gelap gulita.
"Huh, baiklah aku akan mencoba menyerap ruang hampa ini, lagipula dunia yang Dewa Ruang itu katakan seperti nya menarik" Ucap Gilmer sambil duduk bersila setelah itu Gilmer mencoba menyerap ruang hampa itu.
Ruang hampa yang tadi nya tenang menjadi kacau. Api kekacauan, petir kekacauan, dan dingin yang menusuk jiwa Gilmer hingga Gilmer ingin berteriak untuk meredakan rasa sakit itu.
__ADS_1
"Arghh" teriak Gilmer sekencang kencangnya, jika ada orang yang mendengar teriakan Gilmer tidak salah lagi telinga orang itu akan menjadi tuli.
Gilmer masih mencoba menenangkan diri nya dan mencoba menyerap lagi, kali ini Gilmer tidak berteriak dan ruang hampa yang tadi nya kacau mulai tidak sekacau tadi.
***
Entah sudah berapa tahun Gilmer menyerap ruang hampa itu, Gilmer tidak menyadari jika ruang hampa itu sudah tidak ada lagi, dan mata Gilmer kembali terbuka setelah sekian lama nya dia menyerap ruang hampa itu.
"Entah kenapa jiwa ku sekarang lebih tenang dari sebelumnya" Ucap Gilmer dengan tenang.
"Hmm, aku tidak menduga kalau kau bisa menyerap ruang hampa itu selama 3 tahun lebih, sesuai dengan keturunan dari Dewa itu" tiba tiba ada cahaya yang menyilaukan mata, kali ini Gilmer tidak menutupi matanya dengan tangannya.
Cahaya itu adalah Dewa Ruang, dia akan menepati perkataannya untuk mengirimkan jiwa Gilmer ke dunia sihir dan pedang.
Cahaya yang menutupi tubuh Dewa Ruang kali ini sudah tidak ada lagi, dan diperlihatkan seorang pemuda yang sangat tampan dengan alis yang tajam seperti pedang, hidung mancung, bibir yang sempurna, dengan mata yang kuning keemasan.
Sekarang Gilmer bisa melihat wujud dari Dewa Ruang, Gilmer lagi lagi tidak bisa berkata apa-apa.
"Sesuai perkataan ku waktu itu, aku akan mengirimkan jiwa mu ke dunia sihir dan pedang dan 'ctek' sampai jumpa lagi" Ucap Dewa Ruang sambil menjentikkan jari nya.
Secara tiba-tiba jiwa Gilmer menghilang dihadapan Dewa Ruang yang berdiri tidak jauh dari nya.
"Keturunan mu memang hebat Dewa (?), Suatu saat keturunan mu pasti membuat kami para dewa terkejut, dan sekarang kita impas kan Dewa(?)" Setelah Dewa Ruang berkata seperti itu, tubuh Dewa Ruang menghilang dari tempat itu.
__ADS_1
bersambung....