
"Hmm, baiklah aku akan pergi ke tempat Bryant pingsan" Ucap Gilmer, setelah itu tubuh Gilmer menghilang dari tempat itu yang hanya menyisakan bekas pertarungan mereka berdua dengan bercak darah dari Raja Titan Walmer dan es yang dikeluarkan oleh Gilmer di tempat itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain, Bryant yang sudah siuman dari pingsan nya, menatap sekeliling tempat nya dengan pandangan linglung.
"Ugh, dimana aku?" Ucap Bryant sambil mendudukkan dirinya dan memegang kepalanya yang pusing, lalu Bryant mengingat apa yang terjadi dengan nya sampai dia pingsan di tempat ini.
"Aku belum mati? Seharusnya aku terbunuh oleh ayah ku sendiri (Walmer)" Ucap Bryant yang sudah mengingat kejadian yang membuat nya pingsan.
Setelah itu, muncul ruang retak yang ada di udara kosong disekitar Bryant, lalu di ruang retak itu yang berwarna hitam, keluar tubuh seseorang dengan ada tanduk di dahinya, ya yang keluar dari ruang yang retak itu adalah Gilmer yang menggunakan sihir ruang nya.
Saat pandangan Bryant bertemu dengan Gilmer, Bryant terkejut karena, Gilmer tiba tiba ada di tempat sini.
"Apa yang kau lakukan di sini?" Ucap Bryant yang masih duduk di tanah.
Gilmer hanya diam saja, tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Bryant kepadanya.
"Ikuti aku!" Ucap Gilmer sambil berjalan ke arah hutan yang tidak terkena dampak dari pertarungan mereka.
"Hei, setidaknya jawab dulu pertanyaan ku" Ucap Bryant mencoba berdiri dan mengikuti langkah Gilmer yang berjalan ke arah hutan itu.
Lagi lagi Gilmer tidak menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Bryant, dia hanya berjalan sampai di depan hutan itu.
Gilmer lalu berjalan ke tengah hutan, dan saat mereka berada di tengah hutan, mereka bertemu hewan purba Sauropoda, hewan itu memiliki leher yang panjang dan hidup secara berkelompok sehingga menemukan mereka itu mudah.
Panjang dari leher Sauropoda bisa mencapai 3 bus sekolah, dan bobot tubuhnya mencapai 37 ton.
"Itu adalah makanan para ras Titan" Ucap Bryant sambil menunjuk ke arah para Sauropoda.
Lalu Gilmer mengangkat alisnya, bukan karena Sauropoda itu makanan ras titan, tapi dia mengenal hewan itu yang pernah ada di bumi.
"Jadi yang waktu itu bukan hanya kebetulan ya? Dan para hewan purba yang dulunya hidup di bumi sekarang kembali hidup di dunia ini" Batin Gilmer sambil mengingat dia pernah melawan hewan purba yang lain saat pertama kali datang ke dunia ini.
"Karena aku sudah lapar, bunuh mereka untukku Bryant!" Ucap Gilmer sambil melihat ke arah para Sauropoda.
"Huh, kenapa harus aku?" Ucap Bryant sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Sudahlah cepat lakukan aku tidak mau menunggu!" Ucap Gilmer yang memegang tengkuk leher Bryant, lalu melemparkannya ke arah kawanan Sauropoda.
"Ahh" Teriakan Bryant membuat pandangan Sauropoda teralih ke arah tubuh Bryant yang terlempar.
Sauropoda yang melihat tubuh yang terlempar membalikan tubuh nya dan ekor dari Sauropoda hampir mengenai tubuh Bryant.
BOMM*
Ekor dari Sauropoda mengenai pohon yang ada disekitar Bryant.
"Huh, untung saja aku sempat menghindar, oi jangan sembarangan melemparkan aku" Ucap Bryant sambil menunjuk Gilmer.
Sedangkan Gilmer, dia sedang tiduran di atas dahan pohon dan dia masa bodo dengan nasib dari Bryant yang ada ditengah kawanan Sauropoda.
__ADS_1
Bryant yang merasa diabaikan hanya menggertakkan gigi nya dan melihat ke arah kawanan Sauropoda.
"Ck, setidaknya kalian bisa menjadi bahan pelampiasan kekesalan ku" Ucap Bryant, lalu dia mengeluarkan sihir elemen magma nya.
"Magma Blow" Bryant memukul pukulannya ke arah salah satu Sauropoda yang paling dekat dengan nya.
Bryant tidak membesarkan tubuhnya, karena dia hanya mencoba kekuatan nya saat tidak berubah menjadi besar.
Nyatanya walaupun tubuh Bryant tidak besar dan dampak dari serangannya tidak sebesar saat dia berubah menjadi Titan, tetapi pukulan dari Bryant berhasil membuat Sauropoda terjatuh dan menghasilkan luka bakar yang lumayan besar.
Bryant yang merasa jengkel, segara mengakhiri hidup Sauropoda yang dipukul oleh nya dengan menambahkan suhu elemen magma nya, sehingga tubuh Sauropoda terlihat sudah matang.
Di sisi Gilmer, dia yang tiduran di dahan pohon dan melihat pertarungan Bryant melawan Sauropoda, hanya menghela nafas.
"Oii, cepat lah aku sudah sangat lapar" Teriak Gilmer sampai terdengar oleh telinga Bryant.
Bryant yang mendengar teriakan dari Gilmer, bibirnya berkedut kesal.
"Sialan" Batin Bryant sambil memukul Sauropoda yang lainnya sampai Bryant membunuh Sauropoda yang terakhir.
Lalu Bryant terduduk kelelahan dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya.
"Huh, melelahkan juga bertarung tanpa memakai tubuh Titan" Ucap Bryant yang terduduk kelelahan.
Tak lama kemudian, ada langkah kaki yang berjalan ke arahnya, dan yang berjalan adalah Gilmer.
"Kau terlambat 5 detik dan kau harus memasak semua daging ini" Ucap Gilmer tanpa menolehkan kepalanya ke arah Bryant dan terus berjalan ke arah tubuh Sauropoda.
"Huh, siapa suruh kau tidak memakai tubuh Titan mu" Ucap Gilmer sudah di dekat tubuh Sauropoda.
"Cih, kalau begitu aku seharusnya memakai tubuh Titan saja" Ucap Bryant dengan pelan, tetapi sayangnya Gilmer mendengar suara Bryant.
"Apa kau bilang 'cih'? Kalau begitu kau memasak tubuh ini tanpa memakai tubuh Titan!" Ucap Gilmer tanpa pikir panjang.
"Apa?" Ucap Bryant menatap tak percaya ke arah Gilmer.
"Cepat lakukan!" Ucap Gilmer sambil mengeluarkan bumbu untuk menciptakan cita rasa yang lebih enak.
"Apa yang kau keluarkan?" Ucap Bryant yang penasaran ke arah barang yang dikeluarkan oleh Gilmer.
"Ini bumbu makanan" Ucap Gilmer tak peduli, lalu menyuruh Bryant menguliti tubuh Sauropoda.
"Baiklah baiklah, dan mana pisau untuk menguliti tubuh monster itu?" Ucap Bryant sambil menyodorkan tangan nya ke arah Gilmer.
Gilmer lalu mengeluarkan pisau, lalu melemparkannya ke arah Bryant.
Bryant menangkap pisau itu dan berjalan ke arah tumpukan tubuh yang sudah Gilmer tumpuk dengan sihir peringan.
Setelah itu Bryant mulai menguliti tubuh Sauropoda hingga tubuh Sauropoda yang terakhir.
"Huh, melelahkan" Ucap Bryant yang tiduran terlentang sambil bernafas dengan lega.
__ADS_1
"Kau lama sekali" Ucap Gilmer yang berjalan ke arah nya, dan setelah itu Gilmer berjongkok dengan tangan kanan yang mengarah ke tubuh Bryant.
"Recovery" Tangan kanan Gilmer mengeluarkan cahaya yang mengarah ke tubuh Bryant yang kelelahan.
Setelah cahaya itu menghilang, Bryant merasa stamina tubuh nya kembali pulih.
"Ohh, terimakasih" Ucap Bryant yang senang sambil berdiri, tetapi kesenangan Bryant tidaklah lama karena setelah itu suara dari Gilmer memutuskan kesenangan nya.
"Dan setelah itu kau harus memasak atau membakar daging itu" Ucap Gilmer sambil menunjuk ke arah daging Sauropoda yang sudah dikuliti.
"Tenang saja, kau hanya memasak 3 atau 4 daging saja" Ucap Gilmer yang berjalan menjauh dari Bryant.
"Huh, setidaknya aku tidak disuruh membakar semua daging itu" Ucap Bryant lalu memulai memotong kayu pohon disekitar untuk dijadikan api unggun membakar daging Sauropoda.
Setelah sudah terkumpul kayu pohon, Bryant menumpuk kayu itu menjadi sebuah gunung lalu Bryant bakar gunungan kayu itu dengan sihir api nya.
WUSHH*
Api itu membakar kayu itu, lalu Bryant juga membakar 4 tubuh daging Sauropoda, yang mana 1 tubuh dari Sauropoda bisa mencapai 7 bus sekolah.
Sembari menunggu daging itu matang, Bryant kembali bertanya kepada Gilmer.
"Hei Gilmer, tolong jawab pertanyaan ku, bagaimana kau bisa ada di sana?" Ucap Bryant yang memulai pembicaraan saat keheningan.
"Mudah saja, aku hanya mengikuti mu" Ucap Gilmer sambil tiduran di dahan pohon.
"Lalu dimana ayah ku, tidak Raja Titan Walmer?" Ucap Bryant yang bertanya lagi.
Beberapa saat kemudian, Gilmer terdiam lalu kembali berbicara.
"Aku sudah membunuhnya setelah kau sudah pingsan oleh serangan dari ayah mu" Ucap Gilmer setelah terdiam beberapa saat.
"Lalu dimana tubuh ayah ku" Ucap Bryant sambil melihat ke arah daging yang dibakar olehnya.
"Aku sudah memakan nya dengan skill khusus ku" Ucap Gilmer sambil tersenyum menyeringai ke arah Bryant.
"Begitukah" Ucap Bryant sambil tersenyum tulus ke arah Gilmer.
"Kau memang menarik Bryant" Ucap Gilmer kembali tiduran di dahan pohon.
Setelah itu keheningan kembali terjadi sampai tak terasa daging yang dibakar oleh Gilmer sudah matang.
Bryant lalu menambahkan bumbu makanan yang diberikan oleh Gilmer kepada nya.
Setelah itu mereka memakan daging itu sampai habis.
"Huh kenyang nya" Ucap Bryant setelah itu Bryant tertidur di dekat api unggun yang api nya masih hidup.
"Huh, besok aku akan melanjutkan lantai selanjutnya dari dungeon ini atau aku sebut saja dimensi selanjutnya dari dungeon ini' Ucap Gilmer lalu mata nya terpenjam dan akhirnya tertidur di atas dahan pohon.
Bersambung...
__ADS_1