Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis

Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis
Bab 27- Gilmer VS Phoenix


__ADS_3

Gilmer dan Phoenix sedang berada di atas langit dengan masing-masing sayapnya, mereka saling menatap dengan tajam.


"Apa tujuan mu?" Tanya Phoenix dengan suara yang memekik.


"Tujuanku? Mudah saja, aku ingin kau bergabung dengan kelompok ku" Ucap Gilmer tanpa menyembunyikan maksud tujuannya.


"Humph, memang nya apa yang akan terjadi jika aku tidak ingin masuk dengan kelompok mu?" Tanya Phoenix.


"Maka aku tidak akan segan untuk menyiksa mu" Lalu mata Gilmer berkilat dingin setelah berkata seperti itu.


"Humph, sombong" Lalu mereka berdua menghilang secara bersamaan.


WUSH*


BOMM*


Ada api yang saling bertabrakan di udara, satu api hitam yang panas nya mencapai 40.000° celcius lebih, dan satu nya lagi api berwarna merah cerah yang mempunyai suhu di atas 50.000° celcius.


Api berwarna hitam adalah api milik Gilmer, dan api berwarna merah cerah milik Phoenix.


Api hitam nya Gilmer berhasil dikalahkan oleh api nya Phoenix.


"Kau ingin mengadu elemen api? Itu adalah kesalahan terbesar untuk mu walaupun kau memiliki api hitam sekalipun" Ucap Phoenix yang berada di balik asap bekas bertabrakan api mereka.


"Humph, kita lihat saja" Ucap Gilmer yang mengangkat salah satu tangan nya.


"Chaos Thunderstorm" Lalu ada badai petir yang ada dibalik awan.


Phoenix itu yang melihat petir itu merasakan firasat buruk.


"Sepertinya aku melihat petir ini di suatu buku catatan" Batin Phoenix sambil terbang menghindar dari badai petir nya Gilmer.


"Chaos Lightning Spears" Lalu banyak tombak yang berada di atas kepala nya Gilmer dan tombak yang ada di atas Gilmer melasat ke arah terbang nya Phoenix.


WUSH*


WUSH*


Banyak tombak yang meleset saat Phoenix itu menghindar.


"Flame Phoenix" Semburan api merah cerah keluar dari paruh nya saat dia sudah selesai menghindar semua tombak petir Gilmer dan semburan nya itu melasat ke arah Gilmer seperti laser.


"Glutonny" Gilmer tidak panik, dia mengangkat tangan kanan nya dan ada pusaran hitam.


Saat semburan api Phoenix itu memasuki pusaran hitam yang Gilmer buat, api Phoenix itu menghilang sampai Phoenix itu memutuskan untuk berhenti menyemburkan api nya.


"Apa yang terjadi?" Ucap Phoenix yang semakin merasakan firasat buruk.


"Huft, sayang sekali aku tidak mendapatkan api Phoenix" Ada suara di samping Phoenix dan saat Phoenix itu melihat ke asal suara tadi, ada pukulan yang mengarah ke wajahnya sampai tubuh nya jatuh ke tanah.


WUSH*


BOOM*


Yang memukul Phoenix adalah Gilmer, dia hanya memakai tinjunya saja dengan tambahan sihir elemen logam.


"Humph, kau lengah" Ucap Gilmer yang masih di atas langit.


Phoenix yang merasa terhina, memekik marah ke arah Gilmer.


"Anak iblis, beraninya kau" Lalu Phoenix itu kembali terbang melasat ke arah Gilmer.


"Kemarilah" Ucap Gilmer sambil menyeringai ganas.


"Chain Of Darkness" Lalu ada banyak rantai yang muncul di udara kosong, rantai itu mengarah ke Phoenix itu terbang.


"Untouched Body Of Fire" Saat rantai kegelapan Gilmer mengenai tubuh Phoenix, rantai itu hanya melewati saja, tidak mengikat tubuh Phoenix itu, dengan kata lain tubuh Phoenix itu tidak bisa disentuh.

__ADS_1


Phoenix itu terus melasat ke arah Gilmer tanpa mempedulikan rantai kegelapan Gilmer yang ingin mengikat nya.


"Fire Phoenix" Lalu ada api merah cerah yang berbentuk Phoenix yang keluar dari seluruh tubuhnya.


"Black Hole" Tangan kanan Gilmer melemparkan bola hitam ke arah serangan Phoenix itu.


Kedua serangan itu bertabrakan, tetapi api itu terhisap oleh bola hitam yang semakin membesar sampai 2 km.


"Kau mempunyai elemen ruang juga?" Tanya Phoenix itu tak percaya.


"Heh, ku kira kau sudah sadar saat aku membawa mu ke sini" Ucap Gilmer mengandung ejekan.


Sedangkan Phoenix itu yang mendengar jawaban Gilmer memasang raut wajah suram.


"Anak iblis ini berbahaya" Batin Phoenix.


"Menyerah saja, kau tidak akan bisa menang melawan ku" Ucap Gilmer memberikan kesempatan untuk Phoenix itu.


"Humph, aku tidak akan menyerah" Ucap Phoenix dengan keras.


"Huft, maka aku tidak akan segan lagi" Ucap Gilmer, lalu dia mengeluarkan 1 senjata nya untuk pertama kali nya saat melawan Phoenix itu.


Lalu kedua sosok tubuh itu menghilang di udara kosong.


Banyak bilah angin tajam yang nyasar sampai bilah itu berhasil membelah permukaan tanah, dan ada juga serangan api yang nyasar sampai mengenai gunung, hingga gunung itu menjadi berlubang dengan diameter 500 meter lebih.


Pertarungan mereka tidak bisa dilihat oleh mata telanjang, meski hanya sekilas ada 2 bayangan yang terus melasat ke sana kemari.


Hingga salah satu bayangan itu melasat jatuh ke tanah.


BOMM*


"Huft, regenerasi dari Phoenix itu sangat merepotkan sekali" Lalu ada sebuah suara di atas langit, suara itu adalah milik Gilmer.


Keadaan Gilmer tidak baik, baju dia compang camping, rambut dia yang berantakan, dan ada bekas luka bakar di bahu nya.


"Huft, sialan regenerasi ku sedikit melambat, aku tidak tahu apakah si raksasa tanpa otak itu bisa bertahan dari hewan Gagak Emas Berkaki Tiga?" Batin Gilmer mengelap bibirnya yang ada darah nya.


Lalu tubuh Gilmer kembali pulih setelah beberapa detik, dan Phoenix itu kembali terbang melasat kearah Gilmer.


"Huft, aku penasaran bagaimana jika aku mengeluarkan api kekacauan dan mengadukan nya ke api Phoenix itu? Tapi aku tidak bisa mengeluarkan nya lebih dari 10 detik" Batin Gilmer melihat ke arah Phoenix itu yang berada dihadapannya.


"Baiklah, aku akan menunggu celah" Lalu Gilmer mengubah senjatanya dari katana menjadi sabit.


"Teleport" Lalu Gilmer berpindah di atas tubuh Phoenix.


Sedangkan Phoenix yang sudah menduga kedatangan Gilmer, menghindar ke arah samping.


Gilmer melemparkan salah satu sabit nya ke arah leher Phoenix itu.


"Untouched Body Of Fire" Sabit itu hanya menembus tubuh api Phoenix itu.


"Aku sudah menduga ini, Absolute Zero" Lalu tiba-tiba suhu di atas langit tidak stabil, suhu nya terus berganti.


Suhu dingin Gilmer, dan suhu panas Phoenix beradu.


Gilmer terus menambahkan suhunya dengan mana nya, sedangkan suhu api Phoenix itu juga terus bertambah.


Permukaan tanah menjadi beku, tetapi tidak lama kemudian akan mencair oleh panas nya api Phoenix.


"HAA" Teriakan Gilmer menggelegar di atas langit.


Lalu panas api Phoenix kalah oleh elemen es nya Gilmer, sampai Phoenix itu menjadi beku oleh sihir elemen es nya Gilmer, dan membuat tubuh Phoenix itu kembali terjatuh ke permukaan tanah yang juga terbeku sampai ujung luas es di permukaan tanah tidak terlihat oleh mata nya Gilmer.


Perlu diketahui bahwa suhu api Phoenix tadi bisa mencapai 100.000° celcius, sedangkan suhu es nya Gilmer mencapai 115.000° celcius lebih.


"Huft, aku menghabiskan mana ku sampai 50% dari mengeluarkan sihir elemen es tadi" Ucap Gilmer, lalu turun ke bawah tempat tubuh beku Phoenix itu berada.

__ADS_1


"Hehehe, baiklah ini adalah pertama kalinya aku mengeluarkan api kekacauan, jadi kau adalah makhluk pertama kali yang akan mencoba dari api kekacauan ku" Ucap Gilmer.


Tangan kanan Gilmer menyentuh tubuh beku Phoenix itu, dan mencoba mengeluarkan sihir api kekacauan.


"Huft, Api Kekacauan" Lalu ada api yang keluar dari tangan kanan Gilmer dan mengenai tubuh beku Phoenix itu.


Saat itu juga, suhu yang tadi nya minus menjadi naik sampai 300.000° celcius lebih.


"Ugh, api ini sangat berbahaya sekali, aku akan mengeluarkan api ini saat keadaan yang sangat penting saja" Ucap Gilmer yang merasakan keadaan disekitarnya sangat panas, sampai sihir es nya mencair.


Suara kesakitan Phoenix terdengar saat api kekacauan mengenai tubuhnya.


Tubuh Phoenix itu terus beregenerasi saat api itu menyerang organ dalam tubuhnya.


Phoenix itu memberontak dari cengkraman tangan Gilmer.


"Chain Of Darkness"


Rantai kegelapan Gilmer menusuk ke dalam tubuh Phoenix itu agar dia tidak berontak.


Saat sudah 10 detik, Gilmer menghilangkan Api Kekacauan di tangan kanannya, tangan kanan Gilmer terluka oleh Api Kekacauan yang dikeluarkan nya.


"Huft huft, bagaimana? Apakah kau masih yakin untuk menolak permintaan ku?" Ucap Gilmer sambil meregenerasi tangan kanan nya yang ada luka bakar.


"Huft, cough... Apa yang akan terjadi jika aku bergabung ke kelompok mu?" Tanya Phoenix itu yang memuntahkan seteguk darah dari paruh nya.


Sudut bibir Gilmer terangkat membentuk senyum manis, tapi tidak dengan Phoenix itu yang merasa senyuman itu seperti senyuman yang merencanakan sesuatu terhadap nya.


"Huft, mudah saja, aku ingin kelompok ini membuat dunia kacau" Ucap Gilmer yang masih mempertahankan senyuman di wajahnya.


Phoenix itu mulai berpikir keras, apakah akan menerima permintaan Gilmer atau tidak.


"dari pada disebut sebagai permintaan, ini disebut pemaksaan! Apakah kau tahu perbedaan permintaan dan pemaksaan?" Selesai mengumpat Gilmer di dalam hati nya, Phoenix itu akhirnya mendapatkan kesimpulan nya.


"Baiklah, aku akan menerima permintaan mu, tetapi aku mempunyai syarat" Ucap Phoenix memberikan syarat kepada Gilmer yang berada dihadapannya.


Salah satu alis Gilmer terangkat dan mulai berbicara lagi.


"Syarat? Baiklah, sebutkan saja" Ucap Gilmer


"Pertama, aku ingin kau memasukkan burung Gagak Emas Berkaki Tiga ke kelompok mu dan yang kedua tolong balaskan dendam ku" Ucap Phoenix itu yang menundukkan kepalanya.


Gilmer yang melihat Phoenix itu menundukkan kepalanya, memasang raut wajah terkejut, lalu senyuman Gilmer terangkat sempurna.


"Hahaha, Baiklah, aku menerima syarat mu, tetapi aku ingin kau mengucapkan sumpah mu terhadap ku" Ucap Gilmer.


"Aku akan mengucapkan sumpah, saat aku bertemu dengan istri ku" Ucap Phoenix itu.


"Istri?" Lalu Gilmer terdiam di tempat.


"Oh, aku lupa, nama ku adalah Feliks sedangkan istri yang ku sebutkan tadi adalah burung Gagak Emas Berkaki Tiga, namanya adalah Veranti"


"Ohh, ternyata kau sudah mempunyai istri" Ucap Gilmer datar.


"Baiklah, kita akan ketempat istri mu dan Bryant" Ucap Gilmer menghilangkan rantai yang mengikat tubuh Phoenix.


Lalu tangan kanan Gilmer menyentuh tubuh Phoenix dan.


"Teleport"


Di saat itu juga tubuh kedua sosok itu menghilang oleh sihir teleport nya Gilmer, dengan ada bukti bekas pertarungan sengit mereka di tempat itu.


Bersambung...


...****************...


Buat kalian yang hanya baca doang, tapi tidak like dan komen, mending author up ini novel 1x seminggu saja, mood Author lagi jelek saat kalian hanya membaca doang, tidak dengan like dan komen nya, jadi jika kalian mau ini novel up setiap hari, kalian harus like dan komen novel ini, agar Author semangat bikin ini novel.

__ADS_1


Author Yan.


__ADS_2