Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis

Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis
Bab 38-


__ADS_3

Lalu Gilmer membuka pintu itu, diikuti oleh semua orang yang ada dibelakang nya, dan mereka menghilang di dalam laut itu bersama dengan pintu itu juga.


***


Di tempat yang tidak diketahui, Gilmer dan yang lainnya berada di tempat gurun pasir. Gurun pasir yang panas.


"Hmm tempat ini" Gumam Gilmer yang hanya bisa di dengar olehnya, setelah itu ada suara di belakang nya Gilmer.


"Fiuh, tempat ini sedikit panas" Ucap Bryant sambil bersiul.


"Oi, lihat tempat apa itu?" Ucap Feliks sambil menunjuk suatu tempat.


Lalu mereka semua yang ada di sana melihat ke arah yang ditunjuk oleh Feliks.


"Hmm?"


Di kejauhan mereka semua melihat jika di depan mereka seperti tempat arena Colosseum Romawi Kuno.


"Huh, sekarang apa lagi? Sebenarnya, dungeon ini punya berapa lantai?" Batin Gilmer menghela nafas lelah.


"Hmm, Gilmer ada apa?" Tanya Bryant berjalan ke arah nya.


"Bukan apa-apa" Jawab Gilmer berjalan ke tempat tersebut, meninggalkan mereka semua yang kebingungan.


"Hei Gilmer, tunggu" Teriak Bryant dan mengejar Gilmer yang sudah cukup jauh diikuti oleh semua orang.


***


"Ayo kalahkan dia!"


"Hajar dia sampai mati!"


"Jangan sampai kalah dengan dia"


Begitu banyak teriakan teriakan seseorang di dalam arena Colosseum, membuat Gilmer dan yang lainnya, yang berada di luar arena Colosseum mendengar suara itu.


"Seperti nya, tempat ini adalah arena bertarung antara hidup dan mati?" Gumam Bryant dengan nada seperti bertanya.


"Mungkin saja" Ucap Feliks menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Apakah kita akan mengikuti nya?" Tanya Bryant dengan ada binar di kedua matanya.


"Tidak, kita akan melihat" Ucap Gilmer memotong pembicaraan tersebut.


"Sayang sekali, aku penasaran suara siapa yang ada di dalam tempat ini" Ucap Bryant.


"Maniak bertarung" Ucap Leviathan dengan suara pelan, tetapi suara Leviathan di dengar oleh Godzilla.


"Biarkan saja, ras Titan memang suka bertarung" Ucap Godzilla.


Mendengar jawaban Godzilla dari ucapannya, membuat wajah Leviathan memerah malu.


"Kau mendengar nya?" Gumam Leviathan.


"Ya, aku mendengar ucapan mu dengan sangat jelas" Ucap Godzilla.


Mendengar ucapan Godzilla selanjutnya membuat wajah Leviathan lebih memerah dan mempercepat kecepatan jalan nya.


"Ada apa dengan Levi?" Ucap Godzilla sambil menggaruk belakang kepala nya.


"Huh, seperti biasanya, kakak tidak peka" Ucap Kraken dengan sangat pelan kepada Serpant.


"Ya, kakak kita memang kurang peka" Ucap Serpent dengan suara sepelan mungkin agar tidak di dengar oleh Godzilla.


"Apa yang kalian bicarakan" Ucap Godzilla berbalik dan menatap tajam mereka berdua.


"Ti-Tidak, Kami tidak membicarakan apa pun" Ucap Serpent menciutkan leher nya.


"Hmm" Lalu Godzilla berbalik dan berjalan dengan cepat.


"Huh, selamat. Ini salah mu, aku hampir saja di hajar oleh kakak" Ucap Serpent.


"Apa katamu? Kau tadi juga membicarakan nya" Ucap Kraken.


"Oi, kalian berdua. Cepatlah!" Ucap Godzilla.


"Tunggu kami kak" Ucap mereka berdua dan berlari.


Lalu mereka semua memasuki tempat arena itu dengan menggunakan sihir teleport nya Gilmer, dan mereka semua sudah ada di dalam, lebih tepatnya di tempat kursi penonton.

__ADS_1


"Hmm, ini mengejutkan. Apakah mereka manusia?" Gumam Gilmer sambil menyeringai.


"Hmm Gilmer, kau seperti nya cukup tertarik" Ucap Bryant.


"Hmm, siapa yang tahu" Ucap Gilmer yang masih belum kehilangan senyum misterius nya.


Apa yang dilihat oleh mereka semua adalah ada banyak manusia yang sedang duduk di kursi penonton dan ada dua manusia yang sedang bertarung di tengah arena tersebut.


Dan ke-dua manusia yang ada di tengah arena itu ingin cepat cepat menyelesaikan pertarungan tersebut dengan cara membunuh salah satunya.


"Bunuh!"


"Bunuh!"


"Bunuh!"


Suara dari kursi penonton menggema di arena tersebut dan pertarungan yang ada di tengah arena tersebut mencapai *******.


Kemudian orang dengan rambut merah yang ada di arena pertarungan tersebut terpenggal kepalanya oleh lawan nya yang memiliki rambut hitam.


Orang dengan rambut hitam seolah belum puas, dia dengan brutal mengeluarkan tulang yang ada di punggung mayat rambut merah tersebut dengan senjatanya yang seperti sabit pendek dan membedah habis tubuh mayat berambut merah tersebut dengan sabit nya.


"Hahaha, ada apa? Hanya sebatas ini saja? Lemah, cuih" Ucap Orang berambut hitam itu yang sudah selesai dan meludah ke arah mayat yang sudah tidak terbentuk lagi.


"Ini mengejutkan, Redot yang menjadi juara bertahan sebelum nya akhir nya kalah oleh pendatang baru, Frank" Ucap suara seseorang yang ada di balkon arena Colosseum.


Setelah itu, sorakan kemenangan atas Frank yang sudah mengalahkan Redot kembali bergema di seluruh arena Colosseum.


"Ohh, dia menang"


"Pendatang baru, kau cukup hebat"


"Siapa yang ingin melawan ku?" Teriak Frank.


"Ohh, Frank menantang siapa yang akan menjadi lawan selanjutnya, apakah ada yang mau?" Ucap orang tersebut seperti komentator.


Saat itu sorakan yang tadinya bergema di arena Colosseum menjadi sunyi.


"Tidak ada yang mau?" Teriak Frank.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku akan memilih kau" Ucap Frank menunjuk ke arah suatu tempat.


Bersambung...


__ADS_2