
Gilmer dan Bryant sekarang berada di tengah hutan, mereka sedang membuat senjata untuk mereka berdua.
"Senjata apa yang ingin kau buat Gilmer?" Tanya Bryant yang melihat ke arah Gilmer yang sedang mencairkan logam dari patung yang mereka berdua kalahkan sebelumnya dengan menggunakan sihir api hitam nya.
"Aku tidak tahu, kita lihat saja" Jawab Gilmer yang sudah selesai mencairkan logam itu.
Lalu Gilmer membentukkan cairan logam itu menjadi sebuah tongkat dengan ada bilah yang tajam di ujung tongkat nya, atau bisa dibilang Gilmer membuat sebuah tombak.
"Bukankah kau sudah mempunyai senjata tombak?" Tanya Bryant sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Huh, kau tidak mau tombak ini?" Tanya Gilmer yang sudah menyelesaikan membuat tombak itu.
Lalu Gilmer menambahkan rune sihir yang bisa memberatkan dan meringankan tombak nya sesuai dengan keinginannya menggunakan rune sihir, dan Gilmer menambahkan rune yang bisa memanjangkan dan mengecilkan tombak nya sesuai keinginannya juga.
"Jadi kau membuat tombak itu untukku?" Tanya Bryant dengan curiga kepada Gilmer.
"Setelah aku menerima tombak ini, kau akan melemparkan aku ke dalam kawah gunung berapi itu kan? Dan membuat ku bertarung sendirian dengan Phoenix itu?" Tanya Bryant penuh curiga dengan Gilmer.
Sedangkan Gilmer yang mendengar perkataan Bryant hanya bisa bibirnya berkedut.
"Huh, kau pikir aku akan melemparkan mu ke kawah gunung berapi itu dan melawan burung Phoenix sendirian?" Sindir Gilmer yang merasa kesal telah difitnah!
"Oh ya Gilmer, kau itu pengguna 1 senjata atau dua senjata?" Tanya Bryant yang penasaran.
"Aku pengguna 4 senjata, yaitu katana, tombak, pistol, dan sabit. Aku sedang membuat ke empat senjata itu untuk dijadikan senjata ku agar aku bisa menggunakan 2 senjata secara bersamaan saat bertarung" Ucap gilmer yang tak peduli dengan Bryant yang akan berkhianat padanya.
Jika Bryant waktu itu tidak bersumpah kepada nya, Gilmer bisa memanipulasi pikiran nya dan membuat dia setia kepadanya selamanya.
Gilmer dengan cepat menyelesaikan ke empat senjatanya dengan cepat dan menambahkan rune sihir nya sama seperti waktu itu. Lalu Gilmer menggabungkan senjatanya dengan dengan menggunakan rune sihir penggabungan.
"Ambil ini!" Gilmer melemparkan senjata tombak sebelumnya kepada Bryant, sedangkan senjata yang baru Gilmer buat untuk dirinya sendiri.
Bryant menangkap senjata tombak itu dengan tangan kanan nya.
"Terima kasih" Selesai berkata seperti itu Bryant, mencoba menggunakan tombak itu tanpa menggunakan tubuh Titan nya.
"Hei, Bryant kau tidak bisa selalu mengandalkan tubuh Titan mu saja, kau juga harus bertarung dengan tubuh kecil mu itu agar suatu saat kejadian yang tak terduga bisa kau selesaikan tanpa perlu menggunakan tubuh Titan mu itu" Tiba tiba Gilmer memberi nasihat kepada Bryant.
Gilmer jarang memberi nasihat nya kepada orang lain, dia hanya memberikan nasihat nya untuk kepentingan rencananya.
Bryant yang sedang mencoba senjata tombak nya berhenti dan menatap ke arah Gilmer dengan tak percaya.
"Kau memberi nasihat kepada ku? Jika saja aku tidak mendengar nya secara langsung, aku tidak pernah percaya jika seorang Gilmer bisa memberikan nasihat kepada orang lain" Teriak Bryant tak percaya.
"Ck, ini untuk kepentingan rencana ku" Ucap Gilmer jengkel.
"Oh ya, kau bilang, 'sesuatu kejadian yang tidak terduga' apa maksudnya itu?" Tanya Bryant penasaran.
"Yah, seperti jika suatu saat tubuh Titan mu tidak berguna saat melawan musuh mungkin?" Ucap Gilmer kurang yakin.
"Apa apaan jawaban itu" Ucap Bryant tak percaya ke arah Gilmer.
"Huh, sudahlah, oh ya aku hampir lupa" Gilmer menyobek udara disekitar dan ada ruang yang sobek.
Gilmer memasukkan tangan nya dan saat tangan nya dikeluarkan, ada 2 bola yang berukuran besar yang dikeluarkan oleh tangan nya Gilmer.
"Kita akan menyerap inti core patung ini!" Ucap Gilmer lalu memberikan satu inti core nya kepada Bryant.
__ADS_1
"Apakah ini tidak apa apa?" Tanya Bryant yang lagi lagi tak percaya.
"Ck, kau kira aku ini iblis serakah?" Gilmer jengkel dengan Bryant dan ingin memukul wajah Bryant dengan tangan nya itu.
BUGH*
Tangan kanan Gilmer memukul wajah Bryant sampai tubuh 2 meter Bryant terpental.
"Hei, apa yang kau lakukan?" Tanya Bryant tak percaya.
"Tidak, aku hanya jengkel terhadap sesuatu" Gilmer pergi menjauh dari Bryant dan tinggallah Bryant seorang diri.
"Huh, kenapa Gilmer jengkel dan memukul ku?" Bryant mengeluh dan berjalan ke arah satu inti core yang diberikan oleh Gilmer kepada dirinya.
"Ya sudahlah, aku akan menyerap bola inti core ini" Lalu Bryant meninggalkan tempat itu sambil membawa inti core itu dengan tubuh Titan nya setinggi 200 meter.
"Eh tunggu, bagaimana cara aku menyerap ini?" Bryant yang sedang berjalan tiba-tiba berfikir.
"Oii, Gilmer bagaimana cara aku menyerap inti core patung ini?" Teriak Bryant keras sampai hewan yang ada di hutan ini kabur karena teriakan Bryant yang sangat keras.
"Kau berisik sekali, kau ini bodoh atau apa? Kau hanya perlu memfokuskan pikiran mu ke inti core itu, setelah kau merasakan energi dari inti core itu, kau bisa menyerap nya" Setelah itu telepati antara Gilmer dan Bryant terputus, dengan suara Gilmer yang terasa seperti kesal.
"Baiklah, aku akan menyerap inti core ini" Lalu Bryant menuju ke arah goa yang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil.
"Baiklah, sepertinya tempat ini cukup cocok" Lalu Bryant mengecilkan tubuh nya dan masuk ke arah goa itu, tidak lupa membawa inti core itu yang sebesar 30 meter.
(Ralat, inti core patung yang dilawan Bryant, sebesar jari jempolnya Bryant saat tingginya 600 meter lebih)
Saat Bryant memasuki goa itu, Bryant mendengar ada desis dari hewan ular.
"Huh, apakah ada ular di goa ini? Jika ada, aku ingin mencoba kekuatan ku tanpa menggunakan tubuh Titan" Lalu Bryant menggertakkan jari jari nya sampai bunyi.
"Sebaiknya aku taruh saja inti core nya di depan pintu goa itu agar ular itu tidak bisa lari" Setelah Bryant berkata seperti itu, Bryant menutupi pintu goa dengan inti core nya.
"Baiklah mari kita bertarung" Lalu Bryant berlari mencari asal suara desis ular itu.
Saat Bryant berlari ke dalam goa itu, Bryant semakin mendengar desisan ular itu.
"Sudah dekat kah?" Bryant mempercepat lari nya, dan menemukan ular itu sedang bertarung dengan kalajengking yang berukuran 20 meter lebih.
"Phew, apakah aku akan langsung menyerang atau melihat dulu?" Ucap Bryant sambil bersiul.
"Hmm, aku akan melihat pertarungan kedua monster dulu sampai salah satu dari mereka tumbang" Ucap Bryant lalu duduk santai yang cukup jauh dari pertarungan kedua monster itu.
Bryant melihat pertarungan itu yang didominasi oleh ular dengan 3 mata di kepala nya dan 1 tanduk di dahi ular itu.
Sedangkan kalajengking terdesak oleh ular itu karena, tubuh kalajengking itu dililit ular yang sepanjang 30 meter lebih.
Pertarungan kedua monster itu diakhiri dengan gigitan ular itu yang tertancap ditubuh kalajengking.
Keadaan ular itu sudah parah, ular itu juga terkena sengatan ekor kalajengking yang membuatnya dalam keadaan sekarat.
"Saat nya giliran aku" Bryant melompat ke arah ular itu yang dalam keadaan sekarat dengan sebuah tombak yang dipegangnya.
"Hiyaa"
Teriakan Bryant membuat ular itu menolehkan kepala nya ke atas, dan menemukan tubuh yang berada di atas langit sedang mengarahkan tombaknya ke arah dirinya.
__ADS_1
Ular itu mencoba menghindar serangan tombak Bryant, tetapi Bryant melapisi tombak nya dengan elemen magma nya dan melemparkan tombak nya ke arah kepala ular itu.
WUSH*
Tombak itu melasat dan mengenai tepat kepala ular itu.
"Shaa" Ular itu mendesis kesakitan, tidak langsung mati dan menyerang Bryant membabi buta.
"Humph, ular yang hampir mati ingin mencoba melawan?" Bryant yang berada di tanah kembali lompat ke arah kepala ular itu.
Ular itu menyerang Bryant dengan ekor nya, tetapi Bryant berhasil menghindari semua serangan ular itu dan berhasil mendarat di atas kepala nya.
Bryant memegang tombak nya dan menekan lebih dalam tombak itu dengan tambahan elemen magma nya.
"Rasakan ini"
Bryant menekan tombak nya lebih dalam lagi sampai ular itu berhenti memberontak dan terjatuh lemas ke tanah.
"Huh, lumayan juga" Lalu Bryant memutar tombak nya dan menancapkan tombak nya ke tanah dekat kepala ular itu terbaring.
"Jadi apa yang akan aku perbuat kepada kedua monster ini?" Bryant memegang dagunya berfikir.
"Astaga, aku lupa, aku harus segera menyerap inti core itu, atau jika tidak, aku pasti akan dihajar lagi oleh Gilmer" Bryant dengan panik kembali memegang tombaknya dan berlari ke arah keluar dari goa ini sampai dia lupa dengan keberadaan mayat kedua monster tadi.
Bryant berlari dengan panik sampai dia sudah dekat dengan pintu goa itu, tetapi ada yang aneh.
Inti core yang menghalangi pintu goa itu menghilang! Bryant yang panik keluar dari goa itu dan melihat sekitar.
Lalu pandangan nya melihat ke arah para kawanan burung yang sedang membawa bola berukuran 30 meter, ya kawanan burung itu membawa inti core yang sengaja Bryant tutupi di goa itu, agar hewan yang ada di dalam goa tidak bisa keluar.
"Sialan, jika Gilmer tahu, aku pasti akan dihajar olehnya sampai babak belur" Bryant yang panik membesarkan tubuhnya sampai 650 meter lebih dan berlari ke arah kawanan burung itu.
Bryant yang merasa jaraknya cukup jauh, memanjangkan tombak nya sampai mengenai semua burung itu yang membawa inti core nya.
Bryant berlari dan menangkap inti core nya, Bryant takut jika nanti inti core nya hancur oleh ketinggian yang sampai 700 meter lebih.
"Huh, selamat aku" Bryant berhasil menangkap inti core nya dan tangan kiri nya mengelus dadanya.
Lalu tangan kiri Bryant mengambil mayat burung yang mencuri inti core nya.
Bryant berjalan ke arah goa tadi, karena dia teringat dengan ke dua mayat monster tadi.
Saat Bryant sampai di depan goa itu, Bryant kembali mengecilkan tubuhnya sampai 2 meter, lalu Bryant melihat jika di depan pintu goa itu ada siluet tubuh yang sedang duduk.
GLUP*
"Kemana saja kau, Bryant?" Lalu siluet itu datang ke arah Bryant, dan menampakkan wujudnya yang ternyata adalah Gilmer yang sedang menatap tajam ke arah Bryant.
"Gilmer" Bryant yang panik tidak bisa menjawab.
"Aku" Bryant mencari kata yang tepat untuk menjelaskan kepada Gilmer.
Gilmer melihat dibelakang Bryant ada banyak mayat burung yang ditumpuk.
"Hmm, kali ini aku akan memaafkan mu, tetapi kau tidak bisa makan dari daging yang kau bawa itu" Lalu Gilmer menyimpan mayat burung itu kedalam sihir elemen ruang nya.
"Cepatlah serap inti core itu, aku ini bukan tipe yang sabaran" Lalu Gilmer memasuki goa itu, diikuti oleh Bryant yang berjalan lesu.
__ADS_1
"Baiklah"
Bersambung...