Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis

Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis
Bab 32- 4 Monster Mitologi Kuno


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Feliks dan Bryant sudah tiba di tempat nya Gilmer dan Veranti.


"Nah sekarang, kalian berdua bisa mengucapkan sumpah kalian terhadap ku" Ucap Gilmer kepada Feliks dan Veranti.


"Baiklah, dengan ini kami berdua. Aku Feliks dari ras Phoenix dan Veranti dari ras Gagak Emas Berkaki Tiga akan mengucapkan sumpah kami untuk seseorang yang bernama Tuan Gilmer Lan.


Dan akan selamanya setia kepada Tuan Gilmer Lan, jika kami berdua berkhianat kepada nya, maka kami akan merasakan siksaan yang sangat sakit" Feliks mengucapkan sumpah nya dan mewakili sumpah Veranti juga.


Setelah Feliks mengucapkan sumpah, di atas langit yang semula cerah berubah menjadi gelap.


Banyak petir yang turun ke bawah menyambar apapun termasuk tempat sekitar Gilmer dan yang lainnya.


Ada juga badai angin, yang membuat benda yang tidak terlalu besar terbang mengarah laut.


Dan di laut juga, ombak besar menerjang apapun yang ada dihadapannya.


"Hmm, sepertinya fenomena sumpah ini lebih besar dibandingkan fenomena sumpah Bryant" Ucap Gilmer yang melihat fenomena itu.


Bryant berjalan ke arah Gilmer dengan tangan kanan nya yang menutupi wajahnya.


"Gilmer, aku merasakan ada sesuatu yang datang di arah laut itu" Ucap Bryant melihat arah laut.


"Hmm" Gilmer melihat ke arah laut dan menemukan ada banyak siluet bayangan besar di dalam air laut itu.


"Kalian berdua, kalian bisa ke sini" Ucap Gilmer kepada Feliks dan Veranti.


"GROARR"


Usai Gilmer menyelesaikan ucapannya, ada banyak suara di arah laut tersebut, membuat mereka berempat kembali melihat ke arah laut.


"Apakah kalian mengetahui tentang lautan ini? Dan apakah kalian pernah melihat pintu yang mencurigakan di dalam dimensi dungeon ini?" Tanya Gilmer kepada Feliks.


"Aku belum mengetahui sesuatu tentang lautan ini" Ucap Feliks menjawab pertanyaan Gilmer.


"Huh, ini akan merepotkan" Ucap Gilmer lalu memegang pundak Bryant dan melemparkannya ke arah laut.


"UWAH, sial" Bryant membesarkan tubuhnya sampai 750 meter lebih.


"Kita akan melompat" Ucap Gilmer mengeluarkan sayapnya dan terjun ke bawah, yang mana ombak masih menerjang dengan sangat dahsyat.


"Ayo" Ucap Feliks terbang mengikuti Gilmer.


"Kwak"


Gilmer mengeluarkan kedua senjatanya dan mengubahnya menjadi katana.


"Dual Thunder Slash"


WUSH*


WUSH*


Kedua tebasan petir Gilmer membelah air laut menjadi tanda x dan membuat warna laut menjadi merah darah.


"GROAR"


Raungan para monster menggema di dalam lautan membuat ombak lautan menjadi lebih dahsyat.


"Earth Meteor" Bryant membuat sebuah meteor yang berdiameter sekitar 10 kilometer lebih.

__ADS_1


Meteor itu melasat ke bawah dengan cepat ke arah para monster yang paling banyak di dalam laut.


BYURR*


BOMM*


Air laut itu menyebar ke berbagai arah sampai membentuk sebuah lingkaran. Yang membuat Bryant bisa melihat para monster yang tertindih oleh meteor nya.


"Tidak buruk" Ucap Bryant.


Bryant yang sudah ada di laut, mengambil tombak nya.


"Eh, dimana tombak ku?" Ucap Bryant heran.


"Oi, Gilmer apakah kau melihat tombak ku?" Tanya Bryant dengan suara keras.


WUSHH*


BYUR*


"Oi, itu tadi hampir mengenai ku" Gumam Bryant tak berdaya.


Di sisi lain, Feliks dan Veranti bekerja sama untuk membunuh para monster yang ada di dalam laut.


"Flame Phoenix"


Semburan api merah cerah Feliks melasat ke bawah laut seperti laser.


BOMM*


Semburannya sampai ke dasar lautan sehingga terlihat ada berwarna merah cerah membentuk parit.


Bola bola api Veranti melasat ke bawah, membuat air laut menguap dan mengenai para monster yang akan menyerang nya.


"GROAR"


"Huh, kapan ini selesai?" Keluh Bryant.


"Hei Gilmer, apakah kau melihat raja nya?" Tanya Bryant kepada Gilmer yang jarak terbang nya tidak terlalu jauh dari dirinya.


"Hmm, entah lah" Jawab Gilmer.


"Black Hole"


Bola hitam pekat keluar dari tangan kanannya Gilmer dan melasat ke arah jauh dari tempat mereka berempat.


"Ice Age" Ada suara di dalam lautan sampai Gilmer mencari asal dari suara tersebut.


Tiba-tiba lautan sekitar mereka berempat terbeku dengan sangat cepat dan bola hitam yang dilemparkan oleh Gilmer ikut terbeku juga.


"Zero Gravity" Tubuh Titan Bryant terangkat melayang ke langit dan mengarah ke tempatnya Gilmer.


"Makhluk ini sepertinya cukup kuat, bola hitam ku saja ikut terbeku" Ucap Gilmer.


"Kau, Gilmer kau mengakui seseorang?" Tanya Bryant terkejut sekaligus heran.


"Hmm, memang nya aku ini orangnya pelit?" Tanya Gilmer kesal dan memukul kepalanya Bryant dengan palu yang terbentuk dari elemen logam nya.


TONG*

__ADS_1


"Hahaha, enak kan kepala mu dipukul?" Ucap Feliks menghampiri mereka berdua bersama Veranti.


"Diam kau" Ucap Bryant memegang kepalanya yang ada sedikit benjolan di kepalanya.


"Huh, sampai kapan 'kalian' bersembunyi?" Tanya Gilmer membesarkan suaranya dengan mana.


"Hooh, jadi kau tahu ya" Ucap suara itu di dalam lautan.


Air laut bergejolak ke atas dan membentuk seperti air mancur.


Bukan hanya satu melainkan ada empat air laut yang bergejolak ke atas dengan posisi sejajar dengan lainnya.


"Aku beri kau pujian, karena kamu mengucapkan bukan 'kau' melainkan 'kalian' dari kami berempat" Ucap salah satu suara di balik air yang bergejolak.


"Kau cukup sombong untuk seorang yang terkurung di dalam dimensi dungeon ini" Ucap Gilmer menyindir.


"Humph, kau juga cukup sombong untuk seorang iblis" Ucap salah satu di balik air laut yang bergejolak.


Lalu diperlihatkan ada empat sosok di balik air yang bergejolak tadi. Tiga laki-laki dan satu perempuan.


"Hmm, aku tidak menyangka, apakah kalian semua dari ras manusia?" Tanya Gilmer kepada mereka semua yang ada dihadapannya.


"Manusia? Jangan bandingkan kami dengan ras lemah itu" Jawab salah satu laki-laki.


"Hmm, jadi kalian dari ras apa?" Tanya Gilmer lagi.


"Kami dari ras mitologi kuno, kau pasti tahu kan?" Jawab perempuan itu.


"Mitologi kuno, huh kenapa setiap aku lawan makhluk, pasti lawannya itu adalah mitologi dari dunia ku sebelumnya" Batin Gilmer menghela nafas.


"Ya, aku tahu itu" Jawab Gilmer.


"Jika kau tahu, mengapa kau tidak diam saja di pulau itu?" Tanya salah satu laki-laki tadi menunjuk pulau terbang.


"Hmm, pertanyaan yang bagus, tetapi tidak sopan jika kita semua tidak memperkenalkan diri kita sendiri" Ucap Gilmer dengan senyuman yang seperti merencanakan sesuatu.


"Baiklah, aku dari monster mitologi kuno, Kraken" Ucap laki-laki tadi yang berbicara dengan Gilmer dengan rambut nya yang berwarna merah gelap.


"Aku dari monster mitologi kuno, Sea Serpent atau orang-orang menyebut aku sebagai ular laut" Ucap laki-laki tersebut dengan rambut nya yang berwarna biru cerah.


"Aku dari monster mitologi kuno, Leviathan" Ucap perempuan tersebut dengan rambut berwarna biru bercampur warna hijau muda.


"Dan aku dari monster hmm, entah lah, tapi yang pasti orang-orang menyebut ku dengan nama Godzilla" Ucap laki-laki tersebut dengan rambut berwarna hitam.


"Godzilla kah?" Gumam Gilmer tiba-tiba serius.


"Baiklah giliran kami, aku Gilmer Lan, seorang iblis" Ucap Gilmer memperkenalkan dirinya sendiri.


"Aku Bryant seroang dari ras Titan" Ucap Bryant yang tetap melayang di udara.


"Aku adalah Feliks seorang dari ras Phoenix" Ucap Feliks.


"Dan ini adalah Veranti istriku, dia dari ras Gagak Emas Berkaki Tiga" Lanjut Feliks memperkenalkan Veranti.


"Baiklah, aku ingin mencari sebuah pintu untuk melanjutkan dimensi dari dungeon ini" Ucap Gilmer.


"Huh, sudah ku duga, kau harus mengalahkan kami berempat untuk melanjutkan ke dimensi selanjutnya dari dungeon ini" Ucap Godzilla.


"Begitukah" Gumam Gilmer menyeringai.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2