
"Kalau begitu, aku akan memilih kau" Ucap Frank menunjuk ke arah suatu tempat.
Apa yang ditunjuk oleh Frank bukanlah Gilmer melainkan sosok yang ada di belakang komentator tersebut.
Seketika Colosseum menjadi sunyi, lalu tak lama kemudian ada banyak suara cemoohan yang ditunjukkan kepada Frank.
"Pendatang baru itu terlalu sombong untuk menantang kaisar kita"
"Hmph, aku akan meramal jika Frank akan mati secara mengenaskan, karena dia sudah menantang kaisar kita"
"Ya betul itu, aku setuju"
"Raja ku, bagaimana?" Komentator itu berbalik dan bertanya dengan sangat sopan dan hati-hati, takut untuk menyinggung sosok yang ada di depannya.
"Humph, dasar makhluk hina yang tidak pantas untuk melihat ku" Lalu ada suara yang sangat dingin dan sangat arogan di depan komentator tersebut.
Sedangkan komentator yang berhadapan dengan sosok itu berkeringat dingin dan gemetar cukup kuat.
Lalu sosok itu kembali berbicara dengan nada yang sama, bahkan lebih sombong dari sebelumnya.
"Humph, sebaiknya kau mati saja, kau tidak akan pernah pantas untuk melihat ku" Setelah sosok itu menyelesaikan ucapannya, dia mengulurkan tangan kanannya ke depan dan seolah memperagakan gerakan untuk menusuk ke arah Frank berdiri.
Lalu di depan tangan kanan sosok itu ada celah yang terbuka di udara kosong, dan secara perlahan keluar sebuah senjata yang sangat mewah dan kuat.
Di saat itu juga, sosok itu bergumam.
"Matilah di hadapan pedang ku yang paling rendah, seharusnya kau terhormat mati oleh pedang ku ini" Ucap sosok itu.
Dan pedang itu dengan cepat melasat ke arah Frank berada.
Frank yang merasa perasaan kematian dengan cepat menghindar dari arah pedang itu melasat.
Frank berlari dengan cepat, tetapi pedang itu seolah memiliki kesadaran nya sendiri, dan pedang itu terus mengikuti Frank berada.
"Teruslah berlari seperti seekor tikus" Ucap sosok itu yang melemparkan pedang nya ke arah Frank.
"Sial, pedang itu terus menyerang ku" Umpat Frank sambil berlari.
"Sabit Korosi" Gumam Frank, lalu sabit yang ada di tangan nya ada cahaya berwarna abu-abu gelap.
Frank mengayunkan sabit nya ke arah pedang yang melasat ke dirinya.
TANG*
Bunyi suara logam terdengar di lapangan arena tersebut.
Pedang yang mengincar Frank tidak terjadi apa-apa, tetapi sebaliknya. Sabit Frank retak dan tak lama kemudian sabit nya hancur.
Tak cukup sampai disitu saja, pedang itu masih terus melaju dan menusuk jantung nya Frank.
Sebelum tubuh nya Frank terjatuh. Mulut Frank bergerak, tetapi tidak ada suara yang keluar.
__ADS_1
"Ti-tidak mungkin... Khuagh"
Lalu Frank terjatuh ke tanah dengan masih ada pedang yang menancap dada kirinya, lalu secara perlahan mata nya Frank tertutup dengan masih ada ekspresi tidak percaya di wajahnya, tidak mempercayai dia terbunuh dengan sangat mudah.
Setelah itu, sosok yang ada di belakang komentator menggerakkan tangan nya dan gerakan nya mengarah ke kursi penonton.
Dan pedang nya yang tadi nya menusuk dada kiri Frank terangkat ke atas, dan pedang itu melasat ke arah kursi penonton, sesuai dengan arah yang ditunjuk oleh sosok itu.
"A-Aoakah Yang Mulia Kaisar akan membunuh kami?" Ucap penonton dengan suara gemetar, karena arah J
jalur lesetan pedang itu mengarah pada diri nya.
"Aaaa" Penonton itu berteriak ketakutan dan menutup matanya.
Setelah beberapa detik, penonton itu membuka mata nya dan tidak ada luka di tubuh nya.
"Huft untung saja, kemana pedang Yang Mulia" Penonton itu menghela nafas lega dan bertanya yang ada disebelah nya.
"Di situ" Jawab penonton yang disebelah nya sambil menunjuk ke arah kursi penonton yang lain.
Lalu penonton tersebut menoleh ke arah yang ditunjuk oleh orang yang ada di sampingnya.
Seketika, mata penonton tersebut hampir keluar dari rongga nya dan berterima kaget, diikuti oleh penonton yang ada disampingnya.
Di sisi lain, Gilmer yang berada di kursi penonton sekarang mencengkram pedang dari sosok yang ada di belakang komentator tersebut dengan tangan kanan nya.
"Heh, aku tidak menyangka akan ketahuan dengan sangat cepat" Ucap Gilmer.
Tangan kanan Gilmer mengeluarkan darah berwarna merah kehitaman di sela-sela pedang tersebut.
Sosok tersebut yang melihat itu, hanya mendengus dingin lalu tangan sosok tersebut terulur ke depan dan mengambil senjata nya dengan sempurna.
Kemudian sosok tersebut kembali berbicara.
"Humph, dasar Iblis hina, bagaimana bisa dia memasuki tempat megah milik ku ini?" Ucap Sosok tersebut dengan nada dingin..
Komentator yang mendengar ucapan sosok tersebut, kembali berkeringat deras, Tetapi ini lebih banyak.
"Ampun Yang Mulia" Lalu komentar tersebut berlutut di kaki sosok tersebut dan memohon.
"Humph, tidak berguna" Lalu sosok tersebut menendang kepala dari komentator dan berdiri.
"Oi, iblis hina matilah di bawah kekuatan ku" Ucap sosok tersebut.
Setelah itu sosok tersebut menghilang di tempat nya.
Gilmer yang melihat sosok tersebut menghilang di tempat nya bergumam.
"Orang ini sepertinya cukup kuat" Gumam Gilmer sambil menyeringai.
Lalu Gilmer mengeluarkan satu senjata nya yang berbentuk katana dan mengarahkan nya di belakang punggung nya.
__ADS_1
Bunyi suara logam yang beradu terdengar di tempat nya Gilmer dan yang lainnya.
TANG*
Bryant dan yang lainnya terkejut dan segara pada posisi menyerang mereka sendiri. Tetapi suara Gilmer berucap kepada mereka semua.
"Kalian jangan mengganggu pertarungan ku!" Ucap Gilmer dengan nada dingin.
Lalu mereka berdua kembali beradu pedang dan percikan api muncul di antara ke dua senjata tersebut dan sosok yang menyerang Gilmer bergumam.
"Cih, iblis hina sebaiknya kau mati tanpa perlawanan!" Ucap sosok tersebut.
"Heh, kalau begitu aku akan mati" Ucap Gilmer dengan nada yang mungkin pertama kali menyebalkan.
"Iblis hina yang kurang ajar, matilah" Teriak sosok tersebut dan mengayunkan senjatanya lebih kuat lagi.
"Cobalah" Gumam Gilmer dan mengayunkan katana nya yang mengarah jalur serangan dari sosok tersebut.
Lalu mereka berdua bertarung di kursi penonton dan membuat penonton yang lain berhamburan keluar dari area pertambangan Gilmer dan sosok tersebut.
"Bahaya, bahaya, Yang Mulia marah besar. Cepatlah, aku tidak mau mati!" Suara penonton sangat panik.
Tetapi penonton tersebut merasa kepala nya jatuh ke bawah dan melihat tubuh yang tanpa adanya kepala, Penonton tersebut tidak mempercayai jika kematian nya akan seperti ini.
Di sisi lain, pertarungan Gilmer dan sosok tersebut.
"Kau seperti nya mempunya elemen ruang juga ya, sebutkan nama mu!" Ucap Gilmer sambil bertarung dengan sosok yang menjadi lawannya.
"Humph, dasar iblis hina, jangan memerintah kan ku!" Teriak sosok tersebut semakin marah dan mengeluarkan aura intimidasi nya.
Aura intimidasi sosok tersebut berwarna merah keemasan dan aura nya menjulang tinggi.
"Humph, kau cukup sombong hanya seukuran iblis hina, secara kau tidak meminta bantuan dari para peliharaan mu itu" Ucap sosok tersebut menyindir.
"Aku meminta bantuan kepada mereka? Heh, aku sudah cukup untuk menangani raja sombong seperti dirimu"
"Apa katamu? Kau bilang aku sebagai raja? Jangan bercanda, aku kaisar Sumeria Gilga, akan membunuh mu dengan sangat mengenaskan" Ucap Gilga mengarah kan senjata nya ke langit..
Lalu langit yang semula cerah perlahan menghitam dan ada petir yang turun ke bawah.
"Orang ini" Gumam Gilmer menanggapi ucapannya Gilga.
Bersambung...
***
Terima kasih buat kalian yang masih setia tunggu update novel Author ini, dan Author juga sangat berterima kasih kepada Editor Li. Yang sudah membereskan masalah kepada novel Author ini.
Awalnya Author berpikir untuk pindah platform sampai arc 1 selesai, dan itu jika novel Author yang satu ini masih bermasalah.
Dan sekarang novel Author ini sudah beres dari masalah bug nya, dan mungkin Author juga tidak jadi pindah platform (ini kemungkinan kecil).
__ADS_1
Oke sekali lagi Author kembali berterima kasih untuk kalian semua, khususnya untuk Editor Li. Dan mungkin sampai sini saja.
See You Next Time Goodbye.