Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis

Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis
Bab 37-


__ADS_3

Di sisi lain Feliks dan Veranti. Mereka berdua sudah mencari keberadaan Gilmer sampai 1 jam lebih.


"Laut ini cukup sulit untuk mencari sesuatu, haruskah aku menggunakan ramuan yang diberikan tuan Gilmer?" Gerutu Feliks.


"Kwak"


Suara Veranti terdengar di belakang nya Feliks dan membuat Feliks berkata.


"Ada apa Veranti sayang? Aku sedang memikirkan sesuatu" Ucap Feliks tidak berbalik.


"Kwak"


Tidak ada jawaban dari Feliks, Veranti yang kesal karena diabaikan akhirnya terbang ke arah Feliks dan menendang punggung nya, sehingga terbang nya tidak stabil dan terjatuh ke laut.


WUSH*


BYUR*


"Khuagh, Brr... Apa yang kamu lakukan sayang?" Ucap Feliks tak berdaya.


"Kwak"


Setelah Veranti berkicau, dia terbang berbalik meninggalkan seekor burung Phoenix yang kebasahan akibat terjatuh ke air laut.


Feliks yang melihat itu, hati nya seperti tertusuk panah, sakit tapi tidak berdarah.


"Sigh, malang nya aku... Aku tidak dapat jatah nanti malam... Tunggu, Veranti tadi mengatakan sudah menemukan tuan Gilmer?" Gumam Feliks tak berdaya.


"Lebih baik aku harus ke sana lebih cepat" Gumam Feliks.


"Phoenix Fire Body"


Api yang ada di tubuh Feliks suhunya bertambah, membuat air laut disekitarnya menguap.


Setiap Feliks terbang, air laut yang ada di bawah nya akan menguap, sampai dia sudah di tempat keberadaan Gilmer.


"Huft, akhirnya aku menemukan anda tuan" Ucap Feliks.


"Hmm, turunkan suhu tubuh mu itu, Feliks!" Ucap Gilmer yang sudah ada di depan Pulau Terbang bersama Bryant, Veranti dan Godzilla


"Baik, tuan Gilmer" Ucap Feliks menuruti perkataan Gilmer, lalu tubuh Feliks kembali seperti semula.


Dan di saat itu juga, Feliks mendengar suara yang sangat menjengkelkan bagi indra pendengaran nya, siapa lagi jika bukan Bryant.


"Suhu api mu lumayan untuk bisa membuat kulit ku hangat ya, Feliks" Ucap Bryant mengejek.


"Berisik, Titan tanpa otak" Ucap Feliks mengejek kembali.


Lalu mereka berdua saling mengejek, membuat telinga Gilmer berdengung.


"Tinggalkan mereka berdua, mendengar ocehan mereka sedikit membuat telinga ku berdengung" Ucap Gilmer turun ke permukaan Pulau Terbang dan berjalan.


Diikuti oleh Veranti dan Godzilla, sedangkan Bryant dan Feliks masih saling mengejek, tidak menyadari jika mereka berdua ditinggal.


"Nah Veranti, tunjukkan jalan untuk membawa kami ke tempat ke tiga makhluk mitologi itu!" Ucap Gilmer.


Diikuti oleh anggukan Gagak tersebut, Veranti terbang ke arah tertentu, tentu diikuti juga oleh Gilmer dan Godzilla.


Setelah terbang beberapa menit, mereka sampai di tempat ke tiga makhluk mitologi itu berada.


"Levi, Krak, Serpent. Bangun lah" Ucap Godzilla sedikit menampar pipi mereka berdua kecuali Leviathan.


Mereka bertiga dalam wujud manusia, dan mereka juga dalam keadaan pingsan.


"Ugh... Dimana aku?" Ucap Leviathan linglung.


"Kau berada di dataran Pulau Terbang" Jawab Gilmer sambil berjalan ke arah pohon lalu tiduran di batang nya.


"Pulau Terbang? Tunggu... Kau kan?" Ucap Leviathan menunjuk wajah Gilmer dengan jari telunjuk.


"Humph, tidak sopan menunjuk aku dengan jari mu itu, turunkan! Jika tidak, aku akan memotong jari mungil mu itu" Ucap Gilmer dengan tatapan tajam.


Leviathan merinding melihat tatapan tajam Gilmer, lalu dia menurunkan tangan nya, dan menyembunyikan tubuhnya ke belakang nya Godzilla.

__ADS_1


Godzilla yang melihat Leviathan bersembunyi di belakang punggung nya, berbalik menghadap Leviathan dan berbicara.


"Dia hanya bercanda, jangan takut" Ucap Godzilla tersenyum lembut kepada Leviathan dan mengusap kepalanya dengan tangan kanan.


"Bercanda? Humph" Gilmer mendengus kesal dan mengeluarkan aura sihir intimidasi nya.


Godzilla yang merasakan aura sihir intimidasi Gilmer berbalik dan mengeluarkan juga aura sihir intimidasi nya.


Benturan antara aura sihir intimidasi mereka berdua membuat cuaca di langit kembali berubah menjadi gelap.


Aura sihir intimidasi Gilmer berwarna hitam keunguan dan aura sihir intimidasi nya juga menjulang tinggi ke langit.


Aura sihir intimidasi Godzilla berwarna biru kehitaman, dan aura intimidasi nya juga menjulang ke langit.


Veranti dan ketiga makhluk mitologi yang sudah sadar menjauh dari benturan aura sihir intimidasi mereka berdua.


Lalu indra pendengaran Gilmer dan Godzilla mendengar suara, suara dari kejauhan yang semakin lama semakin mendekat ke area benturan aura sihir intimidasi mereka.


"Dasar burung norak, kau itu hanya mengandalkan keindahan bukan kekuatan"


"Apa kata mu otak otot? Itu lebih baik dari pada dengan mu, hanya kekuatan tidak ada keindahan, itu membuat mata ku perih saat melihat kekuatan mu itu"


"Dasar burung norak, kau tidak mengerti kekuatan ku"


"Otak otot, kau juga tidak akan mengerti arti dari keindahan kekuatan ku"


Lalu suara itu semakin jelas dan Gilmer serta Godzilla bisa melihat asal dari suara tersebut. Suara itu adalah Bryant dan Feliks yang masih saling mengejek dan bertengkar.


"Baiklah, aku lupakan soal masalah ini" Ucap Gilmer sambil menghilangkan aura sihir intimidasi nya diikuti oleh Godzilla.


Cuaca langit menjadi cerah setelah aura sihir intimidasi itu menghilang.


Gilmer kemudian kembali tiduran di batang pohon yang masih belum hancur, akibat dari benturan aura mereka berdua.


Setelah itu, ada bayangan seekor burung di atas langit, burung itu turun ke tanah dan di atasnya ada manusia dengan tinggi nya sampai 20 meter.


Manusia itu memukul tinjunya ke kepalanya sang burung.


"Itu balasan mu" Ucap manusia itu.


Lalu burung itu menggoyangkan-goyangkan kepalanya dan manusia itu terjatuh ke bawah, selanjutnya, burung itu mematuk kepala manusia tersebut.


"Hei, aku hanya sekali" Ucap manusia itu.


"Memang, aku hanya sekali membalas mu" Ucap Feliks menyindir.


"Hentikan kekonyolan kalian berdua, itu membuat telinga ku berdengung" Ucap Gilmer sedikit kesal.


"Baik, Gilmer"


"Baik, tuan Gilmer"


Lalu Feliks melirik ke Bryant dan berucap.


"Kau harus memanggil nya dengan kata tuan! Jangan memanggil nya seolah kau itu sudah mengenal lama" Ucap Feliks.


"Aku memang sudah mengenal dengannya cukup lama" Ucap Bryant.


"Berhentilah kalian beromong kosong, huft" Ucap Gilmer menghela nafas lelah.


Gilmer lalu turun ke bawah dan berjalan ke arah Godzilla berdiri bersama dengan ke-tiga makhluk mitologi itu.


"Baiklah, sesuai kesepakatan kita, kau harus bersumpah setia kepada ku, selamanya" Ucap Gilmer menekan kalimat terakhir.


"Godzilla, kau" Ucap Sea Serpent tidak percaya.


"Diam lah, ini kesepakatan antara kami berdua" Ucap Godzilla.


Lalu di tempat itu juga terjadi ketegangan di antara mereka semua.


"Dan itu sama saja aku akan terikat kontrak budak lagi" Lanjut Godzilla kesal.


"Jangan samakan aku dengan tuan mu sebelumnya, aku akan memperlakukan kalian dengan baik, jadi jangan khawatir" Ucap Gilmer.

__ADS_1


"Kalau begitu aku butuh bukti" Ucap Godzilla.


"Contoh?" Tanya Gilmer menaikkan sebelah alisnya.


"Kau juga harus bersumpah agar tidak menyakiti mereka bertiga" Jawab Gilmer.


"Itu saja? Baiklah. Toh, aku akan memperlakukan kalian dengan baik. Tetapi" Ucap Gilmer.


"Tetapi?" Tanya Godzilla.


"Aku ingin kau duluan yang bersumpah, setelah itu aku, kau bisa memegang ucapan ku" Ucap Gilmer.


"Baiklah. Dengan ini aku Godzilla akan bersumpah setia kepada tuan ku selanjutnya yaitu, Gilmer sang iblis. Aku berjanji tidak akan berkhianat sampai aku mati, jika aku berkhianat. Maka aku akan mendapatkan siksaan yang sangat sakit" Setelah itu langit berubah kembali menjadi gelap.


"Sekarang giliran kau Gilmer" Ucap Godzilla.


"Aku tahu. Aku sebagai tuan dari Godzilla, mulai hari ini, akan memperlakukan ke tiga makhluk mitologi yang mengikuti nya dengan baik, jika aku memperlakukan mereka dengan sangat buruk. Maka, Godzilla akan terbebas dari sumpah setia nya" Setelah itu langit bertambah gelap, dan ada petir yang menyambar mereka berdua.


Disaat itu juga, leher mereka berdua ada seperti sebuah tato.


"Hmm, Gilmer. Kenapa di leher mu ada sebuah tato saat petir menyambar mu?" Tanya Bryant.


Saat mendengar ucapan dari Bryant, Godzilla juga memegang lehernya.


"Kau juga ada tato di leher mu" Ucap Leviathan kepada Godzilla.


"Hmm, entahlah aku tidak tahu, dan aku sedang malas berpikir" Ucap Gilmer.


Saat mendengar jawaban dari Gilmer, Bryant tidak bisa berkata apa-apa.


"Hei Godzilla, kau tahu dimana pintu yang mencurigakan di laut?" Lanjut Gilmer.


"Hmm, seperti nya aku mengetahui itu" Ucap Godzilla.


"Baiklah, tunjukkan jalan nya!" Ucap Gilmer.


"Baik" Jawab Godzilla.


Lalu mereka berdua sudah berada di ujung Pulau Terbang.


"Akan repot jika kalian berdua selalu berwujud burung saat ada di laut, apa kalian bisa berubah menjadi manusia?" Tanya Godzilla kepada Feliks dan Veranti.


"Bisa" Jawab Feliks diikuti anggukan Veranti.


Setelah itu tubuh Feliks dan Veranti bercahaya menjadi merah dan emas.


Setelah cahaya itu meredup, diperlihatkan dua manusia, yaitu laki-laki dan perempuan.


Laki-laki yang tampan dan perempuan yang sangat cantik.


"Kau, apa kau benar Feliks, si burung itu?" Tanya Bryant tak percaya sambil menggosokkan salah satu mata nya dengan tangan.


Bibir Feliks berkedut dan berteriak.


"Jangan memanggil ku dengan sebutan burung, burung dan burung" Ucap Feliks lelah.


"Tapi, memang benar kan, kau itu seekor burung?" Ucap Bryant.


"Huft, memang benar, saat aku berdebat dengan orang bodoh, aku akan kalah dengan orang bodoh itu" Ucap Feliks.


"Apa katamu?" Ucap Bryant kesal


"Hei, kalian berdua, cepatlah atau kalian akan kami tinggal!" Ucap Gilmer yang sudah jauh.


"T- Tunggu tuan Gilmer" Ucap Feliks.


Setelah itu, mereka menyelam ke bawah laut dan setelah mencari selama 30 menit, akhir nya mereka menemukan sebuah pintu besar di dasar laut yang paling dalam.


"Pintu yang merepotkan" Ucap Gilmer.


Lalu Gilmer membuka pintu itu, diikuti oleh semua orang yang ada dibelakang nya, dan mereka menghilang di dalam laut itu bersama dengan pintu itu juga.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2