Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis

Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis
Bab 42-


__ADS_3

"B―Baiklah... baiklah, aku menyerah" Ucap Komentator dengan gemetaran.


"Nah begitu dong, itu akan membuat pekerjaan ku lebih mudah" Gilmer lalu tersenyum puas.


Tak lama kemudian, Godzilla datang bersama Kraken, Leviathan, dan Sea Serpent.


"Gilmer, aku menemukan pintu mencurigakan itu" Ucap Godzilla.


"Hmm, Huh sia-sia dong aku mengorek informasi dari dia, yah. Tak apa lah, itu membuat ku sedikit terhibur dengan nya" Ucap Gilmer.


"Jadi kau mau apakan dia?" Tanya Godzilla.


"Hmm benar juga, mau ku apakan ya?" Ucap Gilmer sambil berpura-pura berpikir.


"Aha, sebaiknya aku lanjutkan saja kegiatan ku tadi" Ucap Gilmer menyeringai kejam.


Komentator yang mendengar pembicaraan mereka berdua, tidak bisa tidak mengumpat di dalam hati nya.


"T―Tuan, bagaimana kalau saya memberitahukan pintu yang asli itu, siapa tahu saja dia menemukan pintu palsu" Ucap Komentator tersebut sambil meneguk ludahnya dengan perasaan takut.


"Hmm, apakah juga ada seperti itu? Pintu palsu dan pintu asli, yah? Cukup menarik" Ucap Gilmer mengelus dagu nya sambil melirik Godzilla.


Godzilla yang merasa dilirik oleh Gilmer, mau tak mau hanya menghela nafas dan berkata.


"Seperti yang dia katakan, aku beberapa kali menemukan pintu palsu dan isi nya itu adalah sebuah tempat yang aneh. Yang bisa berubah macam tempat setiap 2 jam sekali, dan jika memaksa masuk, mungkin orang yang memasuki pintu palsu itu akan bisa keluar sampai 50 tahun atau lebih" Ucap Godzilla menjelaskan pintu palsu tersebut.


Gilmer yang mendengar penjelasan itu bertanya kepada Komentator untuk memastikan penjelasan dari Godzilla.


"Ya, apa yang dikatakan oleh dia hampir sepenuhnya benar, tetapi tentang orang yang memasuki pintu itu salah, sebenarnya orang yang memasuki pintu palsu itu akan bisa keluar 150 atau 200 tahun lebih.


Di saat itu Raja Gilga secara tidak sengaja memasuki pintu palsu itu hingga dia bisa keluar sampai 180 tahun" Ucap Komentator tersebut.


"Heh, ternyata dia sudah kakek tua, ya" Ucap Gilmer mengejek


Komentator yang mendengar itu hanya bisa diam, memendam rasa amarahnya di dalam hati.


"Jadi Godzilla, apakah tadi kau berpikir untuk memasuki pintu itu?" Tanya Gilmer penasaran.

__ADS_1


"Awalnya aku berpikir untuk memasuki pintu palsu itu, tetapi aku langsung merasakan firasat buruk saat hampir memasuki pintu palsu itu, dan di saat bersamaan juga ada aku menemukan seseorang yang sepertinya petinggi dari istana ini.


Dan aku bertanya kepada nya tentang pintu itu, tetapi dia bungkam, membuat aku memaksa nya untuk menjawab pertanyaan ku" Ucap Godzilla mendengus kesal saat mengingat itu dan melempar sebuah tubuh ke arah Komentator.


BUGH*


Tubuh itu jatuh di hadapan Komentator membuat dia merintih kesakitan.


"Aduh, sakit nya" Pria tersebut mengusap bagian tubuhnya yang sakit dan melihat Komentator yang keadaannya sangat mengenaskan.


"Roy, apa yang terjadi pada mu?" Ucap Pria tersebut yang tadi merintih kesakitan.


"Bruz, jangan pikirkan aku lari lah!" Ucap Komentator yang bernama Roy.


"Apa yang kau katakan Roy―" Sebelum Bruz menyelesaikan ucapannya, dia merasa pandangan nya terbalik dan melihat ke arah Gilmer dan yang lainnya.


"Apa yang terjadi?" Itu adalah kata terakhir dari pria yang bernama Bruz, tanpa mengetahui apa alasan dia terbunuh.


"Humph, menganggu saja" Ucap Gilmer mendengus kesal.


"Humph"


"BRUZ, APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA NYA? KU BUNUH KAU" Teriak Roy penuh kebencian terhadap Gilmer.


"Heh, kau tidak segitunya saat kau melihat Raja sombong itu mati" Ucap Gilmer menaikkan salah satu alisnya.


"BERISIK, AKAN KU BUNUH KAU, IBLIS. KAU MAKHLUK HINA, TIDAK AKAN MENGERTI BAGAIMANA RASA NYA KEHILANGAN SEORANG ADIK"


"Hoh, jadi dia adik mu ya? Hahaha, cukup lucu" Ucap Gilmer sambil tertawa kejam.


"Begitukah, aku tidak mengerti perasaan bagaimana kehilangan sosok adik?" Batin Gilmer mengingat tentang kehidupan dulu nya.


"Humph" Setelah itu Gilmer menjauh dari Roy, membuat yang lainnya kebingungan.


"Ayo kita pergi" Ucap Gilmer dingin.


"A―Ah, baiklah" Ucap Bryant yang sudah selesai dengan perkelahian nya dengan Feliks.

__ADS_1


Lalu mereka berjalan menjauh mengikuti Gilmer.


Roy yang melihat itu tidak terima, membuat nya berusaha terlepas dari paku yang menancapkan di kedua telapak tangan nya.


Apakah Roy merasakan kesakitan di kedua telapak tangan nya, tentu saja pasti itu sakit, tapi itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan kehilangan seorang adik yang berharga di hati nya.


Setelah berusaha dengan keras, akhir nya Roy berhasil terlepas dari paku itu, dan melasat ke arah rombongan nya Gilmer.


"Hoh, dia berhasil terlepas ya? Yah, itu tidak ada guna nya?" Gilmer yang merasakan Roy melasat ke arah diri nya hanya tersenyum kejam.


"IBLIS, TIDAK AKAN AKU BIARKAN KAU LARI BEGITU SAJA"


"Huh, nasib nya susah ditentukan" Ucap Bryant menghela nafas kasihan ke arah Roy.


Roy yang saat itu dilanda oleh rasa kebencian, kemarahan, dan balas dendam akhir nya sampai di depan rombongan Gilmer.


"TIDAK AKAN, TIDAK AKAN KUBIARKAN KAU―" Roy yang belum menyelesaikan perkataannya, merasakan organ dalam nya terasa dibakar oleh api yang sangat panas.


"ARGH, APA YANG KAU LAKUKAN IBLIS?" Teriak Roy.


"Huh, bisa tidak kau tidak berteriak, kuping ku panas mendengarkan teriakan mu itu" Ucap Gilmer dengan dingin.


"Selamat tinggal" Ucap Gilmer mengucapkan salam perpisahan, lalu seketika rombongan Gilmer menghilang dihadapan nya Roy.


"ARGH, IBLIS SIALAN, LIHAT SAJA. AKU PASTI AKAN MEMBALASKAN DENDAM KU, KHUAGH" Teriak Roy dan muntah darah, darah itu berwarna hitam.


"ARGHH"


Tubuh Roy muncul api berwarna hitam dari kaki nya, lalu seketika kaki nya berubah tulang. Tak lama kemudian tulang itu berubah menjadi abu dan abu nya itu tidak ada akibat dari panas nya api, sebelum Roy berubah menjadi abu, dia mengumpat dengan keras untuk terakhir kali nya.


"IBLIS SIALAN, KU PASTIKAN KAU AKAN MATI DENGAN SANGAT MENGENASKAN OLEH-NYA"


Lalu suara itu menghilang di lorong istana yang menyisakan tempat yang telah dilelehkan oleh api hitam yang membakar tubuh nya Roy.


Entah apakah yang diucapkan oleh Roy akan benar-benar terjadi atau tidak, itu hanyalah takdir yang akan menentukan nya perjalanan seorang Gilmer.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2