Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis

Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis
Bab 26- Bryant VS Gagak Emas Berkaki Tiga


__ADS_3

Di kawah gunung berapi, tempat Phoenix itu berada.


"Huh, bagaimana bisa para burung itu terbunuh?" Ucap Phoenix dengan nada marah.


"Kwak"


Yang berada didekat dengan Phoenix adalah Gagak Emas Berkaki Tiga.


"Hmm, jadi para burung itu mati karena ada makhluk yang sangat besar" Ucap Phoenix itu.


"Kwak"


"Baiklah, sepertinya aku akan melawan makhluk besar itu" Ucap Phoenix itu.


Tetapi, saat burung Phoenix dan Gagak Emas Berkaki Tiga terbang keluar dari kawah gunung berapi.


Ada sosok tubuh yang besarnya sampai 690 meter lebih, jatuh melasat kearah kedua burung itu yang akan terbang keluar dari tempat kawah gunung berapi.


WUSH*


BOMM*


"Huh, kau meleset Gilmer" Ucap sosok itu yang sudah ada di tanah tempat kawah gunung berapi.


Sosok itu adalah Bryant yang sedang dalam wujud Titan nya, Bryant sedang menengadahkan kepalanya ke atas.


Sedangkan di atas kawah gunung berapi, ada 1 sosok tubuh yang sedang terbang dengan sayap yang besarnya mencapai 5 meter lebih, sosok itu adalah Gilmer yang berada di atas langit kawah gunung berapi.


Gilmer tidak mempedulikan ucapan Bryant, yang seperti mengejek terhadap nya, lalu pandangan Gilmer melihat kearah Phoenix dan Gagak Emas Berkaki Tiga.


"Oii Bryant, kau lawan lah Burung Gagak Emas Berkaki Tiga itu, sedangkan aku akan melawan Phoenix itu" Ucap Gilmer.


Sedangkan kedua burung yang mendengar ucapan dari Gilmer dan Bryant, tidak bisa menahan amarahnya.


"Apakah itu orang yang kau maksud?" Tanya Phoenix itu marah tetapi saat memanggil kalimat 'kau' tiba-tiba nada nya melembut, sambil menunjuk Bryant dengan paruhnya.


"Kwak"


"Jadi begitu, semua burung yang ada di kawah gunung berapi, serang makhluk bertubuh besar itu!" Ucap Phoenix dengan keras.


Lalu tak lama kemudian, banyak burung yang muncul di sekitar tempat mereka, burung burung itu terbang melasat kearah Bryant yang sedang bersiap bertarung dengan ada tombak di kedua tangan nya.


"Oii Gilmer, kenapa semua burung itu menyerang ke arah diriku?" Ucap Bryant yang kesal.


"Ahh, aku baru ingat, tipe burung Phoenix adalah pendendam, jadi saat kau membunuh burung yang merupakan bawahannya, semua burung akan menyerang mu termasuk Phoenix itu" Ucap Gilmer yang melirik kearah Phoenix dan Gagak Emas Berkaki Tiga.


"Ha? Kenapa kau baru bilang? Apakah kau sengaja?" Ucap Bryant kesal.


"Ck, sudah ku bilang aku tadi lupa" Ucap Gilmer yang kesal terhadap pertanyaan Bryant.


"Cepatlah kau bunuh para burung itu, setelah itu kau lawan Gagak Emas Berkaki Tiga itu!" Ucap Gilmer.


"Ck, aku tahu" Gumam Bryant pelan, takut terdengar oleh telinga nya Gilmer.


"Earth Spike" Paku tanah muncul disekitar tubuh Bryant dan mengenai burung yang sedang mengarah ke diri nya.


"Earthquake" Lalu kedua tangan Bryant menancapkan tombak nya ke dalam tanah, saat itu juga terjadi gempa bumi di sekitar tempat mereka bertarung.


Para burung itu kehilangan keseimbangan saat terbang, Bryant yang melihat itu, tidak membuang waktu dan mulai mengeluarkan sihir nya lagi.

__ADS_1


"Earth Meteor" Lalu Bryant membuat sihir meteor tanah sebesar 2 km lebih.


WUSH*


BOMM*


Dalam sekejap, para burung itu tidak ada yang bisa menghindar dari serangan Bryant, yang mengakibatkan kematian para burung itu.


"Berani nya kau" Setelah kematian para burung itu, ada suara yang mengandung kemarahan.


Suara itu adalah Phoenix yang melihat jika para bawahannya mudah terbunuh oleh Bryant.


Lalu kedua burung itu melasat kearah Bryant yang memegang tombak nya yang tertancap di tanah.


Sedangkan Gilmer yang melihat Phoenix itu mengarah ke Bryant, hanya menghela nafas.


Gilmer bertelport kearah depan Phoenix itu, lalu tangan kanan nya memegang leher Phoenix, membawa nya menjauh dari Bryant dan gagak berkaki tiga itu dengan sihir teleport nya.


"Kwak"


Gagak Berkaki Tiga itu mencoba mencari Gilmer yang membawa Phoenix tadi.


"Kau tidak akan pernah bisa lari dari ku" Ucap Bryant yang menghalangi Gagak Berkaki Tiga.


"Kwak"


"Ha? Apa yang kau maksud? Aku tidak mengerti" Ucap Bryant.


"Kwak"


"Huh, percuma saja, aku tidak akan pernah mengerti bahasa burung" Lalu Bryant bersiap bertarung dengan tombak yang dipegang tangan kanannya.


"Huh, kau besar juga ternyata" Ucap Bryant yang baru menyadari besar tubuh Gagak Emas Berkaki Tiga itu.


"Kwak"


Burung Gagak Berkaki Tiga itu memekik marah ke arah Bryant, dan melasat ke tubuh Bryant dengan paruh yang ingin menusuk kulit tubuh Bryant.


Tetapi apa yang dilakukan oleh Gagak Berkaki Tiga itu merupakan kesalahan besar, karena semenjak Bryant menyerap inti core dari patung yang dilawan sebelumnya, kulit Bryant sekarang lebih keras dari Naga Barat Petir yang dilawan oleh Gilmer sebelumnya.


"Percuma saja" Ucap Bryant dingin dengan kedua tangan nya yang menangkap paruh Gagak Emas Berkaki Tiga itu.


Tetapi Bryant juga melakukan kesalahan, burung Gagak Emas Berkaki Tiga itu tidak ingin paruh nya ditahan oleh Bryant lebih lama.


Gagak Emas Berkaki Tiga memaksa Bryant untuk melonggarkan kedua tangannya yang sedang menahan paruhnya dengan ke-tiga kaki nya.


Ketiga kaki itu dilapisi oleh api yang sangat panas, sekitar 65.000° celcius lebih.


BOMM*


Tubuh Bryant terlempar karena ditendang oleh ketiga kaki Gagak itu, setelah itu Gagak itu membuka paruh nya dan mengeluarkan bola api yang mengarah ke tubuh Bryant yang terlempar.


WUSH*


BOMM*


Api burung Gagak Berkaki Tiga itu mengenai tubuh Bryant, tetapi sebelum api itu mengenai nya, Bryant melapisi tubuhnya dengan elemen logam.


"Ugh, api yang lumayan panas, tetapi hanya dengan api itu, kau tidak bisa mengalahkan aku" Ucap Bryant menyeringai ganas.

__ADS_1


"Kwak"


Bryant mengangkat tombaknya dan mengarahkan nya kearah tubuh Gagak Berkaki Tiga itu.


Tiba-tiba tombak itu memanjang dengan cepat yang mengarah ke Gagak Berkaki Tiga itu, sedangkan Gagak Berkaki Tiga terkejut, karena tombak itu memanjang dan sudah dekat dengan dirinya.


Gagak itu mencoba menghindar dengan terbang.


"Tidak akan aku biarkan" Lalu Bryant melompat ke arah Gagak itu terbang.


"Magma Punch" Lalu di kedua tangan Bryant ada magma yang dilapisi di kedua tangannya.


Bryant menyatukan kedua telapak tangan nya dan memukul ke kepala Gagak itu.


WUSH*


BOMM*


Tubuh Gagak itu terjatuh ke tanah dan tombak Bryant yang sengaja Bryant panjangkan mengenai salah satu sayap dari Gagak Emas Berkaki Tiga.


"Kwak"


Gagak itu memekik kesakitan dan menatap marah Bryant.


Sedangkan Bryant yang ditatap merasa masa bodo dengan tatapan Gagak yang mengarah ke dirinya.


Gagak Emas Berkaki Tiga terbang walaupun salah satu dari sayap nya terluka, tetapi itu bukanlah masalah.


Gagak itu membuka paruhnya dan ada bola api yang semakin lama semakin bertambah besar.


Mata Bryant terbuka lebar, dan bergumam.


"Tidak akan aku biarkan" Ucap Bryant yang mengambil tombak nya dan mengejar kearah Gagak Berkaki Tiga.


Bryant memanjangkan tombaknya dengan kedua tangannya yang besar itu.


Sedangkan Gagak yang membuat bola api sedang berada di atas langit dengan ketinggian yang mencapai 10 km lebih menghindar.


Saat Bryant merasa tidak sempat, dia mengecilkan tombaknya dan melindungi diri sendiri dengan sihir elemen nya.


"Gawat aku tidak sempat, Metal Shield, Earth Wall" Lalu tubuh Bryant berubah warna menjadi silver dan disekitar Bryant ada tanah yang melindungi seluruh tubuh Bryant dengan bentuk seperti bola.


Gagak Emas Berkaki Tiga itu melepaskan bola api yang mencapai diameter 3 km lebih.


WUSHH*


Saat bola api nya melewati sesuatu, apa yang dilewatinya akan meleleh dan menguap.


Bola api Gagak Berkaki Tiga mengenai pelindung yang dibuat oleh Bryant.


BOMM*


....


Sedangkan di sisi Gilmer, Gilmer yang mendengar suara yang sangat keras di tempat bertarung Bryant.


"Kau jangan sampai mati Bryant" Gumam Gilmer sambil melihat kearah Phoenix yang sedang menatap tajam Gilmer.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2