Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis

Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis
Bab 44-


__ADS_3

Gilmer yang sedang berlari untuk melihat cahaya itu dengan diikuti oleh yang lainnya, akhir nya sampai di suatu ruangan.


"Heh, lagi-lagi ruangan. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya" Gumam Gilmer bosan sambil melihat ruangan sekitar.


"Hmm? Gilmer, seperti nya aku melihat sebuah bola melayang di tengah-tengah ruangan" Ucap Bryant.


"Ohh" Lalu Gilmer berjalan ke arah bola tersebut.


"Selamat datang di tempat kuis, wahai pendatang" Tiba-tiba suara terdengar dari bola melayang tersebut.


Nada suara itu sangat monoton, tidak diketahui. Apakah itu suara seorang pria atau wanita.


"Tempat kuis? Ku kira, aku akan melawan sesuatu. Yah, itu tidak masalah. Bermain dengan otak seperti nya cukup menyenangkan" Ucap Gilmer tertarik.


"Heh, kalau begitu. Aku akan menunjukkan kepintaran ku dan membungkam orang-orang yang telah memanggilku dengan sebutan bodoh" Ucap Bryant percaya diri.


"Bodoh tetaplah bodoh" Ucap Feliks menimpali ucapan Bryant.


Kali ini Bryant tidak merespon ejekan Feliks, dia benar-benar mengabaikan ejekan Feliks.


Feliks cukup terkejut dan berucap.


"Oi, apakah kau masih Bryant? Tidak mungkin, kau tidak merespon ejekan ku" Ucap Feliks.


"Berisik burung norak, aku tetap lah Bryant" Ucap Bryant ketus.


『Note: Norak itu dalam bahasa gaul itu artinya sesuatu yang berlebihan terhadap sesuatu atau benda』


"Humph"


Feliks hanya mendengus mendengar ucapan Bryant.

__ADS_1


"Baiklah, bagaimana kalau kita mulai saja? Apa peraturan nya?" Tanya Gilmer kepada bola tersebut.


"Permainan kuis akan dimulai sekarang juga, tetapi sebelum itu aku akan menjelaskan peraturan nya terlebih dahulu.




Kalian harus menjawab pertanyaan dalam waktu 10 detik.




Pertanyaan bebas, baik itu pertanyaan umum maupun pertanyaan yang cukup mustahil untuk di jawab.






Setiap pertanyaan akan di jawab oleh salah satu dari kalian atau dengan kata lain setiap dari kalian akan mendapatkan pertanyaan, misal aku akan mempertanyakan ke dia (Bryant) dan jika tidak dia (Bryant) tidak bisa menjawab kalian akan mendapatkan hukuman. Hukuman kalian akan berbeda-beda.




Jika kalian sudah menyelesaikan kuis ini sampai selesai, kalian bisa maju ke pintu berikut nya.

__ADS_1




Ohh ya, satu lagi. Jika salah satu dari kalian tidak bisa bertahan sampai kuis ini berakhir, maka yang lainnya juga tidak bisa bertahan. Sekian dari peraturan nya, semoga kuis ini bisa dinikmati oleh kalian" Jelas bola tersebut panjang lebar.


Saat yang lainnya mendengar penjelasan dari bola tersebut, seketika ruangan tersebut berisik.


"Bagiamana ini? Aku khawatir salah satu dari kita tidak bisa menjawab pertanyaan dari bola tersebut" Ucap Krak.


"Itu belum lagi dengan yang tidak bisa bertahan maka kita juga tidak bisa bertahan. Atau dengan kata lain, kita bisa mati di sini" Ucap Serpent menimpali.


"Diamlah! Aku menyadari kuis ini adalah sebuah taruhan kepercayaan. Jika salah satu dari kita tidak percaya dengan yang lainnya, maka mungkin kita tidak bisa bertahan" Ucap Godzilla.


"Yang dikatakan oleh Godzilla itu benar, ini adalah taruhan kepercayaan. Kita tidak bisa memasuki pintu berikutnya, jika kita tidak saling mempercayai" Ucap Gilmer membenarkan.


"Gilmer kenapa kau tahu, jika kita tidak bisa memasuki pintu berikutnya? Mungkin saja kita bisa memaksa nya untuk membuka pintu" Ucap Bryant bingung.


"Pertanyaan bagus Bryant, hmm. Mungkin ini hanya firasat ku saja, kalau kita memang tidak bisa memasuki pintu berikutnya, jika kita tidak melewati permainan kuis ini" Ucap Gilmer memegang dagunya.


"Firasat kah?" Gumam Bryant bingung dengan jalan pikiran Gilmer.


Gilmer kemudian berjalan ke arah bola melayang tersebut dan berbicara.


"Baiklah, kami akan mengikuti permainan kuis ini" Ucap Gilmer tegas.


"Baiklah, pertanyaan sedang memproses" Ucap bola tersebut.


Saat yang lainnya mendengar itu, mereka hanya menelan ludah untuk bisa menenangkan kegelisahan di dalam hati mereka.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2