
"Akhirnya selesai juga" Lalu Bryant melihat ke arah Gilmer yang sudah selesai juga dengan pertarungan nya itu.
Beberapa saat sebelumnya, Gilmer yang bertarung dengan patung yang memakai senjata tombak dan perisai di kedua tangannya.
"Jadi bagaimana aku akan bertarung dengan mu?" Ucap Gilmer bertanya sendiri.
"Patung itu cepat dan kuat, hmm, sebaiknya aku memakai sihir petir atau yang lain" Ucap Gilmer lalu mengubah senjatanya menjadi sebuah tombak.
"Chaos Lightning Strike"
Lalu Gilmer melapisi nya dengan senjata tombaknya sehingga menghasilkan petir disekitar tombak nya itu.
"Hmm, boleh juga ini" Ucap Gilmer, lalu bersiap ke arah patung itu yang masih diam melihat ke arah Gilmer.
Keheningan pun terjadi seolah-olah keheningan itu menandakan akan terjadinya pertarungan yang hebat.
Saat itu juga, kedua tubuh mereka menghilang, dan ada bayangan yang saling menyerang.
Bayangan itu adalah Gilmer dan patung yang dilawan nya itu.
Ada perbedaan dari kedua bayangan itu, pertama bayangan berwarna putih keperakan yang menandakan itu adalah patung yang dilawan oleh Gilmer.
Berbanding terbalik dengan bayangan patung itu, Bayangan dari Gilmer berwarna hitam keunguan, mungkin itu faktor dari ras nya Gilmer.
Kedua bayangan itu menyerang dengan sengit, sampai disekitar tempat bertarung mereka kacau, untung pertarungan mereka sangat jauh dari Bryant, jika dekat dengan pertarungan Bryant, tidak diragukan lagi, Bryant akan langsung tersingkir dari pertarungan itu.
"Water Waves" Gilmer mengeluarkan sihir air nya, sihir air itu mengeluarkan gelombang air setinggi 500 meter lebih yang menerjang ke patung itu.
"TANG"
Patung itu hanya menancapkan tombak nya ke tanah.
BUSH*
Gelombang air itu mengenai tubuh logam patung itu, tetapi patung itu tidak terbawa arus gelombang air yang Gilmer buat, apa yang dilakukan oleh Gilmer seperti membuang-buang mana nya saja, tetapi Gilmer membuat serangan lain lagi.
"Ice Area" di sekitar pertarungan Gilmer dan patung itu, muncul es di sekitar pertarungan mereka berdua sehingga pergerakan dari patung itu melambat.
"Earth Meteor" Ada satu meteor tanah di atas kepala Gilmer, diameter meteor itu mencapai 10 KM, dua kali lebih besar dari meteor yang dihasilkan oleh Bryant, dan atap yang menutupi ruangan itu bergetar dengan ada lubang di atas atap itu yang membuat sinar matahari memasuki ruangan ini.
Patung itu yang mencoba menghindar, tidak dibiarkan oleh Gilmer untuk pergi.
"Tidak akan ku biarkan kau menghindar dari serangan ku, Chain Of Darkness" Ucap Gilmer.
Lalu ada rantai hitam yang mengikat patung itu, sehingga membuat patung itu sulit untuk menghindar dari meteor Gilmer.
BOMM*
Meteor itu mengenai tubuh logam patung yang dilawan oleh Gilmer.
Saat Gilmer melihat, ada puing puing tanah dari meteor yang dibuat oleh Gilmer dan ada tubuh logam patung itu yang masih berdiri dengan perisai nya yang sudah hancur oleh meteor yang Gilmer ciptakan saat menahan meteor itu, dan perisai itu kembali terbentuk dari pecahan logam yang ada dibawah patung patung itu.
Dan terjadi keanehan pada tubuh logam patung yang Gilmer lawan, aura putih keperakan yang dipancarkan oleh patung itu lebih terang dari sebelumnya, dan disekitar tubuh logam patung itu, mengeluarkan banyak macam senjata sihir elemen logam yang mengelilingi tubuhnya.
Lalu terjadi keheningan lagi diantara mereka berdua.
"Ronde ke dua kah?" Ucap Gilmer, lalu terbang ke arah patung itu, dan patung itu juga berlari ke arah Gilmer.
Mereka berdua kali ini mengadukan senjata sihir mereka masing-masing.
"Ice Weapons" Lalu Gilmer menciptakan sihir es, banyak macam senjata yang terbuat dari es sekitar 5000 yang ada dikeliling Gilmer, sihir yang terbuat dari es itu berwarna biru muda.
Lalu senjata sihir mereka berdua beradu, yang menghasilkan debu membuat pandangan mereka terhalang.
Saat senjata mereka sudah selesai dan debu juga menghilang, mereka berdua saling menyerang dengan senjata mereka masing masing
SLASH*
Ada sebuah sayatan angin yang dihasilkan oleh ayunan tombak patung itu yang mengenai pipi dari Gilmer.
"Sialan, kau melukai wajah ku" Ucap Gilmer menambahkan kecepatan nya dengan elemen kegelapan nya, sehingga bayangan Gilmer bertambah hitam pekat dengan ada warna ungu disekitar bayangan nya itu.
__ADS_1
Kecepatan dari Gilmer membuat patung itu kewalahan.
"Teleport"
Lalu Gilmer berpindah ke punggung patung itu, dan menapakkan kedua kaki nya di punggung patung itu.
"Tusukan Tombak Ruang"
Gilmer menusuk tombaknya di udara dan tiba-tiba ada ruang yang tersobek saat Gilmer menusukkan tombaknya itu di udara.
Lalu ujung dari tombak itu mengenai suatu bola yang sebesar jari jempol Bryant, lalu Gilmer membesarkan tombak itu dan menusuk nya lebih dalam lagi dengan tangan nya.
Saat Gilmer merasa sudah cukup, Gilmer menarik tombak nya, dan saat tombak itu ditarik ada sebuah benda yang berbentuk bola yang sepertinya itu adalah inti core dari patung yang dilawan nya itu, lalu Gilmer menyimpan inti core itu dengan sihir ruang nya.
Mata dari patung itu meredup, tetapi patung itu masih berdiri, berbeda dengan patung yang dilawan oleh Bryant.
"Humph" Gilmer hanya mendengus kesal ke arah patung yang dilawan nya, walaupun Gilmer bisa beregenerasi tetapi dia masih kesal, karena serangan itu mengenai wajah nya, lalu Gilmer menyimpan tubuh logam patung itu dan senjatanya dengan sihir ruang nya.
Saat pandangan Gilmer melihat ke arah Bryant yang ternyata sudah menyelesaikan pertarungan nya juga.
Gilmer bertelport ke arah Bryant, saat sudah sampai, Gilmer mengangkat salah satu alis nya, dan bertanya.
"Kau hanya melawan patung itu tetapi sudah terluka" Ucap Gilmer.
"Setidaknya bertanya lah tentang keadaan ku, Gilmer" Ucap Bryant dengan bibir yang berkedut.
"Huh, kau payah sekali" Ucap Gilmer meledek.
"Kau itu seorang iblis dan mempunyai kemampuan regenerasi dari ras iblis itu sendiri" Ucap Bryant kesal.
"Ya ya ya, aku menerima fakta itu" Ucap Gilmer.
"Huh, bisa kah kau sembuhkan aku dulu?" Ucap Bryant mengeluh ke Gilmer.
"Ya ya ya, aku akan menyembuhkan mu, juga aku tidak ada ruginya" Ucap Gilmer lalu tangan kanan nya terulur ke depan.
"Glutonny"
Lalu ada pusaran di tangan kanan Gilmer yang mengarah ke tubuh Bryant yang terluka.
"Ahh, aku merasa mempunyai sihir racun, dan sihir elemen logam ku bertambah kuat, walau aku harus cari referensi untuk membuat sihir dari logam" Ucap Gilmer.
Skill Glutonny nya Gilmer tidak hanya menyerap tubuh seseorang yang ingin diserapnya, tetapi Gilmer bisa menyerap bekas serangan dari penyerang itu, seperti racun tadi, dan Gilmer sekarang memiliki sihir racun.
"Apa yang kau lakukan pada ku Gilmer?" Tanya Bryant yang penasaran, racun dan logam yang ada ditubuh nya menghilang, tetapi tidak dengan luka nya yang ada ditubuh nya itu.
"Bukan apa-apa" Jawab Gilmer yang tidak peduli.
"Hei, setidaknya sembuhkan juga luka yang ada ditubuh ku" Ucap Bryant.
"Heh, kau itu banyak protes nya, aku sudah menghilangkan racun dan logam yang ada ditubuh mu itu" Ucap Gilmer kesal.
Bryant yang mendapatkan jawaban itu terdiam.
"Huh, baiklah" Bryant menghela nafas lelah, dan tertidur dengan terlentang.
"Hei, kecilkan tubuh mu" Ucap Gilmer di samping kepala nya Bryant yang besar.
"Baiklah" Ucap Bryant, lalu mengecilkan tubuhnya setinggi 2 meter, Bryant masih menidurkan tubuhnya di lantai ruangan itu yang sangat besar.
Tangan kanan Gilmer menyobek udara disekitar nya.
"Apa yang kau lakukan" Tanya Bryant yang melihat tangan Gilmer terayun dari atas ke bawah.
"Aku mau mengambil sesuatu" Jawab Gilmer, lalu ada sobekan ruang yang dihasilkan oleh tangan kanan Gilmer.
Lalu Gilmer menarik tangan kanan nya dari ruang sobek itu.
Saat tangan kanan Gilmer keluar, Gilmer menggenggam daging sebesar 6 bus sekolah, dan ada sebuah botol berwarna hijau cerah.
"Tangkap ini" Ucap Gilmer melemparkan botol berwarna hijau cerah itu kepada Bryant.
__ADS_1
"Apa ini?" Tanya Bryant.
"Itu potion penyembuhan, itu bisa menyembuhkan luka mu" Ucap Gilmer berjalan menjauh dari Bryant.
"Ohh, Gilmer ternyata aku salah terhadap mu, kau sangat baik sekali" Ucap Bryant dengan nada dan kalimat terakhir Bryant yang membuat Gilmer jijik.
"Berhentilah berbicara omong kosong itu, setelah luka mu sudah sembuh, kau buatlah makanan daging ini untuk kita berdua" Ucap Gilmer dengan kalimat nya yang kejam dan terus berjalan sampai di tempat patung yang telah Bryant kalahkan, lalu Gilmer menyimpan tubuh logam patung itu dengan sihir elemen ruang nya.
"Oke, aku salah" Batin Bryant yang meratapi nasibnya.
Lalu Bryant meminum potion penyembuhan itu sampai habis.
Luka yang ada ditubuh Bryant sembuh secara total dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata nya Bryant, tidak ada lagi luka ditubuh Bryant.
"Buatlah makanan dari daging itu!" Ucap Gilmer yang mengeluarkan kursi pantai yang terbuat dari sutra, lalu Gilmer duduk di kursi pantai.
"Setidaknya bantu aku" Batin Bryant yang kesal dengan Gilmer.
"Hei Gilmer, pisau nya" Ucap Bryant, lalu ada pisau yang mengarah ke Bryant.
Bryant menangkap pisau itu dan mulai memotong daging itu menjadi kecil agar mudah untuk dibakar.
Setelah sudah selesai dengan memotong daging itu, Bryant mulai membakar daging itu dengan sihir api nya.
Saat Bryant merasa jika daging yang dibakar olehnya sudah matang semuanya, Bryant berbicara ke arah Gilmer.
"Makanan sudah siap Gilmer" Ucap Bryant kepada Gilmer yang tertidur malas di kursi pantai itu.
Tanpa menjawab ucapan Bryant, Gilmer berjalan ke arah Bryant dan mulai memakan daging itu dengan lahap.
"Hei, setidaknya pelan pelan makan nya, nanti aku tidak kebagian" Ucap Bryant kesal.
"Aku sudah mentransfer mana ku kepada mu, jadi ini masihlah kecil" Ucap Gilmer menyantap daging itu dengan sangat lahap.
Bryant terdiam dengan ucapan dari Gilmer.
"Yah, kau benar juga" Ucap Bryant lalu makan daging itu dengan lahap, tidak kalah dengan Gilmer.
Saat mereka sudah selesai, mereka berdua berjalan ke arah pintu yang dijaga oleh patung yang ada di ruangan ini.
Lalu Gilmer dan Bryant memasuki pintu itu sampai tubuh keduanya menghilang di pintu yang ada di ruangan ini, dengan ada bukti pertarungan mereka berdua yang sengit.
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nama: Walmer
Gelar: Raja Titan
Mempunyai 2 seorang anak, yaitu Quatro dan Bryant.
Nama: Quatro
Gelar: Putra Raja Titan
Saudara kandung Bryant.
Nama: Bryant
Gelar: Putra Raja Titan
Saudara kandung Quatro
《Entah kenapa Author sedikit kesal, karena ga ketemu ilustrasi Bryant yang cocok, kalau Abah Zhongli, Author merasa terlalu berlebihan buat ilustrasi dari Bryant yang sifatnya itu melawak (mungkin) wkwkwk 🙃》
__ADS_1
Oke, hari ini author up 2 chapter, kemungkinan besar sepertinya besok author tidak up, karena otak author capek dikuras mulu buat novel, jadi sampai jumpa di lusa kemudian.
Author Yan.