
"Orang ini" Gumam Gilmer menanggapi ucapannya Gilga.
"Kenapa? Apakah kau sekarang takut iblis hina?" Ucap Gilga yang mendengar gumaman Gilmer.
"Hmph, kau selalu menyebutku sebagai iblis hina, aku mempunyai nama dan aku tidak akan takut kepada manusia yang sangat sombong" Ucap Gilmer mendengus dingin.
"begitukah? Aku tidak perlu untuk mengetahui nama dari seorang iblis hina, karena kau akan segara mati di bawah pedang ku" Ucap Gilga lalu di belakang nya muncul sebuah pusaran berwarna emas dan ada banyak senjata yang keluar dari pusaran emas tersebut.
"Kalau begitu, tunjukkan kepada ku!" Ucap Gilmer sambil menyeringai lebar dan mengeluarkan ke dua senjata nya.
Gilga yang melihat senjata yang tiba-tiba muncul di tangan Gilmer dari udara kosong merasa terkejut, dan ada jejak kemarahan dari ekspresi wajah nya.
"Kau mempunyai elemen ruang?" Ucap Gilga dengan tubuh gemetar.
"Hmm? Maksud mu ini?" Lalu Gilmer merobek udara kosong dengan senjata katana nya, setelah itu udara kosong tersebut terbelah yang memperlihatkan celah kekosongan.
Gilga yang melihat itu kembali terkejut lagi dan menghindar dengan sangat cepat dari tempat dia berdiri sebelum nya.
SLASH*
Tempat berdirinya Gilga sebelumnya berubah menjadi ngarai yang sangat dalam akibat dari ayunan katana nya Gilmer dengan tambahan elemen ruang.
"Kau, berani nya kau menggunakan elemen ruang di hadapan ku, akan ku tunjukkan kepada mu apa itu yang di sebut kematian dengan rasa sakit" Teriak Gilga lalu pusaran emas yang ada di belakang punggung nya bersinar dan senjata nya melasat ke arah tempat Gilmer.
Senjata senjata yang hanya terlihat setengahnya dari pusaran emas itu kemudian dengan cepat bergerak dan melasat ke arah Gilmer.
"Percuma, serangan mu sangat percuma" Gumam Gilmer sambil menyeringai kejam.
"Pusaran Ruang"
Lalu ada pusaran berwarna ungu, dan pusaran itu juga ada jejak dari petir berwarna ungu.
Dan secara perlahan, pusaran itu mulai membesar sampai menutupi semua serangan dari Gilga.
Setelah berselang beberapa detik, pusaran ungu itu mengecil sampai seukuran kepala orang dewasa dan secara perlahan menutup.
"Senjata ku terhisap?" Gumam Gilga dengan suara gemetar.
"Hahaha hahahaha, dasar iblis keparat. Kau membuatku merasa sangat marah" Ucap Gilga menutupi wajah nya dengan tangan kanan sambil mengeluarkan aura yang mengerikan.
"Harusnya begitu, jika kau tidak serius maka, kau akan mati" Ucap Gilmer menyeringai kejam.
Di sisi lain, tempat kursi penonton.
"Huh, orang itu benar-benar maniak bertarung, dia bahkan lebih gila bertarung dibandingkan oleh orang itu" Ucap Leviathan sambil mendengus dingin dan menunjuk ke arah Bryant.
"Aku? Huh. Asal kalian tahu ya, sejak aku pertama kali bertemu dengan dia, aku tidak mengetahui sesuatu tentang dia. Yang ku tahu hanyalah, dia ingin segara keluar dari tempat ini atau semacam apalah itu" Jelas Bryant dengan ekspresi serius.
"Phew, ternyata kau juga bisa serius ya otak otot" Ucap Feliks sambil bersiul.
"Hmph, jangan remehkan aku!" Ucap Bryant mendengus bangga.
"Entah kenapa orang ini sangat membuat ku kesal" Batin semua orang yang ada di sekitar Bryant.
Di sisi lain, pertarungan Gilmer dan Gilga.
Mereka berdua sudah beradu sihir, maupun senjata mereka masing-masing.
"Bilah Ruang" Gumam Gilmer sambil mengayunkan ke-dua katana nya.
__ADS_1
SLASH*
SLASH*
Bilah itu kemudian menghilang di udara kosong, seolah bilah itu tidak pernah terjadi.
"Perisai Ruang" Gumam Gilga sambil mengulurkan tangannya ke depan yang mengarah jalur dari tebasan katana Gilmer.
Gilga bisa tahu kemana arah jalur dari tebasan Gilmer, karena pada dasarnya. Gilga adalah seorang ahli elemen ruang dan dia merasakan aura yang tertinggal dari bilah tebasan katana nya Gilmer.
"Tidak akan ku biarkan" Gumam Gilmer sambil menyeringai yang sudah ada di belakang punggung nya Gilga.
"Sialan" Umpat Gilga menjauh dari Gilmer.
"Kau sudah terlambat loh, Raja Sombong. Dual Chaos Attack" Ejek Gilmer, kemudian ke-dua katana nya memancarkan sinar misterius dan mengayunkan ke-dua katana nya.
SLASH*
SLASH*
"Tidak sempat" Batin Gilga yang masih melompat mundur.
"Rantai!" Gilga kemudian mengulurkan tangan nya ke depan, lalu ada banyak pusaran emas di sekitar tempat Gilmer.
Lalu ada rantai emas yang keluar dari semua pusaran emas. Rantai itu sangat kokoh dan panjang. Lalu rantai itu juga mulai melasat ke arah Gilmer dan mulai mengunci Gilmer, baik itu katana nya maupun pergerakannya.
"Percuma saja, Raja Sombong" Ucap Gilmer dan membekukan rantai itu dengan elemen es nya.
Rantai itu dengan cepat terbeku dan menjadi serpihan berwarna biru muda oleh aura sihir nya.
Di sisi lain, Gilga yang sudah selesai dengan persiapannya dalam menghadapi serangan Gilmer berkata.
"Itu sudah cukup untuk membuat mu lengah, iblis hina" Lalu Gilga mengangkat senjata nya yang berupa senjata seperti pedang, dan Gilga mengangkat senjata nya ke atas yang mengarah kepada matahari, seolah matahari akan memberikan kekuatan nya kepada Gilga.
"Terimalah kematian mu, iblis hina" Teriak Gilga penuh kebencian.
Lalu Gilga mengayunkan pedang nya dan ada cahaya emas cerah yang mengarah kepada Gilmer.
Gilmer yang melihat itu dengan serius mulai mengayunkan ke-dua katana nya dan ada cahaya berwarna hitam ke-unguan.
Cahaya ungu dan hitam itu mulai beradu. Tetapi, cahaya ungu itu sedikit ditekan oleh cahaya emas nya Gilga.
Tetapi tak lama kemudian, cahaya ungu itu juga mulai melahap cahaya emas Gilga. Membuat sebuah ngarai yang dalam dan sangat besar.
"Tidak mungkin, aku harus melakukan sesuatu" Ucap Gilga dan mulai menghindar dari arah jalur serangan nya Gilmer.
Gilga tahu, serangannya kalah oleh serangannya Gilmer dan Gilga mencoba menghindar dari arah jalur tebasan katana Gilmer.
"Kau mau kemana Raja Sombong?" Ucap Gilmer yang sudah ada di belakang nya.
Gilga membalikkan badannya dan menebas Gilmer dengan pedang nya.
TANG*
"Percuma saja loh, Raja Sombong. Hahaha" Ejek Gilmer dan tertawa.
Gilmer lalu mengubah senjatanya menjadi tombak dan menusuk ujung tombaknya yang lancip di perut Gilga.
"Apa?!" Ucap Gilga tak percaya.
__ADS_1
"Memanjang lah!" Ucap Gilmer, lalu tombak yang menusuk perut Gilga memanjang.
Gilga yang sudah kembali di jalur serangan benturan tebasan mereka oleh serangan tombak Gilmer yang memanjang, hanya tersenyum.
"Kau lengah, iblis hina. Ingatlah, hari ini aku kalah dari mu iblis hina. Tetapi ingat lah, jika kau sudah keluar dari tempat ini, aku akan membunuh mu" Ucap Gilga menyeringai lebar.
Gilmer yang mendengar itu terkejut dan mulai waspada dengan serangan dadakan Gilga.
Saat Gilmer merasakan serangan Gilga, dia tidak menahan serangan nya, tetapi Gilmer menghindar dari serangan Gilga.
Gilmer tidak mungkin membuat kesalahan yang sama, jadi dia hanya menghindar.
"Percuma saja loh, iblis hina. Hahaha" Teriak Gilga membalikkan kata-kata Gilmer lalu tertawa menakutkan.
Lalu cahaya ungu yang suram mengenai tubuh Gilga, dan membuat tubuh Gilga berubah menjadi abu oleh sinar cahaya ungu itu.
Di sisi lain, di tempat kursi penonton.
"Raja Sombong itu sudah gila, dia tertawa di saat dia sudah mati" Ucap Leviathan dengan ekspresi rumit di wajahnya.
"Huh, Raja Sombong itu memang pantas mati, aku bahkan tidak tahan dengan kesombongan nya yang melebihi akal pikiran ku" Ucap Kraken.
"Apakah kau mendengar ucapan dari orang itu?" Tanya Godzilla bertanya kepada Feliks.
"Aku tidak terlalu mendengar dengan jelas, tetapi aku bisa mengetahui dari gerakan bibir orang tersebut" Ucap Feliks.
"Hmm, tidak salah lagi, orang itu-" Sebelum Godzilla menyelesaikan ucapannya, dia melihat jika Gilmer terjatuh dari langit.
"Kenapa dengan Tuan Gilmer?" Tanya Feliks khawatir.
"Gilmer, dia terluka" Ucap Bryant serius dan mulai berlari ke arena pertarungan.
"Terluka? Apakah orang itu tidak bisa menghindari serangan orang itu?" Ucap Godzilla lalu mengikuti Bryant.
Feliks dan yang lainnya saling memandang dan kemudian mengikuti.
"Hei Gilmer, kenapa kau?" Tanya Bryant membangunkan Gilmer.
"Khuagh, Raja Sombong itu cukup licik" Ucap Gilmer memuntahkan seteguk darah.
Gilmer lalu melepaskan senjata yang menusuk perutnya dan membuang nya, lalu perut nya Gilmer secara perlahan pulih.
"Huh, regenerasi sangat lambat untuk memulihkan luka ku, dan aku merasa salah satu kekuatan ku tersegel" Batin Gilmer geram.
"Huh, sebaiknya kita harus cepat" Ucap Gilmer berdiri.
"Kemana?" Tanya Bryant bingung.
Mendengar pertanyaan yang sangat konyol dari Bryant membuat suasana hati Gilmer bertambah buruk.
Gilmer lalu berjalan ke arah Bryant dan berdiri di depan nya.
"Hei Gilmer, ada apa dengan mu" Ucap Bryant merasakan firasat buruk dan berjalan mundur.
Feliks dan Godzilla mengalihkan pandangan dari mereka berdua, dan berpura-pura tidak tahu.
"Hei Bryant, sepertinya kau lupa dengan tujuan kita ya. Kalau begitu, aku akan membantu mu untuk mengingat mu tujuan dari kita" Ucap Gilmer lalu meninju wajah Bryant dengan tangan nya dan membuat Bryant terpental sampai ke dinding arena, membuat dinding itu tercetak bentuk tubuh.
"Oi, Feliks bawa Bryant ke sini, kita akan mencari orang yang menjadi komentator sebelumnya" Ucap Gilmer berbalik pergi.
__ADS_1
"Baik tuan Gilmer" Ucap Feliks dan membawa Bryant yang sedang pingsan ke Tempat Gilmer.
Bersambung...