
Lalu Gilmer dan Bryant memasuki pintu itu sampai tubuh keduanya menghilang di pintu yang ada di ruangan ini, dengan ada bukti pertarungan mereka berdua yang sengit.
......................
Saat sudah keluar, Gilmer dan Bryant melihat, jika di depan mereka adalah hamparan rumput yang sangat luas tanpa ada pepohonan.
"Sebenarnya, pintu yang kita lewati itu apa Gilmer?" Tanya Bryant yang melihat tempat sekitarnya.
"Baiklah, aku akan memberi tahu mu, Sebenarnya ini adalah dimensi dungeon yang dibuat oleh seseorang, aku tidak tahu siapa orang itu, tetapi aku hanya pernah mendengar suara nya di suatu tempat" Kelas Gilmer.
"Lalu, setelah kau berhasil keluar dari dimensi dungeon ini, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Bryant.
"Hmm, benar juga" Ucap Gilmer yang berpikir dan tangan kanannya memegang dagunya.
"Aku akan membuat kekacauan di dunia ini, dan menjadi Raja Iblis, tidak sepertinya gelar Raja Iblis itu terlalu rendah untukku, aku akan menjadi seorang Dewa" Ucap Gilmer sambil menyeringai kejam.
"Hooh, benar juga, setelah kita keluar dari dungeon ini, kita pasti akan mati karena kebosanan" Balas Bryant sama jahatnya dengan Gilmer.
"Hahaha" Tawa jahat dari Gilmer dan Bryant menggema di hamparan rumput yang sangat luas, sampai burung yang hinggap di pohon terbang menjauh mereka berdua.
"Baiklah, kita akan memulai perjalan di dimensi dungeon ini" Ucap Gilmer yang mengeluarkan sayap iblis nya dan terbang menjauh Bryant.
"Hei, tunggu aku Gilmer" Ucap Bryant sambil membesarkan tubuhnya sampai 650 meter lebih.
Mempertahankan Tubuh Titan Bryant tidaklah memakai mana, tetapi jika Bryant ingin menambahkan tinggi tubuhnya, dia harus memakai mana nya. Sebagai contoh nya saat Bryant melawan patung penjaga dimensi sebelumnya, dia yang dari tinggi nya hanya 300 meter menjadi 600 meter dengan menggunakan mana nya atau mana hasil transfer seseorang saat Bryant ingin menambahkan tinggi tubuhnya.
Gilmer yang melihat tinggi tubuh Titan Bryant bertambah tinggi hanya mengabaikan nya saja dan terus terbang ke atas langit dengan cepat.
"Hei, setidaknya tunggulah aku" Teriak Bryant sampai tanah yang menjadi tempat lari nya bergetar hebat.
Setelah 30 detik lebih, Gilmer kembali turun dari atas langit ke Bryant yang berada di tanah.
"Apa yang kau lihat di atas langit?" Tanya Bryant.
"Yah, aku cukup terkejut" Ucap Gilmer yang duduk di atas kepala nya Bryant.
"Apa yang membuat mu terkejut?" Tanya Bryant yang berdiri diam saja.
__ADS_1
"Kita berada di pulau terbang dan tepat di bawah pulau ini terdapat laut yang sangat luas" Jawab Gilmer sambil kepala nya mendongak ke atas melihat langit yang cerah.
"Hmm, jadi kita akan kemana?" Tanya Bryant yang matanya melirik ke atas.
"Aku tidak tahu, hmm, mungkin kita akan menuju ke arah selatan" Ucap Gilmer menunjuk arah selatan.
"Baiklah" Lalu Bryant berlari ke arah selatan dengan tubuh Titan nya setinggi 650 lebih, dan Gilmer yang berada di atas kepala nya Bryant.
"Kenapa kau tidak terbang saja?" Tanya Bryant.
"Humph, jika aku terbang kau akan tertinggal, karena besar tubuh mu yang sangat berat itu" Ucap Gilmer mengejek Bryant sambil tiduran di kepalanya Bryant.
"Heh, bilang saja kau itu malas terbang" Bryant yang tidak terima diejek kembali mengejek Gilmer.
"Yah, aku menerima fakta itu" Ucap Gilmer yang tak peduli dengan ejekan Bryant dan melanjutkan tidur malas nya di kepala Bryant.
Bryant yang menerima ucapan Gilmer hanya terdiam.
"Setidaknya bantulah aku, Gilmer" Ucap Bryant yang berlari arah selatan tanpa tujuan yang pasti.
"Aku tidak mau, aku sedang malas" Ucap Gilmer tanpa beban.
"Yah, kalau kau tersesat, aku akan membawa mu terbang dan terjun bebas di atas langit" Ucap Gilmer membuat Bryant tambah kesal.
"Memangnya kau bisa?" Ucap Bryant menantang Gilmer.
Ucapan Bryant membuat mata Gilmer terbuka sebelah dan bibirnya terangkat sebelah.
"Kau mau mencoba?" Tanya Gilmer yang menemukan kesenangan lainnya.
"Ya, aku akan mencobanya" Ucap Bryant percaya diri, tetapi Bryant akan menyesalinya saat dia merasakan terbang nya Gilmer.
Tanpa menjawab Gilmer terbang dengan sayap iblis nya, dan mengaktifkan sihir gravitasi nya ke arah Bryant, tetapi Gilmer tidak memberatkan gravitasi nya melainkan sebaliknya, Gilmer menghilangkan gravitasi nya sehingga tubuh Titan Bryant melayang ke atas langit.
"Hanya segini saja?" Ucap Bryant meremehkan ucapan Gilmer.
"Kita lihat saja, apakah kau akan masih mempertahankan wajah mu yang menyebalkan atau tidak" Ucap Gilmer lalu terbang dengan kecepatan yang melebihi cahaya, dan membawa tubuh Bryant yang melayang dengan mana nya.
__ADS_1
"WAHH" Teriakan Bryant menggema di atas langit sampai hewan yang ada di bawah nya kabur mendengar teriakannya Bryant.
"Hahaha, itulah jika kau meremehkan ucapan ku" Ucap Gilmer yang mengisyaratkan sesuatu kepada Bryant.
Bryant tidak mendengar ucapan Gilmer yang ditujukan kepada nya.
Lalu mereka seperti itu sampai Gilmer melihat sesuatu yang cukup menarik dan berhenti.
Bryant melihat ada seekor burung dengan bulu tebal yang terbang ke gunung berapi yang masih aktif.
"Seperti nya mengikuti burung itu menarik" Ucap Gilmer mengikuti burung itu dengan terbang sambil menggunakan sihir ilusi nya untuk mereka berdua agar tidak terlihat dan membawa Bryant yang melayang tetapi dengan kecepatan yang stabil.
"Apa yang akan kamu lakukan setelah mengikuti burung itu Gilmer?" Tanya Bryant yang sudah tenang.
"Hmm, entahlah aku akan melihat dulu, setelah itu aku akan memutuskan sesuatu" Jawab Gilmer yang masih mengikuti burung itu.
Saat burung itu memasuki kawah gunung berapi, Gilmer dan Bryant hanya melihat di atas kawah gunung berapi untuk melihat apa yang akan dilakukan burung itu.
Saat Gilmer mempertajamkan indra penglihatan nya, Gilmer melihat kalau ada seekor burung dengan bulu nya yang berapi dan paruh yang tajam sedang makan makanan yang dibawa oleh burung yang memasuki gunung kawah berapi tadi.
"Phoenix? Sepertinya aku sangat beruntung bertemu hewan yang digadang-gadang memiliki keabadian tapi sepertinya memang seperti itu" Ucapan Gilmer terdengar oleh telinga nya Bryant.
"Phoenix memiliki keabadian, jadi bagaimana kita ingin mengalahkan nya?" Tanya Bryant kepada Gilmer.
"Mengalahkan nya ya? kita hanya perlu menghajar nya sampai dia meminta ampun kepada kita" Jawab Gilmer yang tidak mengetahui kelemahan Phoenix.
"Heh, bilang saja kau tidak tahu cara mengalahkan burung itu kan?" Ejekan Bryant hanya angin lalu bagi Gilmer.
"Huh, Baiklah kita akan menjauh dulu dari burung itu" Ucap Gilmer menjauh ke gunung berapi itu.
"Kita ingin kemana?" Tanya Bryant yang dibawa oleh sihir gravitasi nya Gilmer.
Gilmer kali ini tidak terbang dengan sayapnya, dia hanya duduk di atas kepala nya Bryant.
"Kita akan membuat senjata untuk kita berdua" Jawab Gilmer.
Lalu tubuh mereka berdua menghilang diantara awan yang menutupi mereka berdua.
__ADS_1
Bersambung...