
"Saat kami terbangun, kami sudah ada di tempat ini. Aku tidak tahu siapa yang membawa kami berdua di tempat ini, dan juga.
Sepertinya orang yang membawa kami berdua, menyembuhkan lidah Veranti tetapi, sepertinya Veranti mendapatkan kutukan dari orang yang membawa anak kami, Valencia" Ucap Feliks menyelesaikan ceritanya dengan nada yang terdengar marah, tetapi juga bersyukur karena istrinya tidak mati.
"Hmm, jadi begitu" Ucap Gilmer memegang dagunya, lalu dirinya berdiri dari posisi tidurnya.
"Saat kau melawan ku, kau tidak mengeluarkan sihir domain mu, apakah kekuatan kelian tersegel saat sudah berada ditempat ini?" Tanya Gilmer kepada mereka berdua.
"Kwak"
"Istriku bilang, kekuatan dia tersegel hampir setengah dari kekuatan aslinya, sedangkan aku, kekuatan ku tersegel juga, sepertinya hampir, err... 60% dari kekuatan asli ku?" Ucap Feliks dengan agak ragu saat berbicara kekuatan nya yang tersegel.
"Ohh" bibir Gilmer hanya ber-oh saja, lalu lanjut berbicara.
"Entah kenapa aku akan bertemu dengan orang itu lagi" Batin Gilmer mengingat orang itu(?).
"Sepertinya kalian harus menunggu, kita akan menyelesaikan dungeon ini terlebih dahulu dan menemui pemilik tempat ini" Ucap Gilmer, lalu membalikkan tubuhnya ke arah Bryant yang masih pingsan.
Tangan kanan Gilmer memegang wajah nya Bryant, beberapa detik kemudian, tangan kanan Gilmer mengeluarkan sihir es nya, membuat Bryant terbangun karena terkejut.
"Brr, kenapa wajah ku sangat dingin?" Ucap Bryant terbangun dari pingsan nya dan melihat sekitar.
"Gilmer kau kah yang membuat wajah ku menjadi sangat dingin, Hachuu..." Ucap Bryant dengan diakhiri bersin dan di kedua lubang hidung nya keluar lendir berwarna kuning.
"Sebelum kau menuduh ku, sebaiknya kau membersihkan lendir jorok mu itu" Ucap Gilmer terlihat jijik dengan Bryant.
"Hachu... Brr, Baiklah" Lalu Bryant membersihkan hidungnya dari lendir berwarna kuning.
Sedangkan Feliks dan Veranti yang melihat tingkah laku Gilmer hanya menggelengkan kepala mereka.
"Baiklah, kita akan melanjutkan menjelajahi dimensi ini" Ucap Gilmer.
"Tunggu Gilmer, apakah kita akan terbang? Aku tidak bisa terbang" Ucap Bryant.
"Hmm, kita akan menjelajahi dimensi ini dengan menaiki Feliks" Ucap Gilmer menunjuk Feliks dalam wujud Phoenix nya
"Kalian, bagaimana kalian bisa berada di tempat ini?" Kaget Bryant yang baru menyadari keberadaan mereka berdua.
Bola mata Feliks dan Veranti hanya melirik Bryant dengan malas.
"Huh, kau baru menyadari kami" Ucap Feliks kesal.
"Andai saja kau bukan temannya tuan Gilmer, maka aku sudah pasti akan membuat mu terpanggang oleh api ku" Lanjut Feliks.
"Hei, kenapa Phoenix itu kesal kepada ku Gilmer?" Tanya Bryant bingung.
"Jangan alihkan pembicaraan" Teriak Feliks tambah kesal.
"Entah lah, kau cari saja sendiri" Ucap Gilmer mengangkat kedua bahu nya.
"Kita akan berangkat!" Tegas Gilmer dan menaiki punggungnya Feliks.
Bryant yang melihat Gilmer menaiki punggungnya Feliks, berjalan ke arah punggungnya juga.
Saat Bryant ingin menaiki punggung Feliks, suara Feliks terdengar menyebalkan bagi telinga nya Bryant.
"Aku tidak sudi dinaiki oleh makhluk bodoh itu" Ucap Feliks.
"Apa yang kau katakan ha?" Teriak Bryant menunjuk wajah Feliks dengan tangan kanannya.
Feliks yang ditunjuk oleh Bryant kesal dan akhirnya mematuk tangan Bryant dengan paruhnya.
"Apa yang kau lakukan ha?" Teriak Bryant tambah kesal.
"Humph, maaf saja, kepala ku tiba-tiba terjatuh oleh angin" Ucap Feliks.
"Aku tidak percaya itu" Ucap Bryant mendekati kaki nya Feliks.
Kaki kanan Bryant menendang dengan keras ke arah kaki kanannya Feliks sampai terdengar bunyi yang lumayan keras.
"Apa yang kau lakukan otak tak berguna?" Teriak Feliks kesal.
"Kalian, kalian berdua sangat berisik sekali" Ucap Gilmer kesal mendengar teriakan mereka berdua.
"Sebaiknya aku menaiki punggungnya Veranti saja, dan kau Feliks, Bryant akan menaiki punggung mu, aku tidak menerima kata membantah" Ucap Gilmer menunjuk Feliks dan Bryant secara bergantian.
Gilmer lalu terbang dengan sihir nya dan mengarah ke Veranti yang melihat kelakuan Feliks dan Bryant.
__ADS_1
Gilmer mendarat di punggungnya Veranti yang berwarna emas gelap.
"Aku akan menumpang di punggung mu, boleh kan Veranti?" Tanya Gilmer menatap mata Veranti.
"Kwak"
"Aku anggap itu adalah persetujuan" Ucap Gilmer lalu duduk di punggung nya Veranti.
Feliks dan Bryant hanya menatap Gilmer dengan tatapan kosong.
Mereka berdua saling bertukar pandang dan kembali mengalihkan pandangan mereka ke Gilmer.
"Sampai kapan kalian berdua seperti itu, cepatlah kita akan menjelajahi dimensi ini!" Ucap Gilmer jengkel.
"A-ah baik tuan Gilmer" Ucap Feliks lalu terbang ke langit.
"Hei aku belum naik" Teriak Bryant di bawah.
"Hehehe, seperti nya cara ini lebih baik" Pikir Feliks merencanakan sesuatu terhadap Bryant.
"Tuan Gilmer anda terbang terlebih dahulu, kami akan menyusul" Ucap Feliks kepada Gilmer.
"Veranti hati-hati" Lanjut Feliks dengan nada lembut.
"Kwak"
Lalu Gilmer dan Veranti terbang ke arah selatan.
Saat siluet Gilmer dan Veranti menghilang, Feliks merendahkan terbang nya sampai di atas kepalanya Bryant.
"Apa yang akan kau lakukan?" Ucap Bryant merasakan firasat buruk saat Feliks terbang di atas kepalanya.
Rambut Bryant berkibar tak tertentu akibat kepakan sayap Feliks yang besar. Bryant menahan tubuhnya dengan elemen tanah nya disekitar kaki nya.
Dan disaat itu juga, Bryant di bawa oleh Feliks dengan salah satu kaki nya.
"Apa yang kau lakukan dasar burung sialan?" Umpat Bryant.
"Apa kau bilang sesuatu?" Tanya Feliks terbang menyusul Gilmer dan Veranti yang sudah sangat jauh.
"Aku bilang, apa yang kau lakukan terhadap ku?" Teriak Bryant kesal.
Bryant panik saat kecepatan terbang Feliks sangat cepat.
"Wahh, sialan aku tidak bilang seperti itu" Teriak Bryant yang kepala nya mendongak ke bawah dan melihat pemandangan di bawahnya dengan ketinggian yang sangat tinggi.
"Aku merasa ingin muntah" Batin Bryant.
"Haha, rasakan itu otak otot" Batin Feliks senang.
"Gah, aku tidak kuat lagi" Lalu Bryant memuntahkan isi perutnya dan membuat muntahan nya itu terjatuh ke bawah sampai Feliks melihat muntahan nya Bryant.
"Kau menjijikkan Bryant, pantas saja tuan Gilmer mengatakan kau itu menjijikkan" Ucap Feliks.
"Jangan sampai muntahan mu itu mengenai bulu indah ku" Lanjut Feliks memikirkan bulu nya ternodai oleh muntahan nya Bryant.
"Gahh" Bryant sengaja memuntahkan isi perutnya ke bulu Feliks.
"Kau!" Geram Feliks melihat bulu indah nya ternodai oleh isi perutnya Bryant.
"Huh, salah kau itu" Ucap Bryant dengan wajah pucat.
Lalu mereka berlanjut adu mulut di setiap perjalanan.
***
Di sisi lain, tempat Gilmer dan Veranti berada.
"Kita akan ke ujung pulau terbang ini Veranti" Ucap Gilmer.
"Kwak"
"Huh, seperti nya aku harus membuat agar aku dapat mengerti ucapan mu" Ucap Gilmer menatap iba Veranti.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan terbang mereka sampai di ujung pulau terbang.
Gilmer berdiri di punggung Veranti dan menghirup aroma air laut.
__ADS_1
"Huh, sudah lama aku tidak ke laut" Ucap Gilmer merentangkan kedua tangan nya sejajar dengan tubuhnya.
"Sisanya kita hanya menunggu mereka berdua" Ucap Gilmer.
"Kwak"
"Hmm?" Salah satu alis Gilmer terangkat dan menatap ke arah laut.
"Kau itu"
"Kau"
Sayup-sayup Gilmer mendengar suara di belakang nya.
Gilmer membalikkan tubuh nya ke asal suara tersebut dan melihat sebuah burung besar membawa seorang seperti manusia di salah satu kaki burung itu.
Gilmer lagi-lagi mengangkat salah satu alisnya lagi dan berkata heran.
"Apakah mereka berdua berbuat ulah lagi?" Ucap Gilmer heran.
"Kwak"
"Ah sudahlah, melihat mereka membuat ku terhibur" Ucap Gilmer mengangkat kedua bahunya.
Feliks sampai di dekat Gilmer dan Veranti.
Penampilan bulu Feliks tidak lagi sebagus sebelumnya, membuat tubuh Feliks bau akibat muntahan isi perut seseorang, siapa lagi jika bukan Bryant yang sengaja memuntahkan isi perutnya ke bulu nya Feliks.
Penampilan Bryant terlihat sangat berantakan, rambutnya yang sangat berantakan, tubuh nya bau akibat muntahan isi perutnya sendiri, dan wajah yang sangat pucat.
Gilmer terbang dengan sayap iblis nya dan mengarah ke Feliks dan Bryant, tidak lupa memblokir bau busuk tubuh mereka berdua ke hidung nya dengan sihir.
"Pfftt, hahaha, ada apa dengan penampilan kalian itu? Lihatlah, bahkan Veranti menjauh dari kalian" Ucap Gilmer tidak menahan tawa nya.
Mereka berdua melihat ke arah Veranti yang menjauh dari mereka berdua.
"Kwak"
Saat Veranti bersuara seperti itu, Feliks seperti mendengar suara petir di siang bolong seperti ini.
Mereka berdua menahan malu saat Gilmer menertawakan mereka berdua.
"Huh, kita mendarat terlebih dahulu di ujung pulau terbang itu" Ucap Gilmer mendarat di ujung pulau terbang itu.
Diikuti oleh mereka bertiga, tetapi Veranti tetap menjaga jarak dari mereka berdua.
"Sayang aku bisa menjelaskan-" Sebelum Feliks menyelesaikan ucapannya, Veranti menjauh dari mereka berdua dan sampai mendarat di ujung pulau terbang itu.
"Hahaha, rasa kan itu" Ucap Bryant puas.
WUSH*
BOM*
"Aduh aduh, hei, apa yang kau lakukan?" Teriak Bryant kesal yang dilemparkan begitu saja ke ujung pulau terbang oleh Feliks.
"Maaf, cengkraman kaki ku terlepas dengan sendiri nya" Ucap Feliks yang sudah mendarat di ujung pulau terbang.
Bryant yang mendengar ucapan itu melotot Feliks kesal.
"Kalian berdua, bersihkan tubuh kalian, tubuh kalian itu sangat bau, bahkan para hewan menjauh dari kalian" Ucap Gilmer.
"Baik tuan Gilmer" Ucap Feliks dan mengepakkan sayapnya.
Saat Feliks terbang, Feliks menyipitkan matanya dan melihat ke arah laut.
"Oi Feliks, tunggu aku" Ucap Bryant lalu melompat dari tanah menuju punggungnya Feliks.
"Apa yang kau lakukan?" Ucap Feliks mengangkat salah satu alisnya.
"Aku hanya menumpang saja" Ucap Bryant.
"Cepatlah cari danau, jika tidak kita pasti akan dihajar oleh Gilmer, karena Gilmer bukanlah tipe yang sabaran" Lanjut Bryant serius.
"Ohh begitu" Ucap Feliks mencari danau dengan cepat.
Gilmer menatap laut itu sebentar dan berjalan ke arah pohon yang cukup besar diikuti oleh Veranti.
__ADS_1
Bersambung...