
Setelah Gilmer keluar dari kota Mortam, Gilmer menuju ke tempat Wyvern itu berada yang ada di goa dekat hutan terlarang.
Saat Gilmer sedang berjalan-jalan menuju ke tempat goa Wyvern, Gilmer mengambil tanaman yang bermanfaat untuk ekperimen nya nanti.
Saat sudah sampai di depan tempat goa Wyvern itu, Gilmer memasuki goa itu yang diperlihatkan goa itu sangat besar dan banyak cabang lorong di goa itu.
"Huh jika aku mencari kadal terbang itu secara biasa, maka waktu ku akan terbuang secara percuma, baiklah aku akan mencoba persepsi ku yang seorang assassin" Ucap Gilmer.
Lalu persepsi Gilmer menyebar dengan bantuan mana nya yang banyak hingga jangkauan persepsi nya Gilmer mencapai seluruh goa ini.
Ternyata goa itu luas nya mencapai kira kira seluas 3 kilometer dengan langit goa itu bisa mencapai 50 meter lebih.
"Hmm, baiklah tempat Wyvern itu berada di lorong itu" Lalu Gilmer berjalan ke lorong yang paling besar dari lorong yang lain.
Saat Gilmer berjalan menuju tempat Wyvern itu berada, banyak monster dengan keturunan naga, seperti Drake, Lizardman, dan Komodo sebesar 1 meter.
Gilmer berjalan ke arah para monster itu dengan santai, lalu tangan kanan Gilmer menyobek udara di sekitar dan muncul senjata sabit, lalu tangan Gilmer mengambil sabit itu dan menebas ke arah para monster keturunan naga itu hanya dengan mengandalkan kekuatan fisik tidak dengan memakai sihir.
Satu persatu para monster mati dengan kepala yang terpisah hingga monster Drake adalah yang terakhir yang dibunuh oleh Gilmer, setelah itu Gilmer menyimpan tubuh para monster itu dan sabit nya dengan sihir ruang dimensi nya.
Setelah Gilmer menyimpan tubuh monster itu, Gilmer kembali berjalan menuju tempat Wyvern itu, dan saat Gilmer sudah sampai di hadapan Wyvern itu, Wyvern itu sedang tertidur dengan disekitar nya ada tulang belulang dari petualang iblis yang dimaksud oleh petualang yang ada di guild itu.
"Aku ingin mencoba elemen api ku, tapi aku akan mencoba api putih, jika aku memakai Api Kekacauan, yang ada tubuh ku yang akan terbakar dan bisa juga dunia Grantos ini akan hangus oleh Api Kekacauan ku" Ucap Gilmer, Gilmer bisa saja mengeluarkan api itu dan menghanguskan dunia ini, toh dia tidak akan mati, karena Gilmer pernah merasakan panasnya api kekacauan, Petir Kekacauan, dan es yang bisa membekukan jiwa seseorang, tapi rasa panas nya itu Gilmer tidak ingin merasakan nya lagi!
__ADS_1
Lalu di tangan Gilmer muncul api dengan warna merah, Gilmer menambahkan unsur karbon dan hidrogen hingga api itu yang tadinya berwarna merah berangsur angsur berubah warna menjadi jingga, kuning, biru, dan putih, saat itu suhu disekitar meningkat dengan drastis hingga 5000° celcius lebih, hingga membangunkan Wyvern itu yang sedang tertidur diantara tulang belulang.
Saat Gilmer sudah selesai dengan percobaan sihir api putihnya, Gilmer berlari ke arah Wyvern itu dan saat sudah dekat dengan Wyvern, Gilmer melompat ke arah kepala Wyvern dan tangan nya memukul kepala Wyvern itu hingga ada bekas luka bakar yang parah dari pukulan nya.
Wyvern meraung kesakitan dan mata nya memancarkan kemarahan.
Lalu Wyvern terbang dengan mulut nya yang terbuka, setelah itu muncul bola api berwarna kuning yang diarahkan ke Gilmer dan bola itu melasat ke arah Gilmer yang ada di tanah.
Gilmer maju dengan santai ke arah Wyvern itu yabg terbang tanpa menghiraukan bola api yang mengarah ke diri nya, lalu Gilmer mengangkat tangan kanan nya untuk menyerap bola api itu.
Setelah Gilmer menyerap bola api yang dihasilkan oleh Wyvern itu, Gilmer ingin bermain-main dengan Wyvern itu.
"Beri aku hiburan dasar kadal badut" Ucap Gilmer.
Berbagai serangan yang dilancarkan oleh Wyvern itu tidak ada yang berhasil melukai tubuh Gilmer, hingga setelah Gilmer mulai bosan dengan kadal badut itu atau Wyvern yang menjadi lawannya, Gilmer langsung membunuh Wyvern itu dengan menebas kepalanya dengan sabit nya.
"Hmm, aku akan mengambil barang bukti untuk diberikan kepada guild sebagai penaklukan Wyvern ini, dan tubuhnya aku akan memakannya" Setelah itu Gilmer mengambil bahan dari Wyvern itu sebagai bukti penaklukan Wyvern.
Setelah selesai mengambil barang bukti nya, Gilmer mengeluarkan seluruh tubuh para monster yang pernah dibunuh oleh nya, dan Gilmer mulai membakar daging itu dengan tambahan bumbu-bumbu yang ditemukan saat perjalanan menuju kota Mortam dan Menuju ke goa tempatnya Wyvern.
Setelah Gilmer selesai membakar semua daging monster, Gilmer memakan daging itu dengan sangat lahap dan belum sampai 15 menit Gilmer sudah menghabiskan seluruh daging monster itu yang hanya tulang belulang saja.
"Huh, seperti nya ini adalah kutukan ku setelah aku mendapatkan kekuatan yang sangat besar" Gilmer menghela nafas panjang, kutukan yang dimaksud Gilmer adalah tidak bisa merasakan kenyang setelah selesai memakan makanan meskipun porsi makanan itu bisa sampai 1 kota terbesar.
__ADS_1
"Baiklah, apakah aku akan kembali dulu ke kota Mortam atau jalan-jalan terlebih dahulu?" Ucap Gilmer.
"Baiklah aku akan jalan jalan terlebih dahulu, siapa tahu aku akan menemukan sesuatu yang menarik" Ucap Gilmer.
"Oh ya, sekarang goa ini untuk apa yah? Hmm mungkin tempat ini bisa menjadi tempat ekperimen ku" Setelah mengatakan itu Gilmer berjalan keluar dari goa itu.
Lalu Gilmer berjalan di tengah hutan itu tanpa tujuan yang pasti, dan secara tidak sengaja Gilmer menemukan sebuah dungeon misterius yang sepertinya belum pernah dijelajahi.
Saat Gilmer mendekati dungeon itu, Gilmer menemukan sebuah tulisan yang bertuliskan.
"Siapa pun yang menemukan dungeon dan tulisan ini, maka seseorang itu akan menjadi penguasa di dunia ini" Tulisan itu mungkin bagi sebagian orang adalah omong kosong, tapi tidak dengan Gilmer yang merasakan jika tulisan itu benar-benar nyata.
Setelah Gilmer membaca tulisan itu, Gilmer yang penasaran memasuki pintu dungeon itu, dan saat pintu dungeon itu tertutup, secara mengejutkan dungeon itu menghilang seolah apa yang terjadi seperti ilusi.
Di dalam dungeon, Gilmer terkejut dengan isi dungeon itu, apa yang di dalam dungeon itu adalah pemandangan yang tidak seharusnya ada di dungeon seolah Gilmer memasuki dimensi lain, tapi nyatanya memang seperti itu.
"Apa apaan ini? apakah aku memang benar berada di dalam dungeon? Ini seperti aku memasuki dimensi lain!" Ucap Gilmer dengan suara yang bingung.
Pemandangan itu adalah seperti ditempat vulkanik, banyak gunung berapi, kawah api, dan monster dengan level yang tinggi, monster naga hitam yang dikalahkan oleh Gilmer di hutan terlarang seperti rumput yang sangat banyak di padang rumput, di tempat yang seperti vulkanik ini.
"hehehe, seperti nya aku akan berlatih gila-gilaan" Bukannya Gilmer ketakutan saat terjebak ditempat ini, tetapi justru Gilmer merasa senang dengan situasi ini.
Bersambung...
__ADS_1