Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis

Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis
Bab 41-


__ADS_3

Di sisi lain, tempat Gilmer dan yang lainnya berada.


"Manusia, apakah kau mengetahui tentang sebuah pintu yang mencurigakan?" Ucap Feliks mencekik leher Komentator.


"A―Apa yang... Kamu... Maksudkan?" Ucap Komentator dengan suara yang terbata-bata.


Feliks yang tidak puas dengan jawaban dari Komentator lebih mempererat cekikan nya terhadap leher Komentator tersebut.


"Cepat katakan! Kau pasti tahu kan sebuah pintu mencurigakan?" Ucap Feliks yang mulai jengkel.


"A-Aku benar-benar... Tidak tahu... Tentang sebuah... Pintu mencurigakan" Ucap Komentator tersebut yang mata nya perlahan ke atas.


Feliks yang melihat itu melepaskan cekikan nya dan memandang nya dengan tajam.


"Aku tahu, kau itu pasti masih hidup" Ucap Feliks.


Komentator tersebut kemudian terbangun dari pura-pura mati nya dan merinding dengan hebat.


"Beneran, Aku benar-benar tidak tahu tentang pintu itu" Ucap Komentator ketakutan.


"Kau―" Sebelum ucapan Feliks selesai, ada suara yang menyela nya.


"Percuma saja Feliks, dia tidak akan mau mengatakan apapun tentang pintu itu" Ucap Gilmer sambil menatap datar kepada Komentator tersebut.


Komentator itu yang ditatap oleh Gilmer merasakan firasat buruk yang akan mendatangi nya.


"A―Apa yang akan dilakukan iblis kejam itu kepada ku?" Batin komentar itu yang tidak berani bersuara dengan tubuhnya yang semakin gemetar hebat.


"Tenang saja, aku akan memberikan rasa yang sangat nikmat" Ucap Gilmer sambil menyeringai kejam.


Gilmer kemudian mendekati Komentator, lalu tangan kanan nya mengambil sesuatu di udara kosong.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian, Gilmer menarik tangan nya dan keluarlah beberapa alat penyiksaan khas abad pertengahan, mungkin?


"Nah sekarang, kau mau pilih yang mana terlebih dahulu? Ini, ini, ini, atau ini?" Ucap Gilmer, kemudian menunjukkan 4 alat penyiksaan.


Yaitu, sebuah bor yang cukup besar dengan ujungnya yang lancip, lalu ada gergaji, paku dan palu.


"T―Tidak... Jangan lakukan... Itu!" Ucap Komentator dengan takut dan mengeluarkan air mata sedikit di kedua mata nya.


"Apa? Bicara yang jelas bodoh!" Ucap Gilmer sambil tangan kanan nya yang memegang telinga, seolah ingin mendengar lebih jelas.


"A―Aku bilang... Tid―" Sebelum ucapannya selesai, dia merasakan salah satu tangan nya kesakitan.


"Oh, kau mau yang ini?" Ucap Gilmer, kemudian mengambil bor dan menekan pelatuknya, hingga menimbulkan suara khas dari besi.


Ujung dari bor itu kemudian berputar dan memuncratkan darah dari Komentator ke segala arah.


"Aarrgghhh... Hentikan hentik―" Seperti biasa sebelum ucapan Komentator selesai, Komentator melihat Gilmer mengambil alat yang lain yaitu palu dan paku.


"Tahan dia Feliks!" Perintah Gilmer tanpa bisa dibantah.


"Baik, Tuan" Feliks kemudian menahan agar Komentator itu tidak memberontak.


Tetapi, Komentator itu masih memberontak yang membuat Feliks dan Gilmer cukup kesal.


Feliks yang kesal, kemudian memukul perut Komentator tersebut dengan di lapisi api, tetapi Feliks masih menahan diri agar tidak membuat Komentator itu tidak berubah menjadi abu.


BUGH*


"Khuagh" Komentator merasa bahwa perut nya mengalami keguncangan organ dalam nya dan di tambah perut nya merasa terbakar yang membuat organ dalam nya seperti terbakar oleh api.


"Jangan berontak!" Ucap Feliks, kemudian disanggupi oleh Komentator dengan cara menganggukkan kepala nya lemas.

__ADS_1


Gilmer lalu menyatukan kedua telapak tangan Komentator tersebut dan meletakan paku itu di kedua tangan nya Komentator.


Setelah itu, Gilmer memukul paku itu dengan menggunakan palu, yang membuat Komentator tersebut berteriak kesakitan.


"Bagus" Feliks kemudian tersenyum puas dan tiba-tiba kepala belakang nya terasa dipukul oleh seseorang.


"Aww... Oi, siapa yang memukul ku, ha?" Ucap Feliks sambil mengusap kepala belakang nya.


"Tidak ada yang memukul mu, palingan hantu yang memukul mu" Ucap Gilmer sambil mengangkat kedua bahu nya.


"Hantu? Mana ada hantu di siang bolong begini, apalagi ini berada di tempat Colosseum" Ucap Feliks bingung.


"Entahlah, mungkin saja ada" Gilmer masih berbicara tanpa berkedip.


"Huh, ya sudah lah" Feliks kemudian menghela nafas dan menyerah.


"Hahaha, bagus Gilmer" Bryant tertawa di dalam hati dan saat Feliks melihat nya, dia bertingkah seolah tidak berbuat apa-apa.


"Kau kan pasti yang memukul ku?" Ucap Feliks yang tiba-tiba kesal saat melihat wajah Bryant.


"Lah? Bukan aku bodoh. Sudah benar tadi kata Gilmer, mungkin hantu yang memukul mu" Bantah Bryant membela diri.


"Bodoh? Aku disebut bodoh oleh orang bodoh? Sialan kau Bryant" Feliks kemudian menerjang Bryant dan seperti biasa. Mereka kembali berkelahi.


Di sisi lain Gilmer.


"Nah mari kita mulai, apakah kau ingin menjawab atau tidak itu tergantung dengan siksaan mu" Ucap Gilmer menyeringai kejam.


"Iblis" Hanya itu satu kata yang dikeluarkan dari mulut Komentator.


Bersambung...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2