Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis

Assassin Yang Bereinkarnasi Menjadi Seorang Iblis
Bab 20- Penjaga Kedua Patung


__ADS_3

"Emm, Gilmer sepertinya aku merasakan firasat buruk" Setelah Bryant berkata seperti itu, mata kedua patung itu berwarna merah, seolah patung itu hidup, tetapi nyatanya memang kedua patung itu hidup.


"Patung itu hidup" Kaget Bryant, lalu menolehkan kepalanya ke Gilmer.


"Kita akan melawan kedua patung itu" Ucap Gilmer kepada Bryant.


"Apakah harus?" Tanya Bryant yang merasakan kekuatan kedua patung itu setara atau mungkin lebih kuat dari kekuatan Raja Titan Walmer.


"Ya, kita harus melawan kedua patung itu, jika ingin masuk pintu itu" Jawab Gilmer sambil mengeluarkan sayap nya dan senjatanya.


"Tapi-" Ucapan Bryant terhenti saat dia melihat sebuah bayangan melasat ke kedua patung itu, bayangan itu merupakan bayangan dari Gilmer saking cepatnya terbang Gilmer


"Hei tunggu aku" Setelah Bryant berkata seperti itu, dia membesarkan tubuh nya sampai 300 meter lebih.


Gilmer yang melihat jika tinggi tubuh Titan Bryant meninggi, bibirnya terangkat.


"Kau boleh juga Bryant" Ucap Gilmer sambil terbang dengan cepat.


Bryant yang mendengar ucapan Gilmer, hanya berlari mengejar nya.


Gilmer yang sedang memegang katana nya menebas ke arah salah satu patung itu dengan menggunakan sihir elemen es nya, patung itu memegang tombak yang menjadi senjatanya dan perisai bulat yang menjadi tameng nya.


BOMM*


Tebasan es yang Gilmer lakukan mengenai perisai yang dipegang oleh patung itu, dan membuat perisai itu beku dan hancur, tetapi apa yang selanjutnya membuat Gilmer bertambah kesal, ya pecahan pecahan perisai yang dihancurkan oleh tebasan Gilmer mulai berkumpul dan menjadi satu yaitu menjadi perisai bulat sama seperti sebelum Gilmer melakukan tebasan nya.


"Ck, aku meleset" Ucap Gilmer kesal, lalu melihat ke arah Bryant.


Bryant memukul patung yang lain, patung itu hanya memakai senjata kapak saja, dan armor yang menutupi beberapa bagian tubuhnya saja.


BOMM*


Patung itu hanya mundur satu langkah saja, dan tubuh dari patung itu juga tidak ada bekas goresan dari pukulan Bryant, Bryant yang melihat itu, menjauh dari patung itu.


"Hei Gilmer, patung ini sangat keras sekali, apakah kau tahu cara menghancurkan patung ini?" Tanya Bryant dengan berteriak ke arah Gilmer.


"Ck, kau tidak perlu berteriak, patung itu mempunyai inti core yang bisa kau hancurkan, tetapi core itu terus berpindah pindah, jika kau tidak segera menghancurkan core patung itu, maka patung itu akan terus beregenerasi lalu setiap 1 jam sekali tinggi patung itu akan bertambah sebanyak 100 meter lebih, dan yang lebih merepotkan lagi adalah jika dibiarkan lebih lama lagi, kekuatan patung itu akan bertambah besar" Ucap Gilmer panjang lebar sambil melakukan tebasan dengan elemen api hitam nya.


"Ahh, ini sangat merepotkan sekali" Gumam Bryant.


Tebasan yang dilancarkan oleh Gilmer mengenai tangan kanan yang memegang tombak dari patung yang Gilmer tebas, alhasil tangan itu terjatuh dengan ada lelehan dari logam dari patung itu.


"Hmm, sepertinya logam itu sangat cocok untuk dijadikan senjata kami berdua" Batin Gilmer sambil melirik ke Bryant.

__ADS_1


Tangan kanan yang ada di tanah kembali ke tempat semula nya, tanpa ada goresan yang dihasilkan oleh Gilmer.


"Merepotkan saja" Keluh Gilmer.


"Ahh, iya juga, kenapa aku tidak memakai kemampuan dari mata ini?" Ucap Gilmer yang terlupa akan kekuatan dari mata nya itu, sambil tangannya menepuk jidatnya sendiri.


"Baiklah, Mystique Eye" Lalu mata kanan Gilmer yang berwarna emas bercahaya keemasan.


Lalu pandangan Gilmer seperti tembus pandang dengan apa yang dilihat oleh mata kanannya, lalu Gilmer melihat ke tubuh logam patung itu, Gilmer melihat jika tubuh logam patung itu ada benda yang berbentuk bulat yang sedang bergerak dengan sangat cepat di seluruh tubuh logam patung itu.


"Ahh, kalau begini kan semakin mudah" Ucap Gilmer senang.


Sebelum kesenangan Gilmer berakhir, ada banyak serangan yang meluncur kepada nya.


WUSHH*


SLASH*


WUSHH*


SLASH*


WUSHH*


SLASH*


Gilmer melindungi dirinya dengan menggunakan elemen tanahnya yang berbentuk bola yang melindungi seluruh tubuhnya dari serangan yang tiba-tiba yang meluncur kepadanya, saat sudah selesai, Gilmer keluar dari dinding tanahnya yang sudah hancur oleh serangan tiba-tiba itu dan melihat ke arah patung itu.


Tangan kanan patung yang Gilmer lawan terulur ke depan yang mengarah ke Gilmer dengan ada tombak yang digenggam oleh nya.


Patung itu yang melihat jika semua serangan nya berhasil ditahan, berlari ke arah Gilmer yang masih terbang.


WUSHH*


Kecepatan dari patung itu berhasil membuat Gilmer terkejut, pasalnya patung itu sudah berada di belakangnya dan mengayunkan tangan kanan nya ke Gilmer.


BOMM*


Gilmer yang masih terkejut, akhirnya terpental ke arah Bryant yang terdesak oleh patung yang dilawan nya itu.


BOMM*


Bryant yang sedang melawan patung yang memegang kapak itu, merasa ada sesuatu mengenai ke tubuh nya itu dan terjatuh.

__ADS_1


"Apa itu?" Ucap Bryant sambil melihat ke asal benda yang mengarah kepada nya.


Lalu pandangan Bryant bertemu dengan Titan yang memegang tombak dan perisai yang ada ditangannya.


"Dimana Gilmer?" Ucap Bryant.


"Aku ada disini" Lalu ada suara yang ada di bawah Bryant.


Lalu kepala Bryant menunduk ke bawah, di bawah sana ada tubuh dengan ada sayap yang ada dipunggung nya.


Gilmer yang terluka dipunggung nya, tubuhnya beregenerasi secara otomatis, setelah pulih, Gilmer terbang sampai ke pundak Bryant dan turun dipundak Bryant.


"Apakah kau baik-baik saja?" Ucap Bryant memasang wajah khawatir ke arah Gilmer.


"Berhentilah memasang wajah khawatir itu kepada ku, itu membuat ku jijik" Ucap Gilmer menunjukkan wajah jijik.


"Oke, jadi apakah kau menemukan cara yang terbaik untuk menghancurkan kedua patung itu" Ucap Bryant kepada Gilmer.


"Ya" Lalu tangan kanan Gilmer memegang mata kanan nya dan mengalirkan mana nya, lalu Gilmer terbang sampai di mata nya Bryant.


"Tutup mata mu!" Ucap Gilmer kepada Bryant.


Bryant tidak menjawab dan hanya menutupi kedua matanya, setelah itu, tangan kanan Gilmer menyentuh ke mata kanan Bryant lalu mengalir kan mana nya ke mata kanan Bryant.


"Sekarang, kau bukalah mata mu!" Ucap Bryant.


Saat Bryant membuka matanya, mata kanan nya seperti tembus pandang.


"Hei, kenapa mata ku seperti tembus pandang?" Ucap Bryant kepada Gilmer.


"Huh, kali ini aku malas sekali untuk menjelaskan" Ucap Gilmer, Bryant yang mendapat jawaban dari Gilmer tidak bertanya lagi.


"Kau melihat benda yang bergerak dengan cepat di kedua tubuh logam patung itu kan?" Tanya Gilmer.


"Ya, aku melihatnya" Jawab Bryant sambil melihat kedua tubuh logam patung itu.


"Itu adalah inti core yang aku sebut kan tadi" Ucap Gilmer.


"Apa tidak salah? Kenapa inti core nya itu sangat cepat sekali" Keluh Bryant sambil bersiap bertarung lagi.


Ketika kedua patung itu terdiam, tiba-tiba tinggi dari kedua patung itu meninggi menjadi 600 meter lebih dan juga peningkatan dari kekuatan kedua patung itu, yang membuat Gilmer dan Bryant memasang raut wajah muram.


"Sialan, ini akan bertambah lama" Ucap Gilmer, lalu memegang senjata katana nya lebih erat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2