
Gilmer dan Bryant berjalan ke arah lorong goa yang paling besar, lorong itu adalah tempat bertarung ke dua monster itu, sebelum Bryant datang.
"Huh, aku tidak akan berharap, kalau Gilmer tidak akan mengambil tubuh ke dua monster itu" Batin Bryant lesu.
Saat mereka sampai di tempat ke dua monster itu bertarung.
Mereka berdua melihat jika di depan mereka adalah tampak kedua tubuh besar yang sudah mati.
"Hmm, aku akan mengambil kedua tubuh monster ini, kau tidak keberatan kan Bryant?" Tanya Gilmer yang tidak peduli dengan reaksi Bryant yang tampak kesal.
"Ya, aku sama sekali tidak keberatan" Walaupun enggan, dia hanya bisa menatap kedua tubuh monster itu yang diambil oleh sosok iblis, siapa lagi jika iblis itu adalah Gilmer.
"Cepatlah kau serap inti core itu!" Ucap Gilmer yang tak sabar menunggu.
"Baik" Bryant lalu menjauh dari Gilmer.
"Selagi aku menunggu Bryant, lebih baik aku bakar daging ini dan memakan daging itu hanya untukku sendiri"
Gilmer mulai menguliti tubuh kedua monster itu dengan katana nya.
Setelah Gilmer sudah selesai menguliti tubuh kedua monster tadi, Gilmer membuat rune sihir agar tempat disekitarnya tidak terbakar oleh api hitam miliknya.
Setelah Gilmer membuat rune sihir, Gilmer mengeluarkan sihir api hitam nya dan mulai membakar daging yang ada dihadapannya.
Setelah daging yang dibakar nya sudah matang, Gilmer menambahkan bumbu makanan, dan mulai makan dengan lahap.
"Huh, seperti biasa, daging tadi tidak mengenyangkan perut ku" Ucap Gilmer yang sedikit kesal.
"Huh, Bryant itu lama sekali, apa yang harus aku lakukan?"
"Hmm, apakah aku akan membuat sesuatu? Tapi apa yang aku buat?" Ucap Gilmer yang bingung.
Bibir Gilmer terangkat, lalu dia berkata.
"Hehehe, sepertinya ini ide yang cukup menarik" Gilmer tertawa secara aneh.
Lalu Gilmer memiliki ide di dalam otaknya, dia ingin memiliki seorang pelayan, tetapi pelayan nya itu terbuat dari sihir elemen nya sendiri.
Jadi, saat Gilmer merasa malas melakukan sesuatu, dia akan memerintahkan pelayan nya itu.
"Baiklah, sepertinya membuat seorang pelayan itu cukup menarik" Ucap Gilmer.
"Baiklah, pertama aku akan membuat kerangka tulang nya terlebih dahulu"
__ADS_1
Gilmer mulai membuat kerangka tulangnya dengan menggunakan elemen logamnya.
Gilmer membuat kerangka tulang nya dengan bantuan rune sihir, agar pembentukan nya lebih mudah.
Setelah pembentukan kerangka tulangnya sampai memakan waktu 20 menit lebih, akhirnya proses kerangka tulang nya sudah selesai.
Lalu Gilmer membuat kulit untuk kerangka tulang itu.
"Hmm, sebaiknya aku menggunakan elemen tanah saja untuk membuat kulitnya"
Lalu tangan kanan Gilmer mengeluarkan gumpalan tanah yang tidak terlalu sedikit tetapi juga tidak terlalu banyak.
Sedangkan tangan kiri Gilmer membuat rune sihir agar tanah yang ada ditangan kanan nya bisa dihaluskan dan dipadatkan.
Saat tanah yang ada ditangannya sudah di dekat dengan kerangka tulang itu, Gilmer berpikir.
"Hmm, apakah aku akan memilih jenis gender pria atau wanita?"
Setelah Gilmer berpikir selama 5 menit, dia memilih diantara keduanya.
"Baiklah, aku akan membuat gender perempuan saja, mata ku juga ingin butuh keindahan"
Lalu Gilmer kembali melanjutkan proses sebelumnya.
Dan saat sudah selesai dengan pembentukan kulit dari elemen tanahnya, Gilmer tersenyum puas.
Setelah itu Gilmer mencabut salah satu rambut yang ada di kepala nya.
Gilmer meletakkan rambut nya itu di kepala patung yang dibuat olehnya.
Setelah Gilmer meletakkan rambutnya, Gilmer membuat rune sihir agar rambut itu tumbuh di kepala patung yang dibuat olehnya.
Setelah itu, Gilmer ingin membuat bola mata untuk patung itu dari mengcopy salah satu mata nya.
Tangan kiri Gilmer menyentuh mata kirinya yang berwarna biru laut.
Saat itu juga, tangan kirinya membuat rune sihir yang bisa mengcopy sesuatu.
Saat sudah selesai, ada dua bola mata yang berwarna biru laut di tangan kiri Gilmer.
"Hmm, sepertinya aku cukup mahir dalam membuat rune sihir" Ucap Gilmer sombong sambil melihat tangan kirinya yang sedang memegang dua bola mata berwarna biru laut.
Setelah Gilmer puas dengan melihat kedua bola mata yang ada di tangan kiri nya, Gilmer meletakkan kedua bola mata itu di kedua lubang yang ada di kepala nya.
__ADS_1
"Hehe, baiklah aku akan membuat lebih detail lagi" Gilmer tertawa aneh dan mulai membuat tubuh patung itu lebih detail.
Setelah 20 menit lebih, akhirnya Gilmer selesai dengan kegiatan nya itu.
"Baiklah, sekarang hanya tersisa inti core itu untuk membuat patung itu bisa hidup, tapi aku cukup bingung, bagaimana agar aku bisa membuat inti core?"
"Ahh, bagian ini cukup merepotkan" Gilmer yang tak mendapat jawaban dipikiran nya itu, mengacak rambutnya kesal.
"Huh, seperti nya aku harus menunda terlebih dahulu untuk membuat patung itu hidup" Gilmer yang mulai merasa bosan karena tidak mendapatkan jawaban dipikiran nya akhirnya berhenti dengan kegiatannya itu.
Sebenarnya membuat patung itu bisa hidup tidak hanya dengan inti core saja, tetapi juga bisa memasukkan jiwa seseorang ke dalam tubuh patung yang dibuat oleh Gilmer, tetapi Gilmer belum bisa membuat jiwa seseorang itu berpindah secara paksa ke tubuh patung tersebut.
"Huh, tapi sebelum itu, aku ingin menambahkan sihir elemen ku ke patung tersebut"
Lalu di kedua telapak tangan Gilmer keluar beberapa cahaya dan mulai terbang menjauh dari Gilmer yang mengarah ke tubuh yang tak bergerak.
Cahaya itu merupakan sedikit dari elemen yang diberikan Gilmer kepada patung tersebut.
Warna cahaya itu adalah biru laut yang merupakan elemen air, warna hijau merupakan elemen angin, warna hitam merupakan elemen kegelapan, warna silver merupakan elemen logam dan warna merah yang merupakan elemen api.
Lalu ke-lima cahaya itu memasuki tubuh yang berdiri tegak yang merupakan patung yang dibuat oleh Gilmer.
"Huh, setelah kau sudah hidup jangan kecewakan aku" Gilmer hanya menghela nafas panjang.
Setelah selesai, tangan kanan Gilmer menyentuh wajah patung itu dan patung itu menghilang dari hadapan Gilmer.
Patung itu menghilang dikarenakan, Gilmer memasukkan patung itu dengan sihir elemen ruang nya.
Disaat patung itu menghilang, ada suara teriakan di belakang Gilmer.
"Oii Gilmer, aku sudah selesai menyerap inti core itu" Teriakan dari Bryant menggema di dalam goa itu.
"Huh, kau harus menghilangkan kebiasaan mu yang berteriak saat ada aku" Ucap Gilmer sambil menghela nafas lelah.
"Hmm, ada apa dengan mu?" Tanya Bryant yang merasa aneh dengan Gilmer.
"Apa yang kau maksud?" Bukannya Gilmer menjawab, tetapi Gilmer balik bertanya ke Bryant.
"Tidak, hanya saja aku merasa aneh dengan sifat mu tadi" Ucap Bryant sambil melihat ke arah Gilmer.
"Huh, sudahlah lupakan saja, setelah ini kita akan ke kawah gunung berapi, tempat Phoenix itu berada"
"Hmm, baiklah"
__ADS_1
Setelah itu, mereka berdua keluar dari goa dan berjalan ke arah kawah gunung berapi tempat dari Phoenix itu berada.
Bersambung....