Ayah, Aku Putrimu!

Ayah, Aku Putrimu!
foie grasz


__ADS_3

"Ayah," panggil Loli dengan suara seraknya. Ia baru saja bangun tidur.


"Apa?" jawab Sergan.


"Loli dimana?" tanyanya. Tangannya masih menggosok matanya yang masih perih.


"Di rumah," jawab Sergan singkat. Ia masih menyelesaikan pekerjaannya.


Sergan tidak langsung ke kantor setelah dari sekolah Loli. Melihat putrinya yang sepertinya masih kelelahan Sergan langsung pulang ke rumah, dan menyelesaikan pekerjaannya selama Loli tidur.


"Apa Loli boleh ke sekolah, Ayah?" tanya Loli ragu.


"Sudah hampir jam pulang, besok saja," jawab Sergan.


"Itu artinya Loli masih bisa sekolah," ucapnya ceria. Ia duduk seraya menatap Sergan.


Kening Sergan berkerut. "Siapa yang melarang mu sekolah?" tanya Sergan tidak senang.


"Loli pikir Ayah akan melarang Loli sekolah karena Loli membuat masalah," jawabnya dengan polos. Matanya menatap jernih ke arah Sergan.


"Kau tidak berbuat salah untuk apa aku menghukum mu," jawab Sergan. Ia lalu menatap jam tangan miliknya. "Sudah waktunya makan siang. Berkemas lah, aku akan menunggumu dibawah."


Loli lalu turun dari ranjang. Ia pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Pelayan akan datang dan menyiapkan pakaiannya.


Setelah seksi berkemas. Loli turun dan menemui Ayahnya.


"Ayah, dimana kita makan?" tanya Loli.


"Diluar. Kau pasti bosan makan dirumah," jawab Sergan.


Kepala Loli menggeleng. " Tidak, Loli suka makanan yang dibuat Kakak pelayan," tolaknya.


Sergan berdecak. Ia lalu menggandeng putrinya untuk keluar.


"Ayah, dimana Paman Andi?"


"Tidak tau."


"Kenapa Ayah tidak tau?"


"Kenapa aku harus tau?"


"Bukankah Paman Andi selalu bersama Ayah saat bekerja."


"Tidak juga."


"Benarkah? Tapi Loli sering melihat Paman Andi bersama Ayah."


"Tidak juga."


Loli itu anak yah tidak bisa diam. Ia selalu mengganggu Ayahnya dengan mulutnya yang tidak henti berkicau.


Sergan bukanlah seseorang yang sabar. Ia terkadang muak dengan tingkah putrinya.


"Ayah," panggil Loli.


Sergan diam tidak menjawab. Itu lebih baik.

__ADS_1


"Ayah," panggil Loli lagi.


Sergan masih diam. Ia sedang fokus menyetir.


"Ayah!" teriak Loli membuat Sergan hampir menginjak rem.


"Diam lah! Apa kau tidak melihat aku sedang menyetir," bentak Sergan.


Loli terdiam. Ia hanya ingin bertanya dimana mereka akan pergi. Ia tidak tau Ayahnya akan menjadi marah padanya.


Loli menunduk sepanjang perjalanan. Matanya menjadi perih karena ingin menangis.


Air mata Loli menetes.


Hari ini pelayan tidak mengikat rambutnya. Hanya bandana berwarna putih yang menghalangi rambutnya. Saat Loli menunduk, rambutnya menghalangi pandangan orang lain.


Sergan tidak melihat saat air mata Loli perlahan turun dengan deras.


Loli menggigit bibirnya dengan keras. Ia tidak berani lagi bersuara. Ia takut Ayahnya kembali marah.


"Sudah sampai, cepat turun," perintah Sergan.


Tiba-tiba Loli sesegukan. Ia lalu mengangkat pandangannya.


"Kenapa kau menangis?" tanya Sergan. Tangannya dengan sigap mengambil tisu.


"A- Ayah m- marah pada L- Loli," jawabnya sesegukan.


"Aku tidak marah padamu," balas Sergan seraya membersihkan wajah Loli.


"Tapi, t- tadi Ayah membentak Loli," sahut Loli.


Loli berhenti menangis. Ia lalu mengalungkan lengannya pada leher Sergan.


"Ayah gendong Loli," pintanya.


Sergan lalu menepuk punggung Loli. Ia lalu membawa Loli dalam gendongannya.


Loli menatap kedepannya. Ada banyak mobil mewah yang terparkir.


"Ayah kita ada dimana?" tanya Loli penasaran.


"Restoran."


Loli mengangguk. Ia sebenarnya tidak tau apa beda restoran dan kafe. Tapi, dari pada kembali membuat Ayahnya marah ia hanya mengangguk mengerti.


Setelah duduk di meja yang sudah Sergan pesan. Seorang pelayan datang.


"Selamat siang Tuan, Nona kecil, ingin pesan apa?" tanya pelayan itu seraya menyerahkan menu ke arah Sergan dan Loli.


Loli berbinar melihat menu itu. Ada berbagai macam jenis makanan yang terlihat mengunggah selera.


"Loli mau ini, ini, ini, ini, lalu ini."


Pelayan itu meneguk ludahnya melihat apa yang Loli pesan. Bukan main, ia memesan Kaviar, Lobster, foie grasz, tiramisu, dan Oyster. Untuk makan siang, jelas saja itu sangat mahal.


Sergan tidak protes. Untuk ukuran perut putrinya, jelas ia belum cukup membuatnya kenyang. Lagi pula, Loli masih kecil, itu tidak mengerti tentang harga yang tertera di menu.

__ADS_1


"Saya pesan Skirt steak, untuk minumnya Ice Blend Cookies & Cream dan Sour Plum Tea," ucap Sergan lalu mengembalikan daftar menu.


Setelah pelayan itu pergi, Loli lalu menatap Ayahnya.


"Ayah, apakah makanan yang Loli makan rasanya enak?" tanyanya. Ia hanya takut tidak bisa menghabiskan makanannya jika ia tidak menyukainya.


"Aku hanya tidak yakin dengan foie grasz," jawab Sergan.


"Mengapa Ayah?"


"Itu terbuat dari hati angsa."


Wajah Loli memucat. "Angsa? Apakah ia akan merusak wajah Loli, Ayah?" tangannya ketakutan.


Sergan bingung. Ia lalu ingat saat pertama kali menceritakan dongeng pada putrinya.


Sergan lalu tersenyum licik. "Entahlah, aku tidak yakin," jawabnya dengan tatapan polos.


"Ayah, bolehkan Loli membatalkannya," ucapnya dengan takut-takut.


"Ini restoran mahal. Mereka mungkin akan mengusir kita jika kita membatalkan pesanannya. Kau yakin tidak ingin mencoba yang lain? Tiramisu tadi terlihat sangat enak," tutur Sergan berbohong.


Restoran ini miliknya. Hanya saja, ia tidak pernah datang. Selama ini restoran ini selalu dialihkan ke Andi. Jadi, banyak pelayan yang mengira restoran ini milik Andi.


Loli menjadi gundah. Di satu sisi ia ingin merasakan makanan yang lainnya, di sisi lain ia takut memakan hati angsa itu."


Tiba-tiba beberapa pelayan datang membawakan makanan pesanan Loli dan Sergan.


Hidung Loli mencium aroma makanan yang sangat mengunggah seleranya.


Tampilan yang ia lihat di foto sama dengan makanan yang ada didepannya.


Tapi, Loli bingung. Yang mana hati angsa? Ia hanya tau memilih makanan yang menarik di matanya.


Setelah pelayan pergi, Loli memanggil Ayahnya.


"Yang mana hati angsa itu?" tanya Loli.


Karena belum puas mengerjai putrinya, Sergan lalu menunjuk ke arah tiramisu.


Hidung Loli kembang kempis melihat. Itu adalah makanan yang paling menarik dimatanya.


Dengan tangan gemetar Loli memotong sedikit dan memasukkannya kedalam mulutnya.


Matanya yang terpejam tiba-tiba terbuka. Ia lalu menatap Ayahnya dengan berbinar.


"Ayah, ini sangat lezat!" pekiknya merasakan tiramisu yang sangat lembut di mulutnya.


"Oh, sepertinya kau salah melihat telunjukku. Hati angsa yang aku maksud ada disisi tiramisu itu," ucap Sergan dengan santainya. Ia memasukan potongan Skirt steak kedalam mulutnya.


Loli terkejut, dengan cepat ia meneguk tiramisu kedalam perutnya.


Loli lalu menatap hati angsa yang Ayahnya maksud.


Loli lalu memotong hati angsa itu dengan hati-hati. Dengan sengaja ia mengambil potongan yang kecil.


Dengan tatapan ragu juga takut Loli memasukkan hati angsa itu masuk ke mulutnya.

__ADS_1


Sergan tersenyum melihat tingkah putrinya yang sangat lucu.


"Ayah! Ini juga enak!"


__ADS_2