Ayah, Aku Putrimu!

Ayah, Aku Putrimu!
Tumblr


__ADS_3

"Apa kamu begitu bodoh? Bagaimana bisa permainan semudah itu kamu tidak tau?" enak Arga.


"Loli memang tidak tau! Dan Loli tidak bodoh!" pekiknya.


"Arga cukup! Jika kamu bisa, ajarkan Loli memainkannya," sela Miss Ana. Ia mencoba menyatukan kedua anak yang suka bertengkar itu.


Dengan gaya angkuh Arga berjalan menuju tempat Loli. Wajahnya penuh ejekan menatap kearah Loli.


Loli hanya bisa menahan geramnya. Mainnya yang dapat ditangannya dirampas oleh Arga.


Arga mulai menyusun Lego itu hingga menjadi bentuk sebuah robot.


Loli menatap kagum kearah tangan Arga yang dengan lihai menyusun Lego itu satu persatu. Ia lalu menyerngit heran saat benda itu menjadi robot.


"Itu permainan anak laki-laki. Loli tidak suka," tolaknya tegas. Tangannya enggan menyentuh mainan yang Arga berikan.


"Aku sudah membuat ini untukmu. Kamu seharusnya bisa belajar membuat sendiri sesuai bentuk yang kamu inginkan. Aku suka robot, aku tidak peduli jika kamu tidak suka," sahutnya tegas. Ia lalu menjauh dari Loli sambil membawa Lego berbentuk robot itu pergi.


Bibir Loli bergetar. Matanya menatap benci pada punggung Arga. Tatapannya lalu jatuh pada sisa Lego yang ada didepannya.


Tangannya satu persatu mengambil Lego dan menyusunya. Ia tidak terlalu paham. Tapi, ia sering menggambar rumah, sedikit ia bisa menyusunnya.


"Miss! Lihat! Loli bisa menyusunnya. Loli suka rumah ini, berwarna pink. Bolehkah Loli bawa pulang? Loli akan menunjukkannya pada Ayah," ucapnya antusias sambil membawa susunan Lego. Ia memamerkannya pada Miss Ana dengan senyum bangga.


"Hebat! Loli sangat hebat. Apakah Arga yang mengajarimu?" tanya Miss Ana. Sebenarnya rumah itu tidak terlalu rapi, tapi, cukup bagus untuk anak yang pertama kali membuatnya.


"Huh, dia tidak bisa membuatnya menjadi sebagus Loli. Ia hanya bisa membuat robot jelek," sewotnya. Wajahnya menunjukkan kekesalan. Ia bahkan membuang nafas kasar.


Miss Ana mengangkat satu alisnya. Lalu bagaimana kau mengerti caranya membuat rumah jika tidak di ajarkan?


"Baiklah, bukankah kamu ingin menunjukkannya pada Ayahmu? Miss akan memotretnya dan mengirimnya pada Ayahmu. Sekolah tidak mengizinkan siswa membawa pulang mainan. Sekarang kamu mundur dua langkah, tersenyum dan tatap kearah kamera," ucap Miss Ana memberi petunjuk.


Loli menurutinya. Ia memamerkan gummy smile miliknya dengan tangan memangku Lego yang ia buat.


"Sangat cantik. Miss akan mengirimkannya pada Ayahmu. Kamu bisa bermain kembali," ucap Miss Ana.

__ADS_1


Loli mengangguk antusias, ia kembali ke tumpukan Lego. Ia ingin membuat banyak bentuk dan memamerkannya pada Ayahnya. Ia suka permainan ini, ia akan meminta Ayahnya membelikannya mainan seperti ini.


****


Sergan sedang meeting saat pesan dari guru Loli masuk. Ia tidak sempat memeriksannya.


Bibirnya tidak tahan tidak melengkung saat potret putrinya yang ia lihat.


Rasanya ia tidak perlu makan siang karena perutnya mendadak kenyang melihat potret putrinya.


Sergan lalu mengirim potret Loli ke Andi memintanya mencetaknya dan membelikan Loli mainan seperti di foto.


Sejak kecil, Sergan jarang bermain permainan seperti itu. Ia selalu membantu Bibinya mengurus keponakannya yang masih kecil.


Ia juga berusaha keras untuk mendapatkan beasiswa agar tidak menyulitkan Bibinya.


Masa kecilnya tidaklah mudah. Tapi, tidak ada penyesalan di hatinya karena sekarang ia sudah menuai usahanya.


Secara alami, Sergan tidak banyak mengetahui permainan anak zaman dulu maupun sekarang.


****


"Loli, apa yang kamu bawa untuk makan siang?" tanya Selina. Ia mengeluarkan tempat makannya yang berbentuk wajah salah satu kartun favorit anak-anak.


"Emm." Loli membuka tempat makannya. Ada sandwich dengan telur di dalam sana, juga ada susu di tumblr. "Ini, Loli bawa ini," ucapnya memperlihatkan tempat makannya.


"Wah, tumblr mu sangat indah. Aku pernah melihatnya di salah satu toko dekat butik Mami. Harganya sangat mahal, apakah itu asli?" tanya Biana menyela. Ia menginginkan Tumblr itu, tapi Maminya bilang itu terlalu mahal.


"Loli tidak tau, Kakak pelayan yang menyiapkan semua ini," jawabnya sambil menggelengkan kepalanya. Dua ekor kudanya bergoyang mengikuti kepalanya.


"Itu asli. Lihat label yang ada di bawah tempat duduknya," sela Arga. Ia tidak menyukai Biana, sikapnya terlalu sombong, dan ia juga merasa kasihan dengan si bodoh Loli. Dipermalukan, kok diam.


Wajah Biana menjadi muram. Tangannya terkepal. Ia merasa iri dengan Loli. Keseluruhan miliknya adalah barang mahal. Ia sebenarnya mengetahui jika tumblr itu asli, ia hanya tidak suka pada apa yang Loli miliki.


Jangan salah, meskipun tempat makan Loli paling kecil di antara mereka, milik dialah yang paling mahal.

__ADS_1


Ia juga mengetahui roti milik Loli merupakan roti dari kota B. Kota terbaik dalam menghasilkan roti, kualitas dan harga jangan di tanya, sudah tentu yang terbaik.


Jangan salah, Biana sudah diajarkan Maminya mengetahui segala hal mengenai barang-barang mewah.


Ia bisa membedakan sesuatu yang asli dan tidak. Berkualitas dan tidak. Ia juga bisa menebak harga sebuah tas hanya dengan menyentuhnya.


Secara alami Loli tidak terlalu bisa bersosialisasi. Ia hanya menjawab pertanyaan yang ditanyakan kepadanya.


"Loli aku dengar Ayahmu belum menikah, bagaimana bisa kamu lahir?" tanya Biana. Jujur saja, ia belum puas mempermalukan Loli.


Loli berpikir. "Apa itu menikah?" tanyanya bingung. Ia tidak terlalu mengerti bahasa orang dewasa.


"Kau bahkan tidak tau apa itu menikah. Apa kau sungguh anak Ayahmu? Aku jadi meragukan itu," ucap Biana meremehkan. Bagus, Maminya memberitahunya tentang riwayat hidup teman sekelasnya.


"Apa itu urusanmu? Berhenti berbicara seperti orang dewasa. Entah pelajaran tidak berguna apa yang orang tua mu ajarkan," sela Arga. Jujur saja, mendengar suara Biana membuat ***** makannya hilang.


"Lagi pula, apakah Mamimu tidak mengajarimu sopan santun saat makan? Biar aku ingatkan, jangan berbicara saat makan," ucap Zian mengejek. Ia tidak menyukai Biana karena mencoba menekan Loli.


Meskipun belum pernah berinteraksi, ia menyukai Loli. Loli mengingatkannya pada Adik perempuannya.


Biana mencibir. Ia menatap tajam ke arah Zian. Zian tidak balas menatap Biana, keberanian yang datang entah dari mana tiba-tiba menghilang.


Mereka lalu makan dengan hening. Saat makan siang, semua bangku dan meja di satukan. Laki-laki dan perempuan membentuk lingkaran untuk makan bersama.


Miss Ana ada diruang guru bersama guru lain. Karena di kelas ada cctv yang memantau kelas, itu memudahkan Miss Ana memantau siswanya.


Ia tadi sempat khawatir terjadi pertengkaran antara siswa, tapi melihat siswa lain membatu Loli membuatnya tersenyum.


Astaga, muridnya sangat manis. Ternyata, anak perempuan cerewet itu bisa merebut hati-hati siswa lain.


Tidak ada yang salah sebenarnya dari Loli. Ia cantik, imut, dan juga baik. Hanya sikap polos yang kelewat bodohnya membuat orang lain kesusahan.


Miss Ana lalu masuk ke kelas saat siswa sudah menyelesaikan makan siang mereka.


"Karena, makan siang sudah selesai. Saatnya kita pulang. Terima kasih untuk hari yang menyenangkan ini. Sampai jumpa lagi besok. Ayo, bawa tas kalian, Miss akan antar kalian hingga gerbang."

__ADS_1


__ADS_2