Ayah, Aku Putrimu!

Ayah, Aku Putrimu!
Belajar


__ADS_3

"Ayah," panggil Loli.


Ia baru saja selesai bersiap untuk pergi ke sekolah. Dengan langkah kecilnya ia menuruni tangga dengan cepat.


"Ada apa?" tanya Sergan.


"Apa Ibu sudah bangun?" tanya Loli.


Tadi malam ia tidak tidur dengan Ayahnya karena Ibunya masih ada di kamar itu. Dengan berat hati, Loli tidur dengan Eliza. Sedangkan Sergan tidur dengan Diana.


"Belum, tadi malam ia kesulitan tidur," jawab Sergan. Ia bangkit dari duduknya dan merapikan pakaiannya.


"Apa kau melakukan sesuatu padanya?" sela Eliza. Ia berjalan sambil membawa tas sekolah Loli.


Sergan mendelik pada Bibinya itu. Ia lalu mengusap rambut Loli.


"Pergi sarapan," ucap Sergan.


"Ayah?" tanya Loli.


"Ayah ada meeting penting. Ayah akan sarapan nanti. Hari ini Bibi akan mengantarmu ke sekolah," jawab Sergan.


Loli cemberut. Ia sedih karena tidak bangun di pelukan Ayahnya. Lalu sekarang ia sarapan tanpa Ayahnya.


Sergan mengerti putrinya. Ia lalu menepuk puncak kepala putrinya.


"Ayah akan pulang saat makan malam. Kita akan makan bersama Ibu. Oke," bujuk Sergan.


Senyum Loli terbit. Ia lalu mengangguk dengan antusias.


Dengan raut wajah riang ia berlari menuju ruang makan.


Saat tiba di sekolah, Loli langsung menceritakan pada temannya jika ia kembali menemukan Ibunya.


Ia juga menceritakan akan makan malam bersama Ibu dan Ayahnya.


Teman-teman Loli yang sudah terbiasa makan dengan Ayah dan Ibu mereka merasa sedikit aneh saat melihat Loli terlihat begitu bahagia hanya karena makan malam.


"Apa kamu tidak pernah makan malam bersama Ayah dan Ibumu," tanya Rian.


Loli menggembungkan pipinya. Ia lalu menggeleng sedih.

__ADS_1


"Loli selalu bersama Ibu. Suatu hari, Loli mengejar balon lalu bertemu Ayah," cerita Loli pada temannya.


"Jadi, kamu tidak tinggal dengan Ibu dan Ayahmu?" tanya Rian semakin penasaran. Wajahnya terlihat lucu saat ia bertanya pada Loli. Wajahnya putih dengan dihiasi rona merah pada pipi berisiknya.


"Tidak. Ibu selalu bilang Ayah sibuk bekerja," jawab Loli dengan.ata berkaca-kaca. Mood nya sedang tidak baik hingga sangat mudah untuknya menangis mengenai hal yang bersangkutan dengan Ibu dan Ayahnya.


"Ayah dan Ibuku juga sibuk bekerja. Kami juga sangat jarang makan bersama. Jika ada acara keluarga atau bisnis Ayah, Ibu, dan aku baru bisa makan bersama," adu Gio sedih. Ia merindukan Ayah dan Ibunya. Meskipun jarang memiliki waktu untuknya, ia sangat menyayangi Ayah dan Ibunya.


"Daddy dan Mommy selalu makan dengan Selina. Mereka juga suka bercanda saat sedang makan," ucap Selina. Ia sedikit sedih saat mendengar cerita temannya. Ia menceritakan kisahnya agar temannya ikut merasa senang.


"Benarkah? Itu pasti sangat menyenangkan," ungkap Rian. Ada perasaan iri saat mendengar cerita Selina.


"Ayah dan Ibu akan marah jika aku berbicara saat sedang makan," ucap Zian pelan. Kepalanya menunduk malu dengan tangan yang saling bertaut.


"Mengapa seperti itu?" tanya Selina.


"Ibu bilang makan sambil berbicara itu tidak sopan. Ayah juga berkata aku akan tersedak saat makan sambil berbicara," jawab Zian. Ia sangat malu saat perhatian temannya berfokus padanya.


"Loli juga seperti itu. Ayah akan memukul kepala Loli dengan sumpit jika Loli memuji makanan, huh," ucap Loli dengan nada kesal.


"Selamat pagi, anak-anak," sapa Miss Ana menghentikan pembicaraan mereka.


Mereka langsung lari ke tempat duduk masing-masing. Tempat duduk milik Biana dan Carole sudah disingkirkan agar tidak menganggu anak lain.


Satu persatu anak mulai menceritakan keseharian mereka dengan riang.


Belajar berkebun, main sepeda, sepak bola, hingga olahraga. Semua mereka ceritakan disertai senyum susu yang tidak hilang dari wajah mereka.


Miss Ana tersenyum mendengarnya. Ia menyukai suasana kelas seperti ini. Jika ia tahu keluarnya dua pengacau dari kelasnya membuat suasana setenang ini, ia menyesal karena selalu menganggap kecil masalah yang dua pembuat onar itu lakukan.


"Baiklah. Karena kalian sudah belajar banyak di rumah. Miss akan mengajarkan beberapa jenis buah yang mungkin masih asing bagi kalian," ucap Miss Ana.


Miss Ana lalu membuka salah satu kardus yang ada tidak jauh dari meja guru. Ia mengambil beberapa gambar yang ada dalam kotak itu.


"Nah, Miss akan tunjukkan satu jenis buah. Kalian harus menebak apa nama buah ini. Kalian setuju?"


"Setuju!"


"Baiklah. Kita mulai dengan buah ini," ucap Miss Ana seraya menunjukkan satu jenis buah.


Anak-anak itu mulai berpikir jenis buah apa itu.

__ADS_1


"Aku pernah melihat buah itu saat berlibur, tapi aku tidak bertanya pada Mommy apa namanya," ucap Selina.


"Aku pernah memakannya. Berwarna putih dengan biji berwarna hitam. Rasanya sangat enak. Melihat gambarnya membuatku ingin memakannya lagi," ucap Gio.


"Kau tau nama buah itu?" tanya Selina.


"Tidak, pelayan biasanya menyiapkannya saat aku ingin. Aku hanya perlu menyebutkan ciri-cirinya. Aku kesulitan mengingat nama buah itu," jawab Gio membuat Selina cemberut.


"Tidak ada yang bisa menjawab?" tanya Miss Ana.


Dengan serempak ke 8 anak itu menggeleng. menciptakan senyum manis pada Miss Ana.


"Baiklah, akan Miss beri tahu. Ini disebut buah naga, atau dalam bahasa Inggris disebut Pitaya."


"Ya, buah naga. Aku ingat sekarang," sela Gio.


"Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Tapi sekarang, buah ini sudah banyak dibudidayakan oleh beberapa negara."


"Buah ini juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Seperti, mengandung banyak vitamin yang sangat berguna untuk tubuh. Seseorang yang menderita diabetes juga akan tetap aman mengonsumsi buah naga karena tidak mengandung glukosa."


"Diabetes adalah penyakit kelebihan gula yang sangat banyak diderita banyan orang. Jadi, anak-anak seperti kalian ini harus mengurangi memakan makanan yang mengandung gula. Kalian mau nanti besar gak boleh makan makanan asin atau hambar doang?" tanya Miss Ana di balas gelengan oleh anak-anak itu.


"Miss, Loli tidak suka gula. Loli suka es krim," ucap Loli.


"Kenapa Loli suka es krim?" tanya Miss Ana balik.


"Karena dingin dan manis. Es krim stroberi juga sangat enak. Loli suka," jawabnya dengan riang.


Miss Ana tersenyum. "Rasa manis pada es krim berasal dari gula. Itu artinya Loli harus mengurangi makan es krim,"


"Tapi-"


"Loli mau nanti sudah besar gak boleh makan yang manis-manis," potong Miss Ana.


Loli menggeleng dengan cepat.


"Juga, dinginnya es krim tidak baik untuk gigi. Itu bisa menyebabkan gigi menjadi berlubang. Di sini ada yang pernah sakit gigi?" tanya Miss Ana.


Zian lalu mengangkat tangannya.


"Nah, Zian, ceritakan pada teman kamu bagaimana rasanya sakit gigi," pinta Miss Ana.

__ADS_1


"Aku suka makan permen. Ayah dan Ibu selalu memintaku untuk gosok gigi. Tapi aku tidak suka gosong gigi, lalu aku hanya memakan pasta gigi ku. Itu karena rasanya sangat enak. Aku lalu sakit gigi. Dokter bilang gigi ku berlubang hingga perlu dicabut."


"Rasanya sangat sakit. Aku bahkan tidak bisa tidur semalaman karena rasa sakitnya. Aku juga menangis karena gigiku terus saja berdenyut. Aku juga tidak bisa lupa saat dokter mencabut gigi ku. Awalnya terasa pedas, lalu ada rasa sakit pada gigi ku. Hingga saat itu aku tidak pernah lagi sakit gigi. Aku juga selalu menggosok gigiku setelah makan permen."


__ADS_2