Ayah, Aku Putrimu!

Ayah, Aku Putrimu!
Pertanyaan Loli


__ADS_3

"Loli. Nama Loli adalah Loli. Beberapa hari yang lalu Ayah memberitahu Loli jika nama Loli diubah menjamdi Lolita Meneer. Loli suka ikut Ibu bekerja, Ibu memiliki teman banyak, mereka suka bermain bersama Loli. Koki tidak suka ikut Ayah bekerja, terlalu banyak pria besar dengan wajah menyeramkan. Loli sangat menyukai ayam yang di buat kakak pelayan, Loli selalu memujinya dan kakak pelayan akan memuji Loli mengatakan Loli anak yang sangat baik," ucap Loli panjang lebar.


"Sangat kekanak-kanakan," enak Arga. Ia memberikan wajah jelek mengejek Loli.


Tangan Loli terkepal, ia menatap benci pada Arga.


"Dasar menyebalkan, kamu sangat menyebalkan. Loli akan bilang pada Ayah bahwa kamu sangat menyebalkan, tunggu saja dan Ayah akan datang untuk membunuhmu!" teriaknya sambil menunjuk ke arah Arga.


"Aku tidak takut. Aku akan menggretak Ayahmu hingga ia menangis ketakutan," balas Arga.


Loli semakin geram, saat ia akan membalas Arga, Miss Ana menghentikannya.


"Sudah cukup! Loli terima kasih atas penjelasannya. Sekarang beri waktu kepada temanmu yang lain untuk memperkenalkan diri mereka.


Miss Ana tidak habis pikir. Bagaiman bisa anak kecil seperti mereka mengatakan hal yang sangat mengerikan seperti itu.


Apakah karena kekejaman Ayah mereka, mereka jadi seperti ini. Sungguh, hidup orang kaya sangat sulit untuk di tebak.


Loli sangat marah pada Arga. Di kepalnya terekam setiap perkataan Arga yang akan ia adukan kepada Ayahnya. Ayahnya tidak lemah, ia bahkan pernah melihat Ayahnya memukul seseorang dengan sangat hebat.


Saat itu, Ayah tidak mengetahui keberadaannya. Ia tidak sengaja terbangun dan tidak menemukan Ayah disisinya.


Loli mendengar Ayahnya berbicara pada Paman yang selalu disisi Ayahnya mengatakan untuk merahasiakan kejadian kekerasan apapun padanya.


Loli tidak suka kerahasiaan. Ia ingin memarahi Ayahnya karena Ayahnya akan berbohong padanya. Tapi, Loli menghentikannya takut Ayahnya memukulnya seperti Ayah memukul Paman sebelum.


Ia mendengar Paman itu tidak mendengarkan perkataan Ayah hingga ia dipukuli.


"Baiklah, selanjutnya silahkan perkenalkan diri kamu," ucap guru itu setelah suasana kelas menjadi hening kembali.


"Namaku Carole. Ibuku sangat cantik dan Ayahku sangat tampan hingga orang banyak mengatakan aku luar biasa cantik," ucapnya sombong. Matanya menatap berkilat kearah Miss Ana.


"Benarkah seperti itu? Kakak pelayan mengatakan Loli sangat imut, itu artinya Ayah dan Ibu juga sangat imut," ucap Loli. Ia lalu mulai membayangkan wajah Ayah dan Ibunya.

__ADS_1


Miss Ana kembali mengacuhkan Loli, sangat sulit mengheningkan suasana kelas, jadi ia tidak akan membiarkan Loli kembali merusak suasana.


"Namaku Selina, Selina Margaretha. Umurku 5 tahun. Aku sangat suka menggambar, Daddy bilang gambarku sangat bagus."


"Selina, siapa Daddy?" tanya Loli bingung.


"Daddy adalah Daddyku," jawabnya.


"Loli, Daddy itu sama seperti Ayah. Hanya penyebutannya saja yang berbeda," jelas Miss Ana. Ia tidak ingin ada keributan lagi di antara muridnya.


"Tapi kenapa disebut Daddy, Miss?" tanyanya masih bingung. Jika sudah ada satu kenapa masih harus ditambah? pikir Loli.


"Begini. Bukan hanya ada Ayah, tapi juga ada sebutan lain untuk orang tua. Ada Daddy, Papa, Papi, dan masih banyak lagi, begitu juga untuk Ibu, ada Mommy, Mama, Mami. Setiap orang berbeda, ada yang seperti kamu menyukai memanggil orang tua mereka sebagai Ayah dan Ibu, dan ada juga yang seperti Selena, memanggil orang tuaereka sebagai Daddy dan Mommy."


Sekarang, Miss Ana berpikir, seperti ini lebih baik. Mereka akan lebih mudah mengerti jika di jelaskan oleh guru.


Loli hanya mengangguk kagum. Ia baru tau ada banyak sebutan untuk orang tuanya. Lain kali, ia akan memanggil Ayahnya dengan panggilan yang berbeda.


"Baiklah, kita lanjutkan. Ada berapa orang lagi yang belum memperkenalkan diri?" tanya Miss Ana.


"Siapa diantara kalian berdua yang ingin memperkenalkan diri lebih dulu?" tanya Miss Ana.


Anak yang berada di sisi Loli mengangkat tangannya. "Aku! Aku lebih dulu!" ucapnya semangat.


"Oke, silahkan perkenalkan diri kamu."


"Namaku Reina Vians. Papa dan Mama suka memanggilku Adik Rei. Aku punya satu Kakak yang sangat baik. Kak Bagas, ia lebih dulu sekolah dari aku. Tadi pagi, aku berangkat bersama Kak Bagas, tapi kami tidak berasa di sekolah yang sama," ucapnya dengan nada sedih di akhir kalimat.


"Itu sepertiku. Aku akan memiliki Adik," ucap Zian bangga.


"Tapi kamu bilang akan menjadi Abang, bukan kakak," sela Loli.


"Loli, itu sama saja. Seperti sebutan untuk Ayah dan Ibu," bantu Miss Ana.

__ADS_1


Zian anak yang pemalu. Dia hanya menunduk saat Loli menyela perkataannya.


Loli lalu mengangguk paham. Hebat! Ia akan belajar pada Ayahnya sebutan untuk keluarga lebih banyak.


"Yang terakhir, perkenalkan diri kamu," ucap Miss Ana.


"Namaku Biana Cloei. Mamiku memiliki butik yang sangat indah, banyak orang kaya yang datang kesana. Papiku seorang pengusaha, ia selalu memiliki uang karena bekerja dengan baik. Setiap hari, Papi dan Mami akan memberiku uang yang banyak," ucapnya dengan nada sombong.


Alis Loli mengernyit tidak suka. Ibu dan Ayahnya juga selalu menghasilkan uang, tapi mereka tidak pernah memberikannya padanya. Lain kali, Loli juga akan meminta Ayahnya memberikannya uang yang sangat banyak.


"Baiklah, karena sesi perkenalan sudah selesai, kalian bisa bermain hingga jam makan siang dimulai. Di mohon untuk jangan ada yang bertengkar, setiap anak harus mengantri jika menginginkan permainan yang sama," jelas Miss Ana.


Karena ruangan kelas yang luas, siswa tidak diizinkan bermain diluar ruangan. Orang kaya terkadang tidak menyukai sesuatu yang kotor.


Karena masih pagi, Miss Ana mengikat penyejuk ruangan dan membuka jendela. Mengizinkan matahari dan angin dari luar masuk keruangan.


"Miss Ana, bagaimana cara bermain dengan ini," tanya Loli bingung.


Tangannya membolak-balikkan Lego yang ada didepannya.


"Apa kamu begitu bodoh? Bagaimana bisa permainan semudah itu kamu tidak tau?" enak Arga.


"Loli memang tidak tau! Dan Loli tidak bodoh!" pekiknya.


Miss Ana semakin pusing dengan dua siswanya itu. Tidak mungkin meminta pergantian murid. Kelas, di pilih langsung oleh orang tua setiap anak.


Setiap kelas itu, terdapat perbedaan yang sangat mencolok.


Kelas A, dengan kualitas yang sangat luar biasa, dan biaya yang khas karena biasa.


Kelas B, hanya mendapatkan 3/2 dari kelas A.


Kelas C, hanya mendapatkan 1/4 dari kelas A. Biasanya, orang tua lain akan memilih sekolah lain jika anak mereka masuk ke kelasĀ  C.

__ADS_1


Kelas C sebenarnya lebih baik dari pada kelas pada sekolah umum. Tapi, karena sekolah ini menerapkan khas keluarga kaya, tentu saja kelas C bukan pilihan yang baik.


Orang tua dari kelas C akan di pandang rendah oleh orang tua lain yang anak mereka menempati kelas lebih tinggi.


__ADS_2