Azalea

Azalea
Mozaik 1 : Pengenalan Tokoh


__ADS_3


AZALEA


Sebuah pertunangan ganda seorang gadis bernama Azalea Putri dengan kelima teman pria semasa kecilnya dikarenakan janji yang diikrarkan kakek mereka.


“Sebuah keadaan yang tak biasa”


Jakarta, Indonesia. 2020. Kediaman Keluarga Kusuma.


Sebuah cermin seukuran tubuh manusia tengah memantulkan sosok Azalea Putri yang lihai dalam memasang dasi di kerah bajunya, dan beralih meraih blazer warna feldgrau yang sejak tadi tergantung rapi di clothes hanger di sampingnya.


Kali ini ia hanya mengenakan sepit lidi dan mengeraikan rambut panjang hitamnya dengan poni tipis yang cantik. Dirasa penampilannya sudah oke, Azalea menatap wajahnya di cermin dan tersenyum kecil.


Azalea Putri memiliki paras cantik dengan kulit putih merona, matanya besar dengan bola mata yang tajam berwarna coklat basah, hidungnya mancung serta bibir yang tipis. Tingginya 163cm dengan ukuran pinggang yang kecil sekitar 19 inches, rambutnya indah dan halus. Dari segi penampilan Azalea adalah gadis yang menarik.


Lebih dari itu, Azalea adalah cucu tunggal dari Yudi Kusuma, seorang konglomerat terkaya ketiga di Indonesia. Sehingga sejak lahir ia dilimpahi kekayaan yang banyak, dan bahkan seluruh harta yang dimiliki sang kakek akan diwariskan padanya. Dari segi harta jelas Azalea tak akan kekurangan apapun.


Dan hal penting lainnya, Azalea adalah gadis yang pintar, ia menguasai 4 bahasa asing, selalu juara pertama selama sekolah, perhitungan dan hapalannya cepat, bisa piano dan menjahit. Dilihat dari segi manapun kehidupan Azalea terbilang sempurna dan membuat oranglain iri.


Anehnya, Azalea mengaku ia iri pada satu hal, pada seseorang yang mempunyai waktu.


~azalea.fiction~


Menyambar ransel di atas sofa, Azalea membuka pintu kamar dan mendapati ketiga pengawainya menunduk memberi hormat 30 derajat padanya. Terbiasa dengan perilaku sopan tersebut Azalea berjalan melewati mereka, serentak ketiganya mengikuti dari belakang.


“Menu spesial sarapan pagi ini adalah sayur lobak, dan nona dilarang memakan Classic French Toast mengingat dua hari lalu tubuh nona naik 0,8 kg.” penuturan dari Tina Gustiani, ahli gizi yang bertugas mengenai pola makan dan kesehatan Azalea itu secara gamblang. Azalea sendiri sempat mendesah tak suka saat mendengar ‘sayur lobak’.


“Nona, mengenai bando yang sudah disiapkan kemarin apa ada kekurangan sehingga nona tidak mengenakannya?” Tanya Eva Fadila, designer khusus yang dipekerjakan demi Azalea dalam hal fashion, outfit serta make up.


Azalea sendiri tak suka penampilannya diatur dan memilih tak menjawab.


Sementara itu, dalam jarak yang sudah ditentukan, Aul, seorang wanita berusia 32 tahun yang berprofesi sebagai pengawal pribadi Azalea, yang ahli dalam berbagai teknik bela diri hanya diam mengikuti ketiganya.

__ADS_1


~azalea.fiction~


Setibanya di ruang makan, Azalea disambut oleh semua pelayan, dan salah satu pelayan menarik kursi, mempersilahkan Azalea untuk duduk. Tak lama, kedua orangtuanya. Yudha Kusuma dan Hana Putri datang dengan harmonis, mereka terlihat serasi dan saling menyukai, sehingga pelayan sudah terbiasa akan perilaku Yudha menarikkan kursi demi Hana. Setelah itu, Yudha duduk berhadapan dengan putrinya, Azalea.


Kali ini Azalea tidak berdiri menyambut mereka, hanya duduk dengan wajah malas. Tampak Yudha hendak mengomentari sikap tak sopannya itu sebelum Hana menyentuh telapak tangannya dengan lembut, seakan menyuruhnya memberi waktu bagi Azalea.


Jika sebelumnya salam yang diberikan seluruh pelayan hanya 30 derajat, maka kali ini mereka hampir menunduk 60 derajat untuk menyambut Tuan Besar Yudi Kusuma. Pria berusia 62 tahun itu memiliki wibawa yang kuat, setiap bunyi dari langkah kakinya mampu membius suasana.


Berhenti di depan kursi yang diapit Yudha dan Azalea di sisi kiri kanannya, Tuan Yudi melirik Azalea yang berdiri dengan setengah hati. Situasi menjadi tegang, namun Tuan Yudi memilih duduk dan memulai sarapan. Dan Azalea tanpa ragu makan roti tersebut langsung dengan tangan meski sudah diperingati, hingga mau tak mau Tina hanya mendongkol dalam hati.


~azalea.fiction~


Mobil yang dinaiki Azalea berhenti di depan SMA Kusuma. Sekolah elite dengan bangunannya yang mewah serta luas, terdiri dari 6 lantai. Yang tentu saja, bagi Azalea tempat ini adalah penjara kedua setelah rumah.


Sebenarnya Azalea tidak memiliki teman, kesehariannya hanya belajar selama 16 jam, ah tidak, mungkin lebih baginya, karena ia dituntut sebagai pewaris Perusahaan Kusuma. Sejak kecil Azalea sudah dibiasakan belajar banyak hal juga menuruti berbagai peraturan yang dibuat kakek, karena itu ia tidak bisa beradaptasi dengan oranglain. Azalea tak lebih seperti sebuah marionette dan sang kakek lah pemegang talinya.


Ia tak punya waktu untuk dirinya sendiri, bermain atau pun sekadar beristirahat dari rutinitasnya yang menjemukan. Karena itu, kehidupannya yang sempurna di mata oranglain justru memiliki cela tersendiri, Azalea lebih memilih hidup sederhana dalam kecukupan, sehingga ia bisa berteman, belajar dan mencintai seseorang dengan sederhana pula.


Menatap nanar sekolah, Azalea tak sadar jika sedari tadi Aul berdiri menungguinya setelah membukakan pintu.


Membayangkannya saja Azalea enggan, batas jemputan hanya di depan gerbang, ia tak suka menarik perhatian oranglain. Karena itu Azalea perlahan turun dari mobil, tepat bersamaan dengan mobil Hyundai All New Gasoline, keluaran terbaru yang menepi dan berhenti tak jauh darinya.


~azalea.fiction~


Tanpa menunggu dibukakan layaknya seorang putri, Novel Meilani membuka pintu mobil dan berjalan keluar dengan wajah angkuhnya yang khas. Gadis berambut sebahu dengan wajah cantik rupawan, blasteran tersebut selalu bersikap dingin, tak mempedulikan kakak kandungnya Novan Oktavian yang menyusul keluar dari mobil. Membuntuti dari belakang.


Sayangnya, beberapa siswi yang merupakan fansnya datang mengerumuni, menanyakan perihal liburan, sarapan atau sekadar ingin memberikan bekal padanya. Azalea mengamati mereka dalam diam.


“Jika nona mau, aku akan menyuruh mereka diam.” tawar Aul. Ekspresi dan nada bicaranya selalu sama. Azalea menggeleng.


Disana, Novan mencoba bersikap ramah meski sebenarnya enggan menanggapi mereka dan lebih fokus memperhatikan Novel yang terjebak dalam kerumunan. Barulah setelah mendorong minggir para siswi Novel berhasil keluar, Novan dengan gelisah terburu mengikutinya, menyuruh mereka bubar.


Azalea perhatikan, keduanya terlibat pembicaraan sebentar sebelum gadis yang dua tahun lebih muda darinya itu mengabaikan sang kakak.

__ADS_1


Novan Oktavian, teman pria semasa kecil Azalea, yang memiliki sikap ramah namun anehnya tak peduli akan sekelilingnya, sangat menyayangi Novel. Dia juga sama kayanya seperti Azalea, ayahnya seorang produser terkenal yang memiliki sebuah agensi besar. Keahliannya dalam bidang musik juga tak diragukan lagi, ia bisa menyanyi, bermain gitar dan membuat lagu. Mungkin karena itulah Novan populer di sekolah, dan bahkan memiliki fansclub layaknya penyanyi terkenal.


Ah, Novan adalah tunangan Azalea.


~azalea.fiction~


Azalea tak menduga ia akan berada tepat di belakang adik kakak itu meski sudah menjaga jarak sejauh mungkin dan memperlambat langkah, mungkin karena kehadiran Fauzi Abiyyi yang tiba-tiba. Pria dengan tinggi 181cm, yang sama tampannya dengan Novan, namun memiliki rambut hitam yang tak serapi Novan, karena sifatnya yang 4D, tak terduga. Ia memiliki dimple yang manis, dengan mata tajam dan bibir yang tebal, tersenyum lebar menyambut Novan dan Novel.


“Halo, my bestfriend,” sapa Fauzi pada Novan yang paham betul akan perubahan sikap aneh karibnya ini, kadang dingin, jutek, cerewet dan tidak jelas. “Dan, halo, my enemy” lanjutnya menyapa Novel, yang jelas membalasnya dengan membuang muka, langsung pergi.


“Sepertinya ada kabar baik, kau muncul dengan senyuman.” Ledek Novan. Mata Fauzi tak sengaja menatap sosok Azalea.


Fauzi Abiyyi, lahir 1 bulan lebih awal dari Azalea adalah pria yang sangat populer, dia seorang model dan memiliki banyak bakat. Pintar dalam teknologi, mungkin karena ayahnya adalah CEO dari perusahaan IT yang paling mahir di bidang keamanan. Semua yang dihasilkan mereka bisa menebus pasar internasional karena alatnya yang canggih dan terpercaya. Tak hanya itu, dia adalah cucu generasi ketiga dari keluarga Abi yang memiliki intergritas pada sistem pemerintahan zaman penjajahan maupun sekarang.


Dan, Fauzi juga merupakan sahabat kecil sekaligus tunangan Azalea.


Detik selanjutnya jeritan para siswi terdengar, seperti oase. Karena saat belajar nanti mereka hanya bisa diam layaknya di gurun yang panas. Sudah menerka alasan mereka antusias, Novan dan Fauzi menoleh pada ketiga pria.


~azalea.fiction~


3 pria berjalan beriringan di lapangan luas penghalang gerbang dan gedung sekolah. Mengalihkan perhatian semua siswi akan ketampanan mereka yang sama menariknya.


Aiman Hadiansyah, pria berwajah anime yang seakan-akan keluar dari komik dengan ukuran wajahnya yang kecil, selalu dieluk-elukan akan paras tampan dan cantiknya itu, apalagi ia tipe orang yang ramah, suka membantu, mudah bergaul dan disukai para guru. Ia mahir dalam piano, clarinet, biola dan gitar, juga menguasai 5 bahasa asing karena ayahnya duta pendidikan yang di tugaskan di Jepang saat ini.


Di tengah, Regi Fauzan, pangerannya sekolah. Memiliki proporsi tubuh yang paling disukai wanita, berkulit putih bersih. Cita-citanya adalah menjadi dokter hewan dan begitu menyayangi serta berbelas kasih pada semua hewan, pernah di sayangkan kenapa harus itu mengingat keluarganya sudah menjadi dokter bedah selama turun temurun. Ayahnya mempunyai rumah sakit di Jakarta Pusat, dan kelak ingin mewariskan itu pada Regi.


Di antara ketiganya, Gian Lukmana, sosok yang paling misterius dan tak terduga. Dia anak dari pengusaha ternama, Aris Lukmana yang bekerja dalam bidang real estate, memiliki banyak gedung, perumahan dan sekarang sedang mengerjakan proyek Blossom Land, sebuah pulau yang kelak akan dijadikan komplek dengan fasilitas yang serba ada dan modern, bekerjasama dengan Perusahaan Kusuma.


Ketiganya cukup dekat dengan posisi Azalea.


“Halo, Lea?” sapa Fauzi membuat suasana langsung hening. Semua mata menatap Azalea yang merutuki sapaan itu dalam hati.


Azalea terhenyak akan situasi di hari pertama mereka masuk sekolah paska liburan kenaikan kelas, dimana ini juga menjadi hari pertama dia dipertemukan dengan kelima tunangannya di sekolah.

__ADS_1


~azalea.fiction~


__ADS_2