
Kemarin malam, saat Larisa tertidur nyenyak di kasur karena lelah meladeni Demetrio, pria itu bangun untuk menghubungi ibunya.
"Halo, Ma. Selamat (menjelang) pagi."
"Bagus kamu tahu ini masih menjelang pagi di tempat ini," balas Mama dengan nada menahan kesal luar biasa. "Dari semua waktu kamu bisa mengabari Mama, kamu melakukannya sekarang? Dan ada apa dengan adikmu sebenarnya? Dia bilang dia ingin tinggal di tempat lain dan tidak mau memberitahu di mana itu pada Mama!"
"Beritahu dia bahwa aku akan menjadikan kakinya sebagai tangan kalau dia berani kabur." Demetrio tidak akan melepaskan Leadro semudah itu, tapi sekarang ia punya urusan lain. "Daripada itu, bisakah Mama melakukan sesuatu untukku?"
"Demetrio," panggil Mama seketika. "Kamu tahu Mama selalu kesal setiap kali tidur Mama terganggu, benar?"
"Aku tahu." Demetrio menjawab polos.
"Bagus. Lalu siapa anak kurang ajar yang mengganggu tidur Mama?"
"Leadro, tentu saja. Seorang Demetrio Lawrence tidak mungkin membuat Mamanya Tercinta menjadi kesal." Demetrio terkekeh geli. "Jika sudah selesai, bisa Mama membantuku?"
Di seberang sana, Demetrio bisa membayangkan ekspresi Mama seperti apa. Beliau sedang menatap ponselnya sambil berpikir dari mana dia memungut anak macam Demetrio.
"Baiklah," ucap Mama pasrah. "Katakan ada apa."
__ADS_1
"Aku ingin menikah lagi."
"DEMETRIO LAWRENCE!" teriak wanita itu seketika. "KAMU BERPIKIR DUNIA TERCIPTA UNTUKMU?"
"Ya, Mama." Demetrio mengangguk pasti. "Aku lahir darimu dan dunia tercipta untukku berkatmu. Lalu, bisakah kita lanjutkan?"
"Demetrio, berhenti bercanda dan kembali tidur!"
"Ada catatan mengenai daftar calon istri di ruang kerjaku, Ma. Jika Mama sudah selesai menggerutu, tolong masuk ke sana dan hubungi siapa saja yang menurut Mama pantas. Selama dia cantik dan payu-daranya lebih besar dari Larisa, aku terima."
"Kamu menjadi sangat gila, hah?!"
"Karena itu terdengar sangat bodoh jika serius, Demetrio!" jerit Mama frustasi. "Kamu berpikir ini candaan?! Reputasi keluarga kita akan dipertanyakan jika kamu langsung menikahi wanita lain kurang dari satu minggu setelah kamu menikahi Larisa!"
"Apa yang dipertanyakan? Apakah soal aku sangat perkasa maka aku menikahi wanita lain lagi untuk aku hamili?"
"MAMA AKAN MENJADIKAN KEPALAMU SEBAGAI KAKI JIKA KEMBALI NANTI!" teriak Mama lagi, nampaknya mulai merasa gila.
Demetrio hanya tertawa kecil, menganggap itu lelucon. "Lalu bagaimana jika Larisa berkhianat?"
__ADS_1
Seketika teriakan Mama berubah jadi serbuan pertanyaan serius. "Apa itu? Apa maksudmu? Wanita itu hamil dari orang lain? Karena itulah dia meminta pernikahan empat hari setelah kamu melamarnya? Atau dia punya penyakit dan dia menulari kamu?"
"Yah, Larisa tidur dengan pria lain jadi aku sangat sedih. Mama tahu, aku baru menyentuhnya sekali karena aku sangat kecewa," ucap Demetrio seolah-olah dia sangat frustrasi.
"Putraku." Mama langsung menyebutnya dengan nada terkuka. "Tidak tahu diri! Mama akan mengajukan protes secara langsung pada keluarganya!"
"Itu akan membuatku terdengar seperti pangeran manja yang terlalu peduli pada hal kecil, Ma."
"Itu bukan hal kecil! Kita jelas membeli kelamin wanita itu juga dari keluarganya!"
"Yah, tapi bukankah reputasi keluarga kita juga akan rusak?" Demetrio tersenyum kecil. "Bukankah sudah kubilang? Aku harus menikah. Itu akan membuat Larisa terlihat sangat-sangat konyol dan menyedihkan. Juga itu akan mempermalukan keluarganya."
Mama seketika setuju dan inilah yang terjadi.
Demetrio tersenyum melihat calon istri barunya yang terlihat sangat cantik dan sangat-sangat bisa menghancurkan reputasi seorang wanita yang telah menjadi istri.
Aku tidak akan menikahinya kalau kamu berlutut, bisik Demetrio dalam hatinya saat menatap Larisa.
Jadi tunduk padaku atau nikmati penghinaan barumu, Istriku Sayang.
__ADS_1
*