Balas Dendam Pada Suami Gila

Balas Dendam Pada Suami Gila
8.Lucu Sekali


__ADS_3

Katanya, saat kalian berdiri di pelaminan yang memajang pernikahan kalian dengan seseorang, rasanya akan sangat malu dan luar biasa kikuk.


Semua orang datang melihat bahwa kalian telah terikat akan hubungan pernikahan dengan seseorang dan secara resmi melegalkan hubungan kekasih saling mencintai satu sama lain.


Tapi, Larisa merasa berbeda.


Saat semua orang di halaman besar kediaman Lawrence itu berkumpul, datang memenuhi undangan mendadak pernikahan Larisa dan Demetrio, Larisa merasakan sebuah perasaan aneh.


Perasaan yang membuatnya berpikir :


Ah, lihat mereka semua. Semua orang datang merayakan pesta awal kemenangan Larisa. Semua orang datang tanpa tahu bahwa mereka memberi Larisa kekuatan dan kekuasaan.


Lihat wajah mereka. Termasuk mereka yang mengejek Larisa dicampakkan oleh Demetrio Lawrence, kini nampak seperti tidak percaya sekalipun Larisa hadir dengan balutan gaun putih.


Aku sangat menyukai serangga, bisik Larisa dalam dirinya ketika memegang tangan Paman menuju ke arah Demetrio berada. Aku sangat menyukai serangga jenis apa pun.


Bukankah semua serangga di tempat ini, semuanya nampak sangat menggemaskan?


Menunggu untuk diinjak-injak.


"Larisa."


Wanita itu melirik pada suara Paman Erwin yang samar. Tidak menjawab sebab mereka tengah menjadi pusat perhatian.


"Kamu melakukan peran dengan baik." Paman diam-diam bergumam agar hanya Larisa yang mendengar. "Selalu ingat agar meneruskannya di masa depan."


Senyum Larisa tak berusaha ia tahan agar lebar. Toh, orang akan berpikir ia sedang bahagia karena menikah.

__ADS_1


"Aku akan mengingat semuanya, Paman."


Segala-galanya. Larisa sudah mempersiapkan perannya di kemudian hari.


"Terima kasih," bisik Larisa tulus. "Paman pun menjagaku dengan baik."


Berkat dialah Larisa bisa berdiri di tempat ini, tentu berkat dia pulalah kegilaan di kepala Larisa hadir. Maka, terima kasih atas jasa-jasanya itu.


Langkah mereka akhirnya berdiri tepat di dekat tempat Demetrio berdiri. Segera Larisa berpindah tangan, siap menjalani upacara pernikahan suci yang dinanti-nantikan itu.


Melihat senyum Larisa, Demetrio membungkuk samar untuk berbisik, "Bagaimana kalau bermain, Larisa?"


Apa? Apa yang dia katakan di depan pendeta begini?


Nyaris bersamaan dengan Demetrio kembali menegakkan punggungnya, mendadak terdengar suara keributan dari arah luar.


Ah, dasar badjingan. Bahkan di detik-detik terakhir dia mencoba mempermainkan Larisa lagi?


"Demetrio! Demetrio!"


Semua mata berpaling dari Larisa ke arah teriakan histeris itu. Wujud seorang perempuan cantik yang wajahnya sering wara-wiri di film dan series populer kini sedang berusaha menerobos orang-orang yang menahannya, sambil terus meneriakkan nama Demetrio.


"Aku tidak terima!" teriak perempuan itu menggelegar. "Aku tidak terima keputusan sepihak macam ini! Ini penipuan! Demetrio dipaksa melakukannya!"


Astaga.


Menyedihkan sekali.

__ADS_1


Apa yang Demetrio lakukan pada perempuan ini sampai dia kehilangan akal sehatnya dan mempermalukan diri sendiri, di hadapan tamu dari keluarga elitis negara ini?


"Larisa! Perempuan tidak tahu diri!"


Wanita itu berlari ketika berhasil terbebas dari tahanan penjaga. Dia tampak sangat putus asa dan bersimbah air mata seolah-olah Larisa telah membunuh keluarganya.


"Aku yang harusnya menikah dengan Demetrio! Aku yang harusnya di sini! Kamu menjebak calon suamiku karena tidak tahan jika kami bersama!"


Bisik-bisik para tamu terdengar, entah itu menghina mantan kekasih Demetrio atau sampai membicarakan apakah benar Larisa merebut kekasih orang.


Tapi orang yang paling bertanggung jawab, sekaligus alasan dari keributan itu, malah berdiri tanpa sedikitpun terganggu.


Tidak.


Demetrio sekarang ... sedang tersenyum kecil.


"Anak nakal itu," gumam Mama yang seketika mengetahui bahwa ini lagi-lagi hanya permainan Demetrio. "Setidaknya dia harus merasa malu."


Tapi tidak. Demetrio tidak merasa malu, malah terhibur.


Bahkan ketika wanita itu, mantan kekasihnya, datang mencengkram pakaian pernikahan Demetrio sambil menangis putus asa, Demetrio sedikitpun tidak mengubah ekspresinya.


"Kamu mencintai aku, kan? Iya, kan?"


Ah, lucu sekali.


*

__ADS_1


__ADS_2