
Zack lalu menarik tangan Anna dan membawanya turun bersamanya.
“Masuk ke kamarmu dan jangan keluar sebelum aku perintahkan.” ucap Zack lalu membuka pintu kamar Anna.
“Zack, apa kamu sadar apa yang kamu ucapkan di atap tadi?” balas Anna.
“Cukup, Anna. Kamu telah membuatku kesal. Jika tidak bisa memikirkan dirimu sendiri, setidaknya pikirkan anak kita yang sedang berada di dalam perutmu!” ucap Zack kemudian.
...****************...
Setelah Zack berangkat kerja, Anna pergi menyirami tanaman di depan.
“Kamu cukup hebat menaklukkan Zack, ya, Anna. Bahkan dia sampai membantah Mamanya sendiri untuk pertama kalinya.” ucap Mary yang menghampiri Anna.
“Asal kamu tahu, Zack tidak pernah melawan Mamanya, bahkan jika menyuruhnya menikah, dia tidak melawan.” sambung Mary.
Anna mematikan air di selang yang sedang dia genggam.
“Tante sedang menyalahkanku atas sikap Zack yang melawan tante semalam?” tanya Anna.
“Bagus jika kamu merasa.” jawab Mary.
“Jika menurut tante, aku membawa pengaruh buruk untuk Zack, tante mungkin salah. Kita sudah berpacaran selama 6 tahun dan Zack baru pertama kali melawan tante semalam, ’kan?” balas Anna.
“Semalam Zack mengatakan sesuatu yang membuatku tersadar. ‘Mengapa kamu mengerjakan pekerjaan serendah ini, Anna?! Bahkan di rumahmu saja kamu mencuci pakaian dengan mesin?’. Asrama di kampusku menyediakan fasilitas laundry, dan rumahku biarpun kecil juga tersedia mesin cuci. Lalu, kenapa semalam aku bisa mencucikan pakaiannya Callista?” ucap Anna kemudian.
“Jadi, itu alasanmu menerima pekerjaan rendah ini? Hanya karena kamu tahu Zack selalu berpihak padamu sehingga kamu bisa berlindung di belakangnya?” balas Mary.
“Zack selalu berpihak padaku, ya? Oh.. aku baru mengetahuinya.” ucap Anna.
“Mari kita tempatkan Zack di posisi yang tersulit, di posisi yang harus membuatnya harus memilih antara ibunya atau ibu dari anaknya.” balas Mary.
“Aku tidak mau menempatkan Zack di posisi yang sulit seperti itu. Karena jika dia memilihku, dia akan menjadi anak yang durhaka.” ucap Anna.
“Anna, kamu harus ingat, anak yang kamu kandung sekarang selamanya tidak akan bisa menjadi bagian dari keluarga Smith, meski Zack mengakui bahwa itu anaknya. Anak hasil perzinahan, tidak dapat diterima di keluarga Smith.” balas Mary.
Ingin sekali rasanya Anna menyalakan kembali air dan mengarahkannya ke wajah Mary.
“Ma, Anna, sedang apa kalian?” Zack tiba-tiba datang menghampiri mereka.
“Zack? Bukannya kamu sudah berangkat kerja?” tanya Mary.
__ADS_1
“Iya, ada dokumen tertinggal.” jawab Zack.
“Saya permisi dulu.” Anna mengundurkan diri dan meninggalkan Zack bersama Mary.
“Mama tidak menyuruh Anna melakukan sesuatu, ’kan?” tanya Zack.
“Tidak, kok. Tanya saja sama Anna. Lagi pula kenapa sih kamu seperti menomorsatukan Anna? Apa bedanya Anna dari pelayan lainnya?” balas Mary.
“Menomorsatukan? Bukankah Mama dan Callista yang keterlaluan? Menyuruh Anna mencuci pakaian dengan tangan di tengah malam? Kenapa tidak menyuruh pelayan lainnya juga?” balas Zack.
“Karena Anna adalah pelayan khusus yang Mama rekrut untuk melayani Callista selama dia berada di rumah ini.” ucap Mary.
“Rekrut, ya? Darimana Mama bisa merekrut Anna?” tanya Zack.
“Aku masih tidak mengerti darimana Mama bisa merekrut pelayan seperti Anna.” ucap Zack kemudian.
“Mama dengar dari kenalan Mama kalau Anna butuh pekerjaan. Jadi ya sudah, Mama pekerjakan saja Anna di rumah ini.” balas Mary.
“Mama tahu ’kan dimana aku berkuliah? Anna berasal dari kampus yang sama denganku. Dan lulusan kampus di sana berakhir menjadi pelayan? Nilai Anna saja selalu lebih tinggi dariku.” jawab Zack.
“Jadi kamu ternyata mengenal Anna? Pantesan sepertinya kamu dekat sekali dengan Anna.”
“Apa?!”
“Kamu tidak tahu? Bukannya kalian teman dekat?” tanya Mary.
Zack segera berjalan masuk ke dalam rumah. Mary lagi-lagi menampikkan senyuman yang puas dan lebar.
“Anna...! Anna..! Dimana Anna? Ada yang lihat Anna?” Zack masuk ke dalam rumah dan memanggil Anna, menanyakan Anna ke pelayan lain.
“Anna di dapur, Tuan.” jawab salah seorang pelayan.
Zack langsung berjalan menuju dapur dan menarik tangan Anna agar ikut bersamanya. “Anna, ikut aku.”
“Ada apa, Zack?” tanya Anna.
Zack membawa Anna kembali ke taman. Sedangkan Mary menguping mereka dari dalam.
“Ada apa, ma?” tanya Callista yang datang menghampiri Mary.
“Akan terjadi pertengkaran antara pelayan dan tuannya.” jawab Mary.
__ADS_1
“Kenapa kamu tidak beritahu aku?!” tanya Zack kepada Anna.
Anna mengerutkan dahinya, merasa bingung akan maksud Zack.
“Beritahu apa?” balas Anna.
“Sesuatu yang tidak kamu beritahu ke aku. Kamu lupa?” balas Zack.
Anna tidak sengaja melirik ke arah kanannya dimana Mary sedang menyaksikan mereka dari balik kaca jendela rumah.
Ini pasti ulah dia. batin Anna.
“Kamu sudah dipecat dan bekerja paruh waktu di kafe, kenapa kamu tidak beritahu itu padaku?” ucap Zack.
“Sebenarnya kamu menganggap aku apa, sih, Ann?”
“Kenapa aku merasa seperti tidak dianggap sebagai kekasihmu?”
“Dulu, saat di California, kamu tidak seperti ini loh, Ann. Apapun itu selalu kamu ceritakan padaku.”
“Tapi kenapa aku merasa kamu berubah. Kamu bukan lagi Anna yang selalu terbuka denganku.”
“Aku masih menjadi kekasihmu, Ann. Kamu masih menganggap aku sebagai kekasihmu, ’kan, Ann?”
“Kecilkan suaramu. Mama dan istrimu bisa mendengarnya.” ucap Anna.
“Itu tidak penting, Anna!” balas Zack.
“Biarkan mereka mendengarnya. Aku adalah kekasihmu dan Kamu adalah kekasihku! Kita adalah pasangan kekasih yang sudah berjalan selama 6 tahun. Dan sekarang kamu sedang mengandung anakku.”
“Hm, benar. Semua yang kamu katakan adalah benar. Kamu adalah kekasihku dan aku adalah kekasihmu. Aku masih menganggapmu sebagai kekasihku. Tapi apakah kamu juga menganggapku seperti itu?” balas Anna.
“Apa maksudmu, Anna? Aku selalu menganggapmu sebagai kekasihku. Bahkan setelah aku menikah dengan orang lain.” ucap Zack.
Anna tersenyum. “Lalu, jika kamu menganggapku sebagai kekasihmu, apakah mungkin kamu menikahi wanita lain? Bahkan setelah kamu memasangkan cincin di jari manisku dan mengatakan ‘aku mencintaimu’ padaku setiap hari. Apakah mungkin? Untuk pernikahan bisnis, ataupun pernikahan sungguhan.. jika kamu benar menganggapku sebagai kekasihmu, apakah kamu masih bisa menikahi wanita lain?” balas Anna.
Bersambung...
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih
__ADS_1