Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah

Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah
Darah Daging Zack


__ADS_3

“Ma, aku telah berkuliah 6 tahun sampai S2, di universitas ternama di dunia, tapi tidak ada tuh yang namanya membantu perusahaan dengan pernikahan. Kita bisa saja membantu dengan memberikan dana, investasi, atau apa kek.” bantah Zack.


“Ok, tidak mau pilih, biar Mama yang memilih.” balas Mary.


“Ma! Zack sudah punya pacar, Ma. Hubungan kita sudah memasuki tahun keenam. Jika Mama ingin Zack menikah, satu-satunya wanita yang Zack akan nikahi adalah dia, Ma.” ucap Zack.


“Oh, ya? Apa nama perusahaan ayahnya?” tanya Mary.


“Apakah itu penting?” balas Zack.


“Tentu saja penting! Kamu sudah berkuliah selama 6 tahun di universitas ternama di dunia tapi tidak tahu cara mempertahankan nama baik perusahaan?” balas Mary.


“Dunia itu keras, Zack. Tidak selamanya yang kamu inginkan itu bisa kamu dapatkan. Dan ingat, kakekmu memiliki cucu lain selain kamu, Zack. Dia bisa kapan saja memindahkan posisi CEO untuk cucu gelapnya, Zack. Pertimbangkan itu juga.” ucap Mary kemudian.


“Ah, ya sudah. Mama pilihkan saja. Tapi setengah tahun saja.” ucap Zack.


“Dua tahun.” balas Mary.


“Ma! 2 tahun itu lama. Satu tahun.” ucap Zack.


“Satu setengah.”


“Ma!”


“Baiklah, baiklah. Satu tahun.”


Flashback OFF.


Tiba di hari pernikahan Zack dengan putri pemilik Gemilang Group, Callista. Namun atmosfer di gedung itu bukan seperti pernikahan, melainkan seperti pertemuan para pengusaha dan kalangan penting lainnya. Juga para stasium tv yang meliput dengan kamera berjajar. Zack hanya perlu mengucap janji pernikahan dan memasang wajah berbahagia saja.


Dan malam itu, seluruh stasiun tv menayangkan acara yang sama, yaitu pernikahan Zack dengan Callista. Membuat hati Anna tergores ketika menonton tv. Anna segera mematikan tv dan menarik selimut untuk tidur.


“Sampai kapan aku harus menahannya, ya?” ucap Anna.


Anna mengusap perutnya. “Semuanya akan baik-baik saja. Ya ’kan, nak?”


Ting..


Zack.


Anna, aku di depan.


Anna segera keluar setelah membaca pesan dari Zack. Tidak pernah Zack datang ke rumahnya dengan tangan kosong. Dia membelikan sejumlah makanan untuk Anna.


“Acaranya sudah selesai?” tanya Anna.


“Sudah. Ayo kita makan. Aku tidak bisa menelan apapun selama berada di sana.” jawab Zack.


“Kenapa beli makanan banyak sekali? Kita ’kan hanya berdua.” tanya Anna.


“Bertiga.” jawab Zack.


“Oh.. iya..”


“Sini duduk.” ucap Zack.


Mereka pun makan bersama malam itu. Namun Anna sering gagal fokus dengan cincin yang melingkar di jari manis Zack. Rasanya sekarang sudah berbeda. Karena Zack telah sah milik orang lain.


“Anna.” panggil Zack.


“Hm?”


“Dua jam lagi aku pergi ke Hawaii. Selama 2 minggu.” ucap Zack.


Anna terdiam sejenak. Kemudian dia membalas dengan wajah yang ceria. “Asyik dong liburan! Bulan madu?”


“Aku sudah memerintahkan orang untuk menjagamu selama aku tidak ada. Namanya Bram. Dia akan mengantar jemput kamu. Kalau butuh apa, katakan saja pada Bram. Kamu mengerti?” ucap Zack.

__ADS_1


“Kamu tidak perlu merepotkan orang lain untuk menjagaku segala. Memangnya aku anak kecil?” balas Anna.


“Dia bukan orang lain. Dia asisten pribadiku.” ucap Zack.


Tririring... Ponsel Zack berdering.


“Baiklah. Bersenang-senanglah, Zack. Tidak perlu memikirkan aku di sini.” balas Anna.


“Kamu tahu? Hanya di tempat ini aku bisa makan dengan lahap.” ucap Zack.


“Pergilah. Kamu sudah harus pergi, ’kan?” balas Anna.


“Anna, dengarkan aku. Jangan bekerja terlalu keras, jangan sampai capek, istirahat yang banyak, makan yang teratur, dan jangan lupa kabari aku selalu. Balas pesanku sesegera mungkin. Kamu mengerti?” ucap Zack.


Anna mengangguk. “Aku mengerti. Pergilah.”


Zack mengecup bibir Anna kemudian turun ke perut Anna. “Jaga Mama, ya. Kalau Mama nakal, tendang saja.”


“Hey, dia belum bisa menendang!” ucap Anna.


“Kunci pintu luar dalam, ok? Sampai nanti, Anna. Aku pasti akan merindukanmu.” balas Zack lalu keluar dari rumah Anna.


Mereka saling melambaikan tangan sebelum Zack mengendarai mobilnya meninggalkan rumah Anna.


“Hanya 2 minggu, Anna. Hanya 2 minggu.” ucap Anna monolog.


...****************...


Anna keluar dari rumahnya dan bersiap untuk bekerja pagi ini. Setelah dia mengunci pagar rumahnya dan bersiap berangkat, sebuah mobil berhenti di depan rumahnya.


“Nona Adrianna?”


“Iya, saya sendiri.” jawab Anna.


“Perkenalkan saya Bram. Saya diminta Zac—maksudnya Pak Zack untuk mendampingi anda bepergian.” ucap Bram.


“Anda pasti dekat sekali, ya, dengan Zack?” tanya Anna.


“Saya bekerja untuknya.” jawab Bram.


“Saya minta diantarkan ke sebuah tempat. Tapi jangan melapor ke Zack, ya?” ucap Anna.


“Maaf tidak bisa, bu. Saya harus melapor kemana pun ibu pergi.” jawab Bram.


“Kalau begitu turunkan saya di sini. Tidak perlu antar saya.” ucap Anna.


“Maaf bu, tidak bisa.”


“Turunkan saya.”


“Maaf bu—”


“Turunkan sa—”


“Baik, bu. Saya janji akan diam. Kemana tujuan ibu?”


“Kafe Sunny Shine.”


“Baik, bu.”


...****************...


“Bagaimana, Bram? Mengapa kamu tidak melapor?” ucap Zack melalui telepon.


“Adrianna bekerja seperti biasanya, Zack.” jawab Bram.


“Baiklah. Jaga dia selalu. Jangan sampai dia lepas dari pandanganmu.” balas Zack.

__ADS_1


“Ok.”


...****************...


Setelah selesai bekerja, Anna kembali pulang bersama Bram yang menunggunya seharian di depan kafe.


“Bram, bisakah besok kamu menungguku di tempat lain saja?” pinta Anna.


“Baik, bu.”


“Bawakan Anna padaku.”


“Maaf, bu. Apa ibu sudah lelah hari ini?” tanya Bram.


“Tidak begitu. Kenapa?” balas Anna.


“Ada seseorang yang ingin bertemu dengan ibu. Saya antar ya, bu.” ucap Bram.


“Baiklah.” balas Anna.


Bram pun mengantar Anna kepada seseorang yang memintanya untuk membawa Anna kepadanya. Dan itu tidak lain adalah Mary, mamanya Zack.


Sampailah Anna di rumah yang megah dan besar seperti istana. Bram membukakan pintu mobil untuk Anna.


“Dimana ini?” tanya Anna.


“Mari ikut saya masuk, bu.” jawab Bram.


Anna pun mengikuti langkah kaki Bram yang membawanya masuk ke rumah yang besar itu. Bahkan isi rumah itu, perabotan rumah dan lainnya sangat mewah.


“Bu Mary, saya telah membawa Anna.” ucap Bram.


“Terima kasih. Kamu boleh keluar, Bram.” balas Mary.


Dan akhirnya Anna tahu siapa yang ingin bertemu dengannya. Yaitu mamanya Zack. Apa yang akan dilakukan mamanya Zack lagi kepadanya?


“Duduklah.” ucap Mary.


“Selamat malam, tante.” ucap Anna.


“Saya dengar katanya kamu sedang mengandung anaknya Zack.” ucap Mary.


“I-iya, tante..”


“Sudah berapa usia kandunganmu?” tanya Mary.


“9 minggu, tante.” jawab Anna.


“Hmm.. sudah terlalu besar untuk digugurkan.” ucap Mary.


“Maksud tante?” tanya Anna.


“Setelah anak itu lahir, jangan harap anak itu bisa bergabung dan memakai nama keluarga Smith. Rawat dan besarkan anak itu sendiri. Masalah biaya, kamu bisa minta ke saya. Jangan pernah sekali-sekali meminta ke Zack.” ucap Mary.


“Apakah tante sudah membicarakan soal ini dengan Zack?” tanya Anna.


“Karena pada awalnya saya berniat aborsi saat mengetahui saya hamil. Namun Zack melarang saya.” ucap Anna berbohong.


Mary tersenyum. “Kalau berniat aborsi, lakukanlah. Itukan tubuhmu, Zack tidak berhak atas apapun.”


“Tapi anak ini adalah darah daging Zack.” ucap Anna.


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2