Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah

Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah
Presdir


__ADS_3

“Apa?! Menjual perusahaan?! Jika dijual sekarang, kita akan merugi. Apa mereka tidak punya otak?” balas Zeruel.


“Ada satu perusahaan yang menawarkan untuk mengambil alih dengan harga yang bagus.” ucap Bram.


“Tidak! Tidak! Pokoknya tidak! Perusahaan ini telah aku bangun selama 40 tahun! Tidak mungkin bisa dijual begitu saja! Sebentar, aku akan membujuk para pemegang saham dulu.” balas Zeruel.


Zeruel masih belum menyerah terhadap GR8 Holdings dan tidak ingin GR8 Holdings di ambil alih oleh perusahaan manapun. Dia berusaha membujuk para pemegang sahamnya dan pendukungnya, tapi semua mengabaikan teleponnya. Bahkan saat dia masih bicara, mereka sudah mematikannya.


“Zack, bagaimana dengan ayah mertuamu? Apakah dia tidak dapat membantu kita?” tanya Zeruel.


“Kek, kita sudah tidak memiliki pilihan lain..” ucap Zack.


“Ini semua karena Mamamu! Tidak ada pintu maaf untuk Mamamu, Zack. Bram, temui aku dengan perusahaan yang berniat membeli GR8 Holdings.” balas Zeruel.


“Baik, Presdir.” ucap Bram.


...****************...


Beberapa hari setelahnya..


Di Perusahaan GR8 Holdings.


...Rapat Pemegang Saham Dimulai...


“Zack, ikut denganku sebentar. Ada yang ingin aku katakan.” bisik Bram pada Zack yang sudah duduk dalam auditorium tempat rapat akan berlangsung.


“Ada apa? Rapat sudah ingin dimulai.” balas Zack.


“Mengenai Anna dan perusahaan yang mengambil alih GR8 Holdings.” ucap Bram.


“Sehubungan dengan skandal yang dialami oleh direktur keuangan Mary Jo,—” Dewan direksi memulai rapat.


Bram tidak sempat lagi berbicara pada Zack.


Bram pun keluar dari auditorium.

__ADS_1


“—mengakibatkan harga saham yang turun drastis, citra baik perusahaan yang tercoreng, kehilangan banyak pengguna terhadap aplikasi game dan layanan lainnya, sehingga perusahaan mengalami kerugian secara besar-besaran. Untuk menyelamatkan perusahaan dan membangkitkan kembali GR8 Holdings dari keterpurukan, GR8 Holdings akan diambil alih dan menjadi anak perusahaan dari OneTech Group. Kepada direktur utama OneTech Group, waktu dan tempat dipersilahkan.”


Diselenggarakan rapat pemegang saham dan dengan keputusan dewan direksi, GR8 Holdings akan di ambil alih oleh perusahaan OneTech Group. (*perusahaan teknologi multinasional dengan pendapatan tertinggi kedua setelah GR8 Holdings yang merancang, mengembangkan, dan menjual barang elektronik konsumen, perangkat lunak komputer, dan layanan daring.)


Karena itu, direktur utama dari OneTech Group dipanggil ke depan untuk menyampaikan pidatonya. Ketika kedua pintu terbuka, masuklah seorang wanita dan berjalan maju ke depan. Semua mata tertuju pada wanita yang berjalan menuju mimbar yang diiringi dengan ketukan sepatu haknya. Termasuk Zack. Zack membulatkan matanya ketika melihat wanita yang sudah berhari-hari menghilang, muncul di hadapannya dan berjalan sebagai direktur utama perusahaan terkemuka.


“Anna?” gumam Zack.


Sebelum mulai pidato, Anna menunduk ke bawah melihat sepatu-nya.


“Halo, saya perwakilan OneTech Group, direktur utama, Adrianna Gartner. GR8 Holdings adalah perusahaan besar di negara kita. GR8 Holdings berhasil menghibur masyarakat dengan layanan game dan streaming, dan berhasil menyumbang perekonomian negara ini. Walau nama GR8 Holdings menjadi jelek karena berbagai kasus yang terjadi, itu hanya kesalahan individu. GR8 Holdings tetaplah perusahaan yang baik. Saya pernah mendengar sebuah kutipan bahwa: ‘Hal yang paling penting saat berbisnis adalah manusia dan kepercayaan.’. Untuk itu, saya akan fokus pada manusia, alih-alih uang. Dan dibandingkan keuntungan, saya akan fokus pada kepercayaan. Bersama kalian semua, saya berjanji akan mengembalikan citra baik GR8 Holdings dan menempatkan GR8 Holdings pada posisi sebelumnya. Kita akan bangkit dan berjaya lagi. Setelah ini akan saya bacakan mengenai perombakan jajaran direksi yang baru. Yang pertama, CEO: saya sendiri, Adrianna Gartner, Direktur Utama: Zachary Smith, Direktur Keuangan: Warren Smith, Direktur Personalia: Bram Lawrence, Direktur Operasional:...., Direktur Perencanaan dan Pengembangan:...., Direktur Perencanaan Strategi dan Manajemen Resiko:.... Silahkan dari nama yang semua disebutkan tadi, setelah ini berkumpul di ruangan saya. Terima kasih.” pidato Anna.


Setelah selesai berpidato, Anna turun dari mimbar dan berjalan menuju ruangan CEO, diikuti oleh para direktur yang baru diangkat.


Tiba di ruangan CEO GR8 Holdings, Anna melihat ruangan itu telah benar-benar dipersiapkan untuknya, bahkan papan kaca yang terletak rapi di atas meja sudah bertuliskan nama dan jabatannya.


...Adrianna Gartner...


...President...


Anna membubuhkan tanda-tangannya di clipboard yang diberikan Novan. “Apa anda yakin?” tanya Novan.


“Yakin. Mantan direktur keuangan Mary Jo akan dibebaskan dari tuduhan beberapa hari lagi. Namun saya tidak bisa berjanji kalau beliau bisa kembali ke GR8 Holdings lagi.” ucap Anna kepada para direktur yang tengah berkumpul.


“Dengan kesalahan yang banyak dan berat itu, apakah mungkin Mary Jo dibebaskan?” tanya direktur keuangan, Warren Smith, sepupunya Zack.


Anna tersenyum. “Kejaksaan belum berhasil membuktikan bahwa Mary Jo bersalah. Oh ya, ini sekretaris saya. Sekretaris Novan, jika ada sesuatu yang ingin dikatakan pada saya, bisa melalui dia.” jawab Anna.


“Baiklah, kalau begitu, saya ucapkan selamat bergabung dalam jajaran direksi yang baru. Saya selaku CEO baru mengharapkan kita semua dapat bekerjasama untuk membangkitkan dan membawa GR8 Holdings ke posisi semula. Pertama-tama, kita akan fokus mengembalikan citra baik perusahaan di mata publik.” Anna memulai rapat.


Setelah rapat selesai, para direktur berangsur-angsur keluar meninggalkan ruangan Anna, kecuali Zack. Jelas sekali laki-laki memiliki ribuan pertanyaan yang ingin dia ajukan pada Anna.


“Anna.” panggil Zack setelah semuanya pergi.


Novan langsung menghadang Zack dengan tangannya.

__ADS_1


“Presdir Anna.” Novan mengoreksi panggilan Zack kepada Anna.


“Tunggu di luar. Aku akan memanggilmu lagi nanti.” ucap Anna kepada Novan.


“Tapi Tuan Ed—”


“Hanya sebentar.” ucap Anna.


Novan pun terpaksa menurunkan tangannya dan keluar dari ruangan Anna, meninggalkannya berdua saja dengan Zack.


“Aku tidak berniat buruk padamu, Zack.” ucap Anna.


“Kamu kemana saja, Anna? Kenapa kamu menghilang dan tiba-tiba muncul di hadapanku sebagai CEO? Kamu baik-baik saja, ’kan? Bagaimana dengan anak kita? Dia baik-baik saja, ’kan?” Zack menghujani Anna beribu pertanyaan dan mengusap perut Anna.


Anna menepis tangan Zack.


“Jaga sikapmu. Aku atasanmu.” ucap Anna.


“A-Ann..”


“Aku masih tidak mengerti. Bram, asisten pribadiku, kenapa bisa menjadi direktur? Dan Warren, sepupuku yang tidak mengerti apa-apa, kenapa dia juga bisa menjadi direktur? Direktur keuangan pula?” tanya Zack.


“Kamu terlalu meremehkan adik sepupumu. Memangnya kamu tahu darimana kemampuan dia jika dia tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya?” balas Anna.


“Kamu mengenal Warren?” tanya Zack.


“Tidak. Tapi yang jelas aku yakin dia akan menjadi direktur keuangan yang jujur san bersih. Tidak seperti direktur keuangan yang sebelumnya.” jawab Anna.


“Tapi, Ann—”


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2