Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah

Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah
Dipermalukan


__ADS_3

“Uang jajan. Anggap saja karena aku tidak pernah memberikan uang jajan sebelum kamu berangkat pergi.” jawab Ed.


“Akan aku gunakan untuk berfoya-foya loh, ya..” balas Anna.


“Boleh saja. Tapi jangan pernah gunakan untuk membayari pacarmu yang sudah jatuh miskin itu.” ucap Ed.


“Mantan pacar.” Anna mengoreksi kalimat Ed.


Anna kemudian berjalan ke luar dari rumah. Didapatinya Novan yang sudah menunggu di depan dan langsung membukakan pintu mobil begitu melihat Anna sudah keluar.


“Sudah lama menunggu? Maaf ya..” ucap Anna.


“Tidak apa-apa. Semakin lama menunggu saya semakin senang.” balas Novan.


Anna mengerutkan dahinya.


“Itu artinya anda berinteraksi banyak dengan Tuan Ed.” ucap Novan kemudian.


Anna tersenyum lalu masuk ke dalam mobil. Hubungan Anna dan Ed sebagai ayah dan anak memang bisa dibilang sangat canggung. Terlebih Anna baru mengetahui Ed adalah ayah kandungnya saat dia sudah dewasa. Dan tidak dapat dipungkiri juga betapa kecewanya Anna dengan Ed yang malah menelantarkan dan membiarkan Anna tumbuh di panti asuhan.


“Presdir Anna, Mary Jo sudah dibebaskan dari tuduhan. Dia sudah menunggu anda di kantor.” ucap Novan seraya menyetir.


“Baiklah.” balas Anna.


Sesampainya di perusahaan, Anna dan Novan turun dari mobil dan mendapat banyak “bungkukkan badan” dari karyawan yang melintas di lobi. Anna dan Novan pun berjalan menaiki lift khusus akses VIP menuju ke ruangan Anna.


“Dirut Zack mengajukan pertemuan lagi.” ucap Novan kepada Anna saat berdua di dalam lift.


“Jika bukan mengenai pekerjaan, tolak saja.” balas Anna.


“Baik.”


Ting...


Lift yang ditumpangi Anna dan Novan telah sampai di ruangan Anna.


Novan menelepon seseorang. “Presdir Anna telah sampai.” ucapnya di telepon dengan singkat.


Anna dan Novan berjalan memasuki ruangan Anna sebagai CEO.


“Panggil para direktur ke ruanganku. Aku ingin menerima laporan dari mereka.” ucap Anna.


“Bagaimana dengan Mary Jo yang sudah menunggu anda dari pagi?” tanya Novan.


“Oh, ya... Tidak baik membuat orang menunggu lama. Panggil dia ke ruanganku juga, deh.” jawab Anna.


“Baiklah.” ucap Novan.


Tidak lama kemudian para direktur masuk bersama Novan dan Mary Jo bersama seorang wanita dari resepsionis di belakangnya.

__ADS_1


Termasuk Zack dan Warren yang juga adalah direktur. Zack bertemu Mamanya di dalam ruangan Anna.


“Selamat pagi, Presdir Anna.” sapa para direktur yang baru masuk dan menundukkan kepalanya.


“Silahkan duduk dulu.” balas Anna.


“Selamat pagi, Presdir Anna. Bu Mary Jo telah tiba.” ucap seorang wanita dari resepsionis yang juga membungkukkan setengah badannya.


Seisi ruangan menjadi canggung dan hening seketika. Semua mata tertuju pada Mary Jo dan memberikan sebuah kode bahwa dia harus memberikan hormat.


“Anda harus memberikan hormat kepada Presdir Anna, Bu Mary Jo.” ucap Novan.


“Hm? Oh? Iya, baik...” jawab Mary dengan gelagapan.


Mungkin sulit bagi Mary yang tidak pernah membungkukkan badan, terlihat darinya yang kesusahan dan kaku ketika mencoba membungkukkan badan. Apalagi di depan para direktur yang masih muda seperti Bram, Warren, dan bahkan anaknya sendiri.


“Baiklah, tidak apa-apa. Anda mungkin masih harus banyak belajar, mantan direktur keuangan Mary Jo.” ucap Anna.


Mary menatap wajah Anna. Begitu juga dengan Anna yang sudah memasang wajah senyum cerah sejak pertama kali para direktur masuk.


“Tolong siapkan barangnya.” ucap Anna kepada wanita yang dari resepsionis itu.


“Baik, Presdir Anna. Saya permisi sebentar.” balas wanita itu.


“Presdir Anna, ada projek dari bagian Perencanaan Strategi yang butuh tanda tangan anda.” ucap Direktur Perencanaan Strategi.


“Baiklah. Saya akan memeriksanya nanti.” balas Anna.


“Presdir Anna, ini notulen rapat hasil diskusi bersama pemegang saham.” ucap Novan.


“Terima kasih. Saya akan membacakan hasil diskusi saya bersama pemegang saham beberapa hari yang lalu. Mengenai mantan direktur keuangan Mary Jo yang sempat terkena skandal yang merugikan perusahaan, namun karena Mary Jo tidak terbukti bersalah, Mary Jo hanya akan didemosi. Mary Jo akan bekerja di bagian Keuangan dengan posisi sebagai karyawan yang selebihnya akan diurus oleh bagian Personalia.” ucap Anna.


(*Demosi adalah proses penugasan kembali karyawan ke posisi lain dengan tanggung jawab yang lebih rendah.)


Tok.. tok..


“Presdir Anna, ini barang yang anda butuhkan.” ucap wanita dari bagian resepsionis dengan menyerahkan kardus berisi barang-barang Mary Jo dari ruangan lamanya.


Saat Anna ingin mengambil kardus tersebut, tangannya merasa licin dan kardus itu lolos dari tangannya. Papan nama Mary Jo dengan jabatan lamanya sebagai Direktur Keuangan pun pecah terbelah menjadi 2.


“Astaga! Maaf, bu! Saya minta maaf!” ucap resepsionis yang hendak memunguti pecahan kaca.


Anna segera meraih tangan wanita itu, melarangnya untuk memunguti pecahan kaca agar tidak terluka.


“Biar cleaning service yang membereskannya. Hanya papan nama saja ’kan yang rusak?” ucap Anna.


“Iya, bu Presdir.”


“Ya sudah tidak apa-apa. Toh, papan nama itu sudah tidak terpakai lagi, ’kan, Bu Mary?” tanya Anna.

__ADS_1


Mary menatap wajah Anna dengan kesal. Dia tahu Anna sedang mempermalukannya di depan anaknya sendiri dan direktur yang lainnya.


“Iya, tidak apa-apa.” jawab Mary dan menampilkan senyumnya yang terpaksa.


“Baiklah. Kalau begitu, bagian Personalia akan mengurus pendemosian Bu Mary dan memberikan surat perjanjian kerja yang baru sebagai karyawan biasa.” ucap Anna.


“Baik, Presdir Anna.” jawab Bram.


“Mari, bu.” ucap Novan mempersilahkan Mary pergi dari ruangan Anna karena mereka akan memulai rapatnya.


Setelah selesai rapat, lagi-lagi Zack sengaja keluar paling akhir agar bisa berbincang dengan Anna.


“An—Maksudnya Presdir Anna. Ada yang ingin saya bicarakan.” ucap Zack.


“Mengenai pekerjaan?” tanya Anna.


“Kamu bilang aku bisa mengajukan pertemuan ke sekretarismu. Tapi sudah 2 kali aku mengajukan pertemuan ke Sekretarismu dan selalu ditolak.” ucap Zack.


“Aku tidak ingin membicarakan selain mengenai pekerjaan. Keluarlah jika kamu tidak ada keperluan lagi.” balas Anna lalu berjalan ke meja kerjanya, duduk memeriksa dokumen yang ada di mejanya.


“Aku sedang dalam proses perceraian, Anna.” ucap Zack.


Anna meraih gagang telepon di ujung mejanya. “Sekretaris Novan, datang ke ruanganku sekarang.” ucap Anna di telepon.


Tok.. tok..


“Presdir Anna, ada yang bisa saya bantu?” tanya Novan setelah tiba di ruangan Anna.


“Bawa Dirut Zack keluar.” jawab Anna dengan wajahnya yang tertuju pada dokumen di atas meja kerja. Wajahnya bahkan tidak lagi menoleh ke arah Zack.


“Mari, Dirut Zack.” ucap Novan mengarahkan Zack ke pintu.


“Kenapa kamu melakukan ini padaku, Anna?” tanya Zack seraya menepis tangan Novan.


“Aku berusaha memperbaiki semuanya, Anna.” ucap Zack kemudian.


Anna tidak bergeming. Dia tetap fokus memeriksa dokumen yang membutuhkan tanda tangannya. Dia sama sekali tidak memerdulikan Zack.


“Mari, Dirut Zack. Jangan mengganggu Presdir Anna.” ucap Novan.


Zack pun mau tidak mau keluar dari ruangan Anna setelah diabaikan begitu saja oleh si pemilik ruangan.


Maaf, Zack. Aku takut aku akan goyah jika bersamamu lagi. Aku harus fokus mencapai tujuanku terlebih dahulu. batin Anna setelah Zack dan Novan pergi dari ruangannya.


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2