Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah

Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah
Apartemen?!


__ADS_3

“Mari bicara menggunakan etika dan tata krama. Anda seharusnya bisa, ’kan?” ucap Anna kepada Mary.


“Firasatku sudah benar dari awal. Kamu memang bukan wanita yang baik untuk Zack. Apakah meninggalkan Zack selamanya sulit sekali ’kah bagimu? Apa kamu merasa telah mendapatkan Zack kembali setelah malam itu? Zack pasti sedang mabuk berat saat itu!” oceh Mary.


“Perlukah kita konfirmasi dengan Zack nya sendiri? Apakah dia sedang mabuk atau tidak malam itu?” balas Anna.


“Apa maksudmu? Kamu pasti sedang kesenangan sekali, ya? Dan sekarang kamu juga mengacaukan hidupnya. Apa kamu senang melihat Zack menderita?” ucap Mary.


“Meninggalkan Zack, tidak sulit sama sekali. Itu mudah. Tapi... coba kita balik pertanyaannya. ‘Apakah meninggalkan saya selamanya sulit sekali ’kah bagi Zack?’.” balas Anna.


Mary tersenyum sinis. “Selain kekayaanmu yang bertambah, rupanya kepercayaan dirimu juga, ya? Memang sih, kekayaan adalah salah satu kunci untuk bisa percaya diri.”


“Begitu, ’kah? Jadi, itu sebabnya Anda sedang tidak percaya diri sekarang?” tanya Anna.


Mary terdiam sejenak. Sebelum dia melayangkan tangannya yang ingin menampar Anna. Emosinya tersulut ketika mendengar kalimat Anna yang terdengar seperti hinaan baginya. Padahal bagi Anna, dia hanya mengimplementasikan kalimat yang dilontarkan Mary. Dan untungnya ada Novan yang bergerak cepat menahan tangan Mary.


“Apa saya salah?


Dan, oh ya. Tadi Anda bertanya, apakah saya senang melihat Zack menderita? Jawaban saya tentu saja tidak. Ada seseorang yang harus lebih menderita.” ucap Anna lalu mendekatkan tubuhnya dengan Mary.


Anna mendekatkan mulutnya di telinga Mary. “Karena Zack hanyalah sebuah pion.”


“Beraninya kam—” Mary lagi-lagi hendak menampar Anna dengan tangannya. Setelah mendengar Anna yang jujur dan berterus terang, memanfaatkan anaknya, Mary tidak bisa lagi menahan amarahnya.


Ting... Suara lift berbunyi.


“Mama!” Zack keluar dari lift dan langsung menghampiri Mamanya.


“Presdir Anna, maaf..” ucap Zack. Zack membungkukkan setengah tubuhnya di hadapan Anna.


“Apa yang kamu lakukan, Zack?!” Emosi Mary kian memuncak. Harga dirinya merasa jatuh sejatuh-jatuhnya melihat anak semata wayangnya, membungkukkan tubuh kepada wanita yang paling dia benci.


“Dirut Zack.” panggil Anna.


“Ya, Presdir.” jawab Zack.


“Saat ke Milan kemarin, apakah ada salah satu di antara kita yang mabuk?” tanya Anna.


“Ya?” Zack sempat terkejut atas pertanyaan yang dilontarkan Anna.

__ADS_1


“Hm.., tidak ada, Presdir.” jawab Zack kemudian.


“Baiklah. Keributan pagi ini, saya anggap tidak pernah terjadi. Silahkan kembali ke pekerjaan kalian masing-masing.” ucap Anna lalu berbalik badan menuju ruangannya.


...****************...


“Ma, Mama apa-apaan seperti tadi, sih? Apa Mama lupa kalau Anna sekarang adalah seorang presdir di tempat kita bekerja? Lupakan soal jabatan, Mama tetap tidak boleh menampar Anna.” Zack bergegas membawa Mary ke tempat yang sepi agar bisa berbicara 4 mata.


“Tapi dia yang telah menyebabkan semua kekacauan ini terjadi, Zack. Mama tidak bisa diam saja. Kalau kita diam saja, Anna akan semakin menjatuhkan kita, Zack.” balas Mary.


“Menjatuhkan? Menyebabkan kekacauan? Anna? Ma, justru Anna yang telah meringankan beban kita, Ma. Asal Mama tahu, kalau bukan karena Anna, Mama mungkin sekarang berada di penjara dalam waktu 5 tahun lamanya.” ucap Zack.


“Karena Anna? Kamu jadi memuja-muja dia sekarang? Zack, kamu kehilangan rumah kamu itu karena dia, Zack!” balas Mary.


“Bukan. Aku kehilangan rumahku itu bukan karena Anna. Itu karena aku harus membayar utang bank atas gugatan yang dilayangkan ke Mama.” ucap Zack.


“Jadi, kamu menyalahkan Mama sekarang? Mama tidak tahu apa yang telah Anna lakukan sampai bisa mencuci otakmu sampai seperti ini. Zack, apa kamu tidak tahu kalau yang membocorkan skandal penggelapan Mama itu adalah Anna?” balas Mary.


“Mama ini bicara apa? Anna baru bergabung ke dalam GR8 Holdings setelah skandal Mama bocor, Ma..” ucap Zack.


“Otakmu benar-benar telah dicuci, Zack. Kamu harus dengar Mama, Anna itu bukan wanita yang baik dan polos seperti yang kamu kira. Kamu sudah salah menilai Anna. Dia itu penuh kepalsuan.” balas Mary.


“Baiklah kalau kamu tidak percaya, Mama akan buktikan perkataan Mama.” balas Mary.


“Bagaimana dengan rumah kamu? Kamu sudah memikirkan cara? Kita tidak bisa terus-menerus menumpang di rumah kakekmu.” tambah Mary.


“Aku akan coba bernegoisasi lagi dengan pihak bank. Kalau tidak berhasil, aku akan membeli 1 unit apartemen yang dekat dengan perusahaan.” ucap Zack.


“Apa?! Apartemen?! Kamu tidak berniat mendapatkan kembali rumahmu, Zack? Rumah itu pemberian kakekmu, lho!” balas Mary yang tidak terima.


Sudah terbiasa hidup dengan serba kemewahan, mendengar akan tinggal di apartemen membuat Mary syok.


“25 Miliar memang jumlah yang besar.. mungkin butuh waktu 10 tahun untuk mendapatkan kembali rumah itu dengan gajiku yang sekarang.” ucap Zack.


Mary membuang napasnya dengan kasar. Dan lagi-lagi dia menyalahkan Anna atas semua yang telah terjadi padanya dan Zack.


“Sekarang aku harus ke bank lalu kembali bekerja. Aku akan pulang malam karena besok akan ada perilisan game. Sampai bertemu di rumah Kakek.” ucap Zack lalu pergi terlebih dahulu meninggalkan Mamanya.


...****************...

__ADS_1


Bank XYZ


“Mohon maaf Bapak Zachary, sesuai dengan kebijakan kami, jika utang tidak dibayarkan dalam 3 minggu maka aset jaminan akan kami sita. Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena ini adalah kebijakan yang telah dibuat.”


Setelah berbicara dan bernegoisasi, Zack pun gagal mendapatkan kembali rumahnya yang telah disita. Jawaban pihak bank pun selalu sama apapun yang Zack ucapkan. Zack pun keluar dari kantor pusat bank dengan wajah yang penuh kekecewaan, kakinya seakan berat untuk berjalan melangkah.


Sebelum Zack masuk ke dalam mobil, ponselnya yang berada di sakunya pun berbunyi.


Tringgg.... Sekretaris Novan is calling...


“Anda dimana? Tim sudah berkumpul di ruangan Presdir untuk rapat.”


Zack segera masuk ke dalam mobilnya, menancap gasnya dan melajukan mobilnya ke perusahaan dengan kecepatan penuh. Semua orang telah menunggunya di ruangan Anna. Tidak sedikit dari mereka yang terus melihat jam seraya menunggu kedatangan Zack yang terlambat.


...****************...


GR8 Holdings.


Ruangan Anna.


Tok.. tok..!


“Maaf, saya terlambat.” ucap Zack yang baru bergabung di ruangan Anna.


“Baik. Kita mulai saja rapatnya.” ucap Anna memulai rapat. Wajahnya pun tampak tenang namun tidak berekspresi. Membuat Zack pun takut dan bingung. Menurutnya lebih baik jika Anna memasang wajah kesal atau kecewa atas kedatangannya yang terlambat.


Ketika rapat telah selesai...


Seperti biasa, Zack menjadi orang yang terakhir yang pergi meninggalkan ruangan Anna. Dia sengaja mencuri kesempatan, menunggu semua tim keluar dari ruangan Anna, menyisakan dirinya berdua saja dengan Anna.


“Anna..” panggil Zack.


“Kamu tidak melupakan apa yang terjadi saat kita di Milan, ’kan?” tanya Zack kemudian.


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2