
Namun ketika dia sudah menjadi CEO, bertemu dengan orang-orang yang berasal dari kalangan yang sama dengannya, dia pasti akan berubah. Dia jadi memiliki standar untuk pasangan. Dibandingkan gadis yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan, anak saya pasti akan memilih wanita yang latar belakangnya jelas, dibesarkan dalam keluarga yang serba ada.
Lagi-lagi kalimat itu terngiang di kepala Anna. Benarkah Zack telah berpaling darinya? Semudah itu kah bagi Zack untuk berpaling setelah 6 tahun lamanya merajut cinta bersama Anna?
Rasa sakit dirasakan hati Anna. Meski dia sudah tahu, hubungannya dengan Zack tidak akan mudah. Akan selalu ada cobaan. Terlebih Anna bukanlah wanita yang pantas untuk bersanding dengan Zack. Dan Anna tahu itu.
Anna berusaha memfokuskan diri pada pekerjaannya sebagai pelayan di kafe. Karena sudah memasuki jam malam, kafe mulai ramai hingga tutup di jam 11 malam. Anna bersama karyawan lain baru bisa pulang setelah kafe tutup.
Saat itu transportasi umum sudah berhenti beroperasi. Membuat Anna harus berjalan kaki sejauh 2 km untuk sampai ke rumahnya. Selama perjalanan, banyak hal yang Anna pikirkan. Berita siang tadi cukup mengguncang Anna, membuatnya kecewa dengan Zack. Seolah 6 tahun ini tidak ada artinya bagi Zack. Padahal bagi Anna, 6 tahun bersama Zack adalah waktu yang sangat berharga.
Memasuki gang rumahnya, Anna mendapati Zack bersama mobilnya berada di depan rumah Anna. Entah berapa lama sudah Zack menunggu, mungkin 3 jam. Karena setelah mendengar berita siang tadi, Anna langsung mematikan ponselnya.
Anna berjalan mendekat. Meski rasanya dia lelah sekali dan sedang tidak ingin melihat Zack saat ini. Terlihat Zack juga menghampiri.
“Kantormu benar-benar kacau. Tengah malam kamu baru pulang ke rumah?!” ucap Zack saat pertama kali bertemu Anna di hari itu.
Namun Anna terdiam. Tidak membalas kalimat Zack dengan satu katapun. Mulutnya tertutup begitu rapat.
“Anna, pasti kamu sudah mengetahui beritanya, ’kan? Itu bukan seperti yang kamu pikirkan, Anna. Itu hanya pernikahan bisnis untuk kepentingan 2 perusahaan saja. Kamu mengerti, ’kan? Kita—” ucap Zack terhenti saat Anna melepaskan cincin pemberiannya.
Anna mengembalikan cincin itu pada Zack.
“Pernikahan apapun itu, tetap saja namanya pernikahan. Jika kita melanjutkan hubungan ini, aku akan berubah menjadi wanita simpananmu dan aku tidak mau itu.” ucap Anna.
Zack meraih tangan Anna.
“Anna, hey. Hanya 1 tahun, Anna. Setelah itu sudah. Itu hanya pernikahan yang diatur di atas kertas.” Dia berusaha meyakinkan Anna.
“Dalam semalam aku bisa berubah menjadi wanita simpananmu. Bagaimana dengan 1 tahun? Aku mungkin akan dibuang olehmu.” ucap Anna.
“Apa yang kamu bicarakan, Anna? Anna, kamu tahu seberapa besar aku mencintaimu, ’kan? Itu hanya pernikahan bisnis, Anna. Kamu bisa mengerti keadaanku, ’kan?” balas Zack.
__ADS_1
“Tidak, Zack. Aku tidak bisa mengerti. Kamu akan menikahi semua wanita yang akan berbisnis denganmu? Kalau begitu, aku tidak bisa, Zack. Melihatmu menikah dengan wanita lain—Lebih baik kita akhiri saja semuanya, Zack. Aku tidak ingin menjalin hubungan dengan suami orang.” ucap Anna.
Anna kemudian masuk ke dalam rumahnya, meninggalkan Zack dengan sejuta kekecewaan dan sakit hati. Anna sadar apa yang telah diucapkannya barusan. Memang lebih baik hubungannya dengan Zack harus berakhir.
Namun tidak dengan Zack. Dia tidak menerima hubungan yang diakhiri secara sepihak itu. Karena dia tidak ingin hubungannya dengan Anna berakhir. Dan karena itulah, Zack masuk ke rumah Anna. Menggedor pintu rumah Anna sampai dibukakan oleh pemilik rumah.
“Hubungan dimulai dengan kesepakatan kedua pihak, begitu juga saat berakhir. Dan aku, akan menjadi pihak yang tidak ingin hubungan kita berakhir.” ucap Zack.
Kemudian Zack langsung masuk ke dalam, menyerbu mulut Anna dengan bibirnya.
“Zack!” Anna mendorong tubuh Zack sejauh mungkin.
Namun Zack tidak menyerah. Dia kembali menyerbu bibir Anna. Tangannya mengunci wajah Anna agar tidak bisa menghindar dari ciumannya. Kaki Zack berjalan ke kamar Anna yang sepetak itu.
“Zack, jangan gila kamu!” Anna berteriak.
Zack mengendurkan dasi dan melepasnya. Kembali mencium Anna hingga terjatuh ke atas ranjang. Zack berada di atasnya, mengunci dan menindih tubuhnya.
Tangan Zack mulai menjelajah. Menarik paksa baju Anna sehingga membuat kancing-kancing baju itu terlepas dan berserakan dimana-mana. Matanya memancarkan api gairah dan hawa nafsu.
“Zack! Tidak! Tidak mau! Kumohon..!”
Anna berusaha berteriak dengan suaranya yang tercekat. Dia begitu putus asa. Sepertinya dia sudah merasa bahwa hal buruk akan terjadi padanya.
“Apapun yang terjadi, aku tidak mau hubungan kita berakhir, Anna.” ucap Zack.
Dia kembali mencium bibir Anna, tidak memberikan kesempatan Anna untuk melawan. Sementara tangannya membuka pakaian miliknya dan kembali memposisikan tubuhnya sejajar dengan Anna.
Akhirnya dengan sekali hentakan Zack menguasai tubuh Anna.
Anna menjerit kesakitan, Zack mencium bibir Anna. Dia tetap mendorong tubuhnya ke dalam tubuh Anna, membuat tubuh kekasihnya gemetar kesakitan. Anna tidak mampu melawan, hanya air mata yang masih mengalir dari sudut matanya.
__ADS_1
Mungkin Anna menolaknya, tapi tidak dengan tubuhnya. Setelah lama berpacu, Zack mulai merasakan batas dirinya. Zack mengerangg panjang. Selama beberapa waktu, hanya keheningan yang ada di antara mereka. Zack berusaha mengatur napasnya kembali.
“Hanya kamu seorang di dalam hidupku, Anna.” ucap Zack.
Anna segera bangkit dari ranjangnya. Dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Meski tidak dapat menghilangkan bekas jejak Zack di tubuhnya. Setelah 6 tahun menjalin hubungan dengan Zack, baru hari ini mereka berhubungan intim.
Karena gaya pacaran mereka yang aman, tinggal di asrama yang terpisah dengan lawan jenis, dan cinta yang mereka miliki bukanlah cinta yang bergairah, dipenuhi hawa nafsu.
Anna termenung lama di bawah pancuran air yang jatuh membasahi tubuhnya. Memikirkan hubungannya dengan Zack yang semakin berliku. Sedangkan Zack tidak mau mengakhiri hubungan mereka.
Anna akhirnya sadar, betapa Zack tidak menginginkan pernikahannya dengan wanita lain. Dan jika menarik benang, mencari akar permasalahannya, lagi-lagi tertuju pada mamanya Zack. Tentu mamanya Zack akan melakukan segala cara untuk memisahkan Anna dan Zack. Mungkin dia tidak tahu, betapa cintanya Zack kepada Anna.
Anna bisa merasakan begitu dalam dan besar cinta dari Zack untuknya. Karena dia pun juga seperti itu. Berpisah dengan Zack, sangat sulit dibayangkan. Anna tidak bisa itu. Dan pada akhirnya... Anna memilih untuk mengikuti keinginan Zack.
Hanya satu tahun, Anna.
Itu hanya pernikahan bisnis, Anna.
Suara Zack mengatakan hal itu terngiang di kepalanya. Seolah menyuruh Anna untuk bertahan. Terbesit di pikiran Anna untuk menantikan rencana apalagi yang akan dilakukan mamanya Zack demi memisahkan mereka. Anna menjadi penasaran akan hal itu.
Jika Anna dan Zack berpisah, maka rencana mamanya Zack berhasil dan berhenti sampai di sini. Namun bagaimana kalau mereka tidak berpisah, sehingga rencana mamanya Zack gagal.
Dalam pertarungan memang harus ada yang kalah dengan cara mengalah maupun babak belur, tapi itu bukan aku orangnya. batin Anna.
Dan yang membuat Anna ingin bertahan adalah, karena Anna tahu betapa Zack mencintainya. Dan Anna juga tahu, pernikahan itu sangat tidak diinginkan oleh Zack.
Anna akhirnya telah memutuskan. Dia akan “bertarung” melawan mamanya Zack. Dan bukan Anna yang memulainya.
Bersambung...
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
__ADS_1
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih