
“Aku hanya menjalankan perintah.” jawab Novan.
Senyum di bibir Anna semakin lebar saja dibuatnya.
“Baiklah. Panggil Direktur Warren ke ruanganku.” ucap Anna.
Apa yang baru saja aku dengar? Sekretaris berbicara bahasa santai dengan Presdir? Dan mengapa pula Anna tersenyum lebar begitu? Apa hubungan mereka sudah lebih dari Sekretaris dan Presdir? batin Zack.
Di ruangan Anna.
Anna meminta Warren dan Zack berkumpul di ruangannya hanya untuk memberikan selembar cek dengan nominal 15 Miliar rupiah.
“Saya mau perilisan gamenya dimajukan. Sebelum akhir bulan ini game itu sudah harus dirilis.” ucap Anna.
“Baik, Presdir Anna.” Warren keluar dari ruangan Anna dengan membawa selembar cek itu.
“Kamu menggunakan uang pribadimu sendiri, Anna?” tanya Zack.
“Kamu menjanjikan keuntungan berkali-kali lipat. Aku harap kamu menepati janjimu itu.” jawab Anna.
“Jadi, kita sudah bisa berbicara santai sekarang?” tanya Zack.
“Apa maksudmu? Aku ini Presdir, tahu? Dimana letak kesopananmu?” balas Anna.
“Bagaimana dengan sekretarismu? Mengapa dia bisa berbicara santai denganmu?” tanya Zack.
“Karena kita adalah teman. Namun di depan umum dia tetap akan berbicara formal denganku.” jawab Anna.
“Kalau begitu jadikan aku temanmu juga. Aku ingin seperti sekretarismu. Tenang saja, di depan umum aku akan menjaga sikapmu.” ucap Zack.
“Kamu ini sudah gila, ya, Zack?” tanya Anna.
“Kenapa? Kamu takut kamu tidak bisa berteman dengan mantanmu?” balas Zack.
Anna mengerutkan dahinya. “Apa katamu? Aku? Takut? Siapa yang takut? Ayo kita berteman!”
Bagus. Kini posisiku sudah sama dengan sekretarisnya itu. batin Zack.
“Tapi ada satu syarat.” ucap Anna.
“Katakan saja.” balas Zack.
“Gajimu akan dikurangi hingga setara dengan direktur.” ucap Anna.
“Ok.”
...****************...
“Eh? Apa kamu sudah dengar? Dirut Zack mendapat sanksi pengurangan gaji karena tidak sengaja berbicara santai dengan Presdir Anna.” ucap pegawai 1.
“Benarkah?” balas pegawai 2.
“Iya. Bahkan pengumumannya sudah tersebar di papan pengumuman dan portal resmi perusahaan.” ucap pegawai 1.
__ADS_1
“Wah... Bagaimana perasaan Direktur Personalia Bram saat membuat pengumuman itu, ya? ’Kan dulunya Direktur Bram adalah bawahannya Dirut Zack.” sahut pegawai 3.
Apa?! Zack mendapat sanksi pengurangan gaji?! batin Mary Jo yang tidak sengaja mendengar percakapan para pegawai.
Mary segera berjalan dan mencari papan pengumuman yang berada di ujung kanan lobby. Dia membacanya sendiri selembar kertas yang terpasang di papan pengumuman.
...PENGUMUMAN...
Melalui surat ini, sehubungan dengan pelanggaran yang telah dilakukan Direktur Utama Zachary Smith yang melanggar kode etik perusahaan yaitu berbicara non formal terhadap CEO, maka Direktur Utama Zachary Smith akan mendapatkan sanksi berupa pengurangan gaji dan disetarakan dengan gaji Direktur selama 3 bulan.
Demikian surat ini dibuat, diharapkan hal ini dapat menjadi contoh dan semua pegawai dapat memperhatikan sikap dan tutur kata selama berada di perusahaan. Terima Kasih.
^^^Disetujui oleh,^^^
^^^Direktur Personalia^^^
^^^Bram Lawrence^^^
Apa?! Pengurangan gaji???? Setelah jabatan diturunkan, gaji Zack juga dikurangi?! batin Mary Jo.
Merasa tidak terima, Mary segera ke ruangan anaknya, Zack.
“Zack, setelah jabatan kamu diturunkan, lalu gajimu juga dikurangi hanya karena hal sepele seperti itu. Anna dan Bram semakin lama semakin kurang ajar sekali dengan kita.” oceh Mary.
“Sssttt... Ma, Mama tahu ’kan penyebab gajiku dikurangi? Ucapan Mama barusan juga bisa menyebabkan gaji Mama dikurangi, lho.” balas Zack.
“Apa katamu?!”
“Bayangkan kalau ada yang mendengar kalimat Mama barusan, lalu dia melaporkan pada Bram, gaji Mama yang seorang karyawan biasa juga akan dikurangi, lho.” ucap Zack.
“Ma, lagi pula gaji direktur utama dengan direktur biasa hanya selisih beberapa juta saja.” ucap Zack.
“Zack, kamu itu seharusnya mendapatkan posisimu kembali. Lihat saja, belum ada sebulan menjabat sebagai CEO, kamu dan Mama sudah dipermalukan seperti ini.” balas Mary.
“Aku tidak malu. Malah aku bersyukur ada yang bisa menyelamatkan GR8 Holdings. Sudah ya, aku dan Anna harus menyambut tim dari perusahaan lain dulu.” ucap Zack lalu keluar dari ruangannya meninggalkan Mamanya sendiri.
“Apa Zack tidak merasa malu setelah Anna dan Bram bawahannya dulu telah melakukan ini padanya?!” gumam Mary.
...****************...
Di ruangan Anna, tengah berkumpul tim dari Hi-Mobile, Novan, Zack, Direktur Perencanaan, dan Anna.
“Kami tadi sudah melihat-lihat ke tim pengembangan game dan melihat bahwa GR8 Holdings telah menyediakan fasilitas yang lengkap untuk pengembangan game.” ucap perwakilan dari tim.
“Dan kalau tidak ada halangan, sesuai rencana kami akan mendampingi tim pengembangan game di GR8 Holdings selama 2 bulan untuk pemasangan software Hi-Mobile.” sambungnya.
“Terima kasih telah bersedia bekerja sama dengan GR8 Holdings. Kami akan memperlakukan tim dari Hi-Mobile seperti karyawan kami sendiri selama 2 bulan ke depan.” ucap Anna lalu berjabat tangan dengan para tim dari Hi-Mobile.
Setelah tim dari Hi-Mobile dan yang lainnya keluar dari ruangan Anna, menyisakan Anna, Zack, dan Novan di dalam.
“Anna, aku telah mengatur pertemuan dengan Samindo Co di Milan dalam 3 hari lagi.” ucap Zack.
“Jaga bahasamu. Kamu mau mendapat pengurangan gaji lagi?” sahut Novan.
__ADS_1
“Biarkan, Novan. Berapa orang dari tim yang akan ikut bersama kita?” tanya Anna.
“5 orang.” jawab Zack.
“Baiklah. Novan, pesankan 8 tiket menuju Milan jam yang paling cepat.” ucap Anna.
“Dia juga ikut?” tanya Novan yang merujuk pada Zack.
Anna mengangguk. Dengan memasang wajah yang ketekuk, Novan memesan tiket penerbangan menuju Milan dari ponselnya.
“Tersedia jam 10 malam yang tercepat. Bagaimana?” ucap Novan.
“Baiklah. Pesan 8 tiket kelas bisnis. Lalu perintahkan 5 orang yang akan pergi besok untuk pulang sekarang dan bersiap-siap.” balas Anna.
...****************...
“Kenapa mendadak sekali? Kamu akan berapa hari di sana?” tanya Ed seraya menontoni Anna yang sedang mengemas pakaiannya.
“Hanya beberapa hari. Setelah tanda tangan kontrak aku akan langsung pulang.” jawab Anna.
“Novan pasti ikut bersamamu, ’kan?” tanya Ed.
“Iya. Oh, ya. Tolong bantu handle GR8 Holdings selama aku di Milan, ya, Pa.” jawab Anna.
“Iya. Kamu sudah membawa obat-obatan?” tanya Ed.
“Pa, aku itu sudah terbiasa perjalanan jauh dan tinggal di luar negeri. Papa lupa aku 6 tahun tinggal dimana?” balas Anna.
“Ya, ’kan Papa khawatir saja.” ucap Ed.
Tok.. tok.. “Nona, Sekretaris Novan sudah sampai.” ucap pelayan.
“Nah, tuh, Novan sudah datang.” Novan datang tepat dengan Anna yang selesai berkemas. Anna pun menutup kopernya lalu hendak turun bersama Ed.
“Selamat malam, Tuan Ed. Anda belum tidur?” sapa Novan.
Novan mengambil alih koper dari tangan Anna.
“Pastikan Anna tidur tidak kurang dari 8 jam, makan 3 kali sehari, dan minum 2 liter per hari.” ucap Ed kepada Novan.
“Siap, Tuan.” balas Novan.
“Papa ini aneh-aneh saja.” sahut Anna.
“Kamu ke mobil duluan saja. Nanti kopermu aku yang bawakan.” ucap Novan.
“Hm. Jangan melapor yang tidak-tidak ke Papa.” balas Anna lalu berjalan ke luar dari rumah.
“Zack ikut pergi ke Milan.” ucap Novan kepada Ed.
Bersambung...
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
__ADS_1
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih