Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah

Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah
2 vs 1


__ADS_3

“Perkenalkan, dia adalah putri saya. Dia yang akan menjadi CEO di GR8 Holdings.” ucap Ed.


Bram sangat terkejut. Begitu juga dengan Zeruel. Dia masih ingat dengan wajah Anna yang mengenakan pakaian seragam sebagai pelayan di rumah Zack, menuangkan minuman ketika Zeruel makan malam di sana, dan dia masih ingat betul bagaimana mata Zack memandangi wajah Anna.


“Selamat malam, perkenalkan nama saya Adrianna Gartner.” ucap Anna dan tersenyum.


Anna kini duduk di samping papanya yang sedang berhadapan dengan Zeruel.


“Jadi anda menginginkan cucu anda tetap berada di perusahaan?” tanya Anna.


“Iya.”


“Jangankan satu, dua cucu anda akan saya pastikan berada di perusahaan dan mengembani jabatan direksi.” ucap Anna.


“Dua? Maksud anda?”


“Warren Smith, dia adalah cucu anda, ’kan?” tanya Anna.


“I-iya. Tapi dia belum cukup mampu untuk masuk ke dalam perusahaan.” jawab Zeruel.


“Anda dan menantu anda gemar sekali meremehkan seseorang.” gumam Anna.


“Apa?”


“Kita belum melihat kemampuannya, bagaimana kita bisa mengatakan dia belum cukup mampu? Lagi pula kenapa anda tidak menyekolahkan dia ke luar negeri seperti cucu pertama anda?” balas Anna.


“Saya percayakan semuanya kepada putri saya.” sahut Ed.


“Dan berikan juga kepada Warren sisa kepemilikan saham yang anda miliki.” ucap Anna.


“Apa?!”


“GR8 Holdings sedang diambang kebangkrutan. Tidak ada yang bersedia membeli GR8 Holdings dengan harga sebagus ini.” ucap Anna.


“OneTech Group tidak memberi kesempatan kedua.” sahut Ed.


“Bagaimana? Anda menyetujuinya, ’kan?” tanya Anna.


Zeruel sempat terdiam sejenak. “Baiklah. Saya setuju.” jawab Zeruel.


“Apa yang anda setujui?” tanya Anna.


“Warren Smith, akan bergabung dalam jajaran direksi di masa kepemimpinan yang baru. Dan saya akan menyerahkan sisa kepemilikan saham saya kepada cucu saya, Warren.” jawab Zeruel.


“Baiklah. Mari kita mulai proses penandatanganan jual-beli kita.” sahut Ed.


Flashback OFF.


...****************...

__ADS_1


Di ruangan Anna.



Anna masuk ke ruangannya bersama Warren dan mendapati Zack bersama Zeruel sudah menunggu di sofa kanan. Anna pun duduk di sofa tengah, sementara Warren duduk di sofa kiri.


Posisi 2 lawan 1. Aku suka ini. batin Anna.


“Biarkan saya mengajukan pertanyaan. Dimulai dari Direktur Warren Smith. Apakah anda merasa mendapat perlakuan yang berbeda dengan Dirut Zachary Smith?” tanya Anna.


“Saya merasa, Presdir Anna.” jawab Warren.


Anna mengangguk. “Dirut Zachary, apakah anda merasa Direktur Warren Smith mendapat perlakuan yang berbeda dari Pak Zeruel Smith?” tanya Anna.


“Saya tidak merasa, Presdir Anna.” jawab Zack.


“ Pak Zeruel, apakah benar anda membedakan perlakuan terhadap kedua cucu anda?” tanya Anna.


“Benar, saya membedakannya.” jawab Zeruel.


“Kakek?!” Zack protes.


“Apa penyebabnya?” tanya Anna.


“Karena dia lahir di luar pernikahan.” jawab Zeruel.


“Karena Papamu seorang sopir.” jawab Zeruel.


“Baiklah.” ucap Anna.


Anna kemudian bangkit berdiri menuju mejanya. Tangannya meraih gagang telepon.


“Novan, siapkan ruang konferensi persnya.” ucap Anna di telepon.


Setelah itu, Anna mengambil kertas di atas meja kerjanya dan kembali ke sofa. Anna membagikan beberapa lembar kertas itu kepada mereka masing-masing.


“Sebentar lagi akan ada konferensi pers untuk meluruskan masalah ini. Dan inilah yang harus kalian katakan nanti di hadapan media.” ucap Anna.


Mereka bertiga bersama-sama membaca kertas yang diberikan oleh Anna.


Tidak ada perlakuan tidak adil terhadap Warren Smith.


Zack dan Zeruel saling melempar pandangan.


“Katakan itu saat konferensi pers nanti.” ucap Anna.


“Hanya ini? Apakah mereka akan percaya?” tanya Warren.


“Kita telah menyiapkan bukti pendukung yang akan diberikan saat konferensi pers nanti. Kalian hanya perlu mendalami peran kalian masing-masing.” jawab Anna.

__ADS_1


Tok.. tok..


“Presdir Anna, konferensi pers sudah siap. Para wartawan sudah menunggu.” ucap Novan.


“Baiklah. Kita akan ke sana.” balas Anna lalu bangkit berdiri.


Anna dan Novan berjalan menuju ruang yang telah dipersiapkan untuk konferensi pers, disusul oleh Zack, Zeruel, dan Warren di belakangnya.


Ckrek! Ckrekk! ckrek!


Pintu hall terbuka. Semua kamera langsung menyorot ke arah pintu dimana Anna bersama Zack, Zeruel, dan Warren di belakangnya.


Mereka pun berjalan menuju meja di depan yang telah dipersiapkan.


“Selamat pagi, saya Adrianna Gartner sebagai CEO GR8 Holdings yang baru, bersama ketiga orang di samping saya, akan meluruskan informasi yang tidak berdasar, yang tengah beredar di masyarakat. Warren Smith, sebagai direktur Keuangan GR8 Holdings tidak pernah mendapat perlakuan yang tidak adil dari Zeruel Smith sebagai mantan Presiden Direktur GR8 Holdings.” ucap Anna.


“Saya, Warren Smith, tidak pernah mendapat perlakuan yang tidak adil dari kakek saya. Jalan kehidupan saya dengan sepupu saya, Zachary Smith, memang berbeda. Alih-alih bersekolah di luar negeri, saya memilih bersekolah di dalam negeri karena tidak ingin meninggalkan ibu saya. Alih-alih menjadi terkenal, saya memilih untuk hidup dengan tenang bersama ibu saya tanpa diketahui banyak orang.” ucap Warren.


“Kasih sayang yang saya berikan kepada kedua cucu saya tidak berbeda. Saya menyayangi mereka sebagaimana mestinya tanpa membeda-bedakan. Mohon tidak mempercayai informasi yang tidak berdasar itu.” ucap Zeruel.


“Saya memang hidup jauh dan terpisah dari keluarga saya termasuk adik sepupu saya karena menjalani pendidikan di luar negeri, namun saya yakin Warren Smith hidup dengan baik dan mendapat perlakuan yang baik di dalam keluarga.” ucap Zack.


Seorang wartawan mengangkat tangannya. “Bagaimana kami bisa mempercayai pernyataan kalian?”


“Benar. Bagaimana kami bisa tahu apa yang kalian katakan adalah benar?” sahut wartawan lain.


“Sebelumnya saya juga merasa saya belum mampu untuk bergabung ke dalam perusahaan, dibandingkan saya, saya merasa Zachary lebih pantas.” ucap Warren.


“Kami juga akan menunjukkan sesuatu kepada kalian semua yang akan mengakhiri konferensi pers pada hari ini.” sahut Anna.


Anna menganggukkan wajahnya kepada Novan sebagai aba-aba. Novan menerima aba-aba dari Anna dan tidak lama terdengar rekaman suara.


“Warren Smith, akan bergabung dalam jajaran direksi di masa kepemimpinan yang baru. Dan saya akan menyerahkan sisa kepemilikan saham saya kepada cucu saya, Warren.” suara Zeruel.


“Baiklah. Mari kita mulai proses penandatanganan jual-beli kita.” suara Ed.


Zeruel dan Zack menatap wajah Anna. Anna bangkit berdiri, bersiap meninggalkan ruang konferensi pers setelah rekaman itu selesai diputar.


Para wartawan menjadi heboh.


“Wah! Ternyata itu benar!”


“Zeruel Smith telah mempersiapkan Warren Smith sebelum GR8 Holdings berpindah tangan.”


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2