
Zeruel dan Zack menatap wajah Anna. Anna bangkit berdiri, bersiap meninggalkan ruang konferensi pers setelah rekaman itu selesai diputar.
Para wartawan menjadi heboh.
“Wah! Ternyata itu benar!”
“Zeruel Smith telah mempersiapkan Warren Smith sebelum GR8 Holdings berpindah tangan.”
“Presdir Adrianna Gartner, boleh minta waktunya sebentar?”
“Apakah kami boleh mengajukan beberapa pertanyaan untuk anda?”
Anna kembali memberi kode kepada Novan.
“Ya, silahkan satu persatu.” ucap Novan dari podium.
“Apa visi atau tujuan anda sebagai CEO baru di GR8 Holdings?”
“Tujuan saya hanya satu yaitu menciptakan lingkungan pekerjaan yang bersih dan jujur, menolak keras adanya penyuapan dan korupsi, karena itu hanya akan mencoreng nama baik perusahaan. Dengan harapan apa yang sudah terjadi sebelumnya tidak akan terjadi lagi di masa yang akan datang. Saya juga optimis membangkitkan dan mengembalikan GR8 Holdings pada masa kejayaannya.” jawab Anna.
“Apakah tidak masalah jika Mary Jo masih tetap berada dalam perusahaan?”
“Tidak dapat dipungkiri bahwa GR8 Holdings mengalami kerugian besar bahkan kerugian terparah sepanjang sejarah berdirinya atas skandal yang dilakukan Mary Jo. Namun mengingat bahwa Mary Jo adalah bagian dari GR8 Holdings dan telah mengabdikan hidupnya untuk GR8 Holdings, kami memberikan kesempatan untuk Mary Jo agar kiranya dapat memperbaiki kesalahannya.” jawab Anna.
“Pertanyaannya sudah cukup. Jika masih ada pertanyaan, bisa diajukan ke kantor resmi kami. Terima kasih.” ucap Novan.
Anna dan Novan keluar dari ruang konferensi pers. Diikuti dengan tiga serangkai dari keluarga Smith itu.
“Bagaimana dengan perkembangan harga saham?” tanya Anna.
“Sudah kembali meningkat dan mencetak rekor dari minggu kemarin. Sepertinya usaha anda mengembalikan kepercayaan publik telah berhasil.” jawab Novan.
“Baiklah. Dirut Zack, percepat proses kerjasama dengan beberapa perusahaan lain. Dan Sekretaris Novan, panggil tim Perencanaan Strategis ke ruangan saya sekarang.” ucap Anna.
“Baik, Presdir Anna.”
“Baik, Presdir Anna.”
...****************...
Flashback On.
30 menit sebelum mereka berkumpul di ruangan Anna.
Setibanya Anna di perusahaan, Anna langsung bertemu dengan Warren di taman perusahaan sebelum dia ke ruangannya.
“Apakah Presdir Anna sudah merencanakan sesuatu untuk jalan keluar masalah ini?” tanya Warren.
“Jika mengakui skandal itu benar adanya, posisi GR8 Holdings aka kembali terancam. Padahal kita beberapa hari ini telah menunjukkan kemajuan yang baik.” jawab Anna.
“Kalau begitu, tidak perlu mengakui skandal itu. Kita bisa menepisnya dan menjadikan berita yang sedang beredar itu adalah hoaks.” balas Warren.
“Apa kamu tidak apa-apa?” tanya Anna.
“Saya tidak apa-apa, yang terpenting adalah kebangkitan GR8 Holdings dan kembali ke masa kejayaannya.” jawab Warren.
“Tapi saya memiliki satu permintaan.” ucap Warren kemudian.
“Apa itu?” tanya Anna.
“Saya ingin mendengar sendiri dari mulut kakek saya nengapa saya diperlakukan tidak adil. Selama ini saya hanya berasumsi bebas saja.” jawab Warren.
__ADS_1
“Baiklah. Apa boleh saya tahu jika kamu sudah mendengarnya, apa yang ingin kamu lakukan?” balas Anna.
“Saya ingin membuktikan dan menunjukkan siapa saya sebenarnya.” ucap Warren.
Tujuan yang sama, dendam yang sama. batin Anna.
Anna mengulurkan tangannya. “Saya setuju.”
Warren menerima uluran tangan Anna dan berjabat tangan dengannya. “Terima kasih, Presdir Anna.”
Flashback OFF.
...****************...
Jam 13.00
Novan menghalangi Zack yang ingin masuk ke ruangan Anna.
“Presdir Anna sedang rapat dengan Tim Perencanaan di dalam.” ucap Novan.
Zack menarik napas panjang. “Baiklah. Kabari aku kalau rapatnya sudsh selesai.” ucap Zack lalu pergi.
“Kenapa orang itu selalu ke sini setiap hari? Tidak ada hari yang terlewat satupun tanpa dia datang ke sini. Memangnya Anna tidak muak? Aku saja muak melihatnya.” gumam Novan.
...****************...
Jam 15.00
Zack kembali datang ke ruangan Anna dan lagi-lagi dicegat oleh Novan.
“Presdir Anna sedang melakukan panggilan video dengan Presdir Eddison.” ucap Novan.
“Mereka membahas pekerjaan dan akan membutuhkan waktu yang lama.” ucap Novan.
“Baiklah, baiklah. Kabari aku tepat setelah Presdir Anna selesai.” balas Zack lalu kembali pergi.
...****************...
Jam 17.00
Zack kembali datang. Dan Novan juga mencegatnya lagi.
“Apalagi sekarang?” tanya Zack.
“Panggilan video mereka belum selesai. Jika ada hal mendesak, katakan saja padaku. Aku akan menyampaikannya ke Presdir Anna.” jawab Novan.
“Tidak, terima kasih. Aku punya mulut, tangan, dan kaki. Aku bisa menyampaikannya sendiri.” balas Zack.
Novan menghela napas dengan kasar. Zack benar-benar menyebalkan di mata Novan sekarang.
“Memangnya sepenting apa hal itu sampai membuatmu bolak-balik ke sini dan menunggu Presdir Anna?” tanya Novan.
“Tentu saja sangat penting dan bersifat rahasia. Hanya aku dan Presdir Anna saja yang tahu.” jawab Zack.
Novan mengepalkan tanganya erat-erat. Sangat ingin melayangkan kepalan tangannya ke wajah Zack itu, namun dia menahannya.
“Baiklah, apapun itu, silahkan kembali lagi nanti. Akan aku hubungi begitu Presdir Anna sudah senggang.” ucap Novan dengan penuh kesabaran.
“Benar, ya? Kamu harus benar-benar langsung menghubungiku begitu Presdir Anna sudah senggang.” balas Zack.
“Iya! Sana pergi.”
__ADS_1
...****************...
Jam 19.00
“Tumben orang itu tidak datang. Biasa setiap 2 jam sekali selalu datang.” gumam Novan.
Tiba-tiba Anna membuka pintu ruangannya. “Kamu sudah ingin pulang?” tanya Novan.
“Tidak. Novan, sepertinya malam ini aku harus lembur lagi, deh.” jawab Anna.
“Oh, ya? Baiklah. Mau aku belikan kopi?” tanya Novan.
“Boleh, deh. Espresso 1, ya.” jawab Anna.
“Baiklah.” Novan pun turun untuk membelikan kopi sedangkan Anna kembali masuk ke ruangannya.
Duduk di kursinya, Anna menopang dagunya seraya menatap layar komputernya yang menampilkan halaman pencarian tentang dirinya yang sedang ramai diperbincangkan.
CEO Baru GR8 Holdings Turun Tangan Menghadapi Skandal Palsu
Berkharisma Seperti Ayahnya, Ini Dia CEO GR8 Holdings Yang Baru
CEO Baru GR8 Holdings, Adrianna Gartner Janjikan Kebangkitan Dan Kejayaan
CEO Adrianna Gartner: Tujuan Saya Hanya Satu Yaitu Menciptakan Lingkungan Pekerjaan Yang Bersih Dan Jujur
Mencoreng Nama Baik Perusahaan, CEO Baru GR8 Holdings Menolak Keras Penyuapan Dan Korupsi
Tok tok..
“Cepat sekali—Eh?” Anna terkejut ketika melihat yang masuk bukanlah Novan melainkan Zack.
“Presdir Anna, apa anda memiliki waktu? Ada yang ingin saya laporkan.” ucap Zack.
“Oh, ya, hm, silahkan duduk.” balas Anna seraya berjalan ke sofanya.
“Berikut perusahaan yang menyetujui kerja sama dengan GR8 Holdings. Pertama, perusahaan Hi-Mobile, rencananya kami akan mengembangkan fitur baru dalam game dan agar game tidak semakin berat bagi ponsel maka kami memerlukan software dari Hi-Mobile. Pihak dari Hi-Mobile bersedia dan mengirim tim untuk datang ke Jakarta dalam 2 hari untuk penandatangan kesepakatan kerja sama.” ucap Zack.
“Baiklah. Siapkan hotel dengan pelayanan terbaik untuk tim dari Hi-Mobile.” balas Anna.
“Lalu perusahaan yang kedua—”
Tok.. Tok..
Zack refleks berhenti berbicara begitu mendengar ada ketukan pintu dari luar yang dilakukan oleh Novan sebelum masuk membawa kopi untuk Anna. Anna menghampiri Novan untuk mengambil kopi pesanannya. Zack mengerutkan dahinya melihat pemandangan Presdir dan sekretarisnya itu.
“Hati-hati, ya. Panas.” ucap Novan.
“Aw! Panas sekali!” Anna terkejut saat memegang gelas papercup kopi.
“Kan. Sudah aku bilang.” balas Novan.
“Ehem! Hem! Uhukk! Ehem! Aduh, maaf. Tenggorokanku ini. Ehem!” Zack berdehem.
Hatiku lebih panas melihat kaliam bermesraan ketimbang kopi itu. batin Zack.
Bersambung...
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih
__ADS_1