Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah

Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah
Menunjukkan Taringnya


__ADS_3

“Sasaranku memang Mamanya Zack.” jawab Anna.


“Lantas, kenapa kamu memberi sanksi itu pada Zack?” tanya Novan.


“Sanksi itu memang diberikan pada Zack, tapi yang merasakan dampaknya bukan Zack, melainkan Mamanya. Malahan yang mendapatkan sanksi senang-senang saja.” jawab Anna.


Ternyata seperti itu. Anna benar-benar mengunci targetnya pada Mary Jo seorang. Apapun yang Anna rencanakan, tujuannya hanya untuk balas dendam. batin Novan.


“Oh, ya, Novan. Siapkan sebuah ponsel baru termahal bulan ini.” ucap Anna.


...****************...


Jakarta


OneTech Group.


Setelah belasan jam berada di pesawat, Anna dan Novan akhirnya tiba di Jakarta. Setibanya di Jakarta mereka langsung bertolak menuju OneTech Group untuk memperkenalkan diri sebagai komisaris utama baru di OneTech Group.


“Saya mengharapkan perhatian dan dukungannya. Fungsi komisaris utama ialah mengawasi, dan sesuai misi OneTech Group tahun ini ialah menghemat pengeluaran, maka dewan komisaris sendiri akan mengawasi pengeluaran OneTech Group.” ucap Anna saat diwawancarai wartawan di depan gedung OneTech Group.


Setelah itu, Anna dan Novan berpisah saat hendak ke GR8 Holdings. Anna menyuruh Novan untuk ke GR8 Holdings lebih dulu sedangkan Anna ingin pulang ke rumah.


...****************...


GR8 Holdings.


Sesampainya di GR8 Holdings, Anna dan Novan berkunjung ke departemen keuangan. Para pegawai yang sedang bekerja langsung berdiri untuk menyambut kedatangan Anna, termasuk Mary Jo.


“Sekretaris Novan.” Anna memanggil Novan.


Novan memberikan sebuah kotak yang berisi ponsel baru kepada Anna. Dan Anna memberikannya kepada Mary.


“Saya dengar, ponsel Anda rusak karena terjatuh. Ini untuk Anda, gunakan dengan hati-hati, ya. Jangan sampai terjatuh lagi.” ucap Anna seraya tersenyum.


Mary melihat ke sekelilingnya, mengetahui bahwa dia sedang menjadi perhatian ratusan mata yang sedang tertuju kepadanya sekarang, Mary segera mengambilnya agar “pertunjukkan yang memalukan” dengan Anna cepat selesai.


“Terima kasih, Pre—Presdir Anna.” ucap Mary.


“Bu Mary, ada apa di pakaian anda?” tanya Anna seraya menunjuk kemeja yang dikenakan Mary.


Mary pun menundukkan kepala untuk melihat kemejanya sendiri yang ternyata tidak ada apa-apa. Itu hanya akal-akalan Anna saja untuk Mary yang enggan hormat kepadanya. Seluruh pegawai di ruangan itu pun menyaksikannya.


Anna baj*ngan. Dia pasti sengaja mempermalukanku! batin Mary.


“Presdir Anna, silahkan..” Warren mempersilahkan Anna untuk bicara di ruangannya.


“Ini rincian biaya yang digunakan saat ke Milan kemarin. Sudah termasuk tiket pesawat dan hotel.” ucap Warren dan memberi daftar lengkap rincian biaya.


Anna mengambil daftar rincian biaya itu dan memberikannya pada Novan.

__ADS_1


“Sejauh ini pengeluaran GR8 Holdings masih aman terkendali, ’kan?” tanya Anna.


“Masih, Presdir.” jawab Warren.


“Baiklah, bersiap beberapa hari lagi untuk perilisan game baru.” ucap Anna.


“Baik, Presdir.” balas Warren.


“Dan Mary Jo, segala akses yang dia miliki sebagai direktur keuangan dulunya sudah dicabut, ’kan?” tanya Anna.


“Sudah, Presdir.” jawab Warren.


“Kenapa?” tanya Novan.


“Aku hanya takut dia melakukan kesalahan yang sama, korupsi. Jika dia melakukannya sekarang, dia memakan uangku, bukan lagi uang mertuanya.” jawab Anna.


“Saya janji itu tidak akan terjadi lagi, Presdir. Saya akan mengawasi dia.” sahut Warren.


“Baiklah.” ucap Anna.


Anna dan Novan pun keluar dari ruangan Warren. Para pegawai kembali berdiri mempersilahkan Anna.


Di ruangan Anna.


“Anna, ada yang ingin aku tanyakan padamu.” Novan ikut Anna masuk ke dalam ruangannya.


“Tanya saja, jangan sungkan.” ucap Anna.


Hais... Aku lupa kalau Novan orang yang sangat teliti.. batin Anna.


“Benarkah?” ucap Anna.


“Dan tadi, sebelum ke sini, kamu tidak pulang ke rumah, ’kan? Kamu ke rumah sakit. Suntik kontrasepsi KB, kamu melakukan itu.” ucap Novan kemudian.


Goshh... Novan mengawasiku. batin Anna.


“Aku harap yang aku pikirkan sekarang tidak benar. Tidak benar, ’kan, Anna?” tanya Novan sekali lagi.


“Aku memutuskan untuk kembali bersama Zack.” ucap Anna.


“Sh*t. Anna? Dimana akal sehatmu, Anna?” balas Novan.


“Masih ada di kepalaku. Dan masih sehat.” ucap Anna.


“Apa kamu sadar apa yang kamu lakukan?” tanya Novan.


“Tentu aku sadar.” jawab Anna.


“Kamu sadar saat kamu memutuskan untuk kembali bersama Zack? Aku yakin kamu tidak berpikir Anna. Anna, hati dan otak itu harus berjalan bersamaan.” ucap Novan.

__ADS_1


“Hati? Huh!” “Hatiku sudah mati rasa, Novan. Aku seperti tidak merasakan hatiku lagi. Novan, tujuan di hidupku saat ini hanya satu, yang ada di kepalaku adalah cara untuk membalas dendamku. Zack adalah kelemahan Mary Jo. Aku berniat menggunakan kelemahannya itu.” balas Anna.


“Kamu yakin? Kamu mendekati Zack untuk balas dendammu saja?” tanya Novan.


“Lihat mataku dan jawab pertanyaanku, Anna.” ucap Novan kemudian.


Anna menatap mata Novan. ”Aku yakin.” jawab Anna.


Mata Anna memancarkan pandangan yang tajam dan seperti penuh tekad untuk balas dendam.


“Baiklah. Ini.” Novan memberikan sebuah dokumen kepada Anna.


Anna mengambilnya, lalu membukanya.


“Ini yang kamu minta saat di pesawat.” ucap Novan.


“Callista mencabut gugatan cerainya.” tambah Novan saat Anna membaca dokumen pemberian Novan.


“Itu artinya mereka tidak jadi bercerai.” ucap Novan lagi.


“Setelah ini, kamu yakin kamu hanya ingin membalaskan dendammu pada Mary Jo saja? Zack adalah laki-laki baj*ngan, Anna. Setelah memutuskan kembali bersamamu, dia juga rujuk dengan istrinya. Dia bahkan lebih buruk dari baj*ngan.” ucap Novan.


“Dan kamu melupakan fakta bahwa Zack sama sekali tidak memasang badan atau melindungimu dari Mamanya yang merendahkanmu, Anna.”


“Baiklah. Sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan.” ucap Anna.


“Jangan beritahu soal ini ke Papa. Cukup kita berdua saya yang tahu.” sambung Anna.


“Katakan padaku, Anna. Apa yang ingin kamu lakukan? Baru aku akan mempertimbangkan apakah aku harus menyimpan ini, atau melaporkan ke Papamu.” ucap Novan.


“Zack menjaminkan rumahnya pada bank.” ucap Anna.


“Kamu tahu darimana?” tanya Novan.


“GR8 Holdings menuntut kerugian sebesar 30 Miliar ke Mary Jo sedangkan Zack hanya memiliki 5 Miliar dan mengutang pada bank dengan menjaminkan rumah pemberian kakeknya yang dia tempati sekarang seharga 25 Miliar. Kamu tidak tahu? Memang tidak ada yang tahu. Aku mengurusnya sendiri dengan pengacaraku.” jawab Anna.


“Dan hari ini, aku akan membuat pihak bank mengusir mereka dari rumah itu. Kurasa sudah cukup bagi mereka tinggal di rumah mewah dengan belasan pelayan.” ucap Anna kemudian.


Novan mengangguk. “Baiklah. Aku akan menghubungi pihak bank. Kapan waktu yang kamu inginkan?”


“Sekarang. Supaya Mary Jo terkejut saat pulang bekerja melihat rumahnya yang telah disita dan Zack yang akan tiba di Jakarta besok.” ucap Anna.


“Baiklah.” balas Novan.


...****************...


“Apa-apaan ini?! Disita? Siapa yang berani memasang ini di rumah anakku?!” Mary terkejut saat turun dari mobil dan mendapati gerbang rumah Zack terkunci oleh rantai. Dia tidak dapat membuka gerbang rumah. Mary memanggil satpam di rumahnya, namun sekeras apapun suaranya, tidak seorangpun satpam yang terlihat.


Bersambung...

__ADS_1


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih


__ADS_2