Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah

Balas Dendam Wanita Yang Dianggap Lemah
Jam 8


__ADS_3

“Jaga ucapan Mama. Aku sudah pernah ke Mama agar jangan merendahkan Anna. Sekarang Mama lihat, ’kan? Anna menjadi bos kita sekarang.” balas Zack.


“Lalu, mentang-mentang sudah jadi bos, dia jadi bisa bertindak seenaknya denganmu seperti tadi?!” ucap Mary.


“Sudah lah, Ma. Itu urusanku. Mama tidak perlu ikut campur.” balas Zack.


“Zack?!”


...****************...


“Selamat malam, Tuan. Tuan putri sudah pulang.” ucap Novan yang masuk bersama Anna.


“Kenapa lama sekali? Papa baru meminta pelayan menghangatkan kembali makan malamnya.” balas Ed.


“Kenapa harus menunggu aku? Biasa Papa juga makan sendiri tanpa aku.” ucap Anna.


“Novan, kamu sudah makan? Bergabung bersama kita, yuk.” Ed mengabaikan Anna.


“Oh, saya sudah makan, Tuan. Silahkan Tuan dengan Nona Anna saja yang makan.” balas Novan.


“Tuan, tuan, tuan. Bagaimana kalau kita ganti saja panggilan itu? Seperti hidup di zaman kerajaan saja.” protes Anna.


“Tapi saya sudah terbiasa dengan panggilan itu.” ucap Novan.


“Kamu berani membantahku?” tanya Anna.


“Tapi Novan hanya bekerja untuk Papa.” sahut Ed.


“Apa-apaan ini? Jadi, tidak ada seorangpun yang memihak padaku?” balas Anna.


Novan tersenyum. “Silahkan menikmati makan malam bersamanya. Saya permisi dulu.” ucap Novan lalu mengundurkan diri dari kediaman Ed.


“Wah.. jadi seperti ini hidangan makan malam konglomerat.” ucap Anna saat duduk di meja makan bersama Ed.


“Kamu bilang akan berfoya-foya dengan kartu yang Papa berikan. Tapi kok Papa tidak menerima tagihan apapun?” balas Ed.


“Aku terlalu sibuk hari ini. Tapi pasti aku akan berfoya-foya. Tunggu saja.” ucap Anna.


Ed mengambil potongan ikan dan menaruhnya di piringnya lalu mengoyak daging ikannya sampai hancur untuk memeriksa apakah ada tulang ikannya. Setelah memastikan tidak ada satu tulang pun, Ed memberikan piringnya ke Anna.


“Kamu tidak akan makan ikan jika tidak seperti ini.” ucap Ed.


“Kok Papa tahu aku suka daging ikan yang sudah hancur?” tanya Anna.


“Ah! Ini pasti karena Novan.” ucap Anna kemudian.


“Novan tahu segalanya tentangmu. Sampai ke hal yang paling kecil.” balas Ed.


“Itu karena kita tinggal bersama di panti asuhan.” ucap Anna.


“Dan kalian berteman baik.” balas Ed.


“Lalu pertemanan itu hancur ketika aku mengetahui Novan bekerja untuk Papaku.” ucap Anna.


“Itu Novan yang mengajukan diri. Bukan Papa yang meminta.” balas Ed.


“Yaa, karena itulah aku kecewa dengan keputusan yang Novan ambil.” ucap Anna.


“Apa pacarmu juga mengoyakkan daging ikan seperti Papa dan Novan?” tanya Ed.


“Dia hanya tahu aku tidak suka ikan.” jawab Anna.


“Lalu?”


“Jika pergi makan bersama, kita tidak pernah memilih ikan sebagai menu yang kita pesan.” ucap Anna.


“Hey, kenapa Papa terus menyebut dia ‘pacarku’? Hubungan kita sudah berakhir, tahu.” tambah Anna.

__ADS_1


“Entahlah. Papa melihat matamu masih menganggapnya sebagai pacar.” balas Ed.


“Mungkin Papa harus ganti kacamata.” ucap Anna.


“Benarkah? Oh, ya. Apa rencanamu untuk membangkitkan GR8 Holdings kembali?” tanya Ed.


“Aku ingin menggunakan dana dari OneTech Group untuk promosi secara besar-besaran dan mengajak kolaborasi kerjasama dengan perusahaan lain. Sejak GR8 Holdings dibeli oleh OneTech Group, harga saham pun meningkat sedikit demi sedikit.” jawab Anna.


“Pastikan juga di masa kepemimpinanmu tidak ada yang melakukan penggelapan dana, korupsi, dan sebagainya.” balas Ed.


“Siap, Pa. Eh, Pa. Ada pertanyaan yang sejak lama ingin aku tanyakan ke Papa.” ucap Anna.


“Apa itu?” tanya Ed.


“Kalau aku adalah anak dari wanita simpanan Papa, lalu kemana anak dari istri sah Papa?” tanya Anna.


“Ceritanya panjang. Akan Papa ceritakan di lain waktu.” jawab Ed.


“Yah. Baiklah. Tidak apa-apa.” balas Anna.


“Aku sudah selesai makannya. Aku naik ke kamarku, ya.” ucap Anna kemudian mengundurkan diri dari meja makan.


“Selamat malam, Anna.” ucap Ed.


...****************...


Di pagi hari, setelah sarapan bersama, seperti biasa Anna keluar dari rumah menuju mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh Novan. Anna masuk ke dalam mobil lalu Novan menutup pintu mobilnya dan membukakan pintu mobil yang di samping.


Pintu itu dia bukakan untuk Eddison yang juga masuk ke dalam mobil Anna.


“Papa kenapa ikut masuk?” tanya Anna dengan penuh keheranan.


“Papa ingin mengantar putri Papa, memangnya kenapa?” balas Ed.


“Mengantarku?” tanya Anna.


“Iya, anggap saja Papa mengantar putri Papa ke sekolah. Papa akan segera pergi jika putri Papa sudah masuk ke dalam gedung sekolah.” jawab Ed.


“Ya seperti inilah kira-kira kehidupan putri konglomerat ketika berangkat sekolah.” balas Ed.


“Novan, ayo jalan.” ucap Ed kemudian.


Novan yang sedaritadi tersenyum mendengar percakapan ayah dan anak itu segera melajukan mobilnya menuju perusahaan.


“Sudah, op, op, op, Novan! Berhenti disini saja.” ucap Anna.


“Tidak, jangan Novan. Jalan terus sampai di depan lobi.” sahut Ed.


Anna menggeleng-gelengkan kepalanya. Ketika sampai di depan lobi, pintu mobil Anna dan Ed dibukakan oleh petugas keamanan di sana.


“Papa tidak perlu turun, ok?” pinta Anna.


“Papa harus memastikan putri Papa masuk ke dalam gedung dulu.” ucap Ed.


“Lihat dari dalam mobil saja!” balas Anna.


“Tidak mau.” ucap Ed lalu turun dari mobil.


Terpaksa Anna turun dari mobil dan berjalan memasuki gedung perusahaannya. Ed dengan senyum lebarnya, melambaikan tangannya kepada Anna. Anna benar-benar diperlakukan seperti seorang putri yang memulai sekolah hari pertamanya.


“Saya permisi, Tuan.” ucap Novan.


“Oh, ya! Baik! Jaga putri saya baik-baik, ya!” balas Ed.


“Baik, Tuan.”


“Masuk sana masuk! Putri saya sudah jauh di depan, tuh!” ucap Ed.

__ADS_1


“Baik, Tuan.”


Novan mengikuti Anna yang berjalan menuju lift.


“Itu Tuanmu kesambet apa, sih?” tanya Anna.


“Itu ’kan ayah anda, Presdir Anna.” jawab Novan.


“Apa dia salah minum vitamin, ya?” tanya Anna.


Ting...


Lift terbuka, Anna dan Novan pun masuk ke dalamnya. Ketika Anna menekan tombol angka lantai VIP menuju ke ruangannya, seseorang berteriak dari kejauhan.


“Tunggu sebentar!”


Orang itu segera berlari menuju lift, sedangkan Anna menekan tombol untuk tetap membiarkan lift terbuka. Dan orang itu ialah Zack.


“Eh? Pre-presdir? Maaf. Silahkan duluan saja.” ucap Zack ketika sampai di depan lift dan melihat Anna bersama Novan.


“Masuk saja.” balas Anna.


Zack pun masuk ke dalam lift dan Anna menekan tombol untul menutup lift.


“Lantai berapa?” tanya Anna.


“Oh, 18, Bu Presdir. Maaf.” jawab Zack.


Anna menekan tombol angka 18.


“Ada pekerjaan yang ingin saya diskusikan. Bolehkah saya datang ke ruangan Presdir Anna?” tanya Zack.


“Sekretaris Novan, bagaimana jadwal saya hari ini?” tanya Anna kepada Novan.


“Bu Presdir hanya memiliki waktu 30 menit di pagi ini, sisanya penuh sampai jam 8 malam.” jawab Novan.


“Baiklah, jam 8 malam juga tidak apa-apa.” ucap Zack.


“Tapi jam 8 malam adalah waktu dimana Presdir Anna harus pulang.” balas Novan.


“Jam 8 boleh.” sahut Anna.


“Tapi, Pres—”


“Sampaikan pada Presdir Ed tidak perlu menunggu untuk makan malam ini.” ucap Anna.


“Baik, Presdir Anna.” sahut Novan.


Yes!!


Zack bergembira di dalam hatinya. Meski bukan sedang berkompetisi, tapi dia merasa menang dari Novan.


Ting... Lift telah sampai di lantai 18. Zack pun keluar dari lift yang ditumpanginya bersama Anna dan Novan. Dia menundukkan kepalanya sebelum pintu lift tertutup kembali.


...****************...


Jam 20.00


Tok.. tok.. tok..


“Presdir Anna, Dirut Zack telah tiba.” ucap Novan dari luar.


Anna sedang berbaring santai di atas sofa sambil membaca dokumen, sebotol dan segelas wine di atas meja, kertas yang berantakan dimana-mana; di atas meja, sofa, hingga berjatuhan di lantai. Ketika mendengar ketukan pintu, Anna langsung terkesiap, berdiri mencari sepatu heelsnya yang masuk ke kolong sofa, segera menyembunyikan botol dan gelas wine-nya, membereskan kertas-kertas yang berserakan, dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena tiduran tadi.


“Kenapa harus jam 8 pas, sih?!” gumam Anna sambil kelabakan membereskan meja dan sofanya.


Bersambung...

__ADS_1


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih


__ADS_2