
“Apa rasanya kalau perasaanku sedang cemas, takut, dan sedih?” tanya Zack.
“Apa yang kamu rasakan saat meminumnya tadi?” balas Anna.
“Pahit.”
Anna terdiam sejenak. Zack pun juga.
“Jika kamu mencemaskan GR8 Holdings dan sedih karena aku ambil alih, kamu tidak perlu—” ucap Anna yang terpotong.
“Aku mencemaskan orang yang mengambil alih.” Zack menyela kalimat Anna.
Anna mengalihkan pandangannya ke gelas di tangannya, memutar tangkai gelasnya untuk mengaduk anggur.
“Rasanya begitu aneh.” ucap Zack.
“Ketika kemarin kamu dan aku saling mencintai dengan begitu derasnya, dengan bahagianya..”
“Hari ini kamu bahkan enggan menatapku lebih dari 3 detik.”
“Zack...”
“Perasaanku masih sama, Anna, dan tidak berkurang sedikit pun. Aku akan bercerai, aku berusaha memperbaiki kesalahanku, Anna.” ucap Zack.
Anna kemudian langsung memajukan tubuhnya dan membungkuk, mempertemukan bibirnya dan bibir Zack yang kala itu Zack sedang duduk di lantai. Zack mengangkat Anna ke sofa dan menghabiskan anggur di gelasnya sebelum dia kembali mencium bibir Anna.
“Kamu benar. Sekarang rasanya menjadi manis.” ucap Zack lalu mencium bibir Anna dengan nafsu yang membara. Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
Zack menarik Anna ke pangkuannya, menjadi dirinya yang di atas, dan kembali mencium Zack. Tangan Anna mencari saku Zack, mengeluarkan ponselnya dari dalam tanpa sepengetahuan Zack yang sedang mabuk akan ciuman Anna.
Anna menyalakan ponsel Zack, mencari kontak Mamanya selagi Zack menjajal leher Anna. Setelah menemukan kontak “Mama”, segera Anna menelepon Mamanya Zack dan menyelipkan ponsel di belakang bantal sofa.
Zack kembali menjajal bibir Anna sementara tangannya mencari tali pengikat gaun tidur Anna, napasnya begitu kasar mengenai permukaan kulit leher Anna. Dan ketika Zack hendak menarik tali pengikat gaun tidurnya, Anna segera menahan tangan Zack. Hingga kedua binar mereka saling bertemu.
“Jika kita melewati batas ini, akan jadi apa aku bagimu? Atasanmu? Kekasihmu? One night stand?” tanya Anna.
“Itu bergantung padamu, Anna.” jawab Zack lalu menarik tali pengikat gaun tidur Anna.
“Bukankah Mamamu tidak menyukaiku dan tidak merestui hubungan kita?” tanya Anna.
“Aku tidak pernah paham kenapa dia memandang seseorang dari latar belakangnya dan tidak menyukaimu. Namun, aku tidak peduli.” jawab Zack.
“Lantas, apa yang paling menarik untukmu sekarang, Zack?” tanya Anna.
“Kamu.” jawab Zack.
Zack menghisaap leher Anna hingga Anna mengeluarkan desahann dari mulutnya. Mendengar desahann Anna, Mama Zack kian mengamuk dan membanting ponselnya.
Sementara Anna dan Zack, keduanya lanjut berciuman hingga ke kamar.
...****************...
Zack terbangun dengan dadanya yang polos dan mendapati Anna sudah tidak ada di sampingnya. Dia mencari kemejanya yang dipakai semalam dan langsung memakainya. Mengancingnya satu persatu dan berjalan keluar dari kamar, menemukan Anna sedang berbicara dengan seseorang di ponsel. Dan beberapa meter di dekat Anna terdapat sebuah koper.
Zack terheran melihat Anna. Pagi itu Anna tampak sudah rapi dengan pakaiannya seperti akan bekerja, padahal hari ini seluruh anggota tim tidak memiliki jadwal apapun. Tersisa 2 hari di Milan, hari ini dan besok, Anna memberikan jatah berlibur untuk seluruh anggota tim. Mengingat kemarin mereka telah berhasil menandatangani perjanjian dengan Samindo Co.
“Nanti kita bicara lagi. Aku tutup, ya. Bye~” ucap Anna mengakhiri pembicaraannya di telepon.
Anna segera menyimpan ponselnya di saku dan berjalan menghampiri Zack, melanjutkan mengancing kemeja Zack yang tersisa 3 kancing lagi.
__ADS_1
“Kenapa kamu tidak membangunkan aku?” tanya Zack.
“Kamu tidur sangat nyenyak, aku tidak tega untuk membangunkanmu.” jawab Anna.
“Aku sudah memesan layanan hotel untuk sarapan pagi ini. Yuk.” ucap Anna mengajak Zack ke meja makan.
“Kamu akan pergi?” tanya Zack.
“Di luar rencana, aku harus kembali ke Jakarta lebih dulu.” jawab Anna.
“Sekarang?” tanya Zack.
Anna melihat jam yang melingkar di tangannya. “2 jam lagi. Masih ada waktu untuk sarapan.” jawab Anna.
“Sekretarismu ikut bersamamu?” tanya Zack.
“Dia sekretarisku.” jawab Anna.
“Tapi aku tidak melihatnya seperti itu.” balas Zack.
“Lalu? Kamu melihatnya seperti apa? Kekasihku? Kekasihku hanya seorang saja, Zack.” ucap Anna.
“Siapa, tuh?”
“Yang sedang duduk di hadapanku sekarang. Kamu, Zack.” ucap Anna.
Zack tersenyum.
“Yakin tidak menyesal? Aku ini sekarang bawahanmu, loh.” ucap Zack.
“Aku tahu. Kamu bawahanku, gajimu baru saja dikurangkan, dan sahammu di GR8 Holdings tidak lebih dari 10%. Lalu, kenapa? Apa kamu tahu? Banyak serial drama yang mengusung cerita CEO dan bawahannya.” balas Anna.
“Tapi CEO-nya selalu laki-laki, ’kan.” ucap Zack.
“Anna.” “Kamu sadar apa yang kamu ucapkan?
“Meskipun sekarang aku yang menjadi CEO, tapi aku tidak masalah kalau kamu yang menjadi CEO, jika kamu bisa.” ucap Anna.
Dendamku hanya kepada Mamamu, Zack. Bukan kamu. batin Anna.
Ting.. Ponsel Anna berbunyi sekali.
“Sayang sekali, aku sudah harus pergi. Nikmati sisa waktumu di Milan. Kamu boleh memakai kamar ini jika kamu mau. Sampai bertemu di Jakarta.” ucap Anna.
Zack mencium bibir Anna sekaligus memberi hisaapan.
“Siapa kekasihmu sekarang?” tanya Zack.
“Zack.” jawab Anna.
“Pintar.” ucap Zack.
“Sampai jumpa.” balas Anna lalu keluar dengan membawa kopernya.
Di lobby, Novan sudah menunggu dan bahkan sudah mempersiapkan mobil beserta sopirnya di depan. Ketika Anna telah sampai di lobby, mereka bersama-sama memasuki mobil dan meninggalkan hotel.
Mereka menuju bandara, dimana mereka harus kembali ke Jakarta dan meninggalkan Milan karena Ed, papanya Anna meminta ketersediaan Anna untuk datang ke OneTech Group seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa besok.
“Tadi sebelum pergi aku melihat para anggota tim sedang menghabiskan waktu sarapan di hotel.” ucap Novan.
__ADS_1
“Ohhh...” Anna mengangguk.
“Tapi aku tidak melihat Zack.” ucap Novan kemudian.
“Mungkin dia memesan layanan hotel.” balas Anna.
“Masuk akal.” ucap Novan.
...****************...
Di pesawat.
“Oh, ya. Novan, bisakah kamu mengecek apakah Zack dan anak pendiri Gemilang Group sudah resmi bercerai? Aku ingin GR8 Holdings memutuskan hubungan Gemilang Group. Akan sulit jika mereka masih terikat dengan pernikahan.” ucap Anna.
“Baiklah, akan aku cari tahu.” balas Novan.
Flashback ON.
Setelah melampiaskan hasrat dengan bercinta, Anna dan Zack terlelap akibat tenaga yang terkuras habis setelah memuaskan hawa nafsu. Di tengahnya malam, Anna terbangun. Segera dia cari gaun tidurnya dan berjalan keluar untuk mengambil segelas air.
Dengan gelas di tangannya, Anna berjalan ke sofa demi melihat kembali dokumen pekerjaannya. Saat fokus melihat dokumen, Anna mendengar bunyi ponsel. Awalnya berbunyi sekali, lalu berbunyi lagi hingga 3 kali. Anna segera mencari ponsel yang bunyi itu, ponsel Zack yang ternyata berada di belakang bantal sofa.
Ponsel itu menyala, dan menampilkan notifikasi pesan.
Callista.
Zack, kita harus bertemu.
Callista.
Ada yang harus kita bicarakan.
Callista.
Kabari aku jika kamu sudah sampai di Jakarta.
Mata Anna dengan tajam membaca pesan yang menyebabkan ponsel Zack itu berbunyi 3 kali.
Sudah menggugat cerai, sekarang ingin bertemu? Gatal sekali. batin Anna.
Anna meletakkan ponsel Zack di asal tempat, lalu ia segera kembali ke kamarnya, berbaring di samping laki-laki yang sudah terlelap dengan setengah tubuh yang polos.
Flashback OFF.
“Oh, ya, Anna. Ada yang membuat aku penasaran sekali.” ucap Novan.
“Tentang apa?” tanya Anna.
“Pengurangan gaji Zack, bukankah katamu sasaranmu hanya Mary Jo saja?” tanya Novan.
“Sasaranku memang Mamanya Zack.” jawab Anna.
“Lantas, kenapa kamu memberi sanksi itu pada Zack?” tanya Novan.
“Sanksi itu memang diberikan pada Zack, tapi yang merasakan dampaknya bukan Zack, melainkan Mamanya. Malahan yang mendapatkan sanksi senang-senang saja.” jawab Anna.
Ternyata seperti itu. Anna benar-benar mengunci targetnya pada Mary Jo seorang. Apapun yang Anna rencanakan, tujuannya hanya untuk balas dendam. batin Novan.
Bersambung...
__ADS_1
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih