
“Kamu terlalu meremehkan adik sepupumu. Memangnya kamu tahu darimana kemampuan dia jika dia tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya?” balas Anna.
“Kamu mengenal Warren?” tanya Zack.
“Tidak. Tapi yang jelas aku yakin dia akan menjadi direktur keuangan yang jujur san bersih. Tidak seperti direktur keuangan yang sebelumnya.” jawab Anna.
“Tapi, Ann—”
“Kamu juga menjadi direktur, Zack. Direktur utama.” ucap Anna memotong pembicaraan Zack.
“Apa kamu juga ingin bertanya kenapa aku si gadis panti asuhan bisa menjadi CEO?” tanya Anna kemudian.
“Ann—”
“Presdir.”
“Baik, Presdir Anna. Saya masih memilki banyak pertanyaan pribadi di luar pekerjaan yang ingin saya ajukan, bisa minta waktu Presdir Anna setelah pulang nanti?” tanya Zack.
“Ajukan pada Sekretaris Novan.” jawab Anna.
“Baik. Saya permisi dulu.” balas Zack yang berjalan menuju pintu.
“Dirut Zack.” Anna kembali memanggil.
“Ya, Presdir Anna?”
“Hati-hati dengan orang di dekat anda. Mereka semua bermuka dua dan palsu.” ucap Anna.
Zack memutar bola matanya. Berpikir sejenak siapa yang dimaksud oleh Anna.
“Anda boleh keluar.” ucap Anna mengusir Zack.
Zack pun keluar dari ruangan Anna dan berpapasan dengan Novan yang siap masuk ke ruangan Anna. Tatapan Zack untuk Novan adalah tatapan yang sama seperti pertemuan mereka sebelumnya. Yaitu tatapan tajam seakan ingin membunuh Novan.
“Jajaran direksi yang baru, apa anda telah yakin?” tanya Novan kepada Anna.
Anna duduk di kursinya sedangkan Novan berdiri di depan meja Anna.
“Yakin, semuanya sudah penuh pertimbangan. Kenapa?” jawab Anna.
“Tuan Eddison meminta daftarnya. Dia juga ingin tahu alasan anda memilih orang-orang ini.” ucap Novan.
“Bram harus dijauhkan dari Zack. Dan adik sepupunya, dia adalah pion caturku. Pion yang dapat membantuku mematikan raja.” balas Anna.
“Oh, ya. Selidiki Bram untukku. Hubungan seperti apa yang dia miliki dengan Mary Jo.” ucap Anna kemudian.
“Baik, Nona Gartner. Maksudku Presdir Anna.” balas Novan.
“Kalau Mary Jo sudah bebas, panggil dia untuk bertemu denganku, di ruangan ini.” ucap Anna.
“Baik. Lalu, bagaimana dengan pertemuan pribadi bersama Dirut Zack?” balas Novan.
“Tolak saja.” ucap Anna.
“Baik.”
...****************...
“Bram! Apa yang ingin kamu katakan padaku tadi sebelum rapat? Tentang Anna.” Zack masuk ke dalam ruangan Bram dengan sembrono.
__ADS_1
Bram menutup rapat pintu ruangannya setelah Zack masuk.
“Anna adalah anaknya pendiri OneTech Group, Eddison Gartner.” ucap Bram.
“Apa?!”
“Iya! Anna—Adrianna Gartner, adalah anak bungsu Eddison Gartner! Eddison Gartner menjadi salah satu sponsor besar di panti asuhan tempat Anna dibesarkan itu karena ada anaknya sendiri yaitu Anna. Semua kebutuhan Anna itu terpenuhi, dan orang yang sering dia temui malam-malam itu adalah ayahnya sendiri.” ucap Bram.
Zack terdiam.
“Aku juga baru tahu saat kakekmu menemui Eddison Gartner untuk bernegoisasi mengenai pembelian GR8 Holdings. Selama ini identitas Anna disembunyikan karena Anna lahir dari wanita simpanan Eddison Gartner.” ucap Bram.
“Bram, kamu jangan bicara sembarangan. Kamu memiliki bukti?” balas Zack.
“Aku diminta kakekmu untuk menyelidiki Anna, Zack! Ini bukti-buktinya. Wanita simpanan Eddison Gartner sudah meninggal saat melahirkan Anna, lalu ini bukti Eddison Gartner telah membiayai Anna secara spesifik saat berkuliah di California. Saat kembali ke Jakarta, ini bukti rumah yang pernah Anna tempati itu dibeli atas nama Eddison Gartner. Dan Sekretaris Novan itu juga besar di panti asuhan yang sama dengan Anna, lalu dia mengabdikan diri melayani Eddison sampai sekarang.” ucap Bram seraya menunjukkan berkas-berkas.
“Jadi.. Anna... Anaknya Eddison Gartner..? Pendiri OneTech Group..?” tanya Zack.
“Iya, Zack.”
...****************...
Flashback On.
Di rumah sakit.
Anna terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan kepala dan kaki yang di perban di kamar VVIP. Di balik pakaian Anna juga ada perban di perutnya. Eddison Gartner bersama Novan menanti Anna yang sadar dari pengaruh obat bius.
“Tidak akan aku biarkan orang yang telah melakukan ini pada putriku.” ucap Ed.
“Apakah Tuan akan bertindak sekarang?” tanya Novan.
“Tunggu sampai Anna bangun. Aku langsung akan bertindak setelah Anna bangun.” jawab Ed.
“Aku masih hidup?” tanya Anna untuk pertama kalinya setelah dia sadar dari tidurnya.
Anna masih ingat betul kejadian maut yang hampir merenggut nyawanya ketika dia berjalan ingin menyebrang, sebuah mobil dengan kecepatan kencang melaju ke arahnya dan menabraknya. Membuat tubuh Anna terpental jauh di jalan. Anna telah pasrah jika saat itu juga nyawanya dan bayinya tidak terselamatkan.
Namun nyatanya hanya nyawa Anna saja yang selamat. Janin di dalam perutnya tidak. Keadaan kini berubah. Anna tidak lagi menjadi seperti Anna yang dikenal orang-orang. Isi hatinya sudah dipenuhi oleh dendam dan di kepalanya hanya memikirkan cara untuk balas dendam.
“Ini mobil yang menabrakmu. Pelaku sudah berada ditangkap dan dinyatakan dalam keadaan mabuk saat menabrakmu.” ucap Novan sambil memberikan tablet canggihnya.
“Apa ada yang ingin kamu lakukan, Anna? Papa akan membantumu.” sahut Ed.
“Pertama, batalkan kepergianku ke California.” ucap Anna.
“Novan, kamu dengar itu?” tanya Ed.
“Ya, Tuan.” jawab Novan.
“Kedua, buat pelaku mengaku bahwa dia menerima perintah dari Mamanya Zack.” ucap Anna.
“Baik, Nona Gartner. Ini ada bukti dari segala perbuatan kotor yang dilakukan Mary Jo sebagai direktur keuangan.” ucap Novan.
“Aku akan melihatnya nanti.” balas Anna.
“Bagaimana dengan laki-laki payah yang tidak bisa apa-apa itu? Harus kita apakan?” tanya Ed.
“Jangan sentuh Zack. Sasaran aku hanya Mamanya, Mary Jo.” jawab Anna.
__ADS_1
“Ah, baiklah.” balas Ed dengan kecewa.
“Aku membutuhkan sesuatu yang hanya dapat diberikan oleh Papa seorang.” ucap Anna lagi.
“Apa itu, Anna? Katakan.” tanya Ed.
“Kekuasaan. Aku membutuhkan itu untuk melawan Mary Jo.” jawab Anna.
“Akan Papa berikan.” ucap Ed.
Flashback Off.
...****************...
Drrtt... Komputer Zack berbunyi.
Pertemuan dengan Presdir Anna ditolak dengan alasan bentrok jadwal.
Zack mengacak-acak rambutnya. Anna benar-benar telah menutup aksesnya untuk bertemu.
...****************...
Keesokan harinya, di pagi hari, Anna sarapan bersama Papanya, Ed, di kediaman mewah yang sering dia datangi saat malam hari sebelumnya.
“Papa dengar kamu membebaskan Mary Jo. Kenapa?” tanya Ed.
Anna memotong roti dengan begitu anggunnya. Ed telah mengubah Anna dari penampilan seperti gadis biasa menjadi putri konglomerat.
“Aku tidak berniat memenjarakan Mary Jo. Kemarin itu aku baru memberi serangan pertamaku.” jawab Anna.
“Novan juga bilang bukti yang diserahkan ke Kejaksaan itu tidak lengkap. Kamu menyuruh Novan menyerahkan buktinya seperempat saja.” balas Ed.
“Itu supaya Kejaksaan tidak menemukan bukti untuk menindaklanjuti Mary.” ucap Anna.
“Kenapa kamu tidak membiarkan Mary mendekam di penjara, Anna?” tanya Ed.
“Semuanya akan selesai jika dia dipenjara. Aku tidak merasa puas.” jawab Anna.
“Aku berangkat dulu. Sampai jumpa, Presdir Ed.” pamit Anna kemudian dia bangkit berdiri.
“Hey.” Ed memanggil Anna.
Anna berhenti berjalan.
Tuk.
Ed mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam yang tanpa limit penggunaannya.
“Apa ini?” tanya Anna.
“Uang jajan. Anggap saja karena aku tidak pernah memberikan uang jajan sebelum kamu berangkat pergi.” jawab Ed.
“Akan aku gunakan untuk berfoya-foya loh, ya..” balas Anna.
“Boleh saja. Tapi jangan pernah gunakan untuk membayari pacarmu yang sudah jatuh miskin itu.” ucap Ed.
“Mantan pacar.” Anna mengoreksi kalimat Ed.
Bersambung...
__ADS_1
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih