
“Bodoh! Bodoh kamu, Zack! Bodoh!” Zack menonjok setir mobilnya saking kesalnya.
“Arghhh..!!”
“Apa yang harus kamu katakan pada Anna, Zack?!”
Sesampainya di rumah Anna, Zack menemukan buah yang dia bawakan semalam masih tergantung di luar. Zack bingung sekaligus khawatir. Zack mengetuk pintu rumah Anna beberapa kali sebelum membuka paksa pintu yang terkunci itu.
Zack tidak menemukan Anna di dalam. Namun pakaian dan koper Anna masih ada. Bahkan buku paspor dan tiket pesawat menuju ke California masih terletak di atas meja di kamar Anna. Zack mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Anna. Namun panggilan Zack tidak dijawab oleh Anna. Hanya ada suara operator yang mengatakan nomor Anna berada di luar jangkauan.
Zack.
Anna, kamu dimana?
Semalaman kamu tidak pulang.
Kamu ada dimana?
Segera telepon aku jika kamu melihat pesan ini.
Ponsel Zack berdering. Namun bukan Anna yang meneleponnya. Melainkan Bram.
“Zack? Kamu dimana? Kenapa belum sampai kantor?” tanya Bram.
“Kakekmu datang ke perusahaan.” ucap Bram kemudian.
“Cepatlah ke sini.” tambah Bram.
Dengan pikiran yang kacau, memikirkan kemana perginya Anna ditambah lagi dengan kakeknya yang tidak ada angin tidak ada hujan malah datang ke perusahaan, Zack pun terpaksa pergi dari rumah Anna, meluncur ke perusahaannya segera.
Zack mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di perusahaan, ada Bram yang sudah menunggunya di bawah.
“Kamu darimana saja, Zack?” tanya Bram.
Zack dan Bram sama-sama berlari menuju lift.
“Anna tidak ada di rumah.” jawab Zack dengan wajah yang penuh cemas.
“Kamu habis dari rumah Anna?” tanya Bram.
“Tapi dia juga belum pergi ke California.” jawab Zack.
“Bagaimana ini?” tanya Zack kemudian.
Ting....
Lift yang mereka tumpangi telah sampai di ruangan Zack sebagai CEO. Sementara kakeknya sudah lama menunggu di dalam ruangan yang dulunya adalah milik kakeknya.
“Kakek..” panggil Zack.
__ADS_1
Kakeknya Zack (Zeruel Smith) bangkit dari kursi CEO itu setelah melihat Zack datang.
“Duduklah, Zack.” ucap Zeruel yang menyuruh Zack duduk di kursinya.
Zack menelan salivanya. Dia menuruti keinginan kakeknya dan duduk di kursi yang sudah biasa dia duduki.
“Wah.. Kakek memang tidak salah menempatkan seseorang di kursi ini. Kamu memang orang yang tepat untuk menduduki kursi ini.” ucap Zeruel.
“Kakek telah menerima laporan keuangan dan melihat harga saham meningkat, profit perusahaan juga meningkat 150% sejak kamu menjadi CEO.” ucap Zeruel kemudian.
“Oh.. benarkah? Aku belum melihat laporan keuangan terbaru.” balas Zack.
“Pertahankan terus, Zack. Tidak sia-sia Kakek menunggu kamu bersekolah di luar negeri selama bertahun-tahun.” ucap Zeruel.
“Kakek pergi dulu.” ucap Zeruel lalu keluar dengan pengawalnya.
Zack bangkit berdiri.
“Tidak usah mengantar Kakek. Lanjutkan saja duduk di kursi itu.” ucap Zeruel.
Zeruel bersama pengawalnya keluar dari ruangan Zack.
“Aku pikir ada hal yang penting sampai Kakek datang ke sini.” ucap Zack kepada Bram setelah Kakeknya keluar.
“Zack, menurutku malah itu seperti peringatan untukmu.” balas Bram.
“Aku tidak peduli. Bagaimana dengan Anna sekarang? Ponselnya tidak aktif.” ucap Zack.
“Itu terlalu lama. Aku tidak bisa menunggunya. Bisakah kamu lacak ponsel Anna? Atau lakukan sesuatu apapun itu?” tanya Zack.
“Baiklaah. Aku akan mencoba mencari Anna.” jawab Bram.
...****************...
Jam 21.00
“Aku sudah melaporkan Anna sebagai orang hilang dan menyerahkan informasi mengenai Anna ke polisi.” ucap Bram.
“Hatiku tidak tenang, bagaimana, ya?” balas Zack.
“Kita tunggu saja perkembangan dari polisi. Kamu pulanglah ke rumah. Mamamu pasti mengkhawatirkanmu.” ucap Bram.
“Kabari aku jika ada kabar tentang Anna.” balas Zack lalu mengendarai mobilnya menuju ke kediamannya.
...****************...
“Zack? Kamu baru pulang? Sudah makan?” tanya Mary menyambut Zack yang baru tiba di rumah.
“Sudah.” jawab Zack.
__ADS_1
“Anak Mama pasti kelelahan sekali. Wajahnya sampai lesu seperti itu. Mama buatkan minuman hangat, ya.” ucap Mary.
“Apa Mama tahu keberadaan Anna?” tanya Zack.
“Tidak. Kenapa kamu tiba-tiba bertanya soal Anna ke Mama?” balas Mary.
“Yang aku butuhkan saat ini hanya Anna, bukan minuman hangat.” ucap Zack.
Plak!
Mary menampar pipi putra tersayangnya itu.
“Sadarlah, Zack! Anna hanyalah gadis rendahan yang berasal dari panti asuhan dan menjadi pelayan! Bahkan dia saja tidak tahu siapa orangtuanya? Bagaimana kalau dia ternyata dilahirkan dari rahim seorang pelac*r?!” ucap Mary dengan nada meninggi.
“Mama benar-benar keterlaluan! Memangnya Mama tahu apa soal Anna? Tidak sepantasnya Mama merendahkan Anna seperti itu!” balas Zack lalu pergi ke kamarnya meninggalkan mamanya di ruang tengah.
Setelah beberapa kali melangkah, Zack kembali ke ruang tengah.
“Bagaimana kalau ternyata Anna terlahir dari keluarga terpandang, memiliki perusahaan yang lebih besar, lebih sukses dan berjaya dari kita?” tanya Zack.
...****************...
Jam 03.00
Di subuh hari yang tenang, ketika semua sedang tertidur lelap, Kejaksaan datang dan menggeledah rumah Zack karena Mary (Mamanya) dicurigai telah melakukan tindak penyuapan, penggelapan, korupsi dan percobaan pembunuhan. Berita mengenai Kejaksaan yang melakukan penggeledahan menyeluruh di kediaman Zack atas kasus penyuapan, penggelapan, korupsi, dan percobaan pembunuhan mulai di siarkan.
Berita itu menjadi berita panas dan menjadi berita nomor 1 yang paling banyak dibicarakan. Dan saat itu juga, harga saham GR8 Holdings langsung menurun terus perjamnya. Karena Mary adalah juga seorang direktur keuangan di GR8 Holdings. Tentu saja berita ini sangat menggemparkan, nama baik GR8 Holdings menjadi tercoreng, harga saham pun merosot, turun drastis sebesar 40%.
Kejaksaan juga sudah mengeluarkan larangan untuk Mary keluar negeri. Dalam pekan ini, Mary akan dipanggil ke kejaksaan. Kejaksaan menerima dokumen dari seorang anonim yang berisi data keuangan perusahaan GR8 Holdings. Kejaksaan fokus mencari jumlah dan aliran dana yang gelapkan dan dikorupsi setelah meneliti data-data yang diberikan secara anonim itu.
Bram dan Zack menemui Zeruel di kediamannya. Zack memberitahu berita yang menimpa Mary dan GR8 Holdings adalah berhubungan dengan preman, percobaan pembunuhan, korupsi hingga penggelapan uang, yang sedang di periksa oleh kejaksaan.
Bram yang juga ada di sana memberitahu lebih lanjut kalau surat geledah pun sudah keluar dan Mary tidak mungkin bisa lolos.
“Lempar saja semua kesalahan pada ibumu.” perintah Zeruel.
“Ada lagi?” tanya Zeruel.
“Perusahaan ini di ambang kebangkrutan.” ucap Zack.
“Harga saham merosot jauh, banyak perusahaan yang membatalkan kontrak dan menuntut kompensasi. Dewan direksi juga sedang membahas untuk menjual perusahaan.” tambah Zack.
“Apa?! Menjual perusahaan?! Jika dijual sekarang, kita akan merugi. Apa mereka tidak punya otak?” balas Zeruel.
“Ada satu perusahaan yang menawarkan untuk mengambil alih dengan harga yang bagus.” ucap Bram.
“Tidak! Pokoknya tidak! Perusahaan ini telah aku bangun selama 40 tahun! Tidak mungkin bisa dijual begitu saja! Sebentar, aku akan membujuk para pemegang saham dulu.” balas Zeruel.
Bersambung...
__ADS_1
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih