
“Buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya. Aku kecewa denganmu.” ucap Anna lalu masuk ke dalam mobil.
“Anna! Anna!” Zack berniat menghampiri namun sang sopir menghalangi.
“Nona Gartner meminta kopernya kembali.” ucap sopir itu.
“Anna! Ann—” Anna mendengar Zack berteriak dari luar memanggil namanya. Sementara Anna, di dalam mobil, meluapkan kesedihannya dengan menangis. Air matanya cukup deras mengalir, sampai sopir masuk ke dalam mobil.
“Haruskah kita kembali ke rumah Tuan Ed—”
“Tidak. Antar saya kembali ke rumah saya.” Anna memotong kalimat sopirnya.
“Baik.”
Flashback ON.
Dengan mengenakan dress selutut, riasan wajah, dan beberapa perhiasan untuk mempercantik penampilannya, Anna dijemput oleh sopir dan menuju ke sebuah kediaman mewah.
“Tuan, Nona Gartner sudah tiba.” ucap sopir itu kepada seorang laki-laki paruh baya di ruang tengah yang sedang duduk di sofa dengan memegang gelas berisi minuman beralkohol.
Setibanya Anna di ruang tengah, Anna duduk di sofa bersama lelaki itu. Sang sopir pun berjaga di ujung.
“Uang yang aku berikan kemarin masih ada?” tanya laki-laki itu.
“Masih. Tapi aku ingin kembali ke California.” jawab Anna.
“Baiklah, nanti aku akan minta Novan menyiapkan semuanya.” balas laki-laki itu.
“Novan!”
“Ya, Tuan.” Sopir yang berjaga di ujung menghampiri suara yang memanggilnya.
Flashback OFF.
Novan mengantar Anna kembali ke rumah Anna. Sesampainya di sana, dia membantu menurunkan koper dan membawa masuk ke dalam rumah Anna.
“Terima kasih.” ucap Anna.
“Nona Gartner, ini yang anda butuhkan.” balas Novan dengan memberikan buku paspor dan sebuah tiket pesawat menuju California.
“Terima kasih, Novan.” ucap Anna.
“Saya akan menjemput anda di hari keberangkatan Anna. Dan kali ini Tuan Eddison akan ikut bersama anda.” balas Novan.
__ADS_1
“Baiklah.”
“Saya permisi.”
Novan keluar dari rumah Anna dan pergi dengan mobilnya. Selang beberapa menit, sebuah mobil sedan tiba di depan rumah Anna.
“Anna! Anna! Anna, buka pintunya, please!” ucap Zack.
Zack mengetuk-ngetuk pintu rumah Anna yang tidak kunjung dibukakan oleh Anna. “Anna! Aku tahu kamu di dalam, Anna. Buka pintunya, please! Anna.”
Anna tetap kekeh pada pendiriannya. Dia berdiam diri di kamar dan tidak membukakan pintu untuk Zack. Sedangkan Zack juga tetap berada di depan pintu rumah sampai Anna mau membukakan pintu untuknya.
Zack pun menjadi bermalam di depan rumah Anna. Cukup lama dia menunggu Anna membukakan pintu hingga tanpa sadar dia ketiduran di depan rumah Anna. Zack terbangun saat hari sudah pagi dan matahari bersinar amat terangnya pagi itu.
“Anna...”
Hingga sebuah mobil sedan hitam datang ke rumah Anna. Zack memperhatikan mobil itu dan memberi tatapan tajam begitu sang pengendara turun dari mobilnya. Seorang laki-laki. Mobil dan wajahnya tidak asing lagi bagi Zack. Karena Zack telah melihatnya kemarin. Zack hafal betul laki-laki yang menjemput Anna kemarin beserta plat mobilnya. Novan berjalan masuk ke rumah Anna dengan membawa sebuah kantong plastik berisi makanan yang masih hangat.
“Siapa anda? Ada keperluan apa ke rumah Anna?” tanya Zack.
“Saya diminta untuk memberikan ini kepada Nona Gartner.” jawab Novan.
“Siapa yang memerintahkan anda?” tanya Zack.
“Kalau begitu, pergilah. Dan katakan kepada orang yang memerintahkanmu untuk tidak perlu lagi membawa makanan untuk Anna.” ucap Zack.
“Maaf, namun saya hanya melaksanakan perintah dari atasan saya.” balas Novan.
Anna akhirnya membuka pintu setelah mendengar dua laki-laki yang sedang berdebat di depan rumahnya.
“Anna..”
“Nona Gartner, saya membawakan ini untuk anda.” ucap Novan.
“Terima kasih.” ucap Anna.
“Kalau begitu, saya permisi.” balas Novan. Lalu dia kembali ke mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Anna.
“Anna, kita belum selesai bicara, Anna.” ucap Zack kepada Anna.
“Sudah selesai, Zack. Begitupun juga dengan hubungan kita. Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.” balas Anna.
“Selesai? Hubungan kita selesai begitu saja? Setelah 6 tahun? Tidak semudah itu, Anna. Pikirkanlah nasib anak kita di dalam perutmu.” ucap Zack.
__ADS_1
“Anak kita? Bukankah kamu meragukan anak yang sedang aku kandung ini? Hubungan kita sudah selesai, Zack. Jadi, berhentilah.” balas Anna.
“Tidak, Anna. Semalam itu aku hanya terbawa emosi. Aku sadar ucapanku salah dan menyakiti hatimu.” ucap Zack.
“Bagaimana kalau aku bilang anak yang aku kandung sekarang bukanlah anakmu? Melainkan anak dari laki-laki tadi?” tanya Anna.
Zack terdiam.
“Laki-laki tadi? Mustahil.” ucap Zack.
“Laki-laki tadi bekerja untuk seorang yang sangat kaya raya. Dan yang selama ini aku temui malam-malam dengan mengenakan dress ketat selutut, itu adalah dia. Aku juga menerima uang darinya setiap bulan. Kamu menginginkan kejujuran dariku, ’kan? Inilah kejujuran dariku.” balas Anna.
“Anna.. kenapa kam—Kenapa kamu melakukan hal itu? Aku bisa memberikan kamu uang berapapun itu. Kamu bisa minta padaku tanpa harus bekerja.” tanya Zack.
“Aku merasa senang menerima uang darinya.” jawab Anna.
“Anna? Ya, Tuhan. Aku tidak salah dengar, ’kan? Anna, hey, ka—kamu..” Zack tidak mampu menyelesaikan kalimatnya.
“Dia akan bertanggung jawab atas hidupku. Dan hidup anakku.” ucap Anna.
“Kita akan memulai kehidupan kita yang baru di California.” tambah Anna.
Zack memegang kedua bahu Anna. “Ini semua tidak benar, ’kan, Anna? Katakan padaku. Semua yang kamu katakan tadi tidak benar, ’kan?” ucap Zack.
“Aku tahu kamu percaya dengan yang aku katakkan tadi.” balas Anna.
“Anna, please! Itu semua tidak benar! Anak yang sedang kamu kandung itu anakku!” ucap Zack dengan suara yang meninggi.
“Kembalilah pada istri dan ibumu, Zack.” balas Anna.
“Sampai bertemu lagi. 6 tahun bersamamu adalah perjalanan yang paling indah di dalam hidupku.” ucap Anna kemudian lalu masuk ke dalam rumahnya.
“Anna!” Zack bahkan tidak kuasa lagi untuk mengetuk pintu rumah Anna. Dia begitu lemas seketika.
Begitu juga dengan Anna. Setelah menutup dan mengunci pintu rumahnya, tubuh Anna pun merosot ke lantai sembari menahan mulutnya agar tangisannya tidak terdengar.
Tidak pernah dia bayangkan hubungannya dengan Zack akan berakhir seperti ini. Mereka telah melalui banyak momen bersama yang membahagiakan sampai merasa dunia ini adalah milik mereka. Mereka merasa merekalah manusia yang paling bahagia di dunia ini. Sebelum ujian datang menghantam mereka.
Bersambung...
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih
__ADS_1