
Hari ini tepat sebulan setelah kepulangan mereka. dan hari ini pula mereka terlihat sangat sibuk. dokter dave yang sedang memeriksa pasien. dokter kevin yang sedang menganalisa hasil rontgen. dokter lisa sedang berjaga di ruang igd. kayren dan perawat airin sedang menurunkan pasien dari dalam ambulance. mendorong nya kedalam rumah sakit. tanpa kayren sadari saat akan memasuki rumah sakit ada seorang pria yang ikut membantu mendorong pasien hingga ke igd. semua orang memandang pria tersebut. tanpa terkecuali dokter lisa. lalu dia mendekati pria tersebut dengan rasa tak percaya.
"Hai kapten kapan kau kembali". tanya dokter lisa.
"Hai dokter aku kembali kemarin malam. oh ya apa temanmu itu macam-macam saat aku tidak ada". ucao devano. ya devano dengan tim nya serta alice sudah kembali. dokter lisa tersenyum mendengar perkataan devano.
" Hahh yang benar saja kapten. kau tau setiap hari pekerjaannya hanya memeriksa pasien mengoperasi pasien dan setelah itu memandangi hp nya saja". tutur dokter lisa. devano tersenyum mendengar penuturan dokter lisa
"Oh ya kapten lebih baik kau kembali saja nanti. sepertinya dokter kay akan lama sekali di dalam ruangan. aku takut kamu bosan menunggu nya di sini sendirian. karena dokter dave dan kevin sedang sibuk. aku pun harus segera memeriksa pasienku". lanjut dokter lisa
"Hmmmm baiklah terimaksih informasinya". devano pun pergi dari ruangan itu. dia berjalan hendak keluar dari rumah sakit. namun di tengah jalan dia bertemu dengan papih kayren. mereka sama-sama berhenti dan memandangi satu sama lain. lalu devano memberanikan diri untuk menyapa papih kayren.
"Selamat pagi tuan".
"Selamat pagi kapten apa kau punya waktu luang". kata papih kayren.
"Tentu tuan".
"Kalau begitu ikutlah denganku. kita ngopi-ngopi diruanganku".
"Baik tuan". hanya itu yang bisa devano katakan dia gugup setengah mati. ini tidak ada dalam rencana sebelumnya. dia hanya bisa mengikuti papih kayren dari belakang sesampainya di ruangan mereka masuk. papih kayren langsung duduk di kursi panjang. sedangkan devano masih tetap berdiri. nampak papih kayren menelpon seseorang.
"Duduklah kapten". perintah papih kayren setelah selesai menelpon.
"siap tuan". devano sangat gugup hingga dia tidak tahu akan berbuat seperti apa. papih kayren hanya tersenyum mendengarnya.
"Jangan seformal itu aku bukan komandanmu. sudah cepat duduk".
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Di ruangan yang berbeda kayren nampak baru keluar dari ruang igd terlihat raut wajahnya sangat lelah. bahkan dia lupa membersihkan bercak darah yang menempel di baju pergelangan tangannya. dia mendekati kedua sahabatnya.
"Haaahhh akhirnya aku bisa bernafas lega. paisen itu sudah melewati masa kritisnya". ucap kayren seraya membuang badannya ke meja tempat dia duduk.
"Apa sebegitu cape nya kay. ini minumlah dulu". ucap dokter dinda. kayren langsung saja mengambil air itu dan meminumnya.
"Hei kay apa papihmu sedang ada tamu penting. kenapa sampai tidak bisa di ganggu. aku mau mengantarkan laporan ini kepadanya" sambungnya.
"Mungkin".
"Oh ya kay tadi ku bertemu dengan kapten devano. dia ingin bertemu denganmu tapi aku suruh kembali lagi nanti karena aku kasian jika menyuruhnya menunggu di sini". tutur dokter lisa.
"Apaaa!!!! " kayren kaget mendengar penuturan dokter lisa.
Di raungan ketua rumah sakit devano sudah merasa nyaman tidak setegang tadi. mereka berbincang-bincang membahas masa kecil kayren hingga membahas komandan tertinggi pasukan khusus. terdengar gelak tawa dari dalam sana.
"Oh ya kapten aku ingin bicara serius denganmu".
"Jangan terlalu formal pak. panggil saja aku devano. biar lebih nyaman". tutur devano memberanikan diri. mendengar hal itu papih kayren tersenyum senang.
"Ok kalau begitu. devano apa kau tau anakku kayren akan menjadi ketua rumah sakit ini".
Deegggg....
Hati devano tiba-tiba berdegup kencang akhirnya papih kayren membahas akan hubungannya dengan kayren.
__ADS_1
Apakah papih kayren akan melarang anaknya berhubungan denganku karena aku hanya seorang kapten yang tak sederajat dengan mereka yang mempunyai banyak harta. Batin devano menjadi cemas dan ciut kalau sudah membahas tentang tahta dan harta. bahkan dia sangat berhati-hati ingin menjawab pertanyaan itu.
"Iiii iya pak saya tau".
"Apa kau tau bahwa kayren akan melanjutkan pendidikannya selama beberapa tahun".
"Belum pak. kay belum memberitahuku tentang hal itu. karena kami pun belum bertemu". hati devano semakin cemas nyali nya semakit ciut dia sekarang benar-benar sadar bahwa dia mencintai wanita yang berbeda kasta dengannya.
"Kalau begitu izinkan aku yang memberitahukan dan menjelaskannya padamu vano". papih kayren melirik wajah devano yang terlihat murung sekarang dia hanya menunduk tak berani menatap wajah papih kayren seperti tadi senyumnya pun hilang dari bibirnya. yang ada hanya kekahawatiran yang tergambar jelas di raut wajahnya.
"Apa kau benar-benar mencintai putriku vano".
"Maafkan saya pak. saya sudah lancang mendekati anak bapak sampai berani mencintainya".
"Kalau kau benar-benar mencintainya. apa kau bisa menunggu nya hingga dia lulus nanti. aku tidak mau putriku melanjutkan pendidikannya hanya setengah hati. karena separuhnya kau bawa".
"Mmaa maksud anda saya harus menjauhi kayren hingga dia lulus nanti pak".
"Apa kau bisa".
Remuk sudah hati devano. selama ini dia menahan rindu kepada kayren dan selalu menunggu saat ini. saat dia bertemu dengan kayren melewati hari bersama bersenda gurau menikmati kebersamaannya. namun hal itu sekarang hanya tinggal mimpi. dia semakin dalam menundukan kepalanya. merasakan nyeri di relung hati nya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
**HAPPY READING 😊😊😊😊
JANGAN LUPA YA LIKE COMMENT RATE FAVORITE DAN VOTE AUTHOR NYA. BIAR AUTHOR SEMAKIN BERSEMANGAT UP NYA🤗🤗🤗🤗**
__ADS_1