
"Tapi paman aku tidak membawa baju ganti dan semua kebutuhanku. kenapa alice tidak kita bawa pulang saja paman". kayren mencari alasan.
"Kau tau bagaimana alice dia sangat keras kepala nak. dia tidak akan pernah mau jauh dengan suaminya. lagi pula kau harusnya senang karena kau juga bisa terus bersama tunanganmu bukan". ayah alice melirik devano dengan senyum meringai. devano yang di lirik salah tingkah menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
"Tapi paman". ucap kayren dia mencari alasan lagi.
"Tapi apa lagi nak. masalah pakaian dan kebutuhanmu biar nanti aku yang mengurusnya. aku nanti yang akan bicara dengan papihmu sekaligus meminta ijinnya. dan masalah tugas mu di sana biar nanti papihmu yang menghandlenya".
"Baiklah paman". jawab kayren dengan malas. jujur dia malas kalau harus mencampur adukan masalah pekerjaan dengan masalah pribadi apa lagi dia pastu akan di ganggu terus menerus oleh devano. belum lagi banyak pekerjaan yang menunggu nya di rumah sakit karena sekarang dia sudah menjadi ketua rumah sakit.
Namun ada seseorang di sudut ruangan yang sedang tersenyum senang bahkan sangat bahagia karena bisa menatap tunangan dan menjahilinya setiap saat.
"Ok. lebih baik kita sekarang keluar biarkan alice istirahat karena kita semua juga butuh istirahat bukan".
Dan akhir nya semua orang meninggalkan ruangan kecuali gio. dia masih termenung masih belum percaya seakan mimpi kalau dia dan alice akan menjadi seorang ayah dan ibu.
__ADS_1
Dia merebahkan badannya di samping istrinya. menatap lekat wajah istrinya yang sedang terlelap. mengusap pipinya lalu mengecup pucuk kepala istrinya
"Tidurlah sayang aku akan menjaga kalian. aku berjanji akan terus bersiaga dan melakukan apapun agar kalian tetap sehat dan aman". lalu gio memeluk tubuh istrinya dan ikut memejamkan matanya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Pagi ini mentari tak malu menampakan diri. itu terbukti tak ada awan sedikitpun menutupi nya. sinarnya menghangatkan suasana pagi ini. menyusup ke sela jendela ruangan-ruangan yang ada di markas itu. tak terkecuali ruangan kayren dan papihnya.
Gadis itu nampak nggan membuka mata meski sinar mentari sudah menyilaukan nya. semakin lama semakin membuatnya tak nyaman dan akhirnya dia menyerah membuka matanya. lalu dia mencoba keluar untuk menghirup udara pagi dan mencoba menggerakan sedikit badannya.
"Selamat pagi sayang. apa tidur mu nyenyak semalam".
"Aaahhh sedang apa kau disini sepagi ini". kayren terkejut dan tangannya yang sedang terangkat keatas refleks menutupi matanya. dia merasa malu karena muka nya masih memberikan kesan khas bangun tidur dan belum cuci muka sama sekali.
"Aku sedang berpatroli pagi. dan ingin menyapamu. entah kenapa semenjak ada kau disini aku menjadi semakin bersemangat". ungkap devano sambil mengulum senyum nya. dia senang bisa melihat gadisnya setiap saat seperti ini.
__ADS_1
"Ohh selamat berpatroli. aku akan pergi ke kamar mandi. permisi". kayren mencoba menghindari devano. namun saat kayren akan berbalik meninggalkan devano tangannya di tahan oleh devano.
"Kenapa kau mengindari ku kay bahkan kau belum memberiku morning kiss". tanya devano seperti anak kecil sambil tersenyum manis.
"Morning kiss? " tanya kayren. devano hanya mengangguk dan terus saja memberikan senyumannya.
"Jangan mimpi bahkan kita belum menikah tuan kapten. jadi jangan meminta yang aneh-aneh dariku atau akan aku pecat kau menjadi tunanganku". kayren berkata sambil mengacak-acak rambut devano dan berlari meninggalkannya.
"Hhhaaahh sangat konyol bahkan morning kiss pun harus sudah menjadi suami istri. aku tak sabar menjadi suamimu nyonya prawira". devano menghela nafas lalu tersenyum dan pergi melanjutkan patrolinya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
**HAPPY READING 😊😊😊😊
APA ADA YANG UDAH GK SABAR PEN LIAT DEVANO DAN KAYREN DUDUK DI PELAMINAN DUKUNG TERUS KAYREN DAN DEVANO YA KA DENGAN CARA LIKE RATE VOTE AKU SEBANYAK-BANYAKNYA BIAR AKU SEMANGAT TERUS UP NYA😊**
__ADS_1