Beauty & The Big Boss(Janji Sang Kapten)

Beauty & The Big Boss(Janji Sang Kapten)
Akan ku patahkan tulangmu


__ADS_3

Pagi harinya kayren terlihat sudah membuka matanya. dia melihat sekelilingnya dan melihat orang di sampingnya tanpa dia sadari muncul sebuah senyuman di bibirnya. dia mencoba memegang kepala devano dan mulai mengusap-usap kepalanya.


Devano yang merasakan ada gerakan dari kepalanya langsung terbangun.


"Aahh kau sudah sadar kay". tanya devano. kayren hanya tersenyum dan terus menatap devano.


"Kenapa kau menatapku seperti itu kay".


"Aku merindukanmu".


Devano yang mendengar ucapan itu hanya tersenyum lalu dia membelai pucuk kepala kayren.


"Aku lebih-lebih merindukanmu kay. ingat jangan pernah pergi dariku lagi. apapun masalahnya kita hadapi bersama". ucap devano dengan sedikit penegasan. lalu mereka berdua tertawa bersama.


Dan saat itu masuklah dua orang yang ingin menemui kayren. dari semalam mereka menghawatirkannya namun karena mereka juga lelah mereka memutuskan untuk beristirahat.


"Kay bagaimana keadaanmu sekarang". tanya calista seraya berhambur ke ranjang kayren.


"Aku baik-baik saja cal". jawab kayren seraya tersenyum mata nya penuh binar semangat.


"Aahhh syukur lah. jika tidak aku pasti akan di gantung oleh paman herlambang kay karena telah membawamu kesini". calista menghela nafas panjang.


"Hay swetty bagian mana yang sakit". tanya smith khawatir.


Namun devano yang mendengar kata itu keluar lagi semakin tak menyukainya.


"Hay bocah berhentilah memanggil kekasihku dengan kata swetty".


"Hei kapten kenapa sejak semalam kau selalu memanggilku dengan kata bocah. apa kau mencari keributan denganku hah.swetty swetty swetty aku tidak akan berhenti memanggilnya dengan panggilan itu weeeee". smith menjulurkan lidahnya. kayren dan calista hanya bisa tersenyum melihat tingkah keduanya.

__ADS_1


"Kau ini berani sekali. kalau itu mau mu kita tidak perlu mencari keributan. kau tinggal pilih bagian mana dari tubuhmu yang ingin menjadi tempat mendaratnya sebuah peluru". devano semakin kesal


"Aaahhh kau curang mentang-mentang kau jago dalam hal menembak kau mengancamku dengan kata-kata seperti itu".


"Lalu mau mu apa hah".


"Bagaimana kita berlomba memakan mie saja. siapa yang kalah dia akan menuruti semua kemauan yang menang. setuju tidak". tantang smith.


"Deal kita mulai nanti siang" devano menerima tantangan itu. lalu dia menatap kayren.


"Aku pergi dulu. jika aku disini semakin lama. bisa-bisa aku kehilangan kewarasanku karena ulahnya". devano berpamitan kepada kayren dan pergi dari ruangan itu.


Setelah devano pergi calista mendekati kayren.


"Kay apa dia orang nya". tanya calista. kayren hanya menganggukan kepalanya.


"Iya dia orang nya. apa kakak mau memarahinya. aku akan dukung kakak 100% kita hajar saja dia. dia sudah membuat swettyku berantakan". serobot smith dia berbicara dengan penuh kekesalan.


"kenapa kakak malah membelanya bukannya kakak dulu bilang akan menghajarnya jika bertemu hah".


"Ahh sudah lah kalian ini selalu saja bertengkar". kayren menengahi. karena sudah pusing mendengar ocehan mereka.


"kay apa kau sudah makan. aku ambilkan makanan ya tunggu sebentar". calista berjalan pergi meninggalkan kayren dan smith.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Saat di dapur calista melihat ada devano dan alice di sana. dia sedang menyebutkan nama kayren calista menjadi penasaran.


"Apa kau sudah berbicara pada kayren soal keadaanya senior". tanya alice.

__ADS_1


"Belum. aku belum mempunyai waktu untuk berbicara padanya".


"Lebih baik secepatnya kau bicara padanya. karena aku juga akan membawa gio pulang untuk di obati di sana saja".


"Ada apa dengan kayren tolong jelaskan keadaan kayren yang sebenarnya dokter". tiba-tiba calista berbicara membuat devano dan alice kaget.


"Ahh cal. jadi begini. kaki kayren untuk sementara waktu tidak bisa di gerakan karena ada uratnya yang terjepit karena tertimpa reruntuhan itu. jika kita tidak segera cepat menanganinya kayren akan cacat. jadi lebih baik kayren di bawa pulang dan di rawat di rumah sakit miliknya".


"Ok biar aku yang membujuknya. kapan kau akan pulang. biar aku kayren dan smith ikut denganmu".


"Nanti malam helikopter milik pasukan khusus akan datang menjemputku dan gio".


"Ok aku akan bicara padanya. kau tenang saja kapten kayren pasti akan sembuh". calista tersenyum kepada devano.


"Terimakasih telah menjaganya saat aku tidak di sampingnya". ucap devano


"Sudahlah aku dan kayren itu tumbuh bersama jadi sudah sepantasnya aku menjaga nya. kau tidak perku berterimakasih karena kita akan menjadi keluarga betul".


"Ahh keluarga". ucap devano sedikit bingung. karena sejatinya dia sendiri masih belum mendapat restu dari ayahnya.


"Kenapa kau ragu seperti itu. jika kau hanya ingin bermain-main dengan kayrenku aku akan mematahkan kakimu. meski aku ini wanita. aku pemegang sabuk hitam kau tau".


"Hahah sudahlah cal. biarkan itu menjadi urusan mereka berdua. kita doakan saja". alice tertawa dan merangkul leher calista.


"Kau benar. hanya aku tidak ingin melihat dia terpuruk seperti dulu saat dia kehilangan mommynya. ah sudahlah lebih baik aku menyuapi kayren dan memberikannya obat". calista lalu mengambil semangkuk bubur dan pergi dari sana.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


**HAPPY READING😊😊

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE COMMENT RATE DAN VOTE AKU TERUS YA KAKA😁😁😁**


__ADS_2