Beauty & The Big Boss(Janji Sang Kapten)

Beauty & The Big Boss(Janji Sang Kapten)
What


__ADS_3

Keesokan paginya daniel tiba di rumah sakit dengan sangat bersemangat dan senang sekali terlihat jelas sebuah senyuman tak pernah hilang dari wajahnya. dia memasuki ruangan ketua rumah sakit.


Disana sudah nampak dua orang yang duduk di kursi roda dan 4 orang yang duduk di kursi panjang yang ada di ruangan ketua rumah sakit itu. mereka berempat siapa lagi kalau bukan alice papih kayren calista dan dokter dave. smith lebih memilih berbaring di rumah milih papih kayren. sedangkan dokter dave sangat antusias sekali ingin melihat cara terapi yang akan di gunakan dokter daniel nantinya.


"Selamat pagi semuanya". daniel menyapa dengan senyum tersungging di bibirnya. calista yang baru pertama kali melihat daniel langsung terpana bahkan mengedipkan matanya pun sepertinya enggan dia lakukan.


Aaahhh tampan sekali. pangeran dari mana dia. batin calista dia sangat terpesona oleh daniel. namun dia tersadar saat semua orang menjawab sapaan daniel dengan serempak.


"pagii... ". jawab semua orang kecuali calista.


"Baiklah mari kita mulai terapinya. tapi sepertinya aku butuh asisten karena pasienku pun ada dua".


"Aahh biar aku saja. tapi aku akan membantu kay saja". calista mengusulkan diri. sebenarnya dokter dave pun ingin mengusulkan dirinya menjadi asisten namun calista mendahuluinya.


"Kenapa seperti itu". tanya daniel. karena sebenarnya dia juga ingin menangani kayren.


"Karena eeemmmhh karena kita sama-sama wanita". jawab calista terlihat sebuah senyuman terpaksa di bibir calista.


"Aahh kau benar baiklah kalau begitu mari kita mulai". alasan yang di buat calista sangat masuk akal membuat daniel hanya bisa menerima dan mengubur keinginannya mendekati kayren.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Di sebuah negara bagian sana devano terus menerus menghubungi kayren namun selalu tidak dapat di hubungi.


"Haaaaahhh sebenarnya kemana dia. apa di rumah sakit sana tidak ada sinyal atau tidak ada listrik hingga sulit sekali di hubungi". devano sangat frustasi di buatnya.


"Mungkin dokter kay sudah memulai terapinya boss". ucap rio.


"Mungkin saja tapi jika di sini malam hari di sana sedang siang hari mana mungkin dia beristirahat selama itu haaahhhh ini sunggu membuatku frustasi kau tau". devano mengacak-acak rambutnya.


"Bersabarlah boss. masa kerja kita di sini hanya tinggal dua hari lagi. setelah itu kau akan bertemu dengan kaka ipar". celoteh sam.

__ADS_1


"Hey mereka belum menikah jangan dulu memanggil dokter kay dengan kata kaka ipar tunggu sampai. mereka menikah mengerti". portes rio tangannya mendarat tepat di kepala sam.


"Aaahhhh kau keterlaluan sekali. ini benar-benar sakit kau tau". sam mengelus kepalanya.


Devano yang melihat tingkah kedua anak buahnya hanya bisa tersenyum. tanpa berkomentar apapun.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Semakin hari terapi kayren dan gio membuahkan hasil. kayren sudah bisa belajar berjalan meski masih menggunakan tongkat. sedangkan gio sudah belajar menggerakan kakinya tanpa merasakan sakit seperti tempo hari.


Seperti siang ini kayren dan gio sedang melakukan terapi di taman rumah sakit. gio sudah mulai berlajar berdiri dengan di dampingi alice. sedangkan kayren sudah mulai belajar berjalan tanpa tongkatnya di dampingi daniel. hanya ada mereka berempat di taman itu. papih kayren sedang sibuk sedangkan dokter dave sedang berada di dalam ruang operasi. calista dan smith sedang pergi menemani bi darmi berbelanja kebutuhan rumah.


Nampak seseorang tengah mengamati kayren dari kejauhan. dia semakin mendekat hingga sekarang terlihat jelas kayren sedang belajar berjalan akan yang terjatuh namun daniel memegangnya hingga mata mereka beradu.


"Waaaahhhhh pantas saja kau tidak pernah mengangkat telpon ku ternyata kau sedang sibuk terapi dengan dokter tampan ini ya". ucap pria itu. yang tak lain adalah devano.


"Aahhh vano". kayren terkejut lalu melepaskan tangan daniel.


"Kau ini kenapa datang-datang seperti itu". kayren sangat heran melihat sikap devano


"Aku lebih baik pergi dari sini". devano membalikan badan hendak pergi. lalu dia teringat akan wakilnya. devano mninggalkan kayren dan mendekati gio dan alice.


"Hay senior kapan kau kembali kesini". tanya alice sambil membantu gio duduk


"Aku baru saja sampai langsung kesini ingin melihat kondisi sekaligus memberi kejutan kepada kekasih dan rekanku namun aku yang di kejutkan". devano menundukan kepala.


"Bisakah aku berbicara dengannya empat mata". kayren mendekati devano. dia sudah mulai terbiasa berjalan dengan tongkatnya.


"Aahhh baiklah. ayo kita pergi". ajak alice ke gio dan daniel.


Daniel menurut mengikuti alice yang mendorong kursi roda milik gio menjauh dari taman rumah sakit. meski di dalam hatinya dia merasa penasaran dengan sosok pria yang sedang bersama kayren.

__ADS_1


"Boleh aku berbicara dengan big boss". tanya kayren.


"Bicaralah aku tidak punya banyak waktu". devano menjawab dengan ketus.


"Oohh ok. pertama namanya daniel. dia anak dari teman papihku. aku tau dia menyukaiku sejak kita sama-sama duduk di bangku SMA. namun aku sampai sekarang tidak memiliki perasaan apapun padanya. karena aku hanya menyukai seorang kapten yang selalu di panggil big boss yang kadang membuatku pusing sendiri. dan kedua kenapa kau tidak bisa menghubungi ku karena ponselku hilang saat tsunami itu. apa kau paham". kayren menjelaskan dengan penuh penekanan devano yang mendengarnya hanya tersenyum-senyum.


"Apa sekarang kau masih tidak punya banyak waktu. kalau begitu. aku lebih baik beristirahat di ruangan ketua rumah sakit saja". kayren mulai membalikan badan.


"Aaahhh sini biar aku antar". ajak devano dengan ramah dan penuh kasih sayang


"Waaahhh mood mu sangat cepat sekali berubah ya". kayren terkekeh tak percaya melihat tingkah devano.


Sesampainya di dalam ruangan ketua rumah sakit devano membantu kayren duduk.


"Kau yakin akan istirahat disini kay. apa tidak sebaiknya kau istirahat di ruang inap atau di apartemenmu saja". devano ragu karena dia berpikir kayren akan beristirahat di kursi panjang yang ada di ruangan itu


"Kau tau. saat aku menyutujui untuk meneruskan memimpin rumah sakit ini. aku diam-diam menyuruh orang untuk merombak semua yang ada di dalam sini. dulu di sini cuma ruangan kerja saja. tapi sekarang di balik pintu-pintu itu ada ruangan pribadiku. dan tanpa sepengetahuan papih aku telah menyewakan apartemenku karena ku pikir akan memakan waktu lama jika aku bulak balik dari apartemen kesini jadi aku bawa saja keperluanku ke dalam ruangan ini".


"What.. Jangan bilang kau mengubah ruangan kerja ini menjadi apartemenmu kay". devano mencoba membaca pikiran kayren. dan ternyata yang di baca devano benar. kayren hanya tersenyum


"Aaahhh aku tidak percaya kau mempunyai otak seperti itu. kenapa aku bisa menyukai wanita sepertimu". devano lamgsung memeluk kayren dengan erat.


"Aku sangat sangat sangat merindukanmu kay".


"Aku juga". kayren balas memeluk devano.


"Selalu saja kata itu yang keluar. sudah lah moodku jadi berantakan lagi lebih baik istirahat saja agar kau cepat berjalan lagi dan kita akan segera menikah".


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


**HAPPY READING 😊

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE RATE DAN VOTE AUTHOR TERUS YA. AKU USAHAKAN UP TIAP HARI YA KAKA😊**


__ADS_2